Anda di halaman 1dari 29

Obat Antijamur

Theofili Sabatini Pratiwi Manurung (1261050176)


Cut Fadmala Corry Amelia (1361050169)
Pendahuluan

• Terdapat 3 kelompok utama jamur penyebab


penyakit pada manusia :
– Moulds
– True yeasts
– Yeast-like fungi
Obat Antijamur Sistemik Untuk
Infeksi Sistemik
Amfoterisin B
• Amfoterisin A dan B adalah antibiotik antijamur
yang dihasilkan oleh Streptomyces nodosus.
• Mekanisme kerja
– Bersifat selektif dalam efek fungisidalnya karena
obat ini memanfaatkan perbedaan dalam komposisi
lemak membran sel jamur dan sel mamalia.
– Amfoterisin B mengikat ergosterol dan mengubah
permeabilitas sel dengan membentuk pori-pori
terkait-amfoterisin B di membran sel.
Efek Samping
• Kulit panas
• Keringatan
• Sakit kepala
• Demam
• Menggigil
• Lesu
• Anoreksia
• Nyeri otot
• Flebitis
• Kejang
• Penurunan fungsi ginjal
Indikasi
• Kandidemia lokalisata dan sistemik.
• Histoplasma
• Kriptokokus
• Blastomyces
• Coccidioides
• Aspergillus
Sediaan
• Parenteral
– Formulasi konvesional (amfoterisin b, fungizone)
bubuk 50 mg untuk injeksi
– Formulasi lemak
• Abelcet : suspensi 100 mg/20 ml untuk injeksi
• AmBisome : bubuk 50 mg untuk injeksi
• Topikal
– Krim, lotio, salep 3%
Flusitosin
• Flusitosin merupakan suatu analog pirimidin
larut air yang berkaitan dengan obat
kematoterapeutik 5-fluorourasil.
• Spektrum kerjanya jauh lebih sempit
dibandingkan dengan amfoterisin b.
Mekanisme Kerja

Flusitosin masuk ke dalam sel jamur dengan bantuan


sitosin deaminase

Di dalam sel obat ini diubah mula-mula menjadi 5-FU lalu


menjadi 5-flurodeoksiuridin monofosfat dan fluorouridin
trifosfat

Masing-masing menghambat pembentukan DNA dan RNA


Sediaan
• Ancobon
– Oral :
• kapsul 250, 500 mg
Indikasi
• Kriptokokus
• Infeksi kromoblastomikosis
Azol
• Azol adalah senyawa sintetik yang dapat diklasifikasikan
sebagai imidazol atau triazol sesuai dengan jumlah atom
nitrogen di cincin azol.
• Antijamur golongan imidazol dan triazol mempunyai
spektrum luas
• Kelompok imidazol terdiri dari :
– Ketokonazol
– Mikonazol
– Klotrimazol
• Kelompok triazol meliputi :
– Itrakonazol
– Flukonazol
– vorikonazol
• Mekanisme kerja Azol

Aktivitas antijamur obat azol terjadi karena redusi sintesis ergosterol


oleh inhibisi enzim-enzim sitrokrom P450 jamur.

Toksisitas selektif obat azol disebabkan oleh afinitas mereka yang lebih
besar terhadap enzim sitokrom P450 jamur daripada manusia.
Ketokonazol
Ketokonazol aktif sebagai antijamur baik
sistemik maupun nonsistemik efektif terhadap
Candida, Coccidiodes immitis, Cryptococcus
neoformans, H. Capsulatum, B. Dermatitidis,
Aspergillus dan Sporothrix spp
Itrakonazol
• Tersedia dalam bentuk oral dan intravena serta
digunakan dalam dosis 100-400 mg/hari. Penyerapan
obat ditingkatkan oleh makanan dan oleh ph lambung
yang rendah.

• Obat ini berinteraksi dengan enzim-enzim mikrosom


hati, meskipun dengan tingkat yang lebih rendah
dibandingkan dengan ketokonazol. Suatu interasi obat
penting adalah berkurangnya ketersdiaan-hayati
intrakonazol jika digunakan bersama dengan rifampisin.
Sediaan
• Itrakonazol (Sporanox)
– Oral: kapsul 100 mg; larutan 10 mg/ml
– Parenteral: 10 mg/ml untuk infus IV
Indikasi
• Spektrum luas
– Candida
– C. neoformans
– Mikosis endemik
– dermatofita
Ekinokandin
• Ekinokandin adalah golongan terbaru obat
antijamur yang akan dikembangkan.
• Ekinokandin merupakan peptida siklik besar
yang dikaitkan ke sebuah asam emak rantai
panjang.
• Mekanisme kerja:
– Bekerja di tingkat dinding sel jamur dengan
menghambat pembentukan beta (1-3) glukan.
Kasponfungin
• Diberikan sebagai dosis awal tunggal 70 mg,
diikuti oleh dosis harian 50 mg. kasponfungin
larut air dan sangat terikat ke protein.
• Waktu paruh adalah 9-11 jam, dan
metabolitnya diekskresikan oleh ginjal dan
saluran cerna.
Indikasi
• Fungisidal untuk Candida sp
• Aspergilosis
Obat Antijamur Sistemik Oral Untuk
Infeksi Mukokutis
Terbinafin
• Terbinafin adalah suatu alilamin sintetik yang tersedia
dalam bentuk oral dan digunakan pada dosis 250 mg/hari.

• Obat ini digunakan untuk terapi dermatofitosis, khususnya


onikomikosis.Obat ini merupakan obat kertofilik, tetapi
tiak bersifat fungisidal.

• Mekanisme kerja
– Mengganggu bisintesis ergosterol, tetapi obat ii tidak
berinteraksi dengan sistem P450
– Menghambat enzim skualen eposida jamur, sehingga
menyebabkan akumulasi skualen sterol yang toksik bagi
organisme.
Sediaan
• Lamisil
– Oral : tablet 250 mg
– Topikal : krim, gel 1%

• Infeksi jamur mukokutis


Terapi Antijamur Topikal
Nistatin
• Merupakan suatu makrolid polien yang sangat
mirip dengan amfoterisin b.
• Tersedia lama sediaan krim, salep, supositoria,
dan bentuk lain untuk aplikasi ke kulit dan
membran mukosa.
• Obat ini tidak diserap secara signifikan dari
kulit, membran mukosa atau saluran cerna.
Daftar Pustaka
• Buku Farmakologi dan Terapi Edisi 5
Departemen Farmakologi dan Terapeutik
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
2007
• Katzung, Bertram. Buku Farmakologi Dasar
dan Klinik Edisi 10. 2007
• Buku Informasi Spesialite Obat Indonesia
Volume 50-Tahun 2016