Anda di halaman 1dari 99

PENYUSUNAN

PERENCANAAN SEKOLAH
RKS (RKJM, RKT, RKAS)
TH.PELAJARAN 2019/2020
TARGET CAPAIAN
Tim Pengembang Sekolah mampu:
1. Memahami penyusunan RKS
2. Menyusun RKS paling lambat akhir Juli
3. Mengesahkan RKS awal Agustus
4. Melaksanakan RKS dengan transparan
dan akuntabel
5. Mengevaluasi dan menyusun laporan
sesuai ketentuan
Pengantar Penyusunan
RKS/M dan RKT
 latar belakang penyusunan RKS/M dan
RKT;
 dasar hukum penyusunan RKS/M dan RKT;
 prinsip penyusunan RKS/M dan RKT; dan
 alur dan proses penyusunan RKS/M dan
RKT.
Pokok Bahasan
1. Latar belakang penyusunan RKS/M dan RKT.
2. Dasar-dasar hukum penyusunan RKS/M dan
RKT.
3. Prinsip-prinsip penyusunan RKS/M dan RKT.
4. Alur dan proses penyusunan RKS/M dan RKT.
Latar Belakang

Kebijakan
MBS

Program Wajar RKS/M & RKT

Program BOS
Pentingnya Penyusunan RKS/M
1. Sumber penerimaan dana BOS signifikan bagi
sekolah/madrasah;
2. 20% anggaran dari APBN & APBD wajib untuk
bidang pendidikan;
3. Lemahnya administrasi perencanaan di tingkat
sekolah/madrasah;
4. Sebagian besar sekolah/madrasah belum
menyusun/memiliki dokumen RKS/M dan RKT.
Apakah RKS/M itu?
 Proses menentukan tindakan masa depan (4
tahun) sekolah/madrasah yang tepat, melalui
urutan pilihan, dengan memper-hitungkan
ketersediaan sumber daya.
 Dokumen tentang gambaran kegiatan
sekolah/madrasah di masa depan untuk
mencapai tujuan dan sasaran sekolah/ madrasah
yang telah ditetapkan.
Tujuan Penyusunan RKS/M
1. Menjamin agar tujuan dan sasaran sekolah/madrasah dapat
dicapai;
2. Mendukung koordinasi antar pelaku sekolah/madrasah;
3. Menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan sinergi
baik intra pelaku di sekolah/madrasah, antar sekolah/
madrasah, Disdik Kab/Kota/Provinsi, dan antar waktu;
4. Menjamin keterkaitan antara perencanaan, penganggaran,
pelaksanaan, pelaporan dan pengawasan;
5. Mengoptimalkan partisipasi warga sekolah/madrasah dan
masyarakat;
6. Menjamin penggunaan sumber daya sekolah/madrasah
yang ekonomis, efisien, efektif, berkeadilan, berkelanjutan
serta memperhatikan kesetaraan gender.
Dasar Hukum
1. UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional, Pasal 51 ayat 1.
2. PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan, Pasal 53 ayat 1.
3. PP Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan
Penyelenggaraan Pendidikan, Pasal 51.
4. PP Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan
Pendidikan.
5. Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar
Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar
dan Menengah.
PP No. 19/2005 (Pasal 53 ayat 1):
“Setiap satuan pendidikan dikelola atas dasar rencana kerja
tahunan yang merupakan penjabaran rinci dari rencana kerja
jangka menengah satuan pendidikan yang meliputi masa 4
(empat) tahun”

Permendiknas No. 19/2007 menyatakan bahwa


Sekolah/Madrasah wajib membuat:
1. Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) yang
menggambarkan tujuan yang akan dicapai dalam kurun waktu
empat tahun yang berkaitan dengan mutu lulusan yang ingin
dicapai dan perbaikan komponen yang mendukung peningkatan
mutu lulusan.
2. Rencana Kerja Tahunan (RKT) yang dinyatakan dalam Rencana
Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) dilaksanakan
berdasarkan Rencana Kerja Jangka Menengah.
Prinsip-Prinsip Penyusunan RKS/M

1. Terpadu, mencakup keseluruhan program.


2. Multi tahun, mencakup periode 4 tahun.
3. Multi sumber, mengidentifikasi berbagai sumber dana.
4. Berbasis kinerja, memiliki indikator yg jelas.
5. Partisipatif, melibatkan berbagai unsur.
6. Integrasi pendidikan karakter bangsa.
7. Sensitif terhadap isu gender.
8. Responsif terhadap keadaan bencana.
9. Pelaksanaannya dimonitor dan dievaluasi.
Alur Penyusunan RKS/M

PENYUSUNAN RKS/M
• Menetapkan Kondisi PENGESAHAN
Sekolah/Madrasah • Penyetujuan
PERSIAPAN Saat Ini. oleh
• Menetapkan Kondisi rapat dewan
• Pembentukan
Tim Pengembang Sekolah/Madrasah yang pendidik
Sekolah/Madrasah Diharapkan. • Pengesahan oleh
(TPS/M). • Menyusun Program, pihak berwenang
• Pembekalan/ Kegiatan dan Indiktr • Sosialisasi kepada
Kinerja. pemangku
Orientasi TPS/M.
• Menyusun Rencana kepentingan
Anggaran Sekolah/
Madrasah.
• Menyusun RKT &
• RKAS/M.
Proses Penyusunan RKS/M
Menetapkan Kondisi Sekolah/Madrasah saat ini)

Menetapkan Kondisi Sekolah/Madrasah Yang Diharapkan

Menetapkan Program dan Kegiatan

Merumuskan Rencana Anggaran Sekolah/Madrasah

Merumuskan RKTS/M dan RKAS/M


Rekomendasi Sistematika
Penyusunan Dokumen RKS
BAB.I PENDAHULUAN (A.Latar Belakang, B.Tujuan, C.Sasaran,
D.Manfaat, E.Dasar Hukum, F.Sistematika).
BAB.II IDENTIFIKASI KONDISI SEKOLAH SAAT INI
(A. Melakukan EDS/M, B. Membandingkan hasil EDS/M dengan
Acuan Standar Sekolah/Madrasah, C. Merumuskan Tantangan
Sekolah/Madrasah)
BAB.III IBENTIFIKASI KONDISI SEKOLAH MASA DEPAN
YANG DIHARAPKAN (A. Visi Sekolah, B.Misi Sekolah C.
Tujuan Sekolah, D. Sasaran dan Indikator Kinerja)
Rekomendasi Sistematika
Penyusunan Dokumen RKS/M
BAB.IV PERUMUSAN PROGRAM, KEGIATAN, DAN
INDIKATOR KINERJA (A. Merumuskan Program Kerja dan
Penanggung jawabnya, B. Merumuskan Kegiatan, Indikator
Kinerja, dan jadwal kegiatan ).
BAB.V RENCANA ANGGARAN SEKOLAH JANGKA
MENENGAH (A. Menyusun Rencana Anggaran Belanja
Sekolah: 1. Menghitung biaya satuan 2. Menghitung rencana
biaya program, B. Menyusun Rencana Pendapatan Sekolah C.
Menyesuaikan Rencana Belanja dan Pendapatannya serta
mempelajari regulasi penggunaannya)
Rekomendasi Sistematika
Penyusunan Dokumen RKS/M
BAB.VI PERUMUSAN RKT DAN RKAS (A. Menetapkan rencana
kerja tahunan: 1. Menetapkan program/kegiatan strategis 2.
Menetapkan kegiatan operasional 3. Menetapkan jadwal Rencana
Kerja Tahunan Sekolah, B. Membuat Rencana Kegiatan dan
Anggaran Sekolah: 1. Menghtung biaya operasional, 2.
Menghitung rencana belanja dan pendanaan program dan kegiatan
operasional, 3. Menyusun Rencana Kegiatan dan Anggaran
Sekolah (RKAS)
BAB.I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
B.Tujuan
C.Sasaran
D.Manfaat
E.Dasar Hukum
F.Sistematika
A.Latar Belakang
1. Pentingnya program wajib belajar direncanakan dalam
RKS/RKT
2. Pentingnya BOS mendukung rencana kegiatan sekolah
(operasional, pengembangan sarana, akademik/non, dll)
3. Pentingnya pengelolaan sekolah dengan MBS (semua
stakeholder sekolah aktif sesuai fungsi dan tugas masing-masing
4. Sumber penerimaan dana BOS signifikan bagi
sekolah/madrasah;
5. 20% anggaran dari APBN & APBD wajib untuk bidang
pendidikan;
6. Lemahnya administrasi perencanaan di tingkat
sekolah/madrasah;
7. Sebagian besar sekolah/madrasah belum menyusun/memiliki
dokumen RKS/M dan RKT
8. …………
B.Tujuan
1. Menjamin agar tujuan dan sasaran sekolah/ madrasah dapat
dicapai;
2. Mendukung koordinasi antar pelaku sekolah/ madrasah;
3. Menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan sinergi baik
intra pelaku di sekolah/madrasah, antar sekolah/madrasah, Dinas
Pendidikan Kabupaten/Kota, Dinas Pendidikan Provinsi, dan
antar waktu;
4. Menjamin keterkaitan antara perencanaan, penganggaran,
pelaksanaan, pelaporan dan pengawasan;
5. Mengoptimalkan partisipasi warga sekolah/ madrasah dan
masyarakat;
6. Menjamin penggunaan sumber daya sekolah/ madrasah yang
ekonomis, efisien, efektif, berkeadilan, berkelanjutan serta
memperhatikan kesetaraan gender.
C.Sasaran
1. Tersusunnya rencana kerja jangka menengah empat
tahunan yakni Rencana Kerja Sekolah (RKS)
2. Tersusunnya rencana kerja jangka pendek tahunan
untuk pedoman operasional pengelolaan sekolah yakni
Rencana Kerja Tahunan (RKT)
3. Tersusunnya pedoman penganggaran sekolah untuk
pembeayaan kegiatan dalam jangka waktu satu tahun
yakni Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah
(RKAS) atau Rencana Anggaran Pendapatan dan
Belanja Sekolah (RAPBS)
D.Manfaat
1. Pedoman pengelolaan kegiatan sekolah jangka
menengah (4 tahunan);
2. Pedoman operasional pengelolaan sekolah jangka
pendek ( tahunan);
3. Ukuran target keberhasilan kinerja pengelolaan
kegiatan sekolah jangka menengah dan pendek;
4. Bahan dasar evaluasi dan tindak lanjut
pelaksanaan kegiatan sekolah;
5. ………
E.Dasar Hukum
1. UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional, Pasal 51 ayat 1.
2. PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan, Pasal 53 ayat 1.
3. PP Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan
Penyelenggaraan Pendidikan, Pasal 51.
4. PP Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan.
5. Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar
Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan
Menengah.
6. Permendiknas Nomor 60 Tahun 2011 tenatng Larangan
Pungutan Biaya Pendidikan SD dan SMP
7. dst
F.Sistematika
Halaman Judul
Halaman Pengesahan
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB.I PENDAHULUAN
BAB.II IDENTIFIKASI KONDISI SEKOLAH SAAT INI
BAB.III IDENTIFIKASI KONDISI SEKOLAH MASA DEPAN
YANG DIHARAPKAN
BAB.IV PERUMUSAN PROGRAM, KEGIATAN, DAN
INDIKATOR KINERJA
BAB.V RENCANA ANGGARAN SEKOLAH JANGKA
MENENGAH
BAB.VI PERUMUSAN RKT DAN RKAS
Lampiran
IDENTIFIKASI KONDISI
SEKOLAH/MADRASAH
SAAT INI
A. Melakukan EDS/M
B. Membandingkan hasil EDS/M dengan
Acuan Standar Sekolah/Madrasah
C. Merumuskan Tantangan
Sekolah/Madrasah
Langkah Menentukan Kondisi Saat ini:

A. Melakukan EDS/M.

B. Membandingkan hasil EDS/M dengan Acuan


Standar Sekolah/Madrasah.

C. Merumuskan Tantangan Sekolah/Madrasah.


A. Melakukan EDS/M
 Untuk menetapkan kondisi saat ini, sekolah/madrasah
perlu melakukan evaluasi diri didasarkan pada SNP dan/
atau SPM
 Evaluasi diri bisa menggunakan berbagai alat evaluasi
diri, misalnya dengan menggunakan instrumen (EDS/M)
yang dijelaskan dalam Sesi tentang EDS/M
 Tujuannya adalah untuk melihat gambaran yang jelas
tentang situasi sekolah/madrasah saat ini.
 Dengan melakukan evaluasi diri akan menunjukkan
kinerja sekolah/madrasah misalnya, bagian yang
mengalami perbaikan atau peningkatan, bagian yang
tetap, dan bagian yang mengalami penurunan.
Membandingkan Hasil EDS/M dengan Acuan
Standar Sekolah/Madrasah

Pengelolaan sekolah/madrasah pada dasarnya bertujuan untuk


mencapai SNP. Dalam penyusunan RKS/M, data dan informasi yang
dikumpulkan melalui instrumen EDS/M perlu disimpulkan.
Penyimpulan dilakukan dengan dua cara:
1. Membandingkan kondisi nyata/terkini dengan SPM dan/atau SNP.
Pembandingan kondisi nyata dengan SPM dan/atau SNP
dimaksudkan untuk mengetahui apakah sekolah/madrasah masih
belum memenuhi SPM, sudah memenuhi SPM, sudah memenuhi
SNP, atau bahkan sudah melampaui SNP.
2. Dengan melihat data hasil EDS/M yang masih perlu mendapat
perhatian untuk diperbaiki, ditingkatkan atau dipertahankan. Dalam
hal ini, kesimpulan dinyatakan dalam kalimat pernyataan yang
spesifik (mencantumkan data), fokus (menunjukkan indikator),
dengan tidak mencantumkan alasan/harapan.
B. Membandingkan Hasil EDS/M dengan Acuan
Standar Sekolah/Madrasah
Standar Kondisi Saat Ini (Hasil Standar Acuan Kesim
No EDS/M) Sekolah/Madrasah pulan
Indikator
1 ISI Kurikulum memuat 5 Kurikulum memuat 5
1.1.1 Pengemban Kelompok Mapel Kelompok Mapel
gan Kurikulum menerapkan 7 Kurikulum mnerapkn 7 Belum
kurikulm Prinsip Pengembangn Prinsp Pngmbangn meme
sekolah Kurikulum menerapkan 7 Kurikulum mnerapkn 7 nuhi
menggunak Prinsip Pelaksanaan Prnsip Pelaksanaan SNP
an panduan Belum memiliki TPK Memiliki TPK
yang Belum melibatkan TPK Melibatkan TPK
disusun Belum mereview krklm/th Mereview krklm/th
BSNP Krklm blm dissialisasikn Krklm dissialisasikn
5 SARPRA Rasio buku : murid untuk Belum
5.1.3 Sekolah mapel matematika kelas 5 a) 1:1 untuk BI, meme
memenuhi adalah 1:2. Matematika, IPA, nuhi
standr alat Rasio buku : murid untuk IPS (SPM) SPM
dan sumbel mapel BI, IPA dan IPS maup
b) 1:1 untuk semua un
trmsk buku kelas 5 adalah 1:1 mapel (SNP)
pelajaran SNP
Merumuskan Tantangan Sekolah/Madrasah

 Tantangan sekolah/madrasah merupakan kesenjangan kondisi nyata


sebagai hasil EDS/M dengan kondisi yang diharapkan.
 Tantangan utama diklarifikasi dengan melakukan pembandingan
nilai/tahapan hasil EDS/M dengan SPM dan/atau SNP.
 Tantangan sekolah/madrasah sebaiknya dirumuskan secara spesifik:
– Apabila berkaitan dengan nilai mata pelajaran, maka perlu dirumuskan
besaran tantangan, dan di kelas mana saja;
– Apabila berkaitan dengan guru, maka perlu dirumuskan guru di kelas
mana saja; apakah semua guru mata pelajaran atau satu mata pelajaran
saja, dan seterusnya;
– Apabila berkaitan dengan buku/bahan ajar, maka perlu dirumuskan
mata pelajaran mana saja atau semua mata pelajaran, buku teks, buku
referensi, buku pegangan peserta didik atau guru, untuk kelas mana saja
dan seterusnya.
C. Merumuskan Tantangan Sekolah/Madrasah
Standar Kondisi Saat Ini (Hasil Standar Acuan Tantanga
No
Indikator EDS/M) Seklah/Mdrasah n
3 SKL Prestasi UASBN/UN a) < 5,49 Menaikk
3.1.1 Peserta dik sekolah/ madrasah (kurang) a rata-
memperlih berpredikat cukup b) 5,50 – 6,49 rata UN
atkan kema (6,10) (cukup) sebe sar
juan lebih 1,39 (dari
c) 6,50 – 7,49
baik dalam 6,10
(memuaskan)
mencapai menjadi
target yang d) 7,50 – 10,00 7,49)
ditetapkan (sangat
SKL. memuaskan)
5 SARPRA Rasio buku : murid a) 1:1 untuk BI, Memenu
5.1.3 Sklh meme untuk mapel Matematika, hirasio
nuhi standr matematika kelas 5 IPA,IPS(SPM) bukumat
alat dan adalah 1:2. b) 1:1 untuk ematika
sumbel Rasio buku : murid semua mapel 1:1 atau
trmsk buku mapel BI, IPA dan IPS (SNP) semua
pelajaran kelas 5 adalah 1:1 mpel 1:1
IDENTIFIKASI KONDISI
SEKOLAH/MADRASAH
YANG DIHARAPKAN
A. Visi Sekolah,
B.Misi Sekolah
C. Tujuan Sekolah,
D. Sasaran dan Indikator Kinerja
Kondisi Sekolah/Madrasah Yang Diharapkan

1. Seperti apa seharusnya sekolah/madrasah ini


empat tahun mendatang?
2. Sesuai dengan harapan sekolah/madrasah
dan para pemangku kepentingan.
3. Apa yang dianggap penting oleh sekolah/
madrasah dan para pemangku kepentingan,
dan apa yang menjadi perhatian mereka
dalam kinerja sekolah/madrasah?
Langkah Menentukan Kondisi
Sekolah/Madrasah Yang Diharapkan

A. Merumuskan visi sekolah/madrasah.

B. Merumuskan misi sekolah/madrasah.

C. Merumuskan tujuan sekolah/madrasah.

D. Menentukan sasaran dan indikator


kinerja sekolah/madrasah.
Apakah Visi Sekolah/Madrasah Itu?
1. Gambaran apa yang diinginkan sekolah/
madrasah di masa depan.
2. Dikembangkan sesuai dengan keinginan atau
cita-cita sekolah/madrasah dengan tetap
berkepribadian Indonesia.
3. Mengacu kondisi lingkungan sekolah/madrasah
dan daerah, tujuan pendidikan dasar dan
pendidikan nasional.
4. Mempertimbangkan potensi dan harapan
masyarakat sekolah/madrasah.
Tahap Merumuskan Visi Sekolah/Madrasah
(Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007)
1. Dijadikan sebagai cita-cita bersama warga sekolah/madrasah dan
segenap pihak yang berkepentingan pada masa yang akan datang
2. Mampu memberikan inspirasi, motivasi, dan kekuatan pada warga
sekolah/madrasah dan segenap pihak yang berkepentingan
3. Dirumuskan berdasar masukan dari berbagai warga sekolah/
madrasah dan pihak-pihak yang berkepentingan selaras dengan
visi institusi di atasnya serta visi pendidikan nasional.
4. Diputuskan oleh rapat dewan pendidik yang dipimpin oleh kepala
sekolah/madrasah dengan memperhatikan masukan komite
sekolah/madrasah.
5. Disosialisasikan kepada warga sekolah/madrasah dan segenap
pihak yang berkepentingan.
6. Ditinjau dan dirumuskan kembali secara berkala sesuai dengan
perkembangan dan tantangan di masyarakat.
Rambu-rambu Perumusan Visi
1. Mengacu kepada landasan filosofis bangsa, UUD, dll. yang
bersifat baku dan telah menjadi pegangan hidup bangsa
Indonesia.
2. Memiliki indikator pengembangan prestasi akademik dan
non akademik.
3. Berkepribadian, nasionalisme, budaya nasional Indonesia.
4. Perkembangan era global.
5. Perkembangan IPTEK.
6. Dilandasi oleh keimanan dan ketakwaan.
7. Sesuai konteks daerah, sekolah/madrasah, visi yayasan.
8. Belum operasional.
9. Menggambarkan harapan masa datang.
Contoh: A. Visi Sekolah/Madrasah:

“Terwujudnya lulusan,
berakhlak mulia yang
berkualitas, kompetitif dan”
Indikator:
1. Terpuji dalam akhlak
2. Unggul dalam mutu
3. Sehat dalam berkompetisi
Merumuskan Misi
• Adalah tindakan atau upaya untuk mewujudkan
visi.
• Bentuk layanan utama yang dituangkan dalam
visi dengan berbagai indikatornya.
• Menggunakan kalimat ’tindakan’ dan bukan
’keadaan’ sebagaimana pada rumusan visi.
Contoh: B. Misi Sekolah/Madrasah
1. Menumbuhkembangkan sikap, perilaku, dan sikap amaliah yang
berlandaskan agama
2. Menumbuhkan semangat belajar
3. Melaksanakan bimbingan dan pembelajaran aktif, kreatif, efektif,
dan menarik sehingga peserta didik berkembang secara optimal
sesuai dengan potensi yang mereka miliki.
4. Menumbuhkan semangat keunggulan secara intensif dan daya
saing yang sehat kepada seluruh warga sekolah baik prestasi
akademik maupun non akademik.
5. Menata lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan indah.
6. Mendorong, membantu dan memfasilitasi peserta didik untuk
mengembangkan kemampuan, bakat, dan minatnya sehingga dapat
dikembangkan secara lebih optimal dan memiliki daya saing yang
tinggi.
Merumuskan Tujuan

Tujuan sekolah/madrasah pada dasarnya


merupakan langkah untuk mewujudkan misi
sekolah/madrasah dalam jangka waktu
tertentu.
Rumusan Tujuan Sekolah/Madrasah
(Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007)

1. Menggambarkan tingkat kualitas yang perlu dicapai


dalam jangka menengah (4 tahunan);
2. Mengacu pada visi, misi, dan tujuan pendidikan
nasional serta relevan dengan kebutuhan masyarakat;
3. Mengacu pada standar kompetensi lulusan yang sudah
ditetapkan oleh sekolah/madrasah dan Pemerintah;
4. Mengakomodasi masukan dari berbagai pihak yang
berkepentingan termasuk komite sekolah/madrasah dan
diputuskan oleh rapat dewan pendidik yang dipimpin
oleh kepala sekolah/madrasah;
5. Disosialisasikan kepada warga sekolah/madrasah dan
segenap pihak yang berkepentingan.
Contoh : C. Tujuan Sekolah /Madrasah
Tahap I (2011/12– 2014/15)
1. Meningkatkan pengamalan 5 S (Senyum, Salam, Sapa,
Sopan, dan Santun) pada seluruh warga sekolah.
2. Meningkatkan pengamalan shalat berjamaah (zhuhur)
di madrasah.
3. Meningkatkan nilai rata-rata UN secara berkelanjutan.
4. Mewujudkan tim olahraga dan kesenian yang mampu
bersaing di tingkat provinsi dan nasional.
5. Meningkatkan jumlah lulusan yang diterima di sekolah
atau perguruan tinggi yang baik;
6. Meningkatkan kepedulian warga madrasah terhadap
kesehatan, kebersihan, dan keindahan lingkungan
madrasah.
Contoh: C. Tujuan Sekolah/Madrasah
Tahap II (2016/17 – 2019/20)
1. Mewujudkan tim olimpiade matematika, sains dan KIR
yang mampu bersaing di tingkat nasional.
2. Meningkatkan jumlah sarana dan prasarana serta
pemanfaatannya yang mendukung peningkatan prestasi
akademik dan non akademik.
3. Meningkatkan jumlah peserta didik yang menguasai
bahasa Inggris dan Arab secara aktif.
4. Mewujudkan sekolah sebagai lembaga pendidikan yang
diperhitungkan oleh masyarakat kabupaten pada
khususnya dan provinsi pada umumnya.
5. Mewujudkan sekolah ini sebagai sekolah rujukan di
tingkat kota dan provinsi.
Menentukan Sasaran
 Sasaran adalah jawaban terhadap tantangan
utama yang akan dicapai sekolah/madrasah
dalam waktu empat tahun ke depan.
 Sasaran disusun untuk mencapai tujuan.
 Penetapan sasaran sebagai pedoman dalam
penyusunan program dan kegiatan.
 Menggunakan rumusan SMART (Spesifik/khusus,
Measurable/terukur, Achievable/dapat dicapai,
Realistic/realistis dan Timebond/kerangka waktu)
Contoh: D. Sasaran Sekolah (4 Thn)

1. Meningkatnya rata-rata nilai UN Matematika


sebesar 1,39 (dari 6,10 menjadi 7,49) pada
tahun ajaran 2019/2020.
2. Meningkatnya rata-rata nilai UN IPA sebesar
1,26 (dari 6,74 menjadi 8) pada tahun ajaran
2019/2020.
3. Terselesaikannya 100% pembangunan GOR
dan melengkapi berbagai sarana yang
dibutuhkan.
Menentukan Indikator Kinerja
Indikator kinerja adalah ukuran yang digunakan untuk
menilai berhasil atau tidaknya suatu kegiatan yang telah
dilakukan untuk mencapai sasaran. Apabila indikator
kinerja telah dapat dicapai, maka kegiatan tersebut dapat
dikatakan berhasil.
Indikator kinerja dapat bersifat kuantitatif atau kualitatif,
yang penting dapat diukur dan dirumuskan secara spesifik,
operasional, dan dalam bentuk kalimat pernyataan.
Contoh :
“Tahun 2020 rata-rata nilai UASBN/UN sebesar 7,49
berpredikat memuaskan”
D. Sasaran dan Indikator Kinerja (4
tahun)
N SASARAN 4 INDIKATOR SASARAN TAHUNAN
O TAHUNAN KINERJA 2016/20 2017/20 2018/20 2019/20
17 18 19 20
1 Meningkatnya Pada tahun Meningk Meningk Meningk Meningk
rata-rata nilai ajaran 2019/2020 atnya atnya atnya atnya
UN Matematika rata-rata nilai rata-rata rata-rata rata-rata rata-rata
sebesar 1,39 UASBN/UN nilai UN nilai UN nilai UN nilai UN
(dari 6,10 sebesar 7,49 Matemat Matemat Matemat Matemat
menjadi 7,49) berpredikat ika ika ika ika
pada tahun memuaskan sebesar sebesar sebesar sebesar
ajaran 2019/2020 0,4 (dari 0,39(dari 0,30 0,30
06,10 6,50 men (dari (dari
men jadi jadi 6,89) 6,89 men 7,19 men
6,50 jadi 7,19) jadi 7,49
2
3 dst
PENYUSUNAN
PERENCANAAN SEKOLAH
RKS (RKJM, RKT, RKAS)
TH.PELAJARAN 2019/2020
PERUMUSAN PROGRAM,
KEGIATAN, DAN INDIKATOR
KINERJA
A. Merumuskan Program Kerja dan Penanggung
jawab,
B. Merumuskan Kegiatan, Indikator kegiatan, dan
jadwal kegiatan ).
Tujuan Sesi

Setelah mengikuti sesi ini, peserta mampu


menjelaskan…
• cara merumuskan program;
• cara menentukan penanggung jawab program;
• konsep dan cara merumuskan kegiatan; dan
• cara menyusun jadwal kegiatan.
Pokok Bahasan

1. Pengertian dan Langkah-langkah


Penyusunan Program serta Penentuan
Penanggungjawab Program.
2. Pengertian dan Langkah-langkah dalam
Merumuskan Kegiatan serta Jadwal
Kegiatan.
Apakah Program Itu?

• Adalah upaya untuk mencapai sasaran.


• Pengelompokan program sebaiknya
disesuaikan dengan kategori program BOS
2011.
Program Sekolah/Madrasah
1. Pengembangan kompetensi lulusan
2. Pengembangan kurikulum/KTSP
3. Pengembangan proses pembelajaran
4. Pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan
5. Pengembangan sarana dan prasarana sekolah
6. Pengembangan dan implementasi manajemen sekolah
7. Pengembangan dan penggalian sumber dana pendidikan
8. Pengembangan dan implementasi sistem penilaian

Catatan: Pendidikan Karakter diintegrasikan pada program pengemb


kurikulum dan program proses pembelajaran
Pengemb. budaya dan lingkungan hidup pada prog.proses
pembelajaran dan pengemb,sarpra (lingk fisik)
Tahapan Penyusunan Program

1. Identifikasi visi, misi dan sasaran strategis


sekolah/madrasah.
2. Identifikasi kinerja sekolah/madrasah dan
indikator kinerjanya.
3. Penyusunan indikator kinerja program
4. Penamaan program.
Menetapkan Penanggungjawab Program
1. Penanggungjawab program adalah individu atau
jabatan yang melekat pada individu, misalnya
guru kelas atau guru mata pelajaran atau wakil
kepala sekolah/madrasah, atau komite
sekolah/madrasah.
2. Bertanggung jawab terhadap keberhasilan dan
kegagalan sesuai dengan sasaran yang telah
ditetapkan.
3. Bertanggung jawab terhadap tertib administrasi
dan tertib waktu.
A.Program Kerja dan Penanggungjawab
NO PROGRAM KERJA PENANGGUNG KET
JAWAB

1 Pengembangan kompetensi lulusan Drs. Bambang


Pengembangan kurikulum/KTSP
2 Pengembangan proses pembelajaran Paino, S.Pd.
3 Pengembangan pendidik dan tenaga Etik S.Pd, M.Pd.
kependidikan Dra. Ijah Prastya

4 Pengembangan sarana prasarana Inestyaning,


sekolah Amd.Pd.

5 ......................

6 ......................

7 ......................

8 Pengembangan dan implementasi


penilaian
Merumuskan Kegiatan
 Kegiatan adalah tindakan-tindakan yang akan dilakukan di
dalam program.
 Kegiatan perlu dirumuskan dari setiap program dengan
mengacu pada indikator keberhasilan yang telah ditetapkan
sehingga program dapat dicapai.
 Perumusan kegiatan dilakukan dengan cara membuat
daftar kegiatan yang terkait dengan program tersebut.
 Kegiatan yang baik adalah yang mengarah pada
pencapaian indikator keberhasilan Kegiatan yang telah
dirumuskan, dan dapat diperkirakan biaya atau
anggarannya.
Menentukan Indikator Kegiatan

Indikator kegiatan adalah ukuran yang digunakan


untuk menilai berhasil atau tidaknya suatu kegiatan yang
telah dilakukan untuk mencapai sasaran. Apabila indikator
kegiatan telah dapat dicapai, maka kegiatan tersebut dapat
dikatakan berhasil.
Indikator kegiatan dapat bersifat kuantitatif atau
kualitatif, yang penting dapat diukur dan dirumuskan
secara spesifik, operasional, dan dalam bentuk kalimat
pernyataan.
Contoh :“Tahun pelajaran 2019/2020 rata-rata nilai
UASBN/UNBK sebesar 7,00 berpredikat
memuaskan”
B. Merumuskan Kegiatan, Indikator
Kegiatan,dan Jadwal Kegiatan
JADWAL
N PROGRAM KEGIATAN INDIKATOR P. JAWAB 18/19 19/20
O KERJA KEGIATAN PROG
1 2 1 2

1 Pengembangan 1. Penyiapan Nilai UN 8,00 Ila Yuliani


kompetensi lulusan UN (memuaskn)
(bidang akademik 2. Penyiapan Juara I LT 3
dan non akademik) TimVoly Semua guru
mampu
2 Pengembangan 2. Workshop mengembng Yadi
kurikulum/KTSP Kuriklm kan krklm Rusliadi
3. Mereview
Krkulum

3 Pengembangan 1. IHT Semua guru


proses pembelajara. Penyusunan dapat Agus
Silabus/RPP menyusun Hikmat.Pd,
4 dst silabus
Format Kegiatan, Indikator, dan Jadwal
Kegiatan
Jadwal
Penangg
N ung
Program Kegiatan Indikator Kegiatan 16/ 17/ 18/ 19/
o 17 18
Jawab 19 20
Program : 1 2 1 2 1 2 1 2
RENCANA ANGGARAN
SEKOLAH/MADRASAH JANGKA
MENENGAH
A. Menyusun Rencana Biaya Sekolah:
1. Menghitung biaya satuan
2. Menghitung rencana biaya program,
B. Menyusun Rencana Pendanaan Sekolah
C. Menyesuaikan Rencana Belanja dan Pendanaan
Sekolah
1. Membuat rencana biaya sekolah/madrasah.

2. Membuat rencana pendanaan sekolah/


madrasah.

3. Menyelaraskan rencana biaya dengan


sumber pendanaan sekolah/madrasah.
Dasar Hukum

• PP 17 / 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan


Pendidikan, pasal 51 ayat 2.
• PP 19 / 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, pasal
53.
• Permendiknas 19 / 2007 tentang Standar Pengelolaan
Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah -
Point A No. 4. Rencana Kerja Sekolah/ Madrasah.
• Permendagri 13 / 2006 Jo 59 tahun 2007 tentang Panduan
Pengelolaan Keuangan Daerah.
• Standar Biaya Pendidikan; Biaya Operasi Sekolah Dasar.
BSNP. 2006.
Apakah Anggaran Sekolah/Madrasah itu?

 Pernyataan rencana kerja program dan


kegiatan dan estimasi kinerja yang
hendak dicapai sekolah/madrasah.
 Dinyatakan dalam ukuran finansial
tertentu.
 Untuk periode waktu tertentu.
A. Membuat Rencana Biaya
Sekolah/Madrasah

1. Mendapatkan dan menghitung


Biaya Satuan.

2. Menghitung Rencana Biaya.


Mendapatkan dan Menghitung Biaya Satuan

Biaya satuan dapat dihitung dengan cara:


1. Menentukan jenis satuan dan jumlah
satuan standar.
2. Menghitung biaya atau harga satuan.

Sekolah/madrasah perlu memiliki Daftar


Biaya Satuan yang diterbitkan oleh Pemda
setempat.
Contoh 1: 1. Menghitung Biaya Satuan
1. Biaya Satuan Pelatihan Guru/IHT/Penataran/dll
Satuan
Satua
Program/Kegiatan Jumlah
Unit Jmlah Harga
Program :
Pengembangan
Pendidik dan Tenaga
Kependidikan
Kegiatan : Pelatihan
PAKEM bagi 6 guru
Bahasa Indonesia
1. Biaya foto copy bahn exempl 6 5.000 30.000
2. Biaya transport (pp) Orang 6 5.000 30.000
Total biaya 60.000
Biaya Satuan 10.000/org/hari
Contoh 2: 1. Menghitung Biaya Satuan
NO Program Jenis Jumlah Satuan Jumlah (Rp)
Kegiatan Satuan Satuan Harga Rp*)
4 Pengemb PTK
4.1 IHT Penilaian
a. ATK Set 3 harix50 or 15.000 750.000
b. Konsumsi Paket 3 harix50 or 20.000 3000.000
c. Penyusunanprog set 5 set 50.000 250.000
ram dan laporan
Biaya Satuan/orang 80.000/org
4.2 Prog Induksi Guru P
a. Penyusunanprog
ram dan laporan
b. .......
c. ........
Biaya Satuan
5 Pengemb, Sarpra
5.1 Membangn Moshola
Menghitung Rencana Biaya Program
 Rencana Biaya adalah Rencana Kebutuhan Dana
yang diperlukan untuk pelaksanaan program dan
kegiatan yang telah dirumuskan serta biaya
operasionalnya.
 Kebutuhan dana ini dihitung tahunan untuk empat
tahun ke depan.
 Menghitung biaya program, yaitu mengalikan
jumlah satuan dengan harga satuan. Setelah itu,
tambahkan untuk mendapatkan total rencana biaya
yang dibutuhkan selama empat tahun mendatang.
Contoh : 2. Menghitung Rencana Biaya Program
Satuan Jumlah 2016/2017 2017/2018 2018/2019 2019/2020
Program/Kegiat Jmlah Jmlh Jmlah Jmlh Jmlh Jumlh Jmlah Jmlh Jmlh Jumlh
an Jenis Hrga
Stuan Biaya Stuan Biaya Stuan Biaya Stuan Biaya Stuan Biaya

A.Program Strategis
I.PengembanganKompetens
i Lulusan
II. Pengembangan
Kurikulum/KTSP
III. Pengembangan Proses
Pembelajaran
IV. Pengembangan Pendidik
dan Tenaga
Kependidikan
5.1. Kegiatan: Pelatihan OH
(Oran 10.00 27120 60.00 66.00 7260 7982
PAKEM bagi 6 guru 6x4
0
6 6 6 6
g 0 0 0 0 0
Bahasa Indonesia Hari)
V.
……………………………
…………
VIII. Pengembangan dan
Implementasi Sistem
Penilaian
B. Program Rutin
1. Belanja Pegawai
JUMLAH
Membuat Rencana Pendanaan Sekolah/Madrasah
• Rencana pendanaan adalah rencana sumber pendapatan
sekolah/madrasah yang sesuai dengan kebutuhan dan
urutan tingkat kepastian perolehan dana.
• Berasal dari seluruh sumber pendapatan yang diterima
oleh sekolah/madrasah.
Contoh:
1. Bantuan Operasional Sekolah/Madrasah (BOS/M).
2. Dana Alokasi Khusus (DAK), bagi sekolah terpilih
3. APBD Provinsi/Kabupaten/Kota.
4. Sumbangan masyarakat
5. Donatur (perusahaan/industri, alumni dsb).
Contoh: B. Rencana Pendanaan Sekolah/Madrasah
Jumlah Pendptan 2016/20 2017/20 2018/20 2019/20
No. Sumber Pendapatan 2016-2019 17 18 19 20
(Rp.000) (Rp.000) (Rp.000) (Rp.000) (Rp.000)
1 Pemerintah
1.1 BOS 304.396 76.224 76.224 76.224 76.224
1.2 DAK - - - - -
1.3 APBD Provinsi 23.040 5.760 5.760 5.760 5.760
1.4 APBD Kab/Kota 3.840 960 960 960 960
2 Masyarakat
2.1 Bantuan Masyarakat 800 200 200 200 200
2.2 Bantuan Alumni 600 150 150 150 150
3 Pendapatan Asli
Sekolah/Madrasah
3.1 Kantin 900 225 225 225 225
3.2 ....
JUMLAH 333.576 83.519 83.519 83.519 83.519
Menyesuaikan Rencana Biaya
dengan Sumber Pendanaan
1. Memahami asumsi /tingkat kepastian perolehan dana
sekolah/madrasah:
– Sumber pendapatan yang telah bersifat pasti (BOS, APBD
Propinsi dan Kab/Kota)
– Sumber pendapatan bersifat belum pasti (sumbangan,
donatur, hibah, usaha sekolah/ madrasah, dll)
2. Memperkirakan persentase kontribusi setiap sumber pendanaan
terhadap total pendanaan pada periode tahun perencanaan.
3. Mempelajari aturan penggunaan berdasarkan sumber
pendanaan. Dana BOS telah mengatur secara tertulis apa yang
boleh dan tidak boleh dalam penggunaan anggaran, demikian
pula sumber pendanaan lainnya.
4. Lakukan penyesuaian rencana pengeluaran terhadap sumber
pendanaan.
Contoh: C. Rencana Biaya dan Sumber Pendanaan
: Sumber Pendanaan
Total Pemerintah Masyarakat PAS
Biaya
APBD
(Rp.000 BO DA APBD Kab/Kot Masy. Alumni Kantin
) S K Prov a

A.Program Strategis
I.PengembanganKompetensi
Lulusan
II. Pengembangan Kurikulum/KTSP
III. Pengembangan Proses
Pembelajaran
IV. Pengembangan Pendidik dan
Tenaga Kependidikan
5.1. Kegiatan: Pelatihan PAKEM 271,2 271, - - - - - -
2
bagi 6 guru Bahasa Indonesia
V.
……………………………………

VIII. Pengembangan dan
Implementasi Sistem Penilaian
B. Program Rutin
PERUMUSAN RKT DAN
RKAS TH. PELAJARAN
2019/2020
A. Menetapkan rencana kerja tahunan:
1. Menetapkan program/kegiatan strategis
2. Menetapkan kegiatan rutin/reguler
3. Menetapkan jadwal Rencana Kerja Tahunan
Sekolah,
B. Membuat Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah:
1. Menghtung biaya operasional
2. Menghitung rencana biaya dan sumber pendanaan
program dan kegiatan operasional,
3. Menyusun Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah
(RKAS)
1. Tujuan Penyusunan RKT.

2. Dasar Hukum Penyusunan RKT.

3. Prinsip-prinsip Penyusunan RKT.

4. Proses Penetapan RKT.

5. Proses Penetapan RKAS/M.


Apakah RKT itu?

• Proses untuk menentukan program dan


kegiatan tahunan sekolah/madrasah yang
tepat sesuai dengan urutan prioritas,
dengan memperhitungkan sumber daya
yang tersedia.
• Dokumen tentang gambaran program dan
kegiatan tahunan sekolah/madrasah untuk
mencapai tujuan dan sasaran tahunan
yang telah ditetapkan.
Tujuan Penyusunan RKT
1. Menjamin agar tujuan dan sasaran sekolah/ madrasah yang
telah ditetapkan dapat dicapai dengan tingkat kepastian yang
tinggi dan resiko yang kecil.
2. Mendukung koordinasi antar pelaku sekolah/ madrasah.
3. Menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan sinergi baik
antar pelaku sekolah/madrasah, antar sekolah/madrasah, Dinas
Pendidikan Kabupaten/Kota, Dinas Pendidikan Provinsi, dan
antar waktu.
4. Menjamin keterkaitan antara perencanaan, penganggaran,
pelaksanaan, pelaporan dan pengawasan.
5. Mengoptimalkan partisipasi warga sekolah/madrasah dan
masyarakat.
6. Menjamin tercapainya penggunaan sumber daya secara efisien,
efektif, berkeadilan dan berkelanjutan.
Dasar Hukum RKT (1)
1. PP 19/2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan,
Pasal 53 ayat (1):
Setiap satuan pendidikan dikelola atas dasar
rencana kerja tahunan yang merupakan
penjabaran rinci dari rencana kerja jangka
menengah satuan pendidikan yang meliputi
masa 4 (empat) tahun.
Dasar Hukum RKT (2)
2. PP 17/2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan
Pendidikan,
Pasal 51:
Kebijakan pendidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
oleh satuan pendidikan anak usia dini, satuan pendidikan
dasar, dan satuan pendidikan menengah dituangkan dalam:
a. rencana kerja tahunan satuan pendidikan;
b. anggaran pendapatan dan belanja tahunan satuan
pendidikan;
c. peratuan satuan atau program pendidikan.
Dasar Hukum RKT(3)
3. Permendiknas 19/2007 tentang Standar Pengelolaan
Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah
menyatakan bahwa sekolah/madrasah wajib membuat:
1. Rencana kerja jangka menengah (RKJM) yang
menggambarkan tujuan yang akan dicapai dalam kurun
waktu empat tahun yang berkaitan dengan mutu lulusan
yang ingin dicapai dan perbaikan komponen yang
mendukung peningkatan mutu lulusan.
2. Rencana kerja tahunan (RKT) yang dinyatakan dalam
Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah/Madrasah (RKA-
S/M) dilaksanakan berdasarkan rencana kerja jangka
menengah.
Prinsip-Prinsip RKT
• Terintegrasi, mencakup keseluruhan program.
• Multi Sumber, mengidentifikasi berbagai sumber
dana.
• Partispatif, melibatkan berbagai unsur.
• Monitoring dan evaluasi, oleh berbagai pihak.
• Kesetaraan Gender.
A. Menetapkan Rencana Kerja
Tahunan

Tiga hal yang harus dilakukan:

1. Menetapkan program/kegiatan strategis

2. Menetapkan kegiatan-kegiatan rutin

3. Menetapkan jadwal rencana kerja tahunan.


Menetapkan Program/Kegiatan Strategis

Langkah-langkah menyusun program/kegiatan strategis:


1. Menetapkan sasaran yang akan dicapai dalam satu tahun
berdasarkan sasaran yang telah ditetapkan dalam
RKS/M.
Misalnya, sasaran dalam RKS/M “Pada 2019/20 nilai
UASBN rata-rata 7,49”. Sasaran dalam program tahunan
“Pada 2016/17nilai UASBN rata-rata 6,50“
2. Menetapkan program, indikator keberhasilan program,
kegiatan dan penanggung-jawab program/kegiatan harus
merujuk pada program yang ada dalam RKJM. Untuk
menetapkan indikator keberhasilan program harus sesuai
dengan sasaran yang akan dicapai dalam satu tahun.
Contoh : 1. Program/Kegiatan Strategis

Indikator Pnanggng
N0 Program Sasaran Kegiatan
Progrm/Kegiatn jawab
A Program Sekolah
1 Pengembangan Meningkatnya 1.Pelatihan 3 orang guru Kepala
Pendidik dan rata2 nilai UN PAKEM menerapkan sekolah/
Tenaga Matematika bagi 6 guru PAKEM dalam madrasah
Kependidikan sebesar 0,4 Bahasa pembelajaran
(dari 06,10 Indonesia Bahasa Indonesia
men jadi 6,50)
dst dst dst
2 Pengembangan Meningkatnya 1.Pengadaa Rasio buku : Guru Kelas
Sarana rasio buku: n buku murid untuk III dan
Prasarana murid untuk mapel Komite
mapel
Sekolah/ mapel Matematika 1 : 1 sekolah/
Madrasah Matematika matemtika madrasah
sebesar 1:1

dst dst dst dst dst


Menetapkan Kegiatan Rutin/Reguler

 Kegiatan rutin adalah kegiatan yang secara


regular selalu dilakukan sekolah/madrasah
berdasarkan kebutuhan tahunan.
 Dalam hal ini termasuk kegiatan untuk
mempertahankan/meningkatkan prestasi siswa,
kegiatan untuk memenuhi kebutuhan daya dan
jasa, dan sebagainya.
Contoh : 2. Kegiatan Rutin/Reguler
Penanggung
Kategri/Prog Sasaran Kegiatan Indikator Kegiatan
jawab
A. Prog.
Sekolah
1. Pengemb Terlaksananya Terselenggaranya Kepala sekolah/
SKL kegiatan PPDB PPDB PPDB sesuai rencana madrasah
sesuai regulasi yang daya tampung dan
ditetapkan input yg lebih bermutu
8. Pengem- Terlaksananya a. PTS Terselenggaranya keg Kepala sekolah/
bangan kegiatan penilaian b.PAS penilaian PTS,PAS,PAT, madrasah dan
Sistem sesuai standar c.PAT US, UNBK sesuai Guru kelas
Penilaian penilaian rencana dengan hasil
d.US meningkat
e.UNBK
B. Belanja
Lainnya
1. Belanja Terpenuhinya Pengadaan alat tulis Tersedianya ATK bahan Kepala
Barang barang dan jasa kantor (ATK) dan bahan habis pakai. Sekolah/madrasa
dan Jasa yang diperlu-kan habis pakai h dan Ketua
sekolah/madrasah a. Pembayaran 1. Terbayarnya listrik ke Komite
untuk mendukung langganan listrik ke PLN. Sekolah/madrasa
pe-laksanaan PLN. 2. Terbayarnya telepon h
pendidikan/ b.Langganan telepon 3. Terbayarnya air ke
pembelajaran Tahun c. Pembayaran PDAM.
2010/2011 langgana air ke
PDAM.
2. Belanja Terpenuhinya gaji Pembayaran gaji guru 1. Terbayarnya gaji
pegawai dan tunjangan gr/TU dan TU guru /TU tepat waktu
Dst Dst dst dst
Menetapkan Jadwal Rencana Kerja Tahunan
 Sekolah/madrasah perlu menyusun jadwal RKT
untuk mengetahui beban kegiatan sekolah/
madrasah, sumber daya yang ada, serta
kegiatan monitoring pelaksanaan program/
kegiatan dalam jangka waktu satu tahun.
 Dalam RKT, jadwal disusun berdasarkan
kalender akademik yang berlaku, yakni dimulai
bulan Juli.
 Dipadukan program strategis dan program
kontinew menjadi kelompok program sekolah
dan program non sekolah (belanja lainnya)
Contoh : 3. Jadwal Rencana Kerja Tahunan
N Bulan  
Program Kegiatan Sasaran 1 1 1
o 789 1 2 3 4 5 6 
0 1 2
A Program Sekolah  
1. Pengemb SKL a. PPDB
b. ..............
2 ...........................
4 Pengembangan PTK a.Pelatihan
PAKEM
b.IHT Penilaian
8 Pengemb. Penilaian a. UTS
b. ........
B Program non
Sekolah (Belanja
Lainnya)
1 Belanja Barang dan a. Pengadaan
Jasa ATK
b. ..................
2 Belanja Pegawai a. Pembayaran
Gaji
b. Pembayaran
Tunjangan
B. Menyusun RKAS/M

Penyusunan RKAS/M terdiri dari tiga


langkah:

1. Menghitung biaya rutin/reguler

2. Menghitung rencana biaya dan sumber


pendanaan.

3. Menyusun RKAS/M.
Menghitung Biaya Rutin

Biaya rutin/reguler adalah bagian dari dana pendidikan yang


diperlukan untuk membiayai kegiatan rutin satuan pendidikan
agar kegiatan pendidikan dapat berlangsung sesuai dengan
standar nasional secara teratur dan berkelanjutan.
Biaya rutin/reguler meliputi:
 Gaji pendidik dan tenaga kependidikan serta segala
tunjangan yang melekat pada gaji;
 Bahan atau peralatan habis pakai;
 Biaya rutin pendidikan tidak langsung berupa daya, air, jasa
telekomunikasi, pemeliharaan sarana dan prasarana, uang
lembur, transportasi, konsumsi, pajak, asuransi dll.
Contoh : 1. Menghitung Biaya Operasional
2019/2020
Program Kegiatan Harga Jumlah
Satuan Volume Biaya
Satuan Biaya
A. Program Sekolah
1. . Pengembangan Kompetensi Lulusan
1.1 Penguatan Penyiapan UN Jam 40 30,000 1,200,000
2. Pengembangan Kurikulum
8. Pengembangan Penilaian 9,600,000
Semester/
8.1 UTS Murid
720 7,500 5,400,000
8.2 US/UN Murid 120 25,000 3,000,000
   JUMLAH
B.Program Non Sklh (Belanja Lainnya)
1. Gaji 174,000,000
Gaji pendidik dan tenaga
1.1 155,000,000
kependidikan tetap (PNS)
Gaji pendidik dan tenaga kepend
1.2 Org Bulan 48 500,000 24,000,000
tidak tetap
2. Belanja barang habis pakai 3,900,000
2.1 Alat Tulis Kantor Bln 12 150,000 1,800,000
2.2 Bahan/Material Bln 12 175,000 2,100,000
3. Langganan Daya dan Jasa 4,800,000
3.1 Listrik Bln 12 200,000 2,400,000
3.2 Air Bln 12 100,000 1,200,000
3.3 Telepon Bln 12 100,000 1,200,000
JUMLAH
Menghitung Rencana Biaya dan Sumber Pendanaan

 Setelah program dan kegiatan rutin/reguler dirumuskan,


langkah selanjutnya adalah menghitung biaya pelaksanaan
program dan kegiatan tersebut, dan dari mana sumbernya
serta kecukupannya untuk melaksanakan program dan
kegiatan rutin/reguler.
 Setelah mengetahui berapa kebutuhan sekolah/madrasah
untuk membiayai program dan kegiatan rutin/reguler,
langkah berikutnya adalah membuat Rencana Pendanaan.
Rencana Pendanaan dibuat untuk memperkirakan sumber
dan jumlah dana yang diperkirakan didapatkan oleh
sekolah/madrasah.
Contoh : 2. Rencana Biaya dan Sumber Pendanaan
Pendanaan
RUTI
Total BOS (Juta) Bantuan (Juta) PAS
N
Program/Kegiatan Biaya APBD
(Rp.000) KAB Pusa Tugas Kom-
Prov Kab Dekon DAK Alumni Kantin
t Berban sek
(Juta)
A. Program Sekolah
1.Pengembangan Kompetensi ………….
Lulusan .
2. Pengembangan Kurikulum …………
3. Pengembangan Proses
………...
Pembelajaran
4. Pengembangan PTK ………….
5. Pengembangan Sarpra …………
6. Pengembangan
………….
Manajemen
7. Pengemb sumber Dana ………
8. Pengemb. Penilaian ………….
B.Program Non Sklh
………….
(Belanja Lainnya)
1. Gaji 174.000 174
2. Belanja barang habis pakai 3,900 3,9
3. Langganan Daya dan Jasa 4,800 4,8
4 ..............................
JUMLAH
Menyusun RKAS/M

Langkah-langkah Penyusunan RKAS/M:


1. Menghitung biaya per program atau kegiatan.
2. Mengalokasikan biaya/rencana penggunaan
uang tersebut kepada sumber-sumber dana
sesuai dengan aturan peruntukan dana dari
masing-masing sumber dana;
3. Menghitung jumlah surplus atau defisit.
Contoh : 3. RAKS/M
PENERIMAAN (dalam Rp.) PENGELUARAN/BELANJA
No No. No No. Jumla
Uraian Jumlah Uraian
. Kod . Kod h
I 1 SISA TAHUN LALU 200.000 I 1 PROGRAM SEKOLAH
II 2 PENDAPATAN RUTIN 1.1 Pengembangan Kompetensi
Lulusan
2.1 Gaji PNS 300.000.000 1.2 Pengembangan Kurikulum/ KTSP
2.2 Gaji Pegawai Tidak 24.000.000 1.3 Pengembangan proses
Tetap Pembelajaran
2.3 Belanja Barang dan 1.4 Pengembangan Pendidik dan
Jasa Tenaga Kependidikan
2.4 Belanja Pemeliharaan 1.5 Pengembangan sarana prasarana
III 3 BOS 1.6 Pengembangan dan implementasi
manajemen sekolah/madrasah
3.1 BOS 1.7 Pengembangan dan sumber dana
sekolah/Madrasah
3.2 BOS Provinsi 1.8 Pengembangan dan implementasi
sistem penilaian
3.3 BOS Kabupaten/Kota II 2 PROGRAM NON SEKOLAH
(BELANJA LAINNYA)
IV 4 Bantuan 2.1 Belanja Pegawai
4.1 DAK 2.2 Pembayaran telephon
V 5 PAS 2.3 Pembayaran air minum
5.1 SHU Kopsis
JUMLAH JUMLAH
Pengesahan dan Sosialisasi
RKS/M dan RKAS/M
• Harus disetujui oleh dewan Pendidik,
mempertimbangkan Komite Sekolah/Madrasah
• RKS/M dan RKAS/M Negeri disahkan oleh
Dinas Pendidikan/Kemenag Kab-Kota.
Sekolah/Madrasah swasta disahkan oleh
Yayasan
• RKS/M dan RKAS/M harus disosialisasikan
pada orang tua peserta didik
HATUR NUHUN