Anda di halaman 1dari 27

NAMA : VINNY FITRIA ARDYANI

NIM : 201851312
MATKUL : FARMASI LINGKUNGAN
(SELASA, JAM 20.00)
MATERI : LINGKUNGAN POSTNATAL
TAHAP TUMBUH KEMBANG
Berlangsung teratur, saling berkaitan, dan berkesinambungan

Masa Pranatal

Masa Postnatal
DEFINISI POSTNATAL
Post-natal/Post Partum/Nifas adalah masa sesudah kelahiran atau masa
dimana bayi sudah keluar dari dalam kandungan. Periode tidak kurang dari
10 atau lebih dari 28 setelah persalinan, dimana selama waktu itu
kehadiran yang continue dari bidan kepada ibu dan bayi sedang diperlukan.

Setelah bayi lahir keluar dari kandungan akan mengalami perkembangan


yang meliputi masa bayi, masa awal anak-anak, masa pertengahan dan
akhir anak-anak, masa remaja, masa awal dewasa, masa dewasa, masa
akhir dewasa, dan sampai masa tua.
DEFINISI POSTNATAL
Pengertian post natal/post partum/masa nifas menurut beberapa ahli atau
pendapat yaitu :
• Post natal/post partum/masa nifas adalah masa sesudahnya persalinan
terhitung dari saat selesai persalinan sampai pulihnya kembali alat
kandungan ke keadaan sebelum hamil. (Padila, 2014)
• Post natal adalah masa setelah seorang ibu melahirkan bayi yang
dipergunakan untuk memulihkan kesehatanya kembali yang umunya
memerlukan waktu 6-18 minggu. (Nugroho, dkk, 2014)
• Post natal (puerperium) adalah masa yang dimulai setelah plasenta
keluar dan berakhir ketika alat-alat kandung kembali seperti kekeadaan
semula (sebelum hamil). Masa nifas berlangsung kira-kira 6 minggu.
(Sulistyawati, 2012)
DEFINISI POSTNATAL
Dalam masa post-natal (sesudah lahir) terdapat juga masa neonatus yaitu
dimulai pada waktu lahir sampai akhir minggu kedua setelah bayi lahir, dan
masa partunatus yaitu berlangsung sejak bayi lahir sampai di potong tali
pusarnya. Sesudah di potong tali pusarnya bayi akan memasuki masa
neonatus, jadi masa partunatus ini sangat pendek sekali sehingga dalam
seluruh masa partunatus biasa di anggap masa neonatus saja.
MASA NIFAS/POSTNATAL
 Masa nifas dimulai setelah plasenta lahir dan berakhir ketika alat-alat

kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. Masa nifas kurang


lebih selama 6 minggu (Syaifuddin, 2002). 
 Masa nifas dimulai setelah partus selesai dan berakhir setelah kira-kira

6 minggu akan tetapi seluruh alat genetalia baru pulih kembali seperti
sediakala dalam waktu 3 bulan (Prawirohardjo, 1991). 
MASA POSTNATAL ATAU MASA
SETELAH LAHIR
masa neonatal (0-28 hari)

masa bayi (s/d 2 th)

masa prasekolah (2-6 th)

masa sekolah atau prapubertas (wanita: 6-10 th; laki-laki: 8-12 th)

masa adolesensi atau masa remaja (wanita: 10-18, laki-laki: 12-20)


PERUBAHAN-PERUBAHAN YANG TERJADI
1. Perubahan fisik
2. Involusi rahim
3. Involusi tempat placenta
4. Pembuluh darah rahim
5. Dinding perut dan peritonium
6. Saluran kencing
7. Laktasi
8. Lokea
9. Perubahan psikis 
PERIODE POSTNATAL/NIFAS
Menurut Mochtar (1998) periode nifas dibagi menjadi 3 :

1. Early puerperium (puerperium dini) 


Kepulihan dimana ibu telah diperbolehkan berdiri dan berjalan-jalan.
Dalam agama Islam telah bersih dan boleh bekerja setelah 40 hari. 

2. Immediete puerperium (masa nifas pertengahan) 


Kepulihan menyeluruh alat-alat genetalia yang lainnya 6-8 minggu 

3. Later puerperium 
Waktu yang diperlukan untuk pulih dan sehat sempurna terutama bila
selama kehamilan atau bersalin mengalami komplikasi, waktu untuk
sehat sempurna biasa berminggu-minggu atau bahkan tahunan).
TUJUAN PERAWATAN MASA NIFAS
Adapun tujuan dari perawatan masa nifas adalah:

1. Menjaga kesehatan ibu dan bayi baik fisik maupun psikologi

2. Melaksanakan skrining yang komprehrnsif, mendeteksi masalah,


mengobati atau merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu maupun bayi.

3. Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan diri,


nutrisi, keluarga berencana, menyusui, pemberian imunisasi pada bayi
dan perawatan bayi sehat.

4. Untuk mendapatkan kesehatan emosi. (Bari Abdul, 2000)


FAKTOR LINGKUNGAN POSTNATAL

1. Biologis: jenis kelamin, umur, gizi, perawatan kesehatan, kepekaan


terhadap penyakit, penyakit kronis, fungsi metabolisme, hormon

2. Fisik: cuaca, musim, keadaan geografis, sanitasi, keadaan rumah,


radiasi

3. Psikososial: stimulasi, motivasi belajar, sekolah, dll.


4. Faktor keluarga dan adat istiadat: ekonomi keluarga, pendidikan
ortu, agama, adat-istiadat, dll.
FAKTOR LINGKUNGAN POSTNATAL
• Pengetahuan ibu
Ibu yang mempunyai pengetahuan kurang, maka tidak akan memberikan
stimulasi pada perkembangan anaknya sehingga perkembangan anak akan
terhambat.

• Gizi
Pada masa pertumbuhan dan perkembangan, terdapat kebutuhan zat gizi
yang diperlukan seorang anak, seperti :protein, karbohidrat, lemak, mineral,
vitamin, dan air. Seorang anak yang kebutuhan zat gizinya kurang atau tidak
terpenuhi, maka dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangannya.
 
• Budaya lingkungan
Budaya lingkungan dalam hal ini adalah masyarakat dapat mempengaruhi
pertumbuhan dan perkembangan anak dalam memahami atau
mempersepsikan pola hidup sehat.
FAKTOR LINGKUNGAN POSTNATAL
• Status sosial ekonomi
Anak dengan status sosial ekonomi tinggi, pemenuhan kebutuhan gizinya
sangat baik dibandingkan dengan anak yang status ekonominya rendah.
 
• Lingkungan fisik
Sanitasi lingkungan yang kurang baik, kurangnya sinar matahari,
mempunyai dampak yang negatif terhadap pertumbuhan anak.
 
• Lingkungan pengasuhan
Interaksi timbal balik antar ibu dan anak akan menimbulkan keakraban
antara ibu dan anak. Anak akan terbuka kepada ibunya, sehingga
komunikasi dapat dua arah dan segala permasalahan dapat dipecahkan
bersama karena adanya keterdekatan dan kepercayaan antara keduannya.
FAKTOR LINGKUNGAN POSTNATAL
• Stimulasi
Perkembangan memerlukan rangsangan atau stimulasi, misalnya :
penyediaan alat mainan, sosialisasi anak, keterlibatan ibudan anggota
keluarga lain terhadap kegiatan anak, perlakuan ibu terhadap perilaku
anak. Anak yang mendapatkan stimulasi terarahdan teratur akan lebih
cepat berkembang dibandingkan dengan anak yang kurang atau tidak
mendapat stimulasi.
 
• Olahraga atau latihan fisik
Olahraga atau latihan fisik dapat memacu perkembangan anak, karena
dapat meningkatkan sirkulasi darah sehingga suplay oksigen ke seluruh
tubuh dapat teratur.
HUBUNGAN MASA PRENATAL DAN POSTNATAL
DENGAN ILMU PSIKOLOGI
Jika seorang calon ibu hamil telah memiliki pemahaman yang baik tentang
sikis dan spikis diri pribadi serta mampu mengaplikasikannya dalam
kehidupan sehari-hari, maka ketika dia sudah mengandung calon bayi dia
akan siap secara sempurna bagaimana semestinya dan apa saja yang
dibutuhkan si calon bayi untuk awal perkembangannya secara optimal, dan
kelak ketika bayi tersebut sudah dilahirkan maka si ibu tadi yang sudah
mengerti ilmu psikologi akan faham bagaimana cara mengasuh dan
mendidik anaknya dengan baik dan benar. Oleh karena itu mempelajari
psikologi itu sangat penting dan bernanfaat sekali bagi kehidupan.
INFEKSI POSTPARTUM /POSTNATAL
Beberapa infeksi postpartum yang sering terjadi adalah:
• Endometritis, infeksi pada endometrium (lapisan rahim)
• Mastitis, infeksi payudara
• Sayatan yang terinfeksi
• Infeksi saluran kemih
TANDA-TANDA & GEJALA
• Nyeri perut bawah, demam rendah, lokia yang berbau busuk (tanda-
tanda endometritis)
• Area yang terasa sakit, keras, hangat dan merah (biasanya hanya pada
satu payudara) dan demam, menggigil, nyeri otot, kelelahan atau sakit
kepala (tanda-tanda mastitis)
• Kemerahan, cairan, pembengkakan, hangat atau meningkatnya rasa
sakit di sekitar area sayatan atau luka (baik sayatan operasi caesar,
episiotomi atau luka gores) atau sayatan yang terlihat seperti akan
terpisah
• Sulit dan nyeri saat buang air kecil, merasa seperti ingin buang air kecil
dengan sering dan mendesak namun hanya sedikit atau tidak ada urin
yang keluar, atau urin keruh atau berdarah (tanda-tanda infeksi saluran
kemih).
FAKTOR-FAKTOR RESIKO
Berdasarkan metode yang digunakan untuk persalinan, risiko terkena
infeksi setelah persalinan berbeda-beda. Kemungkinan mengalami infeksi
adalah:
• 1-3% pada persalinan normal melalui vagina
• 5-15% pada operasi caesar yang terjadwal dan dilakukan sebelum
persalinan dimulai
• 15-20% pada persalinan non-caesar tak terjadwal yang dilakukan
setelah persalinan dimulai
Ada berbagai faktor tambahan yang meningkatkan risiko wanita terkena
infeksi, meliputi:
• Anemia
• Obesitas
• Bacterial vaginosis, infeksi menular seksual
• Beberapa pemeriksaan vagina selama persalinan
• Memonitor janin secara internal
• Persalinan yang berkepanjangan
• Jeda antara pecahnya ketuban dan persalinan
• Kolonisasi saluran vagina dengan bakteri streptococcus golongan B
• Memiliki sisa plasenta pada rahim setelah persalinan
• Perdarahan berlebih setelah persalinan
• Usia muda
• Kelompok sosial ekonomi rendah
Pendarahan post-partum didefinisikan oleh The World Health
Organization (WHO) sebagai keadaan kehilangan darah >500 ml pada 24
jam setelah melahirkan. Beberapa pengertian lain menyebutkan >500 ml
merupakan jumlah darah yang hilang melalui persalinan normal,
sedangkan >1000 ml untuk seksiocaesarean. Definisi populer lainnya
mengatakan penurunan 10%, baik hemoglobin maupun hematokrit.
Namun, definisi tersebut sering tidak merefleksikan keadaan
hemodinamik pasien.
Menurut penelitian tahun 2008, dikatakan setiap wanita meninggal tiap menitnya
saat melahirkan, dimana 24% disebabkan karena pendarahan berat. Sekitar
529.000 wanita meninggal saat hamil setiap tahunnya dan hampir semuanya
(99%) terjadi pada negara berkembang. 40% kematian karena pendarahan post-
partum terjadi pada 24 jam pertama dan 66% terjadi saat minggu pertama. Dari
data Nationwide Inpatient Sample (NIS) Amerika serikat pada tahun 2004,
didapatkan 25.654 kasus pendarahan post-partum dari 876.641 kehamilan. Tujuh
puluh sembilan persen disebabkan karena atonia uteri. Dari 1995 hingga 2004
terjadi peningkatan kasus pendarahan post-partum sebanyak 27,5% yang
umumnya terjadi karena peningkatan atonia uteri. Di Kanada, pada tahun 2000
hingga 2009 kasus pendarahan post-partum meningkat 27% dan atonia uteri
meningkat 33%.
Penyebab utama kematian ibu Hamil
PERAWATAN POST PARTUM
• Dimulai kala II dengan menghindarkan kemungkinan perdarahan & infeksi.
• Bila ada laserasi jalan lahir/luka bekas episiotomi, lakukan penjahitan &
perawatan luka sebaik-baiknya.
• 2 jam post partum wanita harus tidur telentang untuk mencegah terjadinya
perdarahan.
• Dalam 6 jam pertama dianjurkan miring kiri dan kanan untuk mencegah
trombosis.
• Setelah 6 jam dianjurkan mobilisasi bertahap
• Ibu dan bayi bisa diletakkan dalam 1 kamar (rooming in) atau terpisah.
• Pada hari ke-2 bila perlu dapat dilakukan latihan-latihan senam.
ROOMING IN
PERAWATAN POST PARTUM
• Diet cukup kalori, cukup protein, cairan serta buah-buahan karena
wanita mengalami hemokosentrasi.
• Miksi/berkemih dalam 6 jam pertama.
• Pada tindakan pervaginam sebaiknya dipasang dawer
catheter/indwelling catheter untuk memberi istirahat pada otot-otot
kandung kencing.
• Defekasi harus ada 3 hari post partum.
• Bila terdapat after pains/mules beri analgetik/sedativa supaya dapat
tidur.
DAFTAR PUSTAKA
• http://worldhealth-bokepzz.blogspot.com/2012/02/definisi-post-natal.html
• eprints.uny.ac.id/26700/2/konsep_tumbang%20AUD-1.ppt
• http://irulanis.blogspot.com/2013/04/faktor-faktor-yang-mempengaruhi.html
• https://hellosehat.com/penyakit/infeksi-postpartum/
• http://eprints.umsida.ac.id/1276/1/PSI%20Prenatal.pdf
• https://www.academia.edu/33452035/proposal_post_partum.docx
• https://isainsmedis.id/index.php/ism/article/viewFile/59/60
• https://
www.slideserve.com/morrie/asuhan-keperawatan-post-natal-oleh-ns-lili-fajria-s-ke
p-m-biomed