Anda di halaman 1dari 17

LOGO

Manajemen Resiko

Yerni Sitompul
Amd.Per.Kes..S.Kom.Info.Kes.M.Kes
Manajemen resiko di unit RMIK

1 Definisi manajemen resiko

2 Kategori resiko di unit RMIK

3 Fungsi manajemen resiko

4 Komponen manajemen resiko

5 Langkah-langkah manajemen resiko

Al the best my students


1 Definisi manajemen resiko

Manajemen resiko di unit


RMIK?

 On the [View] menu, point to [Master],


and then click [Slide Master] or [Notes
Master]. Change images to the one you
like, then it will apply to all the other
slides.
 Resiko adalah ketdkpastian (uncertainty)
yg mungkin melahirkan peristiwa kerugian (loss)

UNCERTAINLY PROBABILITY
RESIKO (Ketidak (Kemungkinan)
Pastian) )

suatu tantangan yang perlu diatasi dan


Resiko melalui suatu pemikiran positif diharapkan
akan memberikan nilai tambah atau
imbalan hasil yang tinggi pula.
 Manajemen Resiko adalah

Clough and Sears, 1994

Suatu pendekatan yang komprehensif untuk menangani semua


kejadian yang menimbulkan kerugian

William et al, 1995

Suatu aplikasi dari manajemen umum yg mencoba utk


mengidentifikasi, mengukur, dan menangani sebab dan akibat dari
ketidakpastian pada sebuah organisasi

Dorfman, 1998

Sebagai suatu proses logis dalam usahanya untuk memahami


eksposur terhadap suatu kerugian
2 Kategori resiko di unit RMIK

Ketidak Kehilangan
Kegagalan Kesalahan Kebocoran
lengkapan /kesalahan
memperoleh pelabelan informasi
Text in catatan penyimpan
informed rekam rekam
here dlm rekam an rekam
consent medik medik
medik medik

Point
Kategori Resiko pada Rumah Sakit
3 Fungsi manajemen resiko

Menetapkan kebijaksanaan dan strategi manajemen


1
resiko

Primary champion of risk management pd level


2 strategis dan operasional

3 Membangun budaya sadar

Menetapkan kebijaksanaan resiko internal dan


4
struktur
Fungsi manajemen resiko

Mendesain dan mengkaji ulang proses


5
manajemen resiko

Sarana koordinasian mengenai masalah


6 manajemen resiko

7 Membangun proses cepat tanggap resiko

8 Menyiapkan laporan tentang resiko


4 Komponen manajemen resiko

Prioritas Resiko

Identifikasi Resiko A C Pelaporan Resiko

Concept

Manajemen terkait E D Manajemen Resiko


Tuntutan (Klaim) (Analisis)
5 Langkah-langkah manajemen resiko

Identifikasi Resiko

Teknik identifikasi resiko

Analisis resiko dan pengukuran tingkat keparahan

Asesmen resiko

Menentukan prioritas resiko

Pengendalian dan pencegahan resiko


Identifikasi Resiko

Identifikasi resiko adalah usaha mengidentifikasi situasi yang


dapat menyebabkan cedera, tuntutan/kerugian secara finansial.

Resiko dapat dibedakan menjadi:


1. Risiko potensial (dengan pendekatan pro-aktif) dan
2. Insiden yang sudah terjadi (dengan pendekatan reaktif / responsif).

Risiko potensial dpt diidentifikasi dr Risiko atau insiden yang sudah


berbagai macam sumber, misalnya: teridentifikasi harus ditentukan
a. Informasi internal (rapat bagian / peringkatnya (grading) dengan
koordinasi, audit, incident report, klaim, memperhatikan:
komplain) a. Tingkat peluang/frekwensi
b. Informasi eksternal (pedoman dari kejadian (likelihood)
pemerintah, organisasi profesi, b. Tingkat dampak yg dpt/ sudah
lembaga penelitian) ditimbulkan (consequence)
c. Pemeriksaan atau audit eksternal
Teknik identifikasi resiko

Teknik identifikasi resiko:


1. Brainstorming
2. Questionare
3. Industry benchmarking
4. Scenario analysis
5. Risk assessment workshop
6. Incident investigation
7. Auditing
8. Inspection
9. Checklist
10. HAZOP (Hazard and Operability Studies)
Analisis resiko dan pengukuran tingkat keparahan

Analisa dilakukan dengan menentukan score risiko atau insiden


tersebut untuk menentukan prioritas penanganan dan level
manajemen yang harus bertanggung jawab untuk mengelola /
mengendalikan risiko / insiden tersebut termasuk dalam kategori hijau
/ kuning /ungu/ merah

Pengukuran tgkt keparahan memerlukan keterampilan dan


pengetahuan yang sesuai, dan meliputi proses berikut :
a. Menilai secara obyektif beratnya /dampak/akibat danmenentukan
suatu skor
b. Menilai secara obyektif kemungkinan / peluang / frekuensi suatu
peristiwa terjadi dan menentukan suatu skor
c. Mengalikan dua parameter untuk memberi skor risiko
Asesmen resiko

Asesmen resiko merupakan proses evaluasi utk dpt


menentukan tingkatan yg dibutuhkan mengurangi resiko shg
pd tingkat yg dpt diterima.

Asesmen resiko akan dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu


a. Tahap pertama akan diselesaikan oleh penilai risiko yang
terlatih, yang akan mengidentifikasi bahaya, efek yang
mungkin terjadi dan pemeringkatan risiko.
b. Tahap kedua dari penilaian akan dilakukan oleh Kepala
Unit Kerja yang akan melakukan verifikasi tahap pertama
dan membuat suatu rencana tindakan untuk mengatasi
risiko
Menentukan prioritas resiko

TINGKAT RESIKO (R) = P x F x A

Keterangan:
asumsi probabilitas kejadian (PELUANG) = P.
seringnya terjadi ( FREKUENSI ) = F .
dengan besaran dampak (AKIBAT) = A .
serta score/tingkat risiko ( RESIKO ) = R

Grade Resiko diklasifikasikan ke dalam:


1. Rendah: Resiko masih dapat di terima dan di toleransi,
2. Cukup Tinggi: dilakukan perbaikan secepatnya,
3. Tinggi: perlu mendapat perhatian dari manjemen puncak dan
tindakan perbaikan segera di lakukan,
4. Sangat Tinggi: perlu mendapat perhatian dari manjemen
puncak dan tindakan Cyto perbaikan segera di lakukan
Pengendalian dan pencegahan resiko

Pengendalian dan pencegahan resiko atau insiden dengan target


menghilangkan atau menekan risiko hingga ke level terendah
(risiko sisa) dan meminimalisir dampak atau kerugian yang
timbul dari insiden yang sudah terjadi

Dalam pengendalian risiko yang masuk dalam kategori hijau dan


kuning, maka tindak lanjut evaluasi dan penyelesaiannya dilakukan
dengan investigasi sederhana, melalui tahapan:
1. Identifikasi insiden dan di-grading
2. Mengumpulkan data dan informasi: observasi , Telaah dokumen,
Wawancara
3. Kronologi kejadian
4. Analisa dan evaluasi sederhana:
a. penyebab langsung: individu, peralatan ,lingkungan tempat
kerja, prosedur kerja
b. penyebab tidak langsung: individu , tempat kerja
5. Rekomendasi: jangka pendek, jangka menengah, jangka panjang
LOGO