Anda di halaman 1dari 13

KELOMPOK 8

Ogita Olga Ompy 1710104035


Markus Legre Saluluplup 1710104026

Sustri Laila 1710104090

ADVOKASI PROGRAM
PROMOSI KESEHATAN
TENTANG KELUARGA
BERENCANA
 MASALAH Keluarga Berencana KB
 Keluarga Berencana yaitu membatasi jumlah anak dimana dalam satu keluarga
hanya diperbolehkan memiliki dua atau tiga anak saja. Keluarga berencana yang
diperbolehkan adalah suatu usaha pengaturan atau penjarangan kelahiran atau
usaha pencegahan kehamilan sementara atas kesepakatan suami istri karena situasi
dan kondisi tertentu untuk kepentingan keluarga, masyarakat, maupun negara.

 terhadap pelaksanaan KB, pastinya terdapat kelebihan serta kekurangan dalam


partisipasinya. Partisipasi bersentuhan langsung dengan peran serta masyarakat,
baik dalam mengikuti program tersebut ataupun sebagai aktor pendukung program
Keluarga Berencana.serta bagaimana seharusnya kita berperan dalam mendukung
kesuksesan KB juga akan sedikit kita bahas. Pertama, berbicara terkait partisipasi
masyarakat terhadap pelaksanaan KB yang ternyata kenaikannya hanya sedikit
bahkan bisa juga disebut dengan stagnan.

 Dalam lima tahun terakhir, jumlah peserta keluarga berencana hanya bertambah
0,5 persen, dari 57,4 persen pasangan usia subur yang ada pada 2007 menjadi 57,9
persen pada tahun 2012.
 Sementara itu jumlah rata-rata anak tiap pasangan usia subur sejak
2002-2012 stagnan di angka 2,6 per pasangan.
 Rendahnya jumlah peserta KB dan tingginya jumlah anak yang
dimiliki membuat jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2030
diperkirakan mencapai 312,4 juta jiwa.
 Padahal jumlah penduduk saat itu sebenarnya bisa ditekan
menjadi 288,7 juta jiwa.
 Tingginya jumlah penduduk ini mengancam pemanfaatan jendela
peluang yang bisa dialami Indonesia pada tahun 2030.
 Instansi pemerintah yang berwenang membuat kebijakan

 Pemimpin daerah tingkat provinsi (gubernur)


 Pemimpin daerah tingkat kabupaten/kota (bupati/
walikota)
 Pimpinan serta anggota DPRD tingkat provinsi dan
kabupaten/kota,
 Para pembuat keputusan dari lintas sektor terkait
 Tokoh masyarakat, tokoh agama, para ketua
organisasi profesi, organisasi masyarakat, para
pimpinan media cetak dan elektronik lokal
 LSM kesehatan,rumah
sakit,puskesmas,klinik,posyandu,bidan,kader.
 ISU STRATEGI

 KB merupakan salah satu upaya pemerintah yang dikoordinir oleh


Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB),
dengan program untuk membangun keluarga-keluarga bahagia dan
sejahtera serta menjadikan keluarga yang berkualitas. KB dapat
dipahami juga sebagai suatu program nasional yang dijalankan
pemerintah untuk mengurangi populasi penduduk, karena
diasumsikan pertumbuhan populasi penduduk tidak seimbang
dengan ketersediaan barang dan jasa.
Kelebihan dari program KB disini antara lain sebagai berikut :
 
 Mengatur angka kelahiran dan jumlah anak dalam keluarga serta membantu
pemerintah mengurangi resiko ledakan penduduk atau baby boomer.

 Penggunaan kondom akan membantu mengurangi resiko penyebaran penyakit menular


melalui hubungan seks.

 Meningkatkan tingkat kesehatan masyarakat. Sebab, anggaran keuangan keluarga


akhirnya bisa digunakan untuk membeli makanan yang lebih berkualitas dan bergizi

Menjaga kesehatan ibu dengan cara pengaturan waktu kelahiran dan juga
menghindarkan kehamilan dalam waktu yang singkat.

 Mengkonsumsi pil kontrasepsi dapat mencegah terjadinya kanker uterus dan ovarium.
Bahkan dengan perencanaan kehamilan yang aman, sehat dan diinginkan merupakan
salah satu faktor penting dalam upaya menurunkan angka kematian maternal.
 SASARAN DARI PELAKSANAAN KEGIATAN

 Petugas kesehatan kabupaten/kota

 Puskesmas dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya

 Kader
 Kebijakan yang di buat
 Menurunnya rata-rata laju pertumbuhan penduduk (LPP) secara nasional menjadi
satu, 14% per-tahun.

 Menurunkan angka kelahiran total Fertililty Rate (TFR) menjadi 2,2


perperempuan.

 Meningkatnya peserta KB Pria menjadi 4,5 %.

 Meningkatnya pengguna metode Kontrasepsi yang efektif dan efisisen

 Meningkatnya partisipasi keluarga dalam pembinaan tumbuh kembang anak.

 Meningkatnya jumlah keluarga prasejahtera dan keluaga sejahtera 1 yang aktif


dalam usaha ekonomi produktif.

 Meningkatnya jumlah institusi masyarakat dalam penyelenggraan pelayanan KB


dan kesehatan reproduksi
Tujuan keluarga berencana KB

 Meningkatkan jumlah penduduk untuk


menggunakan alat kontrasepsi.

 Menurunnya jumlah angka kelahiran bayi.

 Meningkatnya kesehatan keluarga berencana


dengan cara penjarangan kelahiran
Manfaat keluarga berencana KB

 Mencegah kehamilan yang tidak di ingginkan


 Mengurangi risiko aborsi
 Menurunkan angka kematian ibu
 Menurunkan angka kematian bayi
 Membantu mencegah HIV/AIDS
 Menjaga kesehatan mental keluarga
PERGERAKAN/MOBILISASI MASYARAKAT

Upaya pergerkan masyarakat dilakukan melalui strategi komunikasi


interpersonal yang baik,di dikung oleh media massa dan kegiatan
lainnya:

 Media cetak
 Media komunikasi
 Door to door
KESINAMBUNGAN

Strategi Pelaksanaan Program Keluarga


Berencana Berbasis Hak untuk Percepatan
Akses terhadap Pelayanan Keluarga
Berencana dan Kesehatan Reproduksi yang
Terintegrasi dalam Mencapai Tujuan.
TERIMA KASIH