SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DAN AKUNTANSI

BARANG MILIK NEGARA

SISTIM INFORMASI MANAJEMEN (SIM)
‡ Sistim berbasis komputer yang digunakan untuk mengumpulkan data dan mengolah data menjadi informasi yang lebih bermanfaat bagi pengguna dalam pemecahan masalah dan pengambilan keputusan ‡ Kombinasi antara pengguna (end-user), perangkat keras (hardware) dan lunak (software), serta jaringan komunikasi (communication networks)

Komponen MIS

MIS Activities
‡ MIS is activities to manage information for problem solving and decision making in an entity by managed the following activities:
± Acquiring information by gathering data and processed the data to be the valuable information efficiently ± Using the information in the most effective way ± Discarding the information at the proper time

Information Specialists
‡ System analyst is an expert who works with user in developing system at defining problems and in preparing written documentation of how the computer will assist in solving the problem. ‡ Database administrator works with user and system analyst in creating the data needed to produce the information needed by users

Information Specialists ‡ Network specialist works with user and system analyst in establishing the data communication network that ties together widespread computing resources ‡ Programmers use the documentation prepared by the system analyst to create the software program that lead the computer to transform data into information needed by users ‡ Operators operates the computing equipment and using software program .

MIS SKILL 1. Computer literacy ± ± ± ± ± ± Memahami terminologi komputer Memahami kekuatan dan kelemahan pengunaan komputer Memiliki kemampuan dalam penggunaan komputer Memahami penggunaan informasi pada setiap tahapan problem solving Memahami sumber informasi yang dibutuhkan Memahami pendistribusian informasi kepada pihak yang membutuhkan 2. Information literacy .

‡ it also provides tools to facilitate a more organized. 1996 8 .´ (Asset Management: Advancing the State of the Art Into the 21st Century Through Public-Private Dialogue. logical approach to decision-making. ‡ Asset management provides a framework for handling both short.and long-range planning.MANAJEMEN ASET ‡ Asset management is a systematic process of maintaining. ‡ It combines engineering principles with sound business practices and economic theory. upgrading. and operating physical assets cost-effectively. Federal Highway Administration and the American Association of State Highway and Transportation Officials.

clearly communicated and implemented Asset management activities are to be undertaken within an integrated Government asset management policy framework 9 .TEKNIK MANAJEMEN ASET Asset management decisions are to be based on evaluations of alternatives that take into account full life cycle costs. control. accountability and reporting requirements for assets are to be established. benefits and risks of assets Ownership.

Valuation. and Reporting) Manajemen dalam Penggunaan (Management in Use) 10 . dan Pelaporan (Recording. Penilaian.Aktivitas Utama dalam Manajemen Aset ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Analisis Kebutuhan (Needs Analysis) Penilaian Ekonomis (Economic Appraisal) Perencanaan (Planning) Penganggaran (Budgeting) Penentuan Harga (Pricing) Pengadaan dan Penghapusan (Acquisition and Disposal) Pencatatan.

11 .

.SIMAK-BMN adalah subsistem dari SAI yang merupakan rangkaian prosedur yang saling berhubungan untuk mengolah dokumen sumber dalam rangka menghasilkan informasi untuk penyusunan neraca dan laporan BMN serta laporan manajerial lainnya sesuai ketentuan yang berlaku.

dan up-to-date atas suatu aset merupakan sesuatu yang vital bagi perencanaan aset yang efektif.Kebutuhan Informasi Aset Informasi yang komprehensif. akurat. 13 .

pengadaan. dan  Memenuhi kewajiban pelaporan keuangan sesuai dengan undang-undang. pemeliharaan dan penghapusan. 14 .Informasi Asset diperlukan untuk:  Mendukung keputusan yang jelas tentang aset terkait dengan kapasitas pemberian pelayanan.

24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan Peraturan Pemerintah No. 06 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah Keputusan Menteri Keuangan No. 171/PMK.05/2007 tentang Bagan Akun Standar Peraturan Menteri Keuangan No.06/2007 tentang Penatausahaan Barang Milik Negara Peraturan Menteri Keuangan No. 97/PMK. 1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara Peraturan Pemerintah No.91PMK. .DASAR HUKUM Undang Undang No.06/2007 tentang Penggolongan dan Kodefikasi Barang Milik Negara.05/2007 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat Peraturan Menteri Keuangan No. 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara Undang-undang No. 120/PMK.

. (2) Barang-barang yang dikuasai dan atau dimiliki BUMN/BUMD. Tidak termasuk dalam pengertian BMN: (1) Barang-barang yang dikuasai dan atau dimiliki oleh Pemerintah Daerah.BARANG MILIK NEGARA Barang Milik Negara (BMN) meliputi semua barang yang dibeli atau diperoleh atas beban APBN atau berasal dari perolehan lainnya yang sah. (3) Barang-barang yang dikuasai dan atau dimiliki Bank Pemerintah dan Lembaga Keuangan Milik Pemerintah.

Perolehan Lainnya yang sah : ‡ Hibah / sumbangan ‡ BMN dari pelaksanaan perjanjian/ kontrak ‡ BMN yang diperoleh berdasar ketentuan UU ‡ BMN yang diperoleh berdasar keputusan pengadilan .

1 Tahun 2004 Pasal 1 Ayat (10) PENGHAPUSAN PEMINDAHTANGANAN PENGAWASAN/PENGENDALIAN 18 UU No.Siklus Pengelolaan Barang Milik Negara PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PENGANGGARAN DEFINISI BMN PENGADAAN PENGGUNAAN PEMANFAATAN PENGAMANAN DAN PEMELIHARAAN APBN BARANG MILIK NEGARA PENATAUSAHAAN PENILAIAN PEROLEHAN LAIN YANG SAH  HIBAH  RAMPASAN  LAIN-LAIN UU No. 1 Tahun 2004 Pasal 49 Ayat (6) .

Organisasi Akuntansi BMN K/L Tingkat Kementerian Negara/Lembaga Unit Akuntansi Pengguna Barang (UAPB) Tingkat Eselon 1 Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Barang-Eselon 1 (UAPPB-E1) Tingkat Wilayah Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Barang-Wilayah (UAPPB-W) Tingkat Satuan Kerja Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Barang (UAKPB) .

Klasifikasi Barang Milik Negara (PMK 97/PMK. sub kelompok dan sub-sub kelompok barang sub- Golongan Semakin Global/ Ringkas Bidang Semakin rinci/ detail Kelompok Sub Kelompok Sub²sub Kelompok . bidang.06/2007) BMN diklasifikasikan berdasarkan golongan. kelompok golongan. bidang.

Barang Milik Negara GOL. KEL. 000 000 000 000 001 002 003 004 000 000 000 001 002 003 RAIA ARA G TIDAK ERGERAK TA A Tanah Persil Tanah angunan Peru ahan/G. ID. 00 00 00 01 01 01 01 01 00 00 01 01 01 01 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 00 01 01 01 01 01 01 01 02 02 02 02 02 02 00 00 01 01 01 01 01 01 00 01 01 01 01 01 S S KEL. Te pat Tinggal Tanah angunan Ru ah egara Golongan I Tanah angunan Ru ah egara Golongan II Tanah angunan Ru ah egara Golongan III Tanah angunan Ru ah egara Tanpa Golongan JALA Jalan Jalan Jalan Jalan Jalan DA JE ATA asional asional Arteri asional Kolektor asional ernilai Strategis asional . S KEL.

Kode Lokasi + Tahun Perolehan dan Kode Barang + Nomor Urut Pendaftaran dengan susunan sbb: UAPB UAPPBUAPPB-E1 UAPPBUAPPB-W UAKPB UAPKPB Tahun Perolehan XXX .Registrasi BMN Kode Registrasi diterakan pada BMN terdiri dari Logo Departemen/Lembaga. XXXXXX . XX . XXX. XXXXXX . XX . X. XXX. XX. XX . XXXX Nomor Urut Pendaftaran SubSub-sub Kelompok Barang Sub Kelompok Barang Kelompok Barang Bidang Barang Golongan Barang XX.

sehingga tidak ekonomis untuk diadakan perbaikan/rehabilitasi. Apabila kondisi barang tersebut tidak utuh dan tidak berfungsi lagi atau memerlukan perbaikan besar/penggantian bagian utama/komponen pokok. Untuk berfungsi dengan baik memerlukan perbaikan ringan dan tidak memerlukan penggantian bagian Rusak Berat (RB) utama/komponen pokok.Kondisi BMN: Barang Bergerak Baik (B) Apabila kondisi barang tersebut masih dalam keadaan utuh dan berfungsi dengan baik Rusak Ringan (RR) Apabila kondisi barang tersebut masih dalam keadaan utuh tetapi kurang berfungsi dengan baik. .

Kondisi BMN: Tanah Baik (B) Apabila kondisi tanah tersebut siap dipergunakan dan/atau dimanfaatkan sesuai dengan peruntukannya. perataan dan pemadatan) untuk dapat Rusak Berat (RB) dipergunakan sesuai dengan Apabila kondisi tanah tersebut peruntukannya. erosi dan sebagainya. tidak dapat lagi dipergunakan dan/atau dimanfaatkan sesuai dengan peruntukannya karena adanya bencana alam. . Rusak Ringan (RR) Apabila kondisi tanah tersebut karena sesuatu sebab tidak dapat dipergunakan dan/atau dimanfaatkan dan masih memerlukan pengolahan/perlakuan (misalnya pengeringan. pengurugan.

Kondisi BMN: Jalan & Jembatan Baik (B) Apabila kondisi fisik barang tersebut dalam keadaan utuh dan berfungsi dengan baik Rusak Ringan (RR) Apabila kondisi fisik barang tersebut dalam keadaan utuh namun memerlukan perbaikan ringan untuk dapat dipergunakan sesuai dengan fungsinya. Rusak Berat (RB) Apabila kondisi fisik barang tersebut dalam keadaan tidak utuh/tidak berfungsi dengan baik dan memerlukan perbaikan dengan biaya besar. .

.Kondisi BMN: Bangunan Baik (B) Apabila bangunan tersebut utuh dan tidak memerlukan perbaikan yang berarti kecuali pemeliharaan rutin. Rusak Ringan (RR) Apabila bangunan tersebut masih utuh. memerlukan pemeliharaan rutin dan perbaikan ringan pada komponen-komponen bukan konstruksi utama. Rusak Berat (RB) Apabila bangunan tersebut tidak utuh dan tidak dapat dipergunakan lagi.

01²Tanah dengan biaya perolehan > Rp 1 Dicatat dalam BI Intrakomptabel dan dilaporkan dalam Neraca .Mapping Klasifikasi BMN dalam PMK 97/2007 ke Akun Neraca Aset Tetap Tanah Peralatan dan Mesin Gedung dan Bangunan Jalan. Konstruksi Aset Irigasi.dan Dalam Tetap Jaringan Pengerjaan Lainnya 1.

15³Alat Produksi & Pemurnian 2.08³Alat Laboratorium 2.Mapping Klasifikasi BMN dalam PMK 97/2007 ke Akun Neraca Aset Tetap Tanah Peralatan dan Gedung dan Jalan.07³Alat Kedokteran dan Kesehatan 2.14³Alat Pemboran 2.04³Alat Pertanian 2.13³Alat Eksplorasi 2.000.02³Alat Angkutan 2. yang diperoleh sebelum 1/1/2002. Mesin Bangunan Irigasi.03³Alat Bengkel dan Alat Ukur 2.19³Unit Peralatan Proses Produksi ‡biaya perolehan > Rp 300.01³Alat Besar 2.dan Jaringan Konstruksi Dalam Pengerjaan Aset Tetap Lainnya 2. dan yang berasal dari transfer/hibah dicatat dalam BI Intrakomptabel dan dilaporkan dalam Neraca ‡Di luar itu dicatat dalam BI Ekstrakomptabel .05³Alat Kantor dan Rumah Tangga 2.18³Alat Peraga 2.12³Komputer 2.11³Alat Persenjataan 2.17³Alat Keselamatan Kerja 2.16³Alat Bantu Eksplorasi 2.06³Alat Studio. Komunikasi dan Pemancar 2.

yang diperoleh sebelum 1/1/2002.09³Rambu-rambu 1. dan yang berasal dari transfer/hibah dicatat dalam BI Intrakomptabel dan dilaporkan dalam Neraca ‡Di luar itu dicatat dalam BI Ekstrakomptabel . Mesin Bangunan Irigasi.Mapping Klasifikasi BMN ke Akun Neraca Aset Tetap Tanah Peralatan dan Gedung dan Jalan.000.08³Bangunan Menara 1.06³Bangunan Gedung 1.000.dan Jaringan Konstruksi Dalam Pengerjaan Aset Tetap Lainnya 1.10³Tugu Titik Kontrol/Pasti ‡biaya perolehan > Rp 10.

dan Jaringan Konstruksi Dalam Pengerjaan Aset Tetap Lainnya 1. Mesin Bangunan Irigasi.02³Jalan dan Jembatan 1.03³Bangunan Air 1.04³Instalasi 1.05³Jaringan dengan biaya perolahan > Rp 1 .Mapping Klasifikasi BMN dalam KMK 97/2007 ke Akun Neraca Aset Tetap Tanah Peralatan dan Gedung dan Jalan.

Mapping Klasifikasi BMN dalam PMK 97/2007 ke Akun Neraca Aset Tetap Tanah Peralatan dan Gedung dan Jalan.dan Jaringan Konstruksi Dalam Pengerjaan Aset Tetap Lainnya Golongan 5 Konstruksi Dalam Pengerjaan . Mesin Bangunan Irigasi.

10³Barang Bercorak Kesenian/Kebudayaan/Olah Raga 3. .000. Mesin Bangunan Irigasi.03³Tanaman dengan biaya perolehan > Rp 1 Intrakomptabel.dan Jaringan Konstruksi Dalam Pengerjaan Aset Tetap Lainnya 2. di luar itu Ekstrakomptabel.Neraca Kecuali: untuk Peralatan Olah Raga yang diperoleh sejak 1 Januari 2002 > Rp 300.02³Ikan 1 Januari 2002 3.Mapping Klasifikasi BMN dalam PMK 97/2007 ke Akun Neraca Aset Tetap Tanah Peralatan dan Gedung dan Jalan.01³Hewan yang diperoleh sebelum 3.00 dan yang diperoleh dari pengalihan=Intrakomptabel Neraca.09³Koleksi Perpustakaan/Buku 2.

Kebijakan Akuntansi³Tanah Pengakuan Pengukuran Tanah dinilai dengan Pengungkapan Kepemilikan atas biaya perolehan Tanah ditunjukkan ‡ disajikan di Neraca mencakup harga dengan adanya bukti sebesar nilai pembelian atau biaya bahwa telah terjadi moneternya. pakai -Mutasi Tanah lainnya. penimbunan. pembebasan tanah. dalam rangka dan/atau memperoleh hak. dan biaya jenis tanah yang lainnya yang menunjukkan: dikeluarkan sampai -Penambahan. akhir periode menurut sertifikat tanah. tanah tersebut siap -Pelepasan. tercatat pada awal dan hukum seperti pengukuran. biaya ‡ Rekonsiliasi jumlah penguasaan secara pematangan. perpindahan hak biaya yang dikeluarkan ‡ Dasar penilaian yang kepemilikan digunakan. .

Kebijakan akuntansi untuk kapitalisasi yang berkaitan dengan Peralatan dan Mesin. dan semua biaya lainnya yang terjadi berkenaan dengan pembangunan Peralatan dan Mesin tersebut ). perlengkapan. Rekonsiliasi jumlah tercatat pada awal dan akhir periode yang menunjukkan Penambahan. ‡ ‡ . biaya pengangkutan. tenaga listrik. sewa peralatan. serta biaya langsung lainnya untuk memperoleh dan mempersiapkan sampai peralatan dan mesin tersebut siap digunakan. biaya perizinan dan jasa konsultan. biaya instalasi. biaya perencanaan dan pengawasan. Dasar penilaian yang digunakan untuk menentukan nilai. ‡ Swakelola: biaya langsung (tenaga kerja dan bahan baku) dan biaya tidak langsung (biaya perencanaan dan pengawasan. Pengungkapan ‡ ‡ Disajikan di Neraca sebesar nilai moneternya.Kebijakan Akuntansi³Peralatan dan Mesin Pengakuan ‡Non-donasi: diakui pada periode akuntansi ketika aset tersebut siap digunakan berdasarkan jumlah belanja modal yang diakui untuk aset tersebut ‡Donasi:diakui pada saat Peralatan dan Mesin tersebut diterima dan hak kepemilikannya berpindah Pengukuran ‡ Pembelian: harga pembelian. ‡ Kontrak: nilai kontrak. Pengembangan dan Penghapusan.

biaya perizinan. jasa konsultan. dan pembongkaran bangunan lama. sewa peralatan. ‡Swakelola: biaya langsung dan tidak langsung.Kebijakan Akuntansi³Jalan. Irigasi dan Jaringan. Rekonsiliasi jumlah tercatat pada awal dan akhir periode yang menunjukkan Penambahan. Irigasi dan Jaringan Pengakuan ‡Non-donasi: diakui pada periode akuntansi ketika aset tersebut siap digunakan berdasarkan jumlah belanja modal yang diakui untuk aset tersebut ‡Donasi:diakui pada saat aset tersebut diterima dan hak kepemilikannya berpindah Pengukuran ‡Kontrak: biaya perencanaan dan pengawasan. Pengungkapan ‡ ‡ Disajikan di Neraca sebesar nilai moneternya. biaya perencanaan dan pengawasan. biaya pengosongan dan pembongkaran bangunan lama. Dasar penilaian yang digunakan untuk menentukan nilai. biaya perizinan. Kebijakan akuntansi untuk kapitalisasi yang berkaitan dengan Jalan. Pengembangan dan Penghapusan. tenaga kerja. yang terdiri dari meliputi biaya bahan baku. biaya pengosongan. ‡ ‡ .

biaya berpindah perizinan. serta biaya berdasarkan jumlah perizinan. belanja modal yang ‡Swakelola: biaya diakui untuk aset langsung dan tidak tersebut langsung. Dasar penilaian yang digunakan untuk menentukan nilai. sewa saat aset tersebut peralatan. yang terdiri dari biaya bahan baku. Pengungkapan ‡ ‡ Disajikan di Neraca sebesar nilai moneternya. biaya aset tersebut siap perencanaan dan digunakan pengawasan. biaya diterima dan hak perencanaan dan kepemilikannya pengawasan. Rekonsiliasi jumlah tercatat pada awal dan akhir periode yang menunjukkan Penambahan. ‡ ‡ . Pengembangan dan Penghapusan. ‡Donasi:diakui pada tenaga kerja. Kebijakan akuntansi untuk kapitalisasi yang berkaitan dengan Aset Tetap Lainnya.Kebijakan Akuntansi³Aset Tetap Lainnya Pengakuan ‡Non-donasi: diakui Pengukuran pada periode ‡Kontrak: pengeluaran akuntansi ketika nilai kontrak. dan jasa konsultan.

Jumlah biaya yang telah dikeluarkan. ‡Biaya perolehannya dapat diukur secara andal dan masih dalam proses pengerjaan.Uang muka kerja yang diberikan. Pengukuran Pengungkapan ‡ Disajikan di Neraca sebesar nilai moneternya.Kebijakan Akuntansi³Konstruksi dalam Pengerjaan Pengakuan ‡Aset tersebut dimaksudkan untuk digunakan dalam operasional pemerintah/ dimanfaatkan oleh masyarakat dalam jangka panjang dan oleh karenanya diklasifikasikan dalam aset tetap. . ‡Dipindahkan ke aset tetap setelah pekerjaan konstruksi tersebut dinyatakan selesai dan siap digunakan sesuai dengan tujuan perolehannya. Rincian kontrak konstruksi dalam pengerjaan berikut tingkat penyelesaian dan jangka waktu penyelesaiannya. dan Retensi. ‡ Swakelola: biaya yang berhubungan langsung dengan kegiatan konstruksi ‡ dan biaya yang dapat diatribusikan pada kegiatan pada umumnya dan dapat dialokasikan ke konstruksi ‡Kontrak: termin yang telah dibayarkan kepada kontraktor sehubungan dengan tingkat penyelesaian pekerjaan dan pembayaran klaim kepada kontraktor/pihak ketiga sehubungan dengan pelaksanaan kontrak konstruksi. Nilai kontrak konstruksi dan sumber pembiayaanya.

Kebijakan Akuntansi³Perolehan Aset Secara Gabungan Biaya perolehan dari masing-masing aset tetap yang diperoleh secara gabungan ditentukan dengan mengalokasikan harga gabungan tersebut berdasarkan perbandingan nilai wajar masing-masing aset yang bersangkutan. .

Aset Bersejarah 1.Aset Bersejarah Karakteristik ‡Nilai kultural. ‡ Aset bersejarah yang digunakan dalam kegiatan pemerintahan diperlakukan sebagaimana Aset Tetap pada umumnya. ‡Tidak mudah untuk diganti dan nilainya akan terus meningkat selama waktu berjalan walaupun kondisi fisiknya semakin menurun. dan sejarahnya tidak mungkin secara penuh dilambangkan dengan nilai keuangan berdasarkan harga pasar. lingkungan. . ‡Sulit untuk mengestimasikan masa manfaatnya. ‡Peraturan dan hukum yang berlaku melarang atau membatasi secara ketat pelepasannya untuk dijual.07 Monumen/Bangunan Bersejarah Pengungkapan ‡ Disajikan dalam Catatan Atas Laporan Keuangan tanpa nilai. pendidikan. Untuk beberapa kasus dapat mencapai ratusan tahun.

Jenis Transaksi BMN Perolehan ‡ Pembelian ‡ Transfer masuk ‡ Hibah ‡ Rampasan ‡ Penyelesaian Pembangunan ‡ Pembatalan Penghapusan ‡ Reklasifikasi Masuk ‡ Pelaksanaan Perjanjian/kontrak Perubahan ‡ Pengurangan kw/nilai ‡ Pengembangan Penghapusan ‡ Perubahan Kondisi ‡ Koreksi Perubahan ‡ Penghapusan Nilai/Kuantitas ‡ Transfer Keluar ‡ Reklasifikasi Keluar ‡ Koreksi Pencatatan ‡ Hibah .

Transaksi: Saldo Awal Saldo Awal Digunakan untuk menginput semua BMN yang telah dimiliki atker sebelum tahun anggaran berjalan tetapi belum pernah diinput dalam aplikasi IM -BMN. .

‡ Pembelian yang dilakukan pada tahun sebelum tahun anggaran berjalan tetapi belum diinput dalam SIMAK-BMN dibukukan sebagai saldo awal pada tahun berjalan. .Transaksi: Perolehan>>Pembelian Perolehan Pembelian ‡ Digunakan untuk menginput BMN yang diperoleh pada tahun berjalan melalui pembelian.

Transaksi: Perolehan >> Transfer Masuk & Penghapusan >> Transfer Keluar Perolehan ‡ Transfer masuk Penghapusan ‡ Transfer Keluar PEMERINTAH PUSAT PB/KPB 1 PB/KPB 2 .

Transaksi: Perolehan >> Hibah & Penghapusan >> Hibah Perolehan Hibah PIHAK III Penghapusan Hibah PEMERINTAH PUSAT PEMERITAH PUSAT Pihak III .

.Transaksi: Perolehan >> Rampasan Perolehan Rampasan Digunakan untuk menginput perolehan BMN yang berasal dari rampasan yang telah mendapatkan keputusan hukum tetap.

. ada 31 Desember 2005 bangunan tersebut belum selesai sehingga disajikan sebagai DP di Neraca. 1 Februari 2006 Gedung tersebut telah selesai dan diserahterimakan dari kontraktor kepada atker.Transaksi: Perolehan >> Penyelesaian Pembangunan Perolehan Penyelesaian Pembangunan ‡ Digunakan untuk merekam perolehan BMN pada tahun berjalan atas aset yang dibangun lintas tahun anggaran ‡ Contoh: Bangunan Gedung Tempat erja mulai dibangun pada gustus 2005.

P.C Unit dengan NUP 25 direkam di Perolehan: Pembatalan Penghapusan. Petugas berdasarkan akuntansi melakukan perekaman transaksi tersebut dalam jenis transaksi penghapusan untuk P. ‡ Contoh: Pada 6/6/2006.C Unit dengan NUP 100 Penghapusan dihapuskan.Transaksi: Perolehan >> Pembatalan Penghapusan Perolehan Pembatalan Penghapusan ‡ Digunakan untuk megoreksi kesalahan dalam penghapusan BMN.C Unit NUP 100 direkam di Penghapusan. Pada 8/7/2006 ditemukan kesalahan tersebut. olusi: P. .C Unit dengan NUP 25. P.

Rampasan Penghapusan Reklasifikasi Keluar 1010301005 Tanah Lapangan Sepak Bola 1010301005 Tanah Lapangan Sepak Bola Perolehan Reklasifikasi Masuk 1010104001 Tanah Bangunan Kantor Pemerintah . Hibah. Transfer Masuk.Transaksi: Perolehan >>Reklasifikasi Masuk Penghapusan >> Reklasifikasi Keluar Perolehan So Awal. Pembelian.

‡ Contohnya: BMN Tanah yang terkena penggusuran .Transaksi: Perubahan >> Pengurangan Kuantitas/Nilai Perubahan Pengurangan kw/nilai ‡ Digunakan untuk merekam pengurangan nilai/kuantitas BMN.

NUP 1 Perubahan Pengembangan 1060101001--Bangunan Gedung Kantor Permanen. Transfer Masuk. Hibah. 200 jt Rp. Rampasan 1060101001--Bangunan Gedung Kantor Permanen.2 M .Transaksi: Perubahan >> Pengembangan Perolehan So Awal. 1 M Rp. NUP 1 Rp. Pembelian. 1.

Transaksi: Perubahan >> Perubahan Kondisi Baik Rusak Ringan Rusak Berat .

000 Dicatat: So.000 .000. Awal Tanah Bangunan Gedung Perpustakaan.000 Perolehan: Koreksi Perubahan Nilai/Kuantitas Tanah Bangunan Gedung Perpustakaan.Transaksi: Perubahan >> Koreksi Perubahan Nilai/Kuantitas Fakta: Tanah Bangunan Gedung Perpustakaan. 410 m2 Rp 123.000.000. 400 m2 Rp 120. 400 m2 Rp 120.

C Unit NUP 10 .C Unit NUP 10 biaya perolehan p 4 jt SK Penghapusan Penghapusan >> Penghapusan P.Transaksi: Penghapusan >> Penghapusan Perolehan P.

Awal/Perolehan Aktual: atker X memiliki 5 epeda Motor Direkam 6 epeda Motor Penghapusan >> Koreksi Pencatatan Direkam 1 epeda Motor .Transaksi: Penghapusan >> Koreksi Pencatatan So.

Proses Pengolahan Data BMN BAST Bukti Kepemilikan SPM/SP2D Faktur Pembelian Kuitansi SK Penghapusan DS lainnya yang sah Output Laporan BMN Buku Inventaris Lap. Brg. Bersejarah DIR KIB DIL Input ADK . Kondisi Barang Proses ‡ Inputing ‡ Verifikasi ‡ Pencetakan Lap.

Irigasi dan Jaringan Aset Tetap Lainnya . Senjata Api II KIB KIB KIB SAPPB-W/E1 SAKPB Non I: berada di dlm ruangan III Non I dan II DIR DIR DIR CRBMN SAKPA DIL DIL DIL BI BI BI Intrakomtabel Intrakomtabel Intrakomtabel BI BI BI Ekstrakomtabel Ekstrakomtabel Ekstrakomtabel Laporan Kondisi Barang LBMN Intrakomtabel LBMN Gabungan LBMN Ekstrakomtabel D Non A. Alat Angkut Bermotor. dan C Memenuhi syarat kapitalisasi Tidak memenuhi syarat kapitalisasi . B.Rincian Tanah Peralatan dan Mesin -Rincian Peralatan dan Mesin Gedung dan Bangunan .Rincian BMN RB B KDP C BMN BMN Bersejarah Kartu Kartu KDP Kartu KDP KDP Buku Buku Buku Barang Barang Barang Bersejarah Bersejarah Bersejarah I Tanah. Gedung.Rincian Gedung dan Bangunan Jalan Irigasi dan Jaringan .Rincian Jalan.Alur akuntansi BMN A Persediaan Kartu Kartu Kartu Persediaan Persediaan Persediaan Laporan BMN Persediaan .Rincian Persediaan Tanah .Rincian Aset Tetap Lainnya Konstruksi Dalam Pengerjaan Aset Lainnya .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful