Anda di halaman 1dari 32

FISIKA

“ PESAWAT DIATHERMY”

Disusun Oleh:
o Ririn Nur’aini
o Rizka Aulia
Pengertian

• Pesawat diatermi adalah pesawat yang membang-


kitkan arus bolak balik frekuensi tinggi dan
digunakan untuk terapi yang menggunakan panas.
• Terapi dengan pesawat diatermi mempunyai
kelebih-an dibandingkan dengan terapi memakai
sumber panas lainnya  kompres air panas, sinar
infra red dan panas kimiawi/balsem dll.
• Pesawat diatermi  panas dapat disalurkan ke dalam
badan atau anggota badan dengan panas yang konstan
dan merata, dan jumlah serta kondisi panas dapat
diatur sesuai dengan kebutuhan
• Penggunaan terapi dengan frekuensi tinggi ini sangat
banyak antara lain untuk terapi :
 rematik
 keseleo/terkilir
 Bengkak
 melancarkan saluran urine yang kurang baik
 dll 
Prinsip Biofisika

 Dalam medan listrik, jaringan hidup seperti kulit,


lemak, otot dan tulang dapat dianggap sebagai bahan
elektrik.
 Jadi distribusi jumlah panas dalam jaringan, besar-
nya tergantung dari kuat medan E, volume V, tahan-an
jenis dan konstanta dielektrik.
 Sedangkan kenaikan suhu dalam jaringan tergantung
dari berat jenis, panas jenis dan konduksi panas dari
jaringan bersangkutan, disamping tergantung dari
metode penyaluran panas dan lamanya terapi.
 Energi gelombang frekuensi tinggi akan diabsorbsi
oleh jaringan dan intensitasnya akan berkurang secara
eksponensial.
 Kedalaman penetrasi (d) tergantung dari frekuensi
(f), tahanan jenis dan panas jenis atau dengan perkataan
lain tergantung dari panjang gelombang, medan listrik
dalam jaringan.
Metode Penyaluran Panas

Metode untuk menyalurkan energi gelombang frekuensi


dapat disalurkan ke bahan/anggota badan pasien dengan
cara :
a. Metode kapasitif
Dengan metode kapasitif, dipergunakan elektroda
berupa 2 buah plat logam yang dibungkus dengan
bahan isolator dan diletakkan sejajar seperti halnya
kapasitor.
 Badan/anggota yang akan diterapi/dipanasi dile-
takkan di antara 2 buah elektroda tersebut dan akan
timbul panas seperti halnya pada tahanan listrik.
 Tahanan ini berupa tahanan yang terdapat dalam
badan pasien yang terdiri dari jaringan-jaringan tubuh.
b. Metode induktif
Metode induktif menggunakan elektroda yang
berupa kabel yang digulungkan dan diletakkan pada
sebuah tempat dari isolator, dan bentuknya bermacam-
macam.
Elektroda induktif tersebut diletakkan pada ba-
dan/anggota badan yang akan dipanasi.
Panas dapat terjadi akibat dari arus Eddy/Eddy
current
Elektroda induktif ini seperti pada gambar no. 2 dan
bernama metode minode, diplode
Sistem induktif dapat juga menggunakan kabel
lemas yang dililitkan pada anggota badan beberapa
kali, dan diakhiri arus bolak balik frekuensi tinggi.
c. Metode radiasi
Dalam metode radiasi, energi frekuensi tinggi di-
pancarkan seperti halnya dalam pemancar dengan
antenna dipole atau wave guide.
Jaringan tubuh yang ditempatkan di depan
elektro-da/radiator merupakan media dan beban,
pancaran gelombang listrik akan diabsorbsi oleh tubuh
dan timbul panas
Metode radiasi akan efektif pada frekuensi yang
sangat tinggi atau panjang gelombang dengan ukuran
cm.
Pembagian Pesawat Diatermi

• Dari pembahasan di atas jelas bahwa konstruksi


pesawat diatermi dan metode penyaluran energinya
sangat tergantung dari frekuensi yang digunakan.
Sesuai dengan ketentuan yang digariskan IEL,
alokasi frekuensi yang diperbolehkan seperti pada
tabel berikut:
Panjang gelombang
No Pesawat Frekuensi dalam ruang hampa

1 Short wave 13,560 MHz 22,12 m

2 Short wave 27,120 MHz 11,06 m

3 Ultra short wave 40,680 MHz 7,37 m

4 Decimeter wave 433,92 MHz 69,12 cm

5 Micro wave 2450,0 MHz 12,24 cm

6 Micro wave 5800,0 MHz 5,17 cm

7 Micro wave 22,125 GHz 1,35 cm


• Pesawat diatermi disamping harus memenuhi keten-tuan
mengenai keselamatan dan keamanan peralatan kedokteran
juga harus memenuhi ketentuan tentang gangguan frekuensi
tinggi.
•  Berdasarkan penggunaannya diatermi dibagi 2 yaitu :
▫ Short wave diatermi
 frekuensinya 160 kHz – 27 MHz oscillator
tab/spark gap
▫ Micro wave diatermi
 frekuensinya 27 MHz – 2450 MHz tabung
magnetron
 Menurut frekuensi di atas, pemakaian
diatermi terbagi dalam 4 daerah, yaitu :
1. Diatermi menggunakan gelombang panjang (l
w)  frekuensi 1 MHz
2. Diatermi menggunakan gelombang pendek (s
w)  frekuensi 27,12 MHz
3. Diatermi gelombang sangat pendek 
frekuensi 433,92 MHz
4. Diatermi gelombang micro wave  frekuensi
2450 MHz
Blok Diagram Diatermi
• Keterangan
1 = Frequency generator
2 = Intermediate Amp
3 = Power Amp
4 = Coupling Circuit
5 = Applicator/Electrode
6 = Power Supply
 Di dalam elemen yang mengandung air
tahanannya rendah, contoh : otot, daging, termasuk
pembuluh darah.
 Sedang yang mengandung air sedikit, contoh :
tulang, lemak, zat tanduk.
 Ada beberapa penyakit yang dapat ▫ sakit pada urat syaraf
diobati dengan diatermi antara lain :
▫ sakit tulang ▫ sakit gigi dan mulut
▫ sakit persendian termasuk tenggorokan
▫ sakit urat ▫ sakit pada payudara
▫ sakit paru
▫ sakit pada ginjal ▫ sakit pada lambung dan
▫ sakit peranakan pada wanita usus
▫ sakit organ reproduksi laki-laki ▫ sakit pada hati
▫ sakit pada urat syaraf
▫ sakit gigi dan mulut termasuk
tenggorokan
▫ sakit pada payudara
▫ sakit pada lambung dan usus
▫ sakit pada hati
 Pada diatermi ada larangan pada bagian tertentu antara
lain :

1. luka baru
2. perempuan masa haid
3. TBC paru-paru dan TBC tulang
4. wanita hamil muda
5. tumor yang menyebar
6. bagian tubuh yang dibalut
7. kepala di bagian otak
8. tubuh yang sensitifnya berkurang.
 Macam-macam  Yang bersifat
elektroda pada pesawat
diatermi :
induktif :
1.Elektroda yang bersifat - elektroda kabel
kapasitif - elektroda diplode
2.Elektroda yang bersifat - elektroda monode
induktif
 Yang bersifat kapasitif - elektroda minode
antara lain :
- elektroda piringan
- elektroda bantalan
- elektroda khusus
Gambar Elektroda
Yang umum dipakai : diplode dan elektroda piringan

Susunan kabel penghubung elektroda

Keterangan :
1 = kawat tembaga campur perak
2 = bahan isolasi
3 = anyaman kawat
4 = bahan isolasi polyethylene
Penempatan Elektroda
 
Jarak elektroda sama ter-hadap  
objek/kulit. Panas yang diterima Elektroda kecil ditempatkan pada
sama/merata jarak yang jauh. Panas yang terjadi
 
  rendah
Jarak elektroda terhadap kulit tidak
 
sama. Panas yang terjadi lebih besar
Penempatan elektroda miring.
pada bagian yang terdekat dengan Panas yang terjadi pada daerah
elektroda elektroda yang miring
 
 
Elektroda ukuran kecil di-tempatkan
pada jarak de-kat dengan kulit.
 
Panas yang dihasilkan tinggi.
Objek mengandung logam maka
panas terfokus pada logam tersebut.
• Elektroda Piringan
Bentuk seperti piring
Dibuat dari metal
Dibungkus dengan bahan isolasi yang tembus cahaya
dan merupakan ruangan yang berisi udara  air
spaced electrode = elektroda dengan ruang udara
Pengaturan jarak secara mekanik  0 – 4 cm
Bekerja secara berpasangan
• Elektroda bantalan
Lembaran logam yang lemas Dalam pemakaiannya diletakkan
Dibungkus dengan suatu rata dengan per-mukaan tubuh.
lapisan karet setebal + 1 cm. Untuk menjaga agar elektroda
Berbentuk segi empat dan bantal tetap pada posisinya, diikatkan
dibungkus dengan kain linen pada pasien dengan mengguna-kan
Mudah dibuka/dicuci sabuk pengikat khusus yang terbuat
Elektroda bantalan terhubung dari karet.
langsung dengan kabel ▫ Karet pengikat pendek 
panjang 60 cm, lebar 3 cm untuk
pemakaian pada anggota badan.
▫ Karet pengikat panjang 
panjang 150 cm, lebar 3 cm
untuk pemakaian pada tubuh.
Elektroda Dengan Bentuk Khusus

 Bagian-bagian khusus  sukar


menggunakan elek-troda biasa.
 Ada beberapa macam :
a). Elektroda untuk vagina dan dubur
b). Elektroda untuk ketiak (armpit electrode)
• Elektroda kabel
Terdiri dari kabel yang lemas.
Dibungkus dengan bahan isolasi.
Kedua ujung dihubungkan dengan tusuk kontak.
Panjang elektroda + 5 cm
Dalam pemakaiannya dililitkan pada bagian tubuh
yang sakit.
Bagian dililit terlebih dahulu dengan lapisan handuk
untuk menyerap keringat  agar tidak panas
• Elektroda Dipole
Disebut elektroda kontur
Elektroda induktif
Panas secara perlahan ditimbulkan/menembus kulit
Nyaman buat pasien
Dapat disetel/diatur
• Elektroda monode • Elektroda minode

Elektroda monode ini Elektroda minode ini =


semacam dengan elektroda elektroda monode hanya
diplode yaitu menggunakan bentuknya saja yang berbeda.
kabel yang digantung di Bentuk elektroda minode
adalah lebih kecil dan agak lebih
dalam suatu tempat. panjang dibandingkan dengan
elektroda monode.
Panas yang ditimbulkan juga
lebih kecil disbanding-an
monode.
Sejarah
1800  setelah diketahui sifat medan listrik,
diadakan percobaan dengan mengalirkan arus listrik ke
dalam tubuh manusia
Galvani (1737 – 1796) : menggunakan arus listrik
searah (DC)
Faraday : menggunakan arus bolak balik (AC) dengan
frekuensi 20 – 200 Hertz  diperoleh penyembuhan