Anda di halaman 1dari 35

Mekanisme kerja akupunktur

untuk nyeri kanker

Adiningsih Srilestari
Kolegium Akupunktur Indonesia
Kanker merupakan masalah kesehatan utama di
seluruh dunia

Merupakan salah satu penyebab morbiditas dan


mortalitas pada anak-anak dan orang dewasa
Salah satu gejala
yang paling umum Dapat akibat
Atau akibat dari
pada pasien langsung dari
terapi antikanker:
kanker adalah kanker
nyeri

Radiasi
Pembedahan Kombinasinya
kemoterapi
Terapi farmakologis dapat mengurangi nyeri kanker.

Efek samping :

Gangguan pencernaan Ketergantungan opiat


Three Step Ladder of WHO
Akupunktur:
Adalah perangsangan titik-titik pada permukaan tubuh untuk tujuan
menghilangkan nyeri dan mengobati berbagai kondisi kesehatan
tertentu
Titik akupunktur:

Merupakan
kumpulan
komponen saraf
Memiliki potensial
Tahanan listrik dan
listrik yang lebih
lebih rendah neuroaktif,disebut
tinggi
sebagai Neural
Acupuncture Unit
(NAU)
Mekanisme kerja akupunktur terhadap nyeri
Beberapa dasar fisiologi akupunktur untuk menghilangkan
rasa nyeri:
A. MELEPASKAN OPIOID ENDOGEN

Penusukan titik akupunktur

Mengaktifkan reseptor mekanik &


mengirim sinyal aferen sepanjang
traktur ventrolateral

Mengaktifkan nukleus di otak

Modulasi sensasi nyeri

Menghambat SG
Sinyal penusukan dibawa oleh
serabut somatik aferen ke
medula spinalis

Mengaktifkan hipofise -
hipothalamus

Pelepasan β endorphin ke
pembuluh darah dan cairan
serebrospinalis

Analgesia fisiologis
B. MODULASI SISTEM ADRENERGIK

Akupunktur mengaktifkan
serabut saraf simpatis

Norepinefrin

Merangsang reseptor
adrenergik pada sel inflamasi

β endorfin

Nyeri berkurang
C. Modulasi system sinyal 5-Hydroxytriptamine (5-HT)
• 5-HT dan reseptornya banyak diekspresikan oada susunan saraf pusat
dan berperan dalam modulasi nyeri
• EA meningkatkan 5-HT khususnya di NRM dan MS
D. Modulasi N-Methyl- D- aspartate / AMPA/ Kainate Signalling
System
• Telah terdokumentasi dengan baik bahwa system signaling dari
glutamate dan reseptornya N-Methyl- D- aspartatic acid (NMDA), α-
amino-3-hydroxy-5-methyl-4-isoxazolepropionic acid (AMPA) dan
kainate yang banyak ditemukan di medulla spinalis, berperan penting
dalam transmisi sinyal nyeri
E. Modulasi dari sistem neurotransmiter lain
Akupunktur:
- Meningkatkan reseptor arakhidonat (CB2R) untuk meningkatkan
opioid dalam jaringan inflamasi
- Meningkatkan mRNA melanocortin β-endorfin
F. TEORI ANTIINFLAMASI
Penusukan titik
akupunktur

mikrotrauma

Neuropeptida: < :antiinflamasi Degranulasi sel


- CGRP mast:
- Substansi P > :inflamasi - TNF α
- β-endorphin - Interleukin
↓ - Kemokin
Sel Th2 IL10, - ATP
antiiflamasi - Prostaglandin
Perubahan morfologis setelah
manual akupunktur pada titik LI4

1. Terminal axon lokal memberi efek


lokal & sinyal akupunktur
ditransmisikan ke SSP
2. Manual akupunktur menginduksi
pelepasan SP dan CGRP dari akson
terminal untuk mengaktifkan
pembuluh darah lokal dan sel mast
secara simultan
3. SP dan CGRP bekerja pada pembuluh
darah dan sel mast untuk
melepaskan tryptase, histamin (HA),
serotonin (5-HT) dengan degranulasi
4. Tryptase, histamin (HA), serotonin (5-
HT) menstimulasi serat saraf lokal
dan memperkuat transmisi sinyal
akupunktur
G. AKTIVASI DIFFUSE NOXIOUS INHIBITORY CONTROL SYSTEM
Menurut Le Bars et al (1979)

Mekanisme neuronal

DNIC (Diffuse Noxious


Inhibitory Control)
Berasal dari subnukleus
retikularis dorsalis dalam
kauda medulla oblongata

Menghambat SG
Keamanan (safety)
• Meskipun akupunktur telah terbukti aman, tetapi para
praktisi harus mengetahui kondisi dan tatalaksana yang baik
terhadap pasien.
• Kontraindikasi:
• Absolut
• Relatif
• Kontraindikasi absolut:
- Imunosupresi berat
- Sangat takut akan jarum
- Gangguan pembekuan darah berat
- Defisiensi protrombin
• Kontraindikasi relatif:
- Penusukan jarum ke dalam “ lymphademic limb”
- Penusukan jarum ke dalam tumor
- Penusukan jarum ke daerah infeksi
- Penusukan jarum ke dalam dan sekitar tulang belakang yang
berpotensi tidak stabil
• Populasi yang rentan:
• Anak-anak
• Usia lanjut
• Golongan orang-orang yang tidak mempunyai toleransi yang baik
terhadap efek farmakologi
• Beberapa metode terapi yang dapat digunakan:
- Rangsang manual
- Elektroakupunktur
• Modalitas terapi yang digunakan:
a. Akupunktur tubuh
b. Akupunktur telinga
c. Akupunktur pergelangan kaki dan tangan
Teknik penjaruman dan dosis

Tiga belas randomized clinical


Satu tinjauan sistematis trial (Tinjauan sistematis) untuk
membuktikan bahwa dosis nyeri kronik pada lutut, dosis
adekuat akupunktur untuk adekuat adalah 6 kali terapi
nyeri kronik adalah satu kali akupunktur dengan 4 atau
seminggu selama 6 kali terapi lebih titik akupunktur dengan
waktu 20 menit atau lebih
• Penelitian akupunktur terhadap nyeri kanker telah banyak dilakukan,
menurut tinjauan sistematis,terbukti akupunktur dapat mengurangi
nyeri kanker
Menurut panduan National Cancer Institute (NCI), akupunktur
merupakan bagian dari terapi terintegrasi dengan terapi farmakologi
sebagai tatalaksana nyeri pada pasien kanker