Anda di halaman 1dari 15

KELOMPOK 1






A.PENGKAJIAN

1. PENGERTIAN

Ketidakberdayaan merupakan ketidakmampuan dalam memobilisasi energi dan


ketiadaan upaya campur tangan terhadap penyakit. (Shea&Hurley,1964).
Menurut Wilkinson (2007) ketidakberdayaan merupakan persepsi seseorang bahwa
tindakannya tidak akan mempengaruhi hasil secara bermakna, kurang penggendalian yang
dirasakan terhadap situasi terakhir atau yang baru saja terjadi.
Menurut Carpenito-Moyet (2007) ketidakberdayaan merupakan keadaan ketika
seseorang individu atau kelompok merasa kurang kontrol terhadap kejadian atau situasi
tertentu.
Ketidakberdayaan adalah persepsi atau tanggapan klien bahwa perilaku atau tindakan
yang su a a u annya a a an mem awa as yang arap an a au a a an membawa perubahan
hasil seperti yang diharapkan, sehingga klien sulit mengendalikan situasi yang terjadi atau
mengendalikan situasi yang akan terjadi (NANDA, 2011).
Ketidakberdayaan merupakan keadaan ketika seseorang atau kelompok merasakan
kurangnya kontrol pribadi atas peristiwa atau situasi tertentu. Sebagai kesatuan,
ketidakberdayaan dan keputusasaan merupakan sindrom yang didemonstrasikan oleh
penerimaan klien bahwa proses suatu penyakit bersifat kekal, tidak dapat diubah, progresif ,
dan segala campur tangan terhadap penyakit tersebut tidak akan memberikan hasil bagi
pasien dan orang yang membantu (Shea&Hurley,1964).
2.KARAKTERISTIK KETIDAKBERDAYAAN

Karakteristik ketidakberdayaan menurut Carpenito-Moyet(2009) terdiri


dari:
a. Karakteristik Utama ( Mayor )
•Ekspresi ( kemarahan, apatis ) secara terbuka
atau terselubung tentang ketidakpuasan karena e
a mampuan un u mengen a an s uas
(misalnya: kerja, penyakit, prognosis, perawatan,
tingkat pemulihan ) yang secara negatif
mempengaruhi pandangan, tujuan, dan gaya
hidup.
•Rasa tidak berharga, terjebak dalam situasi
hidup
 yang negatif, dan penderitaan emosional.

b. Karakteristik
Tambahan ( Minor )
-Kurangnya perilaku
mencari informasi
-Ketergantungan yang tidak memuaskan pada orang
lain
-Pengunduran diri

-Kepasifan

-Perasaan rentan
-Apatis -
Ansietas -
Kemarahan
-Perilaku mekanisme pertahanan dan pengendallian
diri ( acting-out )
-Depresi -
Perasaan keterasinga -Perilaku
kekerasann
Menurut Nanda (2016) batasan karakteristik ketidakberdayaan
pada klien adalah :

•Ket er asingan • Ket er gant ungan pada or ang lain

•Depr esi • Ragu t ent ang penampilan per an

•Frustasi tentang ketidakmampuan untuk melakukan


aktivitas sebelumnya

•Partisipasi yang tidak memadai dalam perawatan

•Kurangnya rasa kendali

•Malu
3. Faktor kognitif

•Berkurangnya kemampuan untuk mengintegrasikan informasi yang


diterima

•Hilangnya persepsi waktu ( masa lalu, sekarang, dan masa depan )

•Berkurangnya daya ingat dari masa lalu

•Ketidakmampuan berkomunikasi secara efektif 

•Sikap menyimpang persepsi dan asosiasi atau kebingungan

•Penghakiman yang tidak masuk akal


4. Faktor yang
berhubungan

Menurut Nanda (2016) adalah

Pengobatan kompleks

Lingkungan institusi yang disfungsional

Interaksi interpersonal yang tidak memadai


Diagnosa Perencanaa
Keper aw Tujuan Kr it er i n Intervensi Rasional
a tan (Tuk/ Tu a
m
) evaluas
TUK 4: Pasien
i 4.1. Mendor on
Mengidentifikas menyebutkan
dapat Bant u pasien pasien
g
i tindakan yang t indakan mengidentifikas mengungkapkan
unt uk
ber ada ber ada
yang i r asa
kendali pasien.
diluar kendalinya.
diluar kehidupan
sit uasi yang berhubungan
yang
tidak dapat ia dengan
kendalikan. ketidakmampua
4.2. Diskusikan n sebagai upaya
dan mengatasi
aj ar kan
manipulasi untuk t idak
mengendalikan dapat
keadaan terselesaikan.
yang sulit
dikendalikan.
Diagnosa Perencanaan
Keperawatan Tujuan Kr it er i Intervensi Rasion
(Tuk/ Tum a al

) evaluas 5.Menilai persepsi


pasien terhadap diri
i sendiri dan oran lain
sehubungan dengan
ukuran.(Orang dengan
keputusasaan dan
ketidakberdayaan
sering melihat orang
lain sebagai sosok
 yang besar dan
menilai diri mereka
sendiri sebagai sosok
 yang kecil).
6.Jika persepsi tidak
realistis, bantu
pasien untu meni ai
ulang mereka untuk
mengembalikannya
kedalam skala yang
tepat.
7.Promosikan
fleksibilitas. Dorong
pasien untuk mencoba
suatu alternatif dan
mengambil resiko.
Diagnosa Perencanaan
Keperawatan
Tujuan Kr it eri Intervensi Rasiona
(Tuk/ Tum a l

) evaluas 6.1 Bantu pasien Laporan pribadi


dengan menetapkan mengenai
TUK 6: i tujuan jangka pendek kesejahteraan mental
Membantu pasien Pasien dapat dan jangka panjang pada 914 narapidana
untuk mempelajari mengatasi mengungkapkan
 yang realistis dan
kemampuan ketidakberdayaan a wa penurunan
apat icapai.
koping dan keputusasaannya rasa keputusasaan
2.Ajarkan
 yang efektif. dengan koping yang berakibat pada
pentingnya saling
a apti . berbagi dalam meningkatnya latihan
berbagai (Cashin, Potter, &
keprihatinan. Butler dalam
3.Ajari nilai-nilai Carpenito-
untuk menghadapi Moyet,2009).
masalah.
4.Biarkan pasien
waktu untuk
mengenang kembali

masa lalu.
6.5. Jelaskan
manfaat
dari
distraksi
terhadap
kejadian negatif.
6.6. Ajarkan dan
bantu teknik
relaksasi sebelum
mengantisipasi
kejadian stres.
Diagnosa Perencanaan
Keper awat a Tujuan Kr it er i Intervensi Rasional
n (Tuk/ Tum a
) Pasien
evaluas 7.1. Libat ka Mempertahankan
Tuk 7: memanf aat k
dapat keluarga n t anggung
i
sumber
an orang da j awab per an
Menilai
dan memobilisasi daya n
eksternal pasien. sistem pendukung rencana pent in untuk
keluarga
 yang ada. perawat a g menimbulk
n. an harapan da
7.2 penanganan. n
Dorong Selain it u
pasien har apan ,
untuk penting
sangat bagi pihak
menghabiskan keluarga
waktu atau
hubungan pikiran
yan orang
sakit kritis untuk
dengan orangg
sehat. memfasilitasi
yang
. . dicintainya
ar an penanganan
dalam
peran an penyesuaian.
keluarga anggot
mempertahankan a
harapan melalui
dalam
hubungan yan
positif g
suportif. da
n
Diagnosa Perencanaan
Keperawat Tujuan Kr it er i Intervensi Rasion
an (Tuk/ Tum a al

) evalua 7.4. Diskusikan tujuan Pasien yan


pasien yang tinggal g
si dicapai dengan tanpa sendiri
dapat
7.5. Memberdayakan
keluarga. keluarga dukunga
ternyata
pasien yang memiliki memiliki lebin
penyakit kronis dengan banyak h
menanamkan putus gej al
melalui
har apanpenyempurnaan asa. a
sistem pendukung. Harapan
berhubung
dengan
an
bantuan orang
lain karenaper cay
pasien
bahwa a
sumbe
mungkin r
mendukung ketika
sumber daya dan
kekuatan
internalnya
t ampaknya
t idak cukup

unt uk
mengatasinya
Diagnosa Perencanaan

Keperawatan Tujuan Kriteria Intervensi Rasional

(Tuk/ Tum evaluasi


)
. . ampa a n arapan, m sa nya e
informasi, dan uarga atau orang
kepercayaan diri kepada penting
lainnya
keluarga karena mereka ser ingkali
akan menyampaikan merupakan sumber
perasaan mereka kepada harapan)
pasien. (Benzeiw&Berg
dalam
7.7 Gunakan sentuhan Car penito-
dan kedekatan dengan Moyet,2009).
pasien unt uk Harapam yang
menunjukkan kepad dipelihara oleh
keluarga akseptabilitasnya a anggota keluarg
(berikan privasi). memiliki a
menular efek
pasien.
pada
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Pereira et al
(2014) yang menunjukkan bahwa pasien ulkus diabetik
memiliki perasaan ketidakberdayaan berat. Perasaan
tidak berdaya ini akibat adanya luka dengan bau dan
eksudat, sehingga pasien merasa frustasi, marah,
a erguna, pu us asa, an er ec a . on s
tersebut juga dapat menurunkan citra diri pasien,
mengganggu kemampuan pasien untuk berpartisipasi
dalam kegiatan sosial dan rekreasi, mempengaruhi
kesejahteraan pasien, dan mengurangi rasa percaya
.
tersebut sejalan dengan penelitian ini yang
menunjukkan bahwa 42 orang (63,6%) pasien ulkus
diabetik mengalami perasaan ketidakberdayaan
berat.
Perasaan ketidakberdayaan akan mempengaruhi
aktivitas hidup sehari-hari. Pasien akan
ketergantungan untuk kebutuhan sehari-hari
serta tidak berpartisipasi dalam perawatan atau
pengam an epu usan pa a saa er an
kesempatan.Pasien tidak berkontribusi dalam
memberikan pendapat maupun membuat pilihan
selama perjalanan penyakitnya sehingga dapat
berpengaruh pada cara berpikir dan konsentrasi
, , ,
,
Cruz, 2009).