Anda di halaman 1dari 15

ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI

HASIL SELISIH ANTARA TRACK COUNT DAN SURVEI


TERHADAP PRODUKSI BATUBARA

Nama : MARWITA
NPM : 1704035

Pembimbing I : Edwin Harsiga,S.T., M.T.

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN


BATUBARA
JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN
POLITEKNIK AKAMIGAS PALEMBANG
TAHUN 2020
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG

Metode perhitungan volume batubara di PT Bhumi sriwjaya Perdana Coal menggunakan dua
metode, yaitu : Metode pengukuran survei dan metode track count, kedua metode sering kali
terjadi selisih pada hasil perhitungannya.
PENDAHULUAN
BATASAN MASALAH

 Pengambilan data track count dan survei dilakukan pada bulan Februari, Maret
tahun 2020 di PT. Bhumi Sriwijaya Perdana Coal.

 Perhitungan volume track count dengan menggunakan hasil perhitungan timbang


sedangkan pengukuran survei dengan perhitungan volume menggunakan software
Surpac Vision 6.3.2.

 Faktor - faktor yang menyebabkan selisih hasil perhitungan volume dengan metode
track count dan perhitungan volume batubara menggunakan metode survei yang
menggunakan software surpac vision 6.3.2
PENDAHULUAN
TUJUAN

Untuk mengetahui faktor - faktor yang mempengaruhi hasil selisih volume


1 batubara menggunakan metode track count dan survei di PT. Bhumi
Sriwijaya Perdana Coal.

Mengetahui jumlah volume batubara dengan menggunakan


2 timbangan di PT. Bhumi Sriwijaya Perdana Coal.

Mengetahui jumlah volume batubara cut and fill hasil


3
pengukuran survei menggunakan software Surpac Vision 6.3.2.

Menganalisa perbandingan hasil selisih volume batubara


4 menggunakan metode track count dan metode survei di PT. Bhumi
Sriwijaya Perdana Coal.
PENDAHULUAN
MANFAAT

Mengetahui mekanisme perhitungan volume batubara menggunakan


1
metode track count dan metode survei.

Dapat mengetahui penyebab perbandingan hasil selisih volume batubara


2 menggunakan metode track count dan survei sehingga dapat di
minimalisir untuk selisih yang besar.

Bagi perusahaan, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan


3 sumbangan pemikiran sebagai bahan evaluasi dan masukan dalam
mengatasi perbandingan hasil selisih track count dan survei di PT.
Bhumi Sriwijaya Perdana Coal.
DASAR TEORI

 Pengukuran survei ini adalah untuk mendapatkan gambaran sebenarnya dari bentuk
permukaan batubara (coal) dan diproyeksikan pada suatu bidang datar dengan
skala tertentu yang dilengkapi dengan posisi mendatar (X,Y) dan posisi vertical
(Z), juga garis kontur tiga dimensi yang digunakan untuk menghitung volume
secara cutt and fill.

 Jembatan timbang adalah seperangkat alat untuk menimbang kendaraan


barang/truk yang dapat dipasang secara tetap atau alat yang dapat dipindahkan
(portable) yang digunakan untuk mengetahui berat kendaraan beserta muatannya
digunakan untuk pengawasan jalan ataupun untuk mengukur besarnya muatan pada
industri
Mulai
Bagan Alir Penelitian
Rumusan Masalah

1.Berapa volume batubara menggunakan Software Surpact Vision


6.3.2 ?
2. Berapa volume batubara menggunakan metode track count
(timbangan) ?
3. Bagaimana perbandingan volume hasil perhitungan menggunakan
Software Surpact Vision 6.3.2 dengan metode track count
(timbangan) ?
4. Faktor apa saja yang menjadi penyebab selisih perhitungan
volume batubara ?
Data Sekunder Data Primer

Metode pengambilan data 1. Titik koordinat survei


1. Lokasi kesampaian 1. Studi literatur
daerah 2. Data timbangan batubara ,
2. Observasi lapangan (Februari, Maret 2020)
3. Wawancara
3. Data volume batubara, (Februari,
2. Data curah hujan
Maret 2020)
(Februari, Maret 2020) Jenis Data
4. Dokumentasi

Pengolahan Data

1. Perhitungan volume batubara menggunakan Software


Surpac Vision 6.3.2
2. Perhitungan volume batubara menggunakan metode
Hasil dan Pembahasan
timbangan
3. Melakukan perbandingan volume hasil perhitungan
menggunakan Software Surpac Vision 6.3.2 dengan hasil
perhitungan menggunakan metode timbangan Kesimpulan dan Saran
4. Melakukan analisis faktor - faktor penyebab terjadinya
ketidak selarasan hasil perhitungan menggunakan Software
Surpac Vision 6.3.2 dengan hasil perhitungan metode
timbangan.
HASIL DAN PEMBAHASAN

Tabel Hasil Pencatatan Penimbangan

     
BULAN JUMLAH DT JUMLAH TONASE
TIAP BULAN TIAP BULAN
 
   
 
FEBRUARI 2020 4006 40.650,610 MT

     
MARET 2020 3405 35.439,270 MT

Tabel Hasil Perhitungan Volume Metode Pengukuran Survei

Keterangan Februari 2020 Maret 2020

Volume Survey (MT) 41.010,63 35.946,30


HASIL DAN PEMBAHASAN

Tabel Perbandingan Hasil Perhitungan Volume Menggunakan Metode Timbangan


dengan Metode Pengukuran Survei

Volume Hasil Volume Hasil


Selisih
Waktu Timbangan Survei % losse
(MT)
(MT) (MT)

Februari 2020 40.650,610 41.010,63 1.417,58 3,487%

Maret 2020 35.439,270 35.946,30 507,03 1,430%


 Pada bulan Februari terjadi selisih antara hasil perhitungan
batubara menggunakan metode timbangan dengan metode
pengukuran survei yaitu sebanyak 1.417,58 MT atau sebesar
3,487%.

 Pada bulan Maret terjadi selisih antara hasil perhitungan


batubara yang tersisa di Stockpile menggunakan metode
timbangan dengan metode pengukuran surveil yaitu
sebanyak 507,03 MT atau sebesar 1,430%.
Faktor-faktor Penyebab Loose

1. Kurang efektifnya penempatan foresight,


backsight, dan kurang efektifnya cara helper
memegang prisma pada saat pengukuran

2. Penanganan swabakar yang kurang baik.

3. Material yang terjatuh pada saat hauling menuju


timbangan
Faktor-faktor Penyebab Loose

4. Ukuran material (Kondisi Batubara)

5. Material terbang (debu batubara), yang tebawa


oleh angin

6. Adherent moisture (air yang terdapat di rongga-


rongga batubara) pada saat proses penimbangan
KESIMPULAN
 Berdasarkan hasil perhitungan data timbangan, volume stock batubara pada stockpile
di bulan Januari 2019 sebanyak 40.125,32 MT, pada bulan Februari 2019 sebanyak
46.190,86 MT, pada bulan Maret 2019 sebanyak 55.466,26 MT.

 Berdasarkan hasil perhitungan data pengukuran situasi detail jumlah volume cut and
fill batubara di stockpile pada bulan Januari 2019 sebanyak 39.311,53 MT, pada bulan
Februari 2019 sebanyak 42.999,04 MT, pada bulan Maret 2019 sebanyak 51.834,8
MT.

 Pada bulan Januari 2019 terjadi selisih sebanyak 813,79 MT dengan persentase losse
dari stock batubara adalah 2,028%, pada bulan Februari 2019 terjadi selisih sebanyak
3.188,57 MT dengan persentase losse dari stock batubara adalah 6,91%, pada bulan
Maret 2019 terjadi selisih sebanyak 3.631,46 MT dengan persentase losse dari stock
batubara adalah 6,547%.

 Berdasarkan analisis yang telah dilakukan pada kedua metode tersebut ada enam
faktor penyebab terjadinya losse, yaitu: penempatan posisi backsight, forsight dan
prisma, swabakar, material yang jatuh pada proses crusher dan loading batubara ke
tongkang, material batubara hanyut terbawa air hujan, material terbang, adherent
moisture.
Saran

 Tim Survey harus lebih teliti lagi dalam melakukan pengukuran di lapangan
 Sistem penanganan swabakar harus lebih ditingkatkan lagi
 Cara penangan air agar lebih ditingkatkan supaya berjalan efisien sehingga
air tidak terendap terlalu lama sehingga kondisi batubara tidak terlalu dalam
keadaan basah
 Operator yang sengaja membuang batubara pada saat hauling menuju
timbangan ditegur atau diberikan sanksi yang sesuai sehingga tidak terlalu
sering membuang batubara dijalan karena itu akan merugikan perusahaan
 Agar dilakukan penyiraman jalan minimal 2 kali sehari baik itu di front
ataupun dijalan hauling sehingga tidak terlalu banyak debu batubara,
sehingga tidak terlalu membahayakan pekerja terkena penyakit
 Tim survei agar lebih teliti pada saat penarikan boundy.
TERIMA KASIH...