Anda di halaman 1dari 9

TBR Antipsikosis Tipikal

Eko Hari Prasetyo


21501101096
Obat antipsikosis tipikal
 1. phenothiazine
• Rantai aliphatic : chlorpromazine (largactil)
• Rantai npiperzine : perphenazine, trifluoperazine,
fuphenazine (anatensol)
• Rantai piperidine : Thioridazine

 2. Butyrophenone : Haloperidol
 3. Diphenyl-butyl-piperidine : Pimozide
 Obat-obat psikosis tipikal berkerja dengan
memblok dopamin pada reseptorpasca-sinaptik
di otak, khususnya di sistem limbik dan sistem
ekstrapiramidal (Dopamine D2 receptor
antagonis), sehingga obat ini efektif untuk
gejala positif.
Pada kasus
 Diberikan obat antipsikosis tipikal Haloperidol
 Golongan Butyrophenone
 Untuk menenangkan keadaan mania px
psikosis tertentu dan tidak dapat diberikan
fenotiazin
farmakodinamik
 Bekerja dengan cara menghambat sistem
dopamin dan hipotalamus
 SSP : menyebabkan tidur pada saat orang
eksitasi
 SSO : efeknya lebih kecil dari pada
antipsikotik lain, menyebabkan penglihatan
kabur, menghambat reseptor adrenergik yang
disebabkan amin simpatomimetik
Farmakokinetik
 Cepat diserap pada saluran cerna
 Kadar puncak pada plasma berlangsung selama
2-6 jam dan menetap sampai 72 jam
 Dimetabolisme melelui empedu, eksresinya
didalam ginjal berlanngsung lama, kira-kira
40% obat baru keluar semua selama 5 hari
sesudah pemberian dosis tunggal.
Efek Samping
 Menimbulkan reaksi ekstrapiramidal
 Dapat terjadi de[resi akibat reversi keadaan
mania
 Dapat timbul efek hemoragik ringan yang
sering dilaporkan adalah leuopenia
 Tidak dianjurkan pada wanita hamil.
Sediaan dosis
 Tablet 0.5 dan 1.5 mg
 Sirup 5 mg / 100 ml
 Ampul 5 mg/ml
 Dosisnya diberikan sebanyak 0.5 mg setiap 2
minggu lalu dinaikkan 1ml setiap 1 bulan, obat
diberikan selama 3 bulan – 3 tahun
Refrensi
 Farmakologi dan terapi edisi 4 UI
 Penggunaan klinis obat psikotropik edisi 3, dr.
Rusdi Maslim, SpKJ