Anda di halaman 1dari 20

7 PROPOSAL/USULAN

Dibuat apabila membutuhkan dana dari pihak


lain. Apa manfaat dari hasil penelitiannya,
didalamnya akan dimasukkan juga tentang
rencana kebutuhan dan penggunaan dana.
Memiliki format khusus sesuai dengan
keinginan sponsor.
Maksudnya adalah :
1.Memberi pedoman kerja bagi peneliti
2.Meminta bantuan dana pada sponsor
RANCANGAN ATAU DISAIN PENELITIAN

Rencana atau rancangan yang dibuat oleh


peneliti sebagai ancar-ancar kegiatan yang
akan dilakukan, biasanya berisikan :
Judul, penegasan masalah, alasan mengadakan
penelitian, tujuan, kegunaan hasil, landasan teori,
penelaahan kepustakaan, metodologi (teknik
sampling, metode pengumpulan data, dan analisa
data), langkah-langkah, jadwal, pembiayaan.
Disain penelitian menjelaskan :
1. Penegasan judul atau pembatasan masalah
2. Alasan pemilihan judul : penting, menarik, belum
ada yang meneliti
3. Problematik penelitian : merupakan hal yang
dipertanyakan
4. Tujuan penelitian
5. Kesimpulan yang ditulis pada akhir laporan (ada
sinkronisasi antara : problematik, tujuan dan
kesimpulan.
6. Kegunaan hasil penelitian : yang disumbangkan
untuk : kemajuan ilmu dan kemaslahatan umat.
RANCANGAN PENELITIAN

Rancangan yang dibuat sebelum melakukan


penelitian adalah : Disain/proposal/usulan penelitian

Disain (design) adalah rancangan atau rencana


yang dibuat oleh peneliti sebagai rencana
kegiatan yang akan dilaksanakan dalam
penelitian.
BEREKSPERIMEN
Mengadakan kegiatan percobaan untuk
melihat sesuatu hasil. Hasil itulah yang akan
menegaskan bagaimana kedudukan
perhubungan kausal antara variabel yang
diselidiki (secara teliti diadakan manipulasi
terhadap variabel eksperimen dibandingkan
dengan variabel kontrol)
TUJUAN EKSPERIMEN
• Mencari faktor sebab dan faktor akibat
• Tidak semua persoalan dapat dipecahkan dengan metode
eksperimen dan tidak semua penemuan utama dilakukan
melalui eksperimen misalnya : sarjana-sarjana (Darwin,
Freud, Einstein) belum pernah mengadakan eksperimen
yang besar.
• Eksperimen banyak dilakukan justru untuk menguji deduksi
Einstein (Surachmat, 1982).
• Kesalahan variabel yang mungkin berbeda dari sifatnya dari
situasi ke situasi adapun sumbernya :
– Dalam penyusunan sampel (kesalahan tipe S) yang secara
kebetulan mengandung bias
– Dalam hubungan kelompok (kesalahan tipe K)
– Dalam proses replikasi (kesalahan tipe R) dimana unsur ekstern dan
atau historik memberi efek sistimatik pada replikasi tertentu dan
tidak pada replikasi lain (Surachman, 1982)
KESULITAN EKSPERIMENTATOR

• Memanipulasi berbagai situasi


• Penyusunan metode eksperimen terutama
pengadaan unit kontrol yang digunakan
sebagai patokan perbandingan dengan
unit eksperimen
PEDOMAN UMUM DALAM PENELITIAN EKSPERIMENTAL
(John Stuart Mill)

Cara sederhana untuk mengetahui faktor penyebab timbulnya


sebuah akibat : membandingkan berbagai peristiwa yang
memperlihatkan fenomena tertentu.
• bila dalam berbagai peristiwa memperlihatkan fenomena P
terdapat kesamaan kecuali dalam faktor O, maka faktor itulah
yang mungkin menimbulkan sebab, jadi fenomena P adalah
akibatnya.
• Membandingkan peristiwa yang memiliki fenomena S dengan
yang tidak. Bila serangkaian peristiwa adalah sama kecuali
didalam satu faktor R dan bila kehadiran faktor R menimbulkan
fenomena S maka S mungkin adalah akibat R.
Lanjutan……………..
– mengkombinasikan dua cara yang terdahulu yakni : Mencari
faktor tertentu yang sama dalam segala peristiwa dimana timbul
fenomena tertentu, kemudian melihat apakah fenomena itu tidak
pernah timbul, bila tidak pernah ada. Bila kedua langkah
menunjukkan hasil yang sama dapat disimpulkan ada hubungan
sebab akibatnya.
– melokalisir faktor penyebab melalui proses eliminasi (pemilihan)
bila sudah diketahui adanya faktor tertentu yang menimbulkan
bahagian tertentu dari suatu fenomena maka bahagian lain dari
fenomena itu adalah akibat dari faktor selebihnya dalam
peristiwa. Bila perubahan itu sama dan sejalan maka
kemungkinannya peristiwa yang pertama adalah sebab bagi
peristiwa yang kedua atau mungkin pula peristiwa itu
disebabkan oleh faktor lain (Surakhman, 1982)
Cara menyisihkan faktor non eksperimental (Secara ilmiah)

1. Secara fisik yakni diisolasikan (non experimental)


2. Secara selektif (artinya : faktor-faktor lain tetap ada dan tetap
berperan, tetapi kerjanya diawasi, diikuti, dan dimonitor). Expr
3. Memanipulasi statistik, yang dihitung hanya efek faktor yang
dieksperimenkan.
4. Apabila satu dan lain faktor dipandang sebagai dua hal yang
berlawanan, maka no.1 merupakan penelitian non
eksperimental, sedangkan yang ke-2 penelitian eksperimen.
5. Jenis pertama mencoba menemukan sesuatu perbaikan
dengan mempelajari apa yang ada sedangkan jenis kedua
dengan mempelajari sesuatu yang diadakan.
Rancangan Penelitian
No experimental Experimental

Populasi
Homogen = CRD
Heterogen = CRBD
CRD (Complite Random designe)
HOMOGEN
A B C D
CRBD (Complite Random Block Designe)
HETEROGEN
A B C D

A1 A2 B1 B2 C1 C2 D1 D2
Contoh : penelitian.

Judul : Seleksi Alam dan pengaruh Lingkungan


terhadap Proses terjadinya variasi pada
Kacang tanah
Masalah : Bagaimana hubungan antara …
Tujuan : Ingin mengetahui ……
Tinjauan Pustaka : Rekombinasi berlangsung
melalui perkawinan, hubungan seksual
dan rekombinasi merupakan hal yang
penting dalam evolusi.
1. KACANG TANAH
• Kelompok Berbiji Besar (B)
• Kelompok Berbiji Kecil (K)
Ditanam pada kondisi yang sama
Kelompok B menghasilkan biji yang besar-besar
Kelompok K menghasilkan biji yang kecil – kecil
Hasilnya dari generasi kegenerasi tetap sama
Kesimpulan : Seleksi alam dan pengaruh lingkungan
tidak berpengaruh terhadap proses
terjadinya varietas BARU
2. JAGUNG
• Kelompok Protein Tinggi
• Kelompok Protein Rendah
• Kelompok Lemak Tinggi
• Kelompok Lemak Rendah
Kadar minyak (4,7 %) – percobaan diulang sampai 35 generasi baru
dapat diperoleh dengan varietas dan sifat sebagai berikut:

1. VJ kadar protein tinggi


2. VJ kadar protein rendah
3. VJ kadar minyak rendah
4. VJ kadar minyak tinggi
Grafik menunjukkan perubahan kadar protein
dan minyak dari generasi ke generasi

140

120

100
MT
80
PT
60

40
MR
20
PR
0
1 2 3 4 5 6 7 8
Grafik menunjukkan perubahan kadar
minyak dari generasi ke generasi

140

120

100
Kadar tinggi
80

60

40
Kadar rendah
20

0
1 2 3 4 5 6 7 8
MENGAPA ?
• Percobaan I tidak mengalami perubahan dan
percobaan 2 mengalami perubahan.

• Sampai generasi 50 kadar lemak dari 4,7%-


15,4%, yang rendah penurunannya 1,0%

• Kesimpulan: rekombinasi gen-gen karena


adanya perkawinan silang merupakan suatu
bahan mentah evolusi dan memungkinkan
adanya varietas baru.
REKOMBINASI DAN SELEKSI

• Berlangsung melalui perkawinan


• Hubungan sexual merupakan hal penting
dalam proses evolusi
• Dipelajari melalui hasil percobaan pada :
– Kacang (K) oleh (W.Johansen)
– Jagung (J) oleh Kelompok ahli pertanian dari
Universitas Illinois