Anda di halaman 1dari 12

CASE STUDY


KELOMPOK 4
KASUS

 Nn.c 28 tahun dirawat ruang dengan demam tinggi
sidertai batuk yang terjadi lebih dari 1 bulan. Pasien
tampak kurus sekali. Dari pengakajian awal
diketahui pasien tidak nafsu makan, mengatakan
telah didiagnosa HIV sejak 2 bulan yang lalu dan
memiliki riwayat pengguna narkoba jarum suntik.
Apa yang harus dikaji oleh
perawat saat merawat pasien
Nn.c?

 Melakukan pengkajian riwayat kesehatan
sebelumnya pada pasien
 Melakukan pengkajian riwayat kesehatan sekarang
pada pasien
 Melakukan pemeriksaan fisik ulang pada pasien
tersebut.
Jika perawat mencurigai bahwa Nn.c
masih menggunakan narkoba,
pengkajian apa yang harus
dilakukannya?

 Melakukan pengecekan ulang dibagian tangan
pasien yang terkena jarum suntik.
 Melakukan pengkajian kepada pasien apakah pasien
memiliki pengaruh dari penggunaan narkoba jenis
jarum suntik tersebut.
 Mengkaji kepada pasien jika menggunakan jarum
suntik tersebut apakah disertai dengan hubungan
sexual atau tidak.
Masalah keperawatan (dx
keperawatan) apa saja yang
mungkin muncul pada Nn.c?

 Bersihan jalan nafas tidak efektif b.d adanya secret
yang mengental
 Kerusakan integritas b.d resiko infeksi : penggunaan
jarum suntik
 Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebuthsn
tubuh b.d penuruna nafsu makan
tindakan (termasuk pengobatan)
beserta rasional dari masalah yang
terindentifikasi

Tindakan pengobatan.
Terapi infeksi oportunistik, terapi ini bertujuan untuk
menghilangkan, pemulihan, pengendalian infeksi,
nasokomial, sepsis atau oportunistik
Terapi AZT (azidotimidin) disetujui FDA (1987) untuk
penggunaan obat antiviral virus HIV dengan menghambat
enzim pembalik traskriptase.
Terapi anitiviral baru beberapa antiviral baru yang
meningkatkan aktivitas sistem imun dengan menghambat
replikasi virus / memutuskan rantai reproduksi virus pada
proses prosesnya.

 Obat obat ini adalah :
 Didanosine
 Ribavirin
 Diedoxycytidine
 Recombinant CD4 dapat larut
 Pendidikan untuk menghindari alkohol dan obat obatan
terlarang, makan makanan yang sehat, indari strees, gizi yang
kurang dan alcohol, obat obatan yang menganggu fungsi
kerja imun.
 Menghindari infeksi lain, karena onfeksi it dapat
mengaktifkan sel T dan mempercepat reflikasi virus HIV
INTERVENSI KEPERAWATAN

 Bersihan jalan nafas tidak efektif b.d adanya secret yang mengental
NOC :
 Respiratory status : ventilation
 Respiratory status : airway patency
 Aspiration control
KRITERIA HASIL :
 Mendemostrasikan batuk efektif dan suara nafas yang bersih tidak
ada ianosis dan dyspneu
 Menunjukan jalan nafas yang paten
 Mampu mengindentifikasikan dan mencegah faktor yang penyebab
saturasi 02 dalam dan batas normal

NIC :
 Pastikan kebutuhan oral/ trachealsuctioning
 Berikan 02
 Anjurkan pasien untuk istirahat dan napas dala
 Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi
 Keluarkan sekret dengan batuk atau suction
 Auskultasi suara nafas, catat adanya suara tambahan
 Monitor status hemodinamik
 Berikan pelembab udara kassa basah Nacl lembab
Kerusakan integritas b.d resiko
infeksi : penggunaan jarum suntik

NOC :
 Pribadi tindakan untuk mecengah, menghilangkan, atau
mengurangi ancaman infeksi.
 Mengakui konsenkuensi pribadi yang terkait dengan infeksi
 Mengindentifikasi risiko infeksi dalam situasi sehari hari
 Mengindentifikasi tanda tanda pribadi dan gejala yang
mengindikasikan potensi risiko
 Mengindentifikasi strategi untuk melindungi diri dari
infeksi lain
 Memelihara lingkungan yang bersih

NIC :
tujuan akuisisi sedang berlangsung, interpretasi dan sintesis
dari data pasien untuk pengambilan keputusan klinis.
 Tentukan risiko kesehatan pasien
 Minta pasien mengenai tanda tanda gejala atau masalah
 Pantau tanda vital
 Mulai pengawasan kulit rutin pada pasien berisiko tinggi
 Pantau keadaan yang berpeluang untuk infeksi.
 
Ketidakseimbangan nutrisi kurang
dari kebutuhan tubuh b.d
penurunan nafsu makan

NOC :
 Monitor kemampuan mengunyah dan menelan
 Anjurkan untuk beri makanan ringan sedikit tapi
sering.
 
NIC :
 Mengetahui makanan yang lebih cocok
 Untuk membandingkan kebutuhan dengan suplai
sehingga diharapkan tidak terjadi kurang nutrisi