Anda di halaman 1dari 20

PIUTANG DAN

PERSEDIAAN
Kelompok 3 :
Wahyu Yolanda (1610531006)
2
Sisi Defkrian (1610533018)
Annisa Defira (1610533026)
1.
AKUNTANSI
PIUTANG

Piutang merupakan
bagian dari aset lancar.
Aset lancar merupakan
aset yang diharapkan
akan direalisasi dalam
siklus aset operasi
berjalan

4
Apabila ditinjau dari sumber terjadinya,
piutang digolongkan menjadi dua kategori,
sebagai berikut :

▹ Piutang Usaha ▹ Piutang lain-lain


(Account (Other
Receivable) Receivable) 5

Meliputi piutang yang Piutang lain-lain


timbul karena adanya timbul dari transaksi
penjualan produk di luar kegiatan
atau penyerahan jasa usaha normal
dalam rangka perusahaan. Piutang
kegiatan usaha ini diharapkan akan
normal perusahaan direalisasi dalam
waktu satu tahun.
Penyajian Dalam
Laporan
Keuangan
 harus secara terpisah dengan
menggunakan identifikasi yang
6
jelas
 dinyatakan sebesar jumlah
kotor tagihan diikuti dengan
jumlah taksiran piutang yang
tidak dapat ditagih atau piutang
yang diragukan
Akuntansi Pajak atas Piutang :
Dalam pasal 6 ayat 1 huruf h Undang-Undang Pajak
Penghasilan telah mengatur pembebanan sebagai biaya
atas piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih atau lebih
dikenal dengan penghapusan piutang dengan syarat :
1. Telah dibebankan sebagai biaya pada laporan laba rugi
7
komersial
2. Wajib pajak harus menyerahkan daftar piutang yang
tidak dapat ditagih kepada Direktorat Jendral Pajak
3. Telah diserahkan perkara penagihannya kepada
Pengadilan Negeri atau adanya perjanjian tertulis
mengenai penghapusan piutang/ pembebasan utang
antara kreditur dan debitur yang bersangkutan, atau
adanya pengakuan dari debitur bahwa utangnya telah
dihapuskan untuk jumlah utang tertentu.
Masalah yang bersangkutan dengan penghapusan piutang ini sebelumnya telah
diatur Keputusan Mentri Keuangan Nomor 130/KMK.04/1998 tentang penghapusan
piutang tak tertagih yang boleh dikurangkan sebagai biaya. Dimana yang perlu
diperhatikan adalah sebagai berikut :
1. Piutang tak tertagih yang dapat dibebankan sebagai biaya dalam menghitung
penghasilan kena pajak adalah piutang tidak tertagih yang timbul di bidang
usaha bank, lembaga pembiayaan, industri, dagang, dan jasa lainnya.
2. Piutang tidak tertagih yang dapat dihapuskan adalah piutang usaha sesuai
dengan bidang usaha dari wajib pajak yang bersangkutan.
3. Terdapat persyaratan dalam pengelompokan sebagai piutang tak tertagih seperti
yang dimuat dalam pasal 6 ayat (1) huruf h Undang-Undang Pajak Penghasilan.
Persyaratan yang diatur dalam keputusan mentri keuangan bersifat kumulatif,
namun untuk pelaksanaan tahun 2001 mengacu pada undang-undang.

8
Pengaturan selanjutnya seperti tertuang dalam
Peraturan Mentri Keuangan Nomor
105/PMK/2009 tanggal 10 Juni 2009 tentang
Piutang Yang Nyata-Nyata Tidak Dapat Ditagih 9

Yang Dapat Dikurangkan Dari Penghasilan Bruto


yang diubah dengan Peraturan Mentri Keuangan
Nomor 57/PMK.03/2010 yang berlaku pada
tanggal 9 Maret 2010 yang diubah kembali
dengan Peraturan Mentri Keuangan Nomor
207/PMK.010/2015.
Ketentuan pasal 9 ayat (1) huruf c tentang Pajak Penghasilan menyatakan bahwa tidak
diperkenankan melakukan pembentukan atau pemupukan dana cadangan untuk dibebankan
sebagai biaya. Namun ada pengecualian yang memperkenankan pembentukan atau
pemupukan dana cadangan pembentukan, seperti:
1. Cadangan piutang tidak tertagih untuk usaha bank dan badan usaha lain yang
menyalurkan kredit, sewa dengan hak opsi, perubahan pembiayaan konsumen, dan
perusahaan anak piutang
2. Cadangan untuk usaha asuransi termasuk cadangan bantuan sosial yang dibentuk oleh
badan penyelenggaraan jaminan sosial
3. Cadangan penjaminan untuk lembaga penjaminan simpanan
4. Cadangan biaya reklamasi untuk usaha pertambangan
5. Cadangan biaya penanaman kembali untuk kehutanan
6. Cadangan biaya penutupan dan pemeliharaan tempat pembuangan limbah industri untuk
usaha pembuangan limbah industri.
Ketentuan pengecualian pada butir 1 sampai butir 6 dan syarat-syaratnya diatur dengan atau
berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan
Pembentukan Cadangan
Piutang Tidak Tertagih Usaha
Bank
Sesuai keputusan mentri keuangan No.
235/KMK.01/1998 tanggal 14 April 1998
tentang besarnya dana cadangan yang boleh
dikenakan sebagai biaya yang menyatakan
bahwa bank dapat membentuk dana cadangan
piutang tidak tertagih. Yang telah mengalami
perubahan terakhir dalam Keputusan Menteri
Keuangan No.204/KMK/.04/2000.
Besarnya dana cadangan piutang tidak
tertagih yang diperkenankan untuk
dibebankan sebagai biaya Usaha Bank
tersebut yaitu:
1. 5% dari kredit yang digolongkan
perhatian khusus
12
2. 15% dari kredit yang digolongkan
kurang lancar
3. 50%dari kredit yang digolongkan
diragukan
4. 100% dari kredit yang digolongkan
macet
2.
Akuntansi 13

Persediaan

Persediaan menurut PSAK No. 14
(Revisi 2008) digunakan untuk
menyatakan aset yang :
▹ Tersedia untuk dijual dalam
kegiatan usaha normal
▹ Dalam proses produksi dan/
atau dalam perjalan
▹ Dalam bentuk bahan atau
perlengkapan untuk
digunakan dalam proses
produksi
Pengukuran Persediaan
Dalam pengukuran persediaan bahwa persediaan harus
diukur berdasarkan biaya atau nilai realisasi neto, mana
yang lebih rendah. Biaya persediaan dimaksud dalam
PSAK No. 14 meliputi semua biaya pembelian, biaya 15

konversi, dan biaya lain yang timbul sampai persediaan


berada dalam kondisi dan lokasi saat ini.
▹ Biaya ▹ Biaya konversi ▹ Biaya-biaya lain
pembelian
Biaya konversi Biaya-biaya lain
Meliputi harga beli, persediaan meliputi hanya dibebankan
bea impor, pajak biaya yang secara sebagai biaya
lainnya,biaya langsung terkait persediaan sepanjang
pengangkutan, biaya dengan unit yang timbul, agar
penanganan, dan diproduksi, contoh persediaan berada
biaya lainnya secara biaya tenaga kerja dalam kondisi dan 16
langsung dapat langsung termasuk lokasi saat ini.
didistribusikan pada juga alokasi
perolehan barang sistematis overhead
jadi, bahan, dan jasa. produksi tetap dan
variabel yang timbul
dalam mengonversi
bahan menjadi
barang jadi.
Pengakuan sebagai Beban
Nilai tercatat persediaan harus diakui sebagai
beban pada saat persediaan dijual dan pada
periode diakuinya pendapatan atas penjualan
tersebut. pada SAK ETAP menyatakan bila 17

persediaan dijual, maka jumlah tercatatnya


diakui sebagai beban periode saat pendapatan
yang terkait diakui. Untuk beberapa persediaan
dapat dialokasikan ke aset lain
Akuntansi Pajak atas Persediaan :
Dari sisi praktik akuntansi komersial dan
akuntansi pajak, tidak ada perbedaan prinsip
dalam pencatatan. Mengacu pada batang
tubuh pasal 10 ayat 6 Undang-Undang Pajak
Penghasilan tersebut bahwa persediaan dan
pemakaian persediaan untuk menghitung 18

harga pokok dinilai berdasarkan harga


perolehan.
1. dilakukan secara rata-rata
2. dengan cara mendahulukan persediaan
yang diperoleh pertama (FIFO)
Masalah pelaporan persediaan, sebagaimana diatur
dalam PSAK No. 14 tahun 2008 bahwa persediaan
dalam neraca dinyatakan sebesar harga pokok atau harga
perolehan atau dinyatakan berdasarkan :
▹ harga terendah antara harga pokok dan harga pasar,
atau
▹ harga jual
19
Untuk kepentingan perhitungan pajak penghasilan, pasal
10 ayat 6 undang-undang pajak penghasilan menyatakan
bahwa persediaan harus dinilai berdasarkan harga
perolehan. Oleh karena itu, apabila wajib pajak
melakukan penilaian berdasarkan metode selain harga
perolehan, maka diperlukan penyesuaian.
THANKS!
20

Any questions?