Anda di halaman 1dari 36

ASKEPPASIEN

DENGATIROIDITI
N
S
BY :
Ns .. AgnesSMarbun, M.Kep
KELENJAR TIROID

• Terletak pd leher
bagian
depan (anterior
trakea).
• Melekat pd
tulang laring.
• Terletak
dibawah
kartilago
cricoid.
• Terdiri dr 2 lobus yaitu
lobus dekstra &
KELENJAR TIROID

 Hormon yg dihasilkan oleh kelenjar thiroid adalah :


 Hormon T3 (triiodothyroninen)
 Hormon T4 (tetraiodothyronine) atau tiroksin.
 Thyrocalcitonin (TCT)

 Sekresi hormon thiroid :


 Memerlukan bantuan TSH
Dipengaruhi oleh jumlah yodium eksogen yg
masuk
kedlm tubuh.
KELENJAR TIROID

Fungsi Hormon Tiroid :


• Mempengaruhi pertumbuhan dan maturasi
(pematangan) jaringan tubuh.
• Mengatur kecepatan metabolisme tubuh.
• Meningkatkan sisntesis asam ribonukleat (RNA) &
protein.
• Meningkatkan konsumsi O2 disemua jaringan.
• Meningkatkan produksi panas.
PENGATURAN SEKRESI KELENJAR TIROID
TIROIDITIS
DEFINISI

• Tiroiditis merupakan inflamasi kelenjar tiroid yg dpt bersifat


akut, subakut maupun kronis (Smeltzer and Bare, 2011).

• Thyroiditis is an inflammation of the thyroid gland that has


several etiologies and can be associated with normal, elevated,
or depressed thyroid function (Bindra & Braunstein, 2010).

• Thyroiditis is a general term that refers to “inflammation


of the thyroid gland”. Thyroiditis includes a group of
individual disorders causing thyroidal inflammation
(American
Thyroid Association, 2014).
EPIDEMOLOGI

• Studies in the United States and Western Europe report


a prevalence of 1.2% in individuals aged 11-18 years.

• Angka mortalitas dan morbiditas dari penyakit tiroiditis


cukup tinggi sekali.

• Kasus pd anak2 perbandingan antara jenis kelamin laki2


dan perempuan yaitu 1 : 2 menjadi 1:6 dan pada usia
dewasa hampir 90% kasus terbanyak tjd pada perempuan.
KLASIFIKASI

Tiroiditis terbagi dr beberapa klasifikasi :


1. Tiroiditis akut
2. Tiroiditis subakut : tiroiditis granulomatosa
subakut (tiroiditis deQuervain) & tiroiditis
limfositik subakut (silent thyroiditis)
3. Tiroiditis kronis (tiroiditis hashimoto)
TIROIDITIS AKUT
• Merupakan kelainan langka (sangat jarang)

• Disebabkan oleh : infeksi bakteri, jamur,


mikobakteri atau parasit pada kelenjar tiroid.

• Staphylococus aureus atau jenis stafilokokus


merupakan penyebab yg paling sering
dijumpai.
CASE !!!

Seorang perempuan usia 30 thn datang ke Poli Dalam


dg keluhan nyeri pd saat dibuat menelan dan terdapat
benjolan dibagian leher, sulit bernapas serta dada terasa
berdebar. Riwayatklien pernah mengalami infeksi
saluran napas bagian atas. Saat pemeriksaan fisik teraba
benjolan dibagian leher, benjolan teraba lunak, soliter,
teraba panas dibagian kulit leher dan nyeri pada saat
ditekan. Tanda vita TD 150/90mmHg, N 110x/mnt, RR
28x/mnt, T 38C. Diagnosa sementara klien mengalami
pembesaran pd kelenjar tiroid karena tiroiditis.
PERTANYAAN

• Penyebab penyakit tsb (tiroiditis)


• Klasifikasi dr penyakit tsb (tiroiditis)
• Gejala lain yg muncul yg dpt dikeluhkan klien.
• Penegakan diagnosa medis yg dpt dilakukan
• Penatalaksanaan yg dapat diberikan
• Diagnosa keperawatan yg muncul sesuai dg
kasus (sesuai prioritas)
CASE !!!

Seorang perempuan usia 30 thn datang ke Poli Dalam


dg keluhan nyeri pd saat dibuat menelan dan terdapat
benjolan dibagian leher, sulit bernapas serta dada terasa
berdebar. Riwayatklien pernah mengalami infeksi
saluran napas bagian atas. Saat pemeriksaan fisik teraba
benjolan dibagian leher, benjolan teraba lunak, soliter,
teraba panas dibagian kulit leher dan nyeri pada saat
ditekan. Tanda vita TD 150/90mmHg, N 110x/mnt, RR
28x/mnt, T 38C. Diagnosa sementara klien mengalami
pembesaran pd kelenjar tiroid karena tiroiditis.
PERTANYAAN

• Penyebab penyakit tsb (tiroiditis)


• Klasifikasi dr penyakit tsb (tiroiditis)
• Gejala lain yg muncul yg dpt dikeluhkan klien.
• Penegakan diagnosa medis yg dpt dilakukan
• Penatalaksanaan yg dapat diberikan
• Diagnosa keperawatan yg muncul sesuai dg
kasus (sesuai prioritas)
TIROIDITIS SUBAKUT

1. Tiroiditis granulomatosa subakut (tiroiditis


deQuervain).
• Kelainan inflamasi pd kelenjar tiroid yg sering
menyerang wanita usia 40-50 thn.
• Sering disebabkan oleh adanya infeksi saluran
pernapasan.

2. Tiroiditis limfositik subakut (silent thyroiditis)


• Sering terjadi dalam periode pascapartus (post partum)
dan
diperkirakan karena proses autoimun.
• Muncul gejala hipertiroidisme dan hipotiroidisme.
TIROIDITIS KRONIS
(TIROIDITIS HASHIMOTO)
• Sering dijumpai pd wanita berusia 30 –
50 thn.

• Merupakan jenis penyakit tiroiditis jangka


panjang dan membutuhkan terapi yg lama.

• Terjadi akibat destruksi kelenjar tiroid scr


autoimun dan faktor genetik merupakan faktor
predisposisi dr tiroiditis kronis.
ETIOLOGI
FAKTOR PREDISPOSISI

1. Faktor Genetik
• Risiko lebih tinggi terjadi pd kembar monozygot (35-
55%) dibandingkan dg kembar dizygot (kurang dr 5%).
• Penyakit grave’s

2. Faktor Lingkungan
• Intake yodium yang berlebihan yg akan
menyebabkan reaktifitas dr imun tiroglobulin.
• Stres, merokok dan riwayat penggunaan obat2an
litium,
interferon alfa dan amiodaron dpt memicu tjdnya
tiroiditis.
MANIFESTASI KLINIS

1. Tiroiditis Akut
• Nyeri serta pembengkakan pd leher bagian
anterior.
• Panas
• Disfagia
• Disfonia
• Faringitis atau gejala sakit leher sering dijumpai.
TIROIDITIS AKUT
MANIFESTASI KLINIS

2. Tiroiditis SubAkut
A. Tiroiditis granulomatosa subakut (tiroiditis
deQuervain).
• Pembengkakan dan rasa nyeri pd leher bagian anterior
yg berlangsung 1-2 bln kemudian menghilang spontan
tanpa gejala.
• Pembesaran kelenjar tiroid scr simestris.
• Disfagia.
• Kulit diatasnya tampak kemerahan dan hangat.
• Iritabilitas, gelisah, insomnia dan penurunan BB
(tanda hipertiroidisme)
• Demam dan menggigil.
MANIFESTASI KLINIS

2. Tiroiditis SubAkut
B. Tiroiditis limfositik subakut (silent thyroiditis)
• Tanda hipotiroidisme dan hipertiroidisme mungkin muncul.
• Tanda hipotiroidisme : lemas, mudah lelah, peningkatan BB,
g3 menstruasi, rasa baal dan parastesia, suhu tubuh dan nadi
subnormal.
• Tanda hipertiroidisme : penurunan BB, gelisah,
jantung berdebar, banyak berkeringat.
MANIFESTASI KLINIS

3. Tiroiditis Kronis
• Terjadi pembesaran kelenjar tiroid asimetris dan tdk nyeri.
• Penderita terkadang tdk menyadari adanya goiter kecuali
ketika ukuran goiter sdh cukup besar.
• Disfagia
• Penekanan pd saluran respirasi.
TIROIDITIS KRONIS
MANIFESTASI KLINIS SCR UMUM

• Penurunan atau kenaikan berat badan yang tidak


diketahui
penyebabnya.
• Nyeri otot atau rasa lesu dan lemah.
• Depresi, gelisah atau cemas.
• Kelelahan atau sulit tidur.
• Detak jantung cepat.
• Sering buang air besar
• Keringat bertambah
• Periode menstruasi tidak teratur(pada wanita)
• Iritabilitas
• Kram otot
PEMERIKSAAN DIAGNOSIS

• Pemeriksaan Laboratorium
Pemeriksaan serum TSH > ditemukan peningkatan kadar
TSH.

• Pemeriksaan Radiologi USG


Bertujuan utk mengetahui ukuran dr kelenjar tiroid dan
bentuk
dr nodul (kistik atau solid)

• Biopsi (jk dicurigai adanya keganasan)


PENATALAKSANAAN

1. Tiroiditis Akut
• Pemberian preparat antibiotik dan penggantian
cairan.
• Tindakan insisi dan drainage diperlukan jk tdpt
abses.

2. Tiroiditis Subakut
• Pd kasus ringan pemberian aspirin dpt
mengontrol gejala (namun pemberian tsb hrs
dihindari jk gejala hipertiroidisme muncul).
• Pemberian obat2an NSAID >> menurunkan rasa
nyeri.
PENATALAKSANAAN

2. Tiroiditis Subakut
• Kasus berat, pemberian glukokortikoid
(prednisone
20-40 mg/hr).
• Propanolol : utk mengontrol tirotoksikosis
(gejala berupa palpitasi dan tremor)
• Kondisi hipotiroid dpt muncul >> terapi pengganti
hormon tiroid dpt diberikan dan pemberian
levotiroksin 0,1-0,15 mg/hr.
PENATALAKSANAAN

3. Tiroiditis Kronis
• Tujuan terapi : utk mengurangi ukuran kelenjar
tiroid
dan mencegah kondisi hipotiroid.
• Terapi hormon tiroid diberikan jk tdpt
gejala hipotiroidisme.
• Pembedahan dilakukan jk terdapat gejala
penekanan yg menetap.
PENATALAKSANAAN

Tindakan pembedahan meliputi :


1. Tiroidektomi sub total : mengangkat sebagian
kelenjar tiroid (lobus kanan/kiri yg mengalami
pembesaran diangkat dan kelenjar yg msh tersisa
msh dpt memenuhi kebutuhan tubuh akan hormon2
tiroid shg tdk diperlukan terapi pengganti hormon.
2. Tiroidektomi total :mengangkat seluruh
kelenjar tiroid. Klien hrs mendapatkan terapi
hormon pengganti.
PENGKAJIAN KEPERAWATAN

• Anamnese keluhan utama : nyeri pd tenggorokan,


kesulitan menelan, demam, penurunan BB,
insomnia, gelisah, palpitas ect.
• Kaji kebiasaan sehari-hari meliputi aktifitas dan
mobilitas, pola makan, penggunaan obat2 tertentu serta
pola istirahat tidur.
• Kaji psikososial meliputi kestabilan emosi, iritabilitas,
perhatian yg menurun, fluktuasi emosi.
• Pemeriksaan fisik :
Inspeksi : Adanya pembesaran pada bagian leher.
Palpasi : Teraba masa dibagian leher (kenyal atau
keras).
DIAGNOSA KEPERAWATAN

• Bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dg obstruksi


jalan napas akibat pembesaran kedua kelenjar tiroid.
• Penurunan curah jantung berhubungan dengan penurunan
volume sekuncup akibat dr bradikardia, peningkatan
frekuensi jantung.
• Perubahan nutrisi kurang dr kebutuhan tubuh berhubungan
dg penurunan kebutuhan katabolisme, penurunan nafsu
makan.
• Hipotermi berhubungan dg penurunan laju metabolisme
• Hipertemia berhubungan dg peningkatan laju metabolisme
tubuh.
DIAGNOSA KEPERAWATAN

• Nyeri akut berhubungan dg proses inflamasi.


• Intoleransi aktifitas berhubungan dg kelemahan
akibat peningkatan/penurunan metabolisme tubuh.
• Gangguan proses berpikir berhubungan dg emosi
yang labil
dan perhatian yg menurun.
• Gangguan pola tidur berhubungan dg peningkatan suhu
tubuh akibat peningkatan metabolisme.
CASE !!!

Seorang perempuan usia 30 thn datang ke Poli Dalam


dg keluhan nyeri pd saat dibuat menelan dan terdapat
benjolan dibagian leher, sulit bernapas serta dada terasa
berdebar. Riwayatklien pernah mengalami infeksi
saluran napas bagian atas. Saat pemeriksaan fisik teraba
benjolan dibagian leher, benjolan teraba lunak, soliter,
teraba panas dibagian kulit leher dan nyeri pada saat
ditekan. Tanda vita TD 150/90mmHg, N 110x/mnt, RR
28x/mnt, T 38C. Diagnosa sementara klien mengalami
pembesaran pd kelenjar tiroid karena tiroiditis.
PERTANYAAN

• Penyebab penyakit tsb (tiroiditis)


• Klasifikasi dr penyakit tsb (tiroiditis)
• Gejala lain yg muncul yg dpt dikeluhkan klien.
• Penegakan diagnosa medis yg dpt dilakukan
• Penatalaksanaan yg dapat diberikan
• Diagnosa keperawatan yg muncul sesuai dg
kasus (sesuai prioritas)