Anda di halaman 1dari 34

KONSEP DASAR PERILAKU

INDIVIDU
SDMIndonesia.com
Dasar-Dasar Perilaku Individual

1. Karakteristik biografis
2. Kemampuan
3. Kepribadian
4. Belajar
5. Perilaku organisasi positif

SDMIndonesia.com
Produktivitas

Keluaran
Absensi

Manusia
Kebijakan dan Pergantian
Praktek SDM karyawan
Kepuasan
Struktur dan Teknologi,
Budaya Desain kerja,
Desain organisasi
Pengembangan
Perubahan dan

organisasi Dan stres


Tingkat sistem organisasi

Pengambilan
Keputusan klp Kepemimpinan

Komunikasi Tim-tim Tingkat kelompok


Komunikasi Struktur kelompok
kerja

Kelompok lain Kekuasaan


Konflik dan politik

Ciri biografis
Masukan
Manusia

Kepribadian Persepsi Tingkat


Pengambilan
induvidual
Nilai dan sikap Keputusan
Motivasi Individu
Pembelajaran
Kemampuan individu
Karakteristik Biografis

Merupakan karakteristik pribadi yang dapat


diperoleh dalam berkas personalia dari
seorang karyawan seperti usia, jenis kelamin,
status kawin, jumlah tanggungan dan masa
kerja.

SDMIndonesia.com
Usia
• Keyakinan bahwa makin tuanya sesorang produktivitasnya
mersosot, tidak selalu terbukti
• Karyawan tua mempunyai tingkat kemangkiran-yang dapat
dihindari-yang lebih rendah dari karyawan muda
• Makin tua semakin kecil kemungkinan berhenti dari
pekerjaan, karena
 Semakin terbatasnya pekerjaan alternatif
 Masa kerja yang lebih panjang, berdampak pada tingkat imbalan
yang lebih baik
• Bertambahnya usia, kepuasan meningkat untuk karyawan
profesional, dan diantara non profesional merosot selama
setengah baya, dan naik lagi pada tahun-tahun yang lebih
belakangan
SDMIndonesia.com
Jenis Kelamin

• Tidak ada beda yang bermakna dalam


produktivitas kerja antara pria dan wanita
• Wanita mempunyai tingkat kemangkiran
dan keluarnya karyawan yang lebih tinggi
dari pada pria
• Tidak ada bukti yang menyatakan jenis
kelamin karyawan mempengaruhi
kepuasan kerja

SDMIndonesia.com
Status Kawin Dan Jumlah Tanggungan

• Tidak cukup bukti ada efek status perkawinan


pada produktivitas
• Karyawan yang menikah lebih sedikit
absensinya, mengalami pergantian yang lebih
rendah, dan lebih puas dengan pekerjaan
mereka daripada rekan sekerja mereka yang
bujangan
• Banyaknya tanggungan tidak ada pengaruh
yang signifikan terhadap produktivitas, tingkat
absensi, pergantian dan kepuasan kerja
SDMIndonesia.com
Masa Kerja

• Tidak ada alasan untuk meyakini bahwa orang


yang lebih lama berada pada suatu pekerjaan
lebih produktif daripada mereka yang
senioritasnya lebih rendah
• Senioritas berkaitan secara negatif terhadap
kemangkiran dan pergantian karyawan
• Masa kerja dan kepuasan saling berkaitan
secara positif

SDMIndonesia.com
Kemampuan

• Kapasitas seorang individu untuk mengerjakan


berbagai tugas dalam suatu pekerjaan
• Kemampuan individu tersusun dalam dua
perangkat faktor yaitu:
1. Kemampuan intelektual, berupa kemampuan yang
diperlukan untuk mengerjakan kegiatan mental,
seperti kemahiran berhitung, pemahaman verbal,
kecepatan perseptual, penalaran induktif, penalaran
diduktif, visualisasi ruang, dan ingatan.
2. Kemampuan fisik, kemampuan yang diperlukan untuk
melakukan tugas yang menuntut stamina, kecekatan,
kekuatan dan ketrampilan.

SDMIndonesia.com
Kemampuan

• Kinerja meningkat apabila ada kesesuaian


pekerjaan dengan kemampuan.
• Karyawan akan gagal apabila mereka kekurangan
kemampuan yang disyaratkan
• Kemampuan intelektual dan atau fisik diperlukan
untuk kinerja yang memadai pada suatu pekerjaan
bergantung pada persyaratan kemampuan dari
pekerjaan itu.
• Bila kemampuan jauh melampaui persayaratan
pekerjaan bisa jadi kinerja akan memadai, serta
kemerosotan dalam kepuasan kerja.
SDMIndonesia.com
Kepribadian

• Kepribadian merupakan jumlah total dari


cara-cara dalam mana seorang individu
bereaksi dan berinteraksi dengan orang
lain.
• Sesuatu yang terdapat dalam diri individu
yang membimbing dan memberi arah
kepada seluruh tingkah laku individu
yang bersangkutan.
SDMIndonesia.com
Kepribadian

Kombinasi cara-cara yang dipergunakan oleh seseorang


dalam berinteraksi dengan orang lain, yang dipengaruhi
oleh sifat turunan (genetis) dan lingkungan.

SDMIndonesia.com
The Components of an Attitude

SDMIndonesia.com
Faktor-faktor Pembentuk Kepribadian

1. Keturunan (genetik), ditentukan sejak lahir, berupa


sifat-sifat bawaan baik fisik maupun mental yang
mempengaruhi perbuatan, perasaan, dan pikiran.
2. Lingkungan, berupa budaya, norma, nilai dimana
seseorang dibesarkan dalam lingkungan keluarga,
teman, kelompok sosial, masyarakat.
3. Situasi, kepribadian orang bisa berubah-ubah akibat
perubahan situasi/kontek tertentu. Artinya
kepribadian bisa direkayasa atau dirubah dan berubah
(misalnya dengan proses pendidikan, belajar)

SDMIndonesia.com
Ciri Kepribadian
Myers-Briggs Type Indicator (MBTI)
Ciri Kepribadian Individu dibedakan ke dalam:
– Extrovert (E) or Introvert (I), lingkungan
– Sensing (S) or intuition (N) (indera atau intuisi)
– Thinking (T) atau feeling (F) ( pikiran atau perasaan)
– Perceiving (P) or judging (J) (penilaian atau pendapat)
MBTI berhubungan dengan bagaimana individu;
– Menfokuskan energinya (E vs I),
– Memberikan perhatian dan mengumpulkan informasi (S vs N)
– Proses dan evaluasi informasi dan membuat keputusan (T vs
F)
– Mengorientasikan diri pada dunia luar

SDMIndonesia.com
Ciri Kepribadian

Gabungan dari 4 tipe utama menghasilkan


16 tipe kepribadian, misalnya:
– Tipe ESTJ adalah tipe pengorganisasi, praktis,
realistik, to the point
– INTJ adalah tipe visioner, kaya ide-ide orsinil,
kritis, mandiri
– ENTP adalah tipe pengkonsep, banyak akal
dalam memecahkan masalah-masalah yang
menantang
SDMIndonesia.com
Ciri Kepribadian

Kemampuan
Ekstraversi
Bersepakat

Model Lima Besar Terbuka


Stabilitas
Kepribadian terhadap
Emosional
Pengalaman
Berhati-hati

SDMIndonesia.com
The Big Five Model (Model 5 besar)
1. Ekstraversi (Extraversion), mudah bergaul,banyak
bicara, tegas, percaya diri.
2. Sifat menyenangkan (Agreeableness), baik budi,
kooperatif, dapat dipercaya,perhatian.
3. Sifat mendengarkan kata hati (Conscientiousness),
bertanggung jawab, pekerja keras, ulet dan memiliki
N-Ach (needs of achievement) tinggi.
4. Stabilitas emosi (Emotional Stability), tenang, aman,
tidak khawatir.
5. Terbuka pada pengalaman (Openness to Experience),
imajinatif, responsif, kreatif, intelek, fleksibel.
SDMIndonesia.com
Tipe Kepribadian
Tipe Kepribadian Pekerjaan
Mekanik, petani,
Realistis Pemalu, stabil, praktis
pekerja perakitan

Ahli biologi, ekonom,


Investigatif Analitis, mandiri
ahli matematika

Kooperatif, Pekerja sosial, guru,


Sosial
mudah bersosialisasi konselor

Efisien, tidak luwes, Manajer, akuntan,


Konvensional
praktis teller

Enterprising (giat) Ambisi, energik Pengacara, penjual

Imajinatif, tidak praktis, Tukang cat, pemusik,


Artistik
idealis penulis
SDMIndonesia.com
Tipe Kepribadian yang Berhubungan Dengan Pekerjaan

i s In
t ve
a lis st
e ig
R R I at
if
Konvensional

Artistik
C A

En E S
ter

l
pr
sia
is in
So
g
SDMIndonesia.com
Perilaku Organisasi Positif

1. Optimisme
2. Harapan
3. Kebahagiaan
4. Resiliensi
5. Kecerdasan emosi
6. Efikasi diri

SDMIndonesia.com
Pengertian Perilaku Organisasi Positif

• Istilah Perilaku Organisasi Positip (Positive


Organizational Behavior) atau POB berasal dari
gerakan psikologi positif
• POB sebagai “studi dan aplikasi dari kekuatan
sumberdaya manusia positip dan kapasitas
psikologis yang dapat diukur, dikembangkan dan
dikelola secara efektif untuk meningkatkan
kinerja di tempat kerja

SDMIndonesia.com
Psikologi Positif
• Tujuan psikologi positip adalah menggunakan me-todologi ilmiah utk
menemukan dan mempromosi-kan faktor-faktor yang memungkinkan
individu, kelompok, organisasi dan komunitas berkembang.
• Terdapat tiga tingkat psikologi positif
1. Pengalaman subyektif yang berharga.
• Perlakuan yang baik, kesenangan hati, kepuasan (di masa lalu),
harapan dan optimisme (utk masa depan), dan kelancaran dan
kebahagiaan (sekarang)
2. Karakter individu yang positip
• Kapasitas utk mencintai dan bekerja, keberanian, keahlian
interpersonal, daya tahan, memaafkan, orisinilitas, talenta,
kebijakan.
3. Kepentingan dan institusi umum yg membuat individu menjadi
warga negara yang lebih baik.
• Tanggung jawab, pemeliharaaan, kewarganegaraan, toleransi,
moderat, dan etika kerja.

SDMIndonesia.com
Optimisme
• Optimisme adalah sikap selalu mempunyai harapan baik
di segala hal.
• Optimisme baik termotivasi maupun memotivasi terbukti
bukan hanya sebagai bagian dari sifat alami manusia ,
tetapi juga memberi kontribusi pada perbedaan individu.
1. Optimisme mempunyai kekuatan yang positip di tempat kerja
Orang yang optimmisme termotivasi bekerja lebih keras, lebih
puas, tekun menghadapi tantangan dan kesulitan. Cenderung
merasa kuat secara fisik dan mental.
2. Optimisme yang berlebihan dapat menimbulkan hal yang
negatif atau gangguan fungsional. Misalnya optimisme yang
tidak realistik, dapat mengakibatkan; stres, kelelahan, dan
tekanan darah tinggi.

SDMIndonesia.com
Harapan

• Harapan menyangkut keseluruhan persepsi bahwa


seseorang dapat mencapai tujuannya.
• Dalam harapan mencakup dua elemen dasar yaitu
kekuatan keinginan atau willpower dan kekuatan
jalan atau waypower
1. Harapan mempunyai dampak positif terhadap
keberhasilan akademis, kesehatan emosional,
kemampuan mengatasi sakit dan kesulitan.
2. Orang yang mempunyai harapan dalam profesi yang
penuh tekanan akan berkinerja lebih baik.
3. Perusahaan dengan SDM yang berharapan tinggi adalah
perusahaan yang lebih profitabel, dan mempunyai
tingkat kepuasan serta komitmen karyawan lebih besar

SDMIndonesia.com
Kebahagiaan

Istilah kebahagiaan digunakan secara


bergantian dengan SWB (Subjective Well-
being) yaitu sisi afektif seseorang (suasana
hati dan emosi) dan evaluasi kognitif
kehidupan mereka.

SDMIndonesia.com
Resiliensi

• Sebagai komponen POB resiliensi dipandang sebagai “kapasitas


untuk memikul kesukaran, konflik, kegagalan, atau bahkan
kejadian positif, kemajuan, dan tanggung jawab yg meningkat”
• Kapasitas untuk memikul itu mencakup fleksibilitas,
penyesuaian, kemampuan adaptasi, dan responsif secara terus
menerus thd perubahan dan ketidakpastian.
• Resilinsi dipengaruhi dan dikembangkan oleh;
1. Aset yg dimiliki oleh seseorang , melalui diklat dan dg menjaga
hubungan sosial aset ini bisa ditingkatkan
2. Resiko, faktor ini dapat dikelola dengan menjaga kesehatan fisik dan
psikologis.
3. Proses adaptasi, ini dapat ditingkatkan dengan mengembangkan
kapasitas psikologis lainnya seperti; optimisme, harapan dan efikasi
diri.

SDMIndonesia.com
Kecerdasan Emosi

• Emosi adalah bagaimana


orang merasakan sesuatu.
Jadi emosi merupakan reaksi
terhadap sebuah obyek.
• Emosi dapat dibedakan
menjadi dua yaitu;
1. Emosi positif, berupa
cinta/afeksi, bahagia/gembira
2. Emosi negatif, berupa sedih,
marah, muak, dan malu

SDMIndonesia.com
Kecerdasan Emosi
• Kecerdasan Emosi (Emotional Intelligence) adalah
kapasitas untuk mengenali perasaan diri sendiri dan
orang lain, untuk memotivasi diri dan untuk mengelola
emosi diri sendiri dalam hubungannya dengan orang
lain.
• Dimensi Kecerdasan Emosi di tempat kerja meliputi:
1. Kesadaran diri, pengetahuan tentang perasaan sebenarnya
pada saat kejadian
2. Manajemen diri, menangani emosi untuk memudahkan,
bukannya untuk menghalangi tugas
3. Motivasi diri, tetap konsisten pada tujuan yang diinginkan
4. Empati, dapat mersakan apa yang dirasakan orang lain
5. Keterampilan sosial, kemampuan membaca situasi sosial,
berinteraksi dg orang lain membangun jaringan
SDMIndonesia.com
Efikasi Diri
Efikasi diri (self eficacy) mengacu pada keyakinan
individu (atau konfidensi) mengenai kemampuannya
untuk memobilisasi motivasi, sumber daya kognitif, dan
tindakan yang diperlukan agar berhasil melaksanakan
tugas dalam konteks tertentu.
• Efikasi diri spesifik (specific self eficacy)
Untuk merefleksikan keyakinan seseorang untuk me-
nyelesaikan tugas spesifik dan kognisi khusus situasi
• Efikasi diri umum (general self eficacy)
Untuk merefleksikan keyakinan seseorang untuk me-
nyelesaikan tugas di berbagai situasi dengan berhasil.
SDMIndonesia.com
Sumber Efikasi Diri

Sumber utama Efikasi diri ada empat yaitu:


1. Pengalaman Penguasaan atau Pencapaian Kinerja
Pengalaman yang diperoleh lewat usaha terus menerus membentuk
efikasi yang kuat dan fleksibel. Efikasi yang dibangun dari
kesuksesan yang datang dg mudah akan mudah berubah pula
2. Pengalaman Pribadi atau Pemodelan
Keberhasilan atau kegagalan orang lain (model) yang diamati akan
berpengaruh pada efikasi seseorang.
3. Persuasi Sosial
Dapat digunakan untuk membentuk efikasi diri dengan memberikan
informasi obyektif dan melakukan beberapa tindakan tindak lanjut.
4. Peningkatan Fisik dan Psikologis
Jika individu berada pada kondisi fisik dan mental yang sehat, maka
hal itu merupakan titik awal yang baik untuk membangun afikasi

SDMIndonesia.com
Implikasi Untuk Manajer

Kemampuan:
Kemampuan secara langsung mempengaruhi tingkat kinerja dan
kepuasan seorang karyawan melalui kemampuan kerja sesuai.
Mengingat keinginan manajemen untuk mendapatkan
kecocokan yang kompatibel, apa yang bisa dilakukan?
1. Proses seleksi yang efektif akan memperbaiki fit.
2. Keputusan promosi dan transfer yang mempengaruhi
individu yang sudah ada dalam pekerjaan organisasi harus
mencerminkan kemampuan kandidat.
3. Kesesuaian dapat diperbaiki dengan menyempurnakan
pekerjaan agar lebih sesuai dengan kemampuan incumbent.
SDMIndonesia.com
Implikasi Untuk Manajer

• Sikap
Manajer harus tertarik dengan sikap karyawan
mereka karena sikap memberi peringatan akan
masalah potensial dan karena mereka
mempengaruhi perilaku.
• Belajar
Penguatan positif adalah alat yang ampuh untuk
memodifikasi perilaku.

SDMIndonesia.com
SDMIndonesia.com