Anda di halaman 1dari 10

KELOMPOK 2

ANALISA INTI BATUAN

1. IQBAL MAKARIM TIAS ( 1501110 )


2. RIZKI KANZA MAULANA ( 1501447 )
3. JOCE KENEDY S ( 1501078 )
4. KEZIA JENYTAROS N ( 1501380 )
5. NOVANTIA NOVIDA ( 1501129 )
6. YUAN JAYA PRATAMA ( 1601159 )
PENGUKURAN SATURASI FLUIDA

Saturasi fluida didefinisikan sebagai perbandingan


antara volume pori-pori batuan yang ditempati oleh
fluida tertentu dengan volume pori-pori total pada
suatu batuan berpori
Pada batuan reservoir terdapat bermacam fluida ,
yaitu : air, gas, dan minyak

Saturasi air, saturasi minyak, dan saturasi gas

Karena tidak dapat diproduksi seluruhnya, maka


akan terdapat sejumlah fluida formasi yang masih
tertinggal di reservoir (irreducible saturation
Pada umumnya batuan reservoir bersifat basah air.

Pori – pori batuan Reservoir selalu berisi fluida dan


fluida tersebut bisa berupa minyak dan Gas, Gas –
Minyak – Air atau Gas – Air – Minyak

Atau air yang selalu berada didalam reservoir sebab air


lebih dulu ada sebelum minyak atau gas
datang/bermigrasi

Kadar air yang tinggi dalam reservoir minyak


mengurangi daya pengambilannya (recoverability).
Permeabilitas relatif mempunyai hubungan dengan
kualitas fasa fluida yang bersangkutan di pori-pori batuan
yang di wakili oleh saturasi.

Saturasi minyak

Vo
So  , fraksi
Vp
Saturasi Gas

Vg
sg  , fraksi
Vp

Saturasi Air

Vw
sw  , fraksi
Vp
Pada waktu kapanpun selama proses produksi suatu
reservoir minyak atau gas, berlaku hubungan :

 So + Sw + Sg = 1

Dimana :
So = Saturasi minyak
Sg = Saturasi gas
Sw = Saturasi air
Metode pengukuran, al:

a.Metode distilasi
(Dean and Stark method)

b.Metode retort
Terdapat 3 faktor yang mempengaruhi saturasi fluida,
antara lain :

Ukuran distribusi pori-pori batuan


Ketinggian diatas free water level
Adanya perbedaan tekanan kapiler

water Rock

Gas Oil
TERIMA KASIH