Anda di halaman 1dari 12

Gender Capacity Assesment

Strategi dasar PUG


Lany Harijanti
UN-GTWG
UNFPA
Brainstorming
• Apakah PUG?
• Apa sajakah yang bisa di PUG kan di
kementerian anda?
• Bagaimana caranya?
• Apa saja yang dibutuhkan?
Komponen dasar utk strategy
• Kebijakan umum & kebijakan internal
• Tujuan/Objectives
• Kegiatan Prioritas
• Sumber Daya: manusia (gender balance?),
ketersediaan data (terpilah)
• Kerangka waktu
3 ranah/tahapan dalam
strategi dasar PUG
• Kelembagaan: struktur, kebijakan dan
prosedur, dan budaya lembaga
• Substansi: kegiatan dan program
• Impact/dampak pada kesetaraan gender
dalam masyarakat
(Shalkwyk et al. 1996. p 3)..
(SIDA)
Kelembagaan:
• Networking
• Planning
• Capacity Building
Program:
-socio-economic (gender) analysis
-konsultasi2
Dampak:
- M&E
- Sharing informasi
Level 1: Kelembagaan
1. Kebijakan yang jelas ttg komitmen gender
responsive – didukung senior dan middle
management
2. Strategi dengan batas waktu: staf setuju,
paham, punya kapasitas/akses ke sumber daya
3. Pelaksanaan dalam sektor sumber daya
manusia: internal – eksternal (recruitment &
promosi)
Level 1: Kelembagaan
4. Kapasitas traking internal dan monitoring:
procurement, alokasi budget
5. Unit PUG
6. Gender Focal Point Network - internally
Level 2: Substansi / Program
7. Konsultasi sistematis dan berkelanjutan –
perempuan, laki-laki, rentan/minoritas
8. Project management – accountability dan
konsistensi
9. Mekanisme monitoring dan pelaporan yang
efektif
10. Gender analisis: lihat konteks nasional dan
internasional nya, klarifikasi perbedaan dampak
dari progam terhadap perempuan dan laki-laki
Level 3: Dampak
11. Data baseline terkait
12. Konsultasi dengan komunitas target
13. Mekanisme pelaporan yang jelas
14. Relasi baik dengan media, pembuat
kebijakan dan toma
Gender Analisis
• Pembagian kerja berdasarkan sex
• Kebutuhan gender dan gender interest yang
strategis dan praktis
• Kesetaraan substansi dan formal (tertulis
dalam hukum)
Definisi Pengarus Utamaan Gender
ECOSOC 1997
• Mengarus-utamakan perspektif gender merupakan
sebuah proses yang menilai dampak dari sebuah aksi
yang direncanakan (termasuk legislasi, kebijakan atau
program) pada perempuan dan laki-laki, di semua
bidang dan dalam semua level.
• Sebuah strategi untuk membuat keprihatinan baik
perempuan maupun laki-laki dan pengalaman mereka
terintegrasi dalam rancangan, pelaksanaan, monitoring
dan evaluasi dari program dan kebijakan dalam semua
ranah politik, ekonomi dan sosial sehingga perempuan
dan laki-laki mendapatkan manfaat setara dan
ketidaksetraan tidak dilanggengkan. Tujuan utama:
kesetaraan gender.