Anda di halaman 1dari 34

TB PARU

Oleh:
FINA MASTURA
RIZKI FITRIA DWINA
SYAMSURA

Pembimbing :
dr. GUNARDI, Sp. PD
PENDAHULUAN
Tuberkulosis paru merupakan penyakit infeksi
menular yang disebabkan oleh Mycobacterium
tuberculosis.
Tb paru dapat menular melalui udara (droplet
nuclei) saat pasien Tb batuk dan percikan ludah
yang mengandung bakteri tersebut terhirup oleh
orang lain saat bernapas.

Gejala respiratorik yang dapat ditimbulkan adalah


batuk berdahak lebih dari tiga minggu, batuk
berdarah, sesak nafas dan nyeri dada. Sedangkan
gejala sistemik dapat berupa berkeringat pada
malam hari, demam tidak tinggi/meriang, nafsu
makan dan berat badan menurun

Dari hasil data WHO tahun 2009, lima negara


dengan insidens kasus terbanyak yaitu India
(1,6-2,4 juta), China (1,1-1,5 juta), Afrika Selatan
(0,4-0,59 juta), Nigeria (0,37-0,55 juta) dan
Indonesia (0,35-0,52 juta).
LAPORAN KASUS

IDENTITAS
Nama : Tn.AM
Umur : 75 Tahun
Jenis Kelamin : Laki – laki
Status Perkawinan: Sudah Menikah
Agama : Islam
Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat : PB. Blang Pase, Langsa, Aceh
Suku : Aceh
Tanggal Masuk : 09 Agustus 2017 Pukul: 17.00 WIB
 Keluhan utama : Sesak nafas

 Telaah :

Keluhan sesak nafas dirasakan sejak dua hari yang lalu dan
memberat satu hari ini. Pasien juga mengeluhkan batuk berdahak
berwarna kuning kehijauan yang dirasakan sejak satu bulan
terakhir. Demam dirasakan sejak tiga hari ini, demam bersifat
naik turun. Pasien juga sering menggigil dan berkeringat di
malam hari. Pasien mengaku nafsu makan dan berat badannya
menurun drastis sejak sebulan ini.
 Riwayat Penyakit Terdahulu : Hipertensi

 Riwayat Penyakit Keluarga : Tidak ada

 Riwayat Pemakaian obat : Tidak ada

 Riwayat Sosial dan Kebiasaan : Merokok


ANAMNESA ORGAN
Jantung Tidak Ada Kelainan Tulang Tidak Ada Kelainan

Sirkulasi Tidak Ada kelainan Otot Tidak Ada Kelainan

Saluran Pernafasan Ada Kelainan Darah Tidak Ada Kelainan

Ginjal dan Saluran Tidak Ada Kelainan Endokrin Tidak Ada Kelainan
Kencing

Saluran Cerna Tidak Ada Kelainan Genetalia Tidak Ada Kelainan

Hati dan Saluran Tidak Ada Kelainan Panca indra Tidak Ada Kelainan
Empedu

Sendi Tidak Ada Kelainan Psikis Tidak Ada Kelainan


KEADAAN UMUM
STATUS PRESENT KEADAAN PENYAKIT
KU : Tampak lemas Anemia : Tidak ada
Sensorium : Compos mentis Edema : Tidak ada

Tekanan Darah : 160/60 mmHg Ikterus : Tidak ada

Temperature : 37,5 Eritema : Tidak ada


Pernafasan : 26 x/menit Sianosis : Tidak ada
Nadi : 86 x/menit Turgor : Tidak ada

Berat Badan : 55 kg Dispneu : Ada

Tinggi Badan : 165 cm Sikap tidur paksa : Tidak ada


PEMERIKSAAN FISIK
KEPALA LEHER
Inspeksi Inspeksi

Rambut : Hitam, Distribusi merata Struma : Tidak ada kelainan

Wajah : Tidak ada kelainan Kelenjar Limfe : Tidak ada kelainan

Alis mata : Tidak ada kelainan Posisi trakea : Midline

Bulu mata : Tidak ada kelainan  

Mata : Anemis (-/-), ikterik (-/-)

Hidung : Deviasi septum (-)

Bibir : Sianosis (-)

Lidah : Tidak ada kelainan


PEMERIKSAAN THORAX

Inspeksi
Paru
 Bentuk : Simetris
 Otot bantu nafas : Ada
 Venektasi : Tidak ditemukan

Jantung
 Ictus cordis : Tidak terlihat

Palpasi
Paru
 Fremitus taktil : Kanan = Kiri

Jantung
 Ictus cordis : Teraba
Perkusi
 Paru : Lapangan paru kanan sonor memendek, lapangan paru kiri sonor
 Batas Relatif : ICS V linea midclavicula dextra
 Batas Absolut : ICS VI linea midclavicula dextra

 Jantung : Redup
 Batas jantung atas : ICS II linea parasternalis sinistra
 Batas jantung kiri : ICS V 1 jari ke arah medial linea midclavicularis sinistra
 Batas jantung kanan : ICS V linea para parasternalis dextra
 
 
 
Auskultasi
Paru
 Suara pernafasan : Vesikuler (+/+)
 Suara tambahan :
 Atas : Rhonki Basah Kasar (+/-)
 Tengah : Rhonki basah (+/-)
 Bawah : Vesikuler (+/+)

Jantung
 Bunyi Jantung : BJ I > BJ II
 Bunyi Tambahan : Tidak Ada
ABDOMEN GENITALIA
Inspeksi  

Simetris (+), Distensi (-), venektasi (-), Ascites (-)  

Palpasi  

Distensi (-), Nyeri tekan (-)  

- Hepar : Tidak teraba Tidak dilakukan pemeriksaan


- Lien : Tidak teraba
- Ginjal : Tidak teraba

Perkusi : Tympani (+)

Auskultasi: Peristaltik Usus (+) normal


EKSTREMITAS

Ekstremitas Atas Ekstremitas Bawah

- Bengkak : Tidak ada - Bengkak : Tidak ada


- Merah : Tidak ada - Merah : Tidak ada
- Pucat : Tidak ada - Pucat : Tidak ada
- Clubbing finger : Tidak ada - Clubbing finger : Tidak ada
- Tremor : Tidak ada - Tremor : Tidak ada
PEMERIKSAAN PENUNJANG
PEMERIKSAAN LABORATORIUM

Jenis Pemeriksaan Hasil/Satuan Rujukan

Hematologi

Hemoglobin 13,5 gr/dl 12-16

Hematokrit 42,4 % 37-47

Eritrosit 4,61/Ul x1000000 4-5

Leukosit 8,04/Ul x1000 4-9

BSR 10 mm/jam 0-20

Thrombosit 225.000/Ul x1000 150-440

Blood Group O -
Faal Hati
Bilirubin Total 0,42mg/dl <1
Bilirubin Direct 0,13 mg/dl < 0,25
Alkali Phospatase 84 U/L 80-360
SGOT 23 U/L 38
SGPT 25 U/L 43
Faal Ginjal
Ureum 23 mg/dl 10-50
Creatinin 0,86 mg/dl 0,45-0,75
Metabolisme Karbohidrat
Glukosa Darah Sewaktu 94 mg/100mL < 200
DIAGNOSA BANDING
1. TB paru
2. Pneumonia
3. Mycosis Paru
4. Tumor Paru
5. COPD
6. Asma Bronkial

DIAGNOSA SEMENTARA
TB Paru
PENATALAKSANAAN
Non Farmakologis :
Bed rest
Diet MB TKTP

Farmakologis :
O2 4-6 l
Nacl 0,9 % 10 gtt/menit
Cefotaxime 1g/8 jam
Paracetamol 3x500 mg
Isoniazid 1x300 mg
Rifampicin 1x300 mg
Pyrazinamid 2x500 mg
Ethambutol 500 mg 1 x 1 ½
PEMERIKSAAN ANJURAN

Kultur sputum BTA


BTA ds 3x
Uji tuberkulin
HASIL FOLLOW UP
Tanggal S O A P
10/08/ - Batuk berdahak (+) - TD: 130/90 mmHg TBparu + Hipertensi Non Farmakologis

2017 - Nyeri kepala (+) - P : 84x/i   - Istirahat

- Sesak nafas (+) - RR: 26x/i - Diet MB

- Mual (+) - Temp: 36,4°C Farmakologis

  Thorax - O2

I :Simetris kanan & kiri - Nacl 0,9 % 10 gtt/i

P : Fremitus taktil - Cefotaxime 1g/8 jam

-anterior : SF kanan = kiri - Paracetamol 3x500 mg

-posterior : SF kanan dan kiri - Captopril 3x12,5mg


mengeras
- INH 1x300 mg
P : Sonor memendek (+/-)
- Rifampisin 1x300mg
A : anterior : Ves (+/+), rhonki basah
- Pirazinamid 2x500 mg
(+/-)
- Ethambutol 1x1½ 500 mg
Posterior :Ves (+/+) rhonki
basah (+/-)
11/08/ - Batuk berdahak (+) - TD: 140/90 mmHg TB paru + Non Farmakologis
- Nyeri kepala (+) - P : 84x/i Hipertansi
2017 - Istirahat
- Sesak nafas (-) - RR: 22x/i
  - Diet MB
- Mual (+) - Temp: 36,7°C
  Farmakologis
Thorax
  - Nacl 0,9 % 10 gtt/i
I :Simetris kanan & kiri
- Cefotaxime 1g/8 jam
P : Fremitus taktil
- Paracetamol 3x500 mg
-anterior : SF kanan =
- Captopril 3x12,5mg
kiri
- INH 1x300 mg
 
- Rifampisin 1x300mg
-posterior : SF kanan dan kiri
mengeras - Pirazinamid 2x500 mg

P : Sonor memendek (+/-) - Ethambutol 1x1½ 500


m
A : anterior : Ves (+/+),
 
rhonki basah (+/-)

Posterior :Ves (+/+),


rhonki basah (+/-)
12/08/ - Batuk berdahak(+) - TD: 130/90 mmHg TB paru + Non Farmakologis
- Nyeri kepala (+) - P : 78x/i Hipertensi
2017 - Istirahat
- Sesak nafas (-) - RR: 20x/i
- Diet MB
- Mual (-) - Temp: 36,8°C
  Farmakologis
Thorax
- Triway
I :Simetris kanan & kiri
- Cefotaxime 1g/8 jam
P : Fremitus taktil
- Paracetamol 3x500
-anterior : SF kanan = kiri mg

-posterior : SF kanan dan kiri - Captopril 3x12,5mg


mengeras
- INH 1x300 mg
P : Sonor memendek (+/-)
- Rifampisin 1x300mg
A : anterior : Ves (+/+), rhonki
- Pirazinamid 2x500 mg
basah (+/-)
- Ethambutol 1x1½ 500
Posterior : Ves (+/+), rhonki
m
basah (+/-)
 

 
PEMBAHASAN
Kasus Teori
Gambaran klinis yang dijumpai pada kasus ini, Hal ini sesuai dengan teori bahwa gambaran klinis
antara lain : pasien TB meliputi :
anamnesa
Batuk a. Batuk
Sesak nafas Batuk terjadi karena adanya iritasi pada
Demam bronchus. Batuk ini diperlukan untuk membuang
Berkeringat malam produk-produk radang keluar. Sifat batuk dimulai
Nafsu makan menurun dari batuk kering (non produktif) kemudian setelah
Penurunan berat badan timbul peradangan menjadi produktif. Keadaan yang
Lemas lenjut adalah berupa batuk darah karena terdapat
  pembuluh darah yang pecah.
Pemeriksaan fisik’:  
b. Sesak Nafas
 
Pada penyakit yang ringan (baru tumbuh) belum
dirasakan sesak nafas. Sesak nafas akan ditemukan
pada penyakit yang sudah lanjut, yang infiltrasinya
sudah meliputi setengah bagian paru-paru.
 
 
Kasus Teori

c. Demam
  Biasanya subfebril menyerupai demam
influenza. Tetapi kadang-kadang panas badan dapat
mencapai 40-41 oC. Serangan demam pertama
dapat sembuh sebentar, tetapi kemudian dapat
timbul kembali. Keadaan ini sangat dipengaruhi oleh
daya tahan tubuh dan berat ringannya infeksi
kuman tuberculosis yang masuk.
 
d. Keringat Malam
Keringat malam bukanlah gejala yang
patognomomis untuk penyakit tuberkulosis paru.
Keringat malam umumnya baru baru timbul bila
proses telah lanjut, kecuali pada orang-orang
dengan vasomotor labil, keringat malam dapat
timbul lebih dini. Nausea, takikardi dan sakit kepala
timbul bila ada panas.
 
d. Penurunan berat badan
Pasien Tb sering ditemukan mengalami
penurunan berat badan yang hebat, hal tersebut
terjadi karena pasien mengalami anoreksia (tidak
nafsu makan) menyebabkan penurunan berat
badan.
 
Pemeriksaan fisik yang dijumpai
pada kasus ini antara lain :
INSPEKSI PALPASI PERKUSI

Paru : Paru :
Dada Tertinggal :
Nyeri tekan : Tidak Anterior : Sonor
Tidak ada
ada Posterior :
Venektasi : Tidak ada
Stem Fremitus : sonor
  
Kanan dan kiri memendek
mengeras Batas relatif :
Jantung : ictus ICS V
cordis tidak teraba Batas absolut :
ICS VI

Pada TB paru kelainan yang didapat tergantung


luas kelainan struktur paru. kelaian paru pada
umumnya terletak didaerah lobus superior
terutama daerah apex dan segmen posterior,
serta daerah apex lobus inferior.
Perkusi Auskultasi

Suara
Paru : ANTERIOR : Sonor pernafasan:Vesikuler (+/
Posterior : sonor memendek +)
Batas relatif : ICS V Suara tambahan:
Batas absolut : ICS VI Anterior : vesikuler
Jantung : Posterior : Rhonki
Batas atas jantung : Linea basah (+/-) bagian
parasternalis sinistra ICS 2 tengah paru
Batas Kiri Jantung : Linea
parasternalis sinistra ICS 4
Batas Kanan Jantung : Linea
Midclavicula ICS 4
Peningkatan Leukosit
Data ini sangat penting sebagai indikator
Lab : darah lengkap  tingkat kestabilan keadaan nilai
Leukosit : 11.000 mm³ keseimbangan biologik penderita, sehingga
dapat digunakan untuk salah satu
respon terhadap pengobatan

Gambaran radiologik yang dicurigai


sebagai lesi TB aktif:
1.Bayangan berawan/nodular disegmen
Foto thoraks : TB paru apikal dan posterior lobus atas paru.
2. Kaviti, terutama lebih dari satu,
dikelilingi oleh bayangan opak berawan.
3. Bayangan bercak milier.
LANDASAN TEORI

• Penyakit infeksi yang menyerang


parenkim paru, bersifat menahun
TB PARU dan secara khas ditandai oleh
pembentukan granuloma dan
menimbulkan nekrosis jaringan

• Mycobacterium Tuberculosis

ETIOLOGI
EPIDEMIOLOGI
 Tb Paru Menyerang siapa saja baik tua, muda bahkan anak-anak.
Sebagian besar penderita Tb Paru di Negara berkembang berumur
dibawah 50 tahun. Data WHO menunjukkan bahwa kasus Tb paru di
negara berkembang banyak terdapat pada umur produktif 15-29 tahun.

 Tb Paru Menyerang siapa saja baik tua, muda bahkan anak-anak.


Sebagian besar penderita Tb Paru di Negara berkembang berumur
dibawah 50 tahun. Data WHO menunjukkan bahwa kasus Tb paru di
negara berkembang banyak terdapat pada umur produktif 15-29 tahun.

 TB paru merupakan salah satu penyakit berbasis lingkungan yang


ditularkan melalui udara. Keadaan berbagai lingkungan yang dapat
mempengaruhi penyebaran Tb paru salah satunya adalah lingkungan yang
kumuh, kotor. Penderita Tb Paru lebih banyak terdapat pada masyarakat
yang menetap pada lingkungan yang kumuh dan kotor .
TANDA DAN GEJALA
GEJALA SISTEMIK

1. Demam
2. Malaise
3. Berkeringat malam
4. Berat badan menurun

GEJALA KHUSUS

1. Batuk > 3 minggu


2. Batuk darah
3. Sesak napas
4. Nyeri dada
KLASIFIKASI
Berdasarkan hasil pemeriksaan dahak (BTA)

Tuberkulosis Paru BTA (+)


Tuberkulosis Paru BTA (-)

Berdasarkan Tipe Penderita

Kasus baru
Kasus kambuh (relaps)
Kasus pindahan (Transfer In)
Kasus lalai berobat
Kasus Gagal
Kasus kronik
Kasus bekas TB
DIAGNOSIS

 Anamnesa baik terhadap pasien maupun


keluarganya
 Pemeriksaan fisik
 Pemeriksaan dahak
 Rontgen dada
 Pemeriksaan laboratorium
 Uji Tuberkulin
Pengobatan

 Obat Anti Tuberkulosis (OAT)


• Rifampisin
• INH
• Pirazinamid
• Streptomisin
• Etambutol
PENGOBATAN
OBAT BB , 40 Kg BB 40-60 Kg BB . 60 Kg

Rifampsin 300 450 600

Isoniazid 150 300 450

Pirazinamid 750 1000 1500

Ethmbutol 750 1000 1500

Streptomisin sesuaikan BB (max 750 1000


1000)
 Kombinasi dosis tetap (Fixed dose
combination) Kombinasi dosis tetap ini terdiri
dari :
• Empat obat anti tuberculosis dalam satu
tablet, yaitu rifampisin 150 mg, isoniazid 75 mg,
pirazinamid 400 mg dan etambutol 275 mg dan
• Tiga obat anti tuberculosis dalam satu
tablet, yaitu rifampisin 150 mg, isoniazid 75 mg
dan pirazinamid 400 mg