Anda di halaman 1dari 11

INSENTIF FISKAL PERPAJAKAN UNTUK

PENANANAMAN MODAL DI BIDANG


USAHA TERTENTU DI DAERAH TERTENTU
DAN TAX PLANNING-NYA

NAMA : OLIVIA SARDIANI NAHAK


NIM : 15170202M
PENDAHULUAN
Pemberian insentif untuk investasi di negara berkembang maupun negara
maju bukan dianggap sebagai barang langka, seperti negara Amerika dan
Inggris memberikan insentif yang atraktif seperti pemberian hibah, agar
dapat bersaing dengan negara lain dalam menarik investasi.
Pemberian Fasilitas Perpajakan Pada Daerah Tertentu merupakan bentuk
insentif pajak yang disediakan oleh pemerintah RI kepada investor dalam
rangka melakukan dan mendorong investasi langsung, baik melalui
penanaman modal asing maupun penanaman modal dalam negeri, kepada
wajib pajak yang melakukan penanaman modal akan di berikan fasilitas
pajak penghasilan.
 Pengertian daerah tertentu adalah daerah yang secara
ekonomis mempunyai potensi yang layak dikembangkan
tetapi prasarana ekonominya kurang memadai, daerah
tertentu ini termasuk daerah perairan laut yang
mempunyai kedalaman lebih dari 50 meter yang dasar
lautnya memiliki cadangan mineral.
 Sedangkan bidang usaha tertentu adalah bidang usaha
disektor kegiatan ekonomi yang mendapat prioritas tinggi
dalam skala nasional.
Pemberian natura atau kenikmatan yang dapat dikurangkan dari
penghasilan bruto pemberi kerja dan bukan merupakan penghasilan
bagi pegawai yang menerimanya adalah:
1. Pemberian makanan atau minuman bagi pegawai yang berkaitan
dengan pelaksanaan pekerjaan.
2. Penggantian atau imbalan dalam bentuk natura atau kenikmatan
yang diberikan berkenaan dengan pelaksanaan pekerjaan didaerah
tertentu dalam rangka menunjang kebijakan pemerintah untuk
mendorong pembangunan di daerah tersebut.
3. Pemberian natura atau kenikmatan untuk keselamatan kerja atau
karena sifat pekerjaan tersebut mengharuskannya.
Pemberian Fasilitas Pajak Penghasilan

Kepada wajib pajak dalam negeri berupa badan atau koperasi yang
melakukan penanaman modal pada bidang-bidang usaha tertentu
sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran I Peraturan Pemerintah No.
1 tahun 2007 dan 62 Tahun 2008 atau sesuai dengan Lampiran II
tersebut, dapat diberikan fasilitas Pajak Penghasilan.
Fasilitas Pajak Penghasilan sebagaimana dimaksud adalah:
a. Pengurangan penghasilan neto sebesar 30% dari jumlah
penanaman modal, dibebankan selama 6 tahun, masing-masing
sebesar 5% per tahun.
b. Penyusutan dan amortisasi yang dipercepat:
Kelompok Aktiva Tetap Masa Manfaat Menjadi Tarif Penyusutan dan
Berwujud Amortisasi Berdasarkan
Metode

Garis Lurus Saldo


Menurun

i. Bukan Bangunan;
Kelompok I 2 tahun 50% 100%
Kelompok II 4 tahun 25% (sekaligus)

Kelompok III 8 tahun 12,5% 50%


Kelompok IV 10 tahun 10% 25%
ii. Bangunan 20%
Permanen 10 tahun 10%
Non Permanen 5 tahun 20%
c. Pengenaan Pajak Penghasilan atas dividen yang
dibayarkan kepada subjek pajak luar negeri sebesar 10%
atau tarif yang lebih rendah menurut persetujuan
Penghindaran Pajak Berganda yang Berlaku.
d. Kompensasi kerugian yang lebih lama dari 5 tahun tetapi
tidak lebih dari 10 tahun dengan ketentuan (Hal 541).
Ketidakpastian Hukum dalam Pemberian
Fasilitas Pajak Penghasilan
Pemerintah seharusnya lebih responsif dalam memberi
kemudahan pemberian izin udaha dan termasuk perpajakan,
meninggalkan cara-cara lama yang birokratis yang
menimbulkan high cost economy.
Bila negara-negara lain sudah berbenah diri memberi
insentif yang atraktif untuk bersaing dengan negara lain
dalam menarik investasi,negara kita malah masih
memeihara kebijakan yang kontraproduktif terhadap prinsip
demokrasi modern yang kita ingin usung.
Tax Planning yang Direkomendasikan

a. Kelengkapan Dokumentasi dan Administrasi


b. Penyambutan dan Pelayanan yang ramah (cordially greeting
and service) memberikan pelayanan yang optimal dan positif
terhadap fiskus, termasuk aparat pajak yang melakukan
survei lapangan serta melakukan pendampingan pada saat
turun ke lapangan dan menjalin kerja sama yang positif
dengan harapan akan mendapatkan hasil yang memuaskan,
khususnya bagi wajib pajak.
c. Menjaga Hubungan dan Komunikasi yang baik
Penutup
Reformasi hukum, ekonomi dan perpajakan sudah menjadi
suatu konsensus nasional yang harus di tegakan. Fondasi
seluruh bangunan kehidupan bernegara adalah kepastian
hukum, termasuk kepastian hukum di bidang perpajakan.
Apresiasi terhadap system hukum adalah taruhan dalam
menegakkan demokrasi.