Anda di halaman 1dari 8

PANCASILA S EB A G A I

A R NE GA R A U NIV ER S A L
DAS AT I (1 903 0 17 4068 )
H : INDAN AF IF AH RAHMA W
DISUSUN OL E
A. PENGERTIAN
• PANCASILA BERSIFAT UNIVERSAL ARTINYA ADALAH PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA INDONESIA
MEMILIKI PERAN DAN FUNGSI YANG BERLAKU BAGI SELURUH MASYARAKAT TANPA MEMBEDA BEDAKAN
ASAL USUL, AGAMA DAN KEPERCAYAAN, RAS, POLITIK, DAN LAIN LAIN. DENGAN KATA LAIN, PANCASILA
BERSIFAT UNIVERSAL BERMAKNA BAHWA NILAI NILAI DALAM PANCASILA BERLAKU MENYELURUH BAGI
SEMUA RAKYAT INDONESIA, TANPA TERKECUALI.

• PANCASILA MEMILIKI SERANGKAIAN NILAI, YAITU KETUHANAN, KEMANUSIAAN, PERSATUAN,


KERAKYATAN, DAN KEADILAN. NILAI-NILAI DASAR PANCASILA SEPERTI KETUHANAN, KEMANUSIAAN,
PERSATUAN, KERAKYATAN, DAN KEADILAN YANG BERSIFAT UNIVERSAL, OBJEKTIF, ARTINYA NILAI-NILAI
TERSEBUT MUTLAK DAPAT DIPAKAI DAN DIAKUI OLEH NEGARA-NEGARA LAIN.
B. NILAI YANG TERKANDUNG DALAM SILA SILA
PANCASILA
• KETUHANAN YANG MAHA ESA
NEGARA YANG DIDIRIKAN ADALAH SEBAGAI PENGEJAWANTAHAN TUJUAN MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK TUHAN
YANG MAHA ESA

• KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB


SUATU KESADARAN SIKAP MORAL DAN TINGKAH LAKU MANUSIA YANG DIDASARKAN PADA NORMA-NORMA DAN
KEBUDAYAAN BAIK TERHADAP DIRI SENDIRI, SESAMA MANUSIA, MAUPUN TERHADAP LINGKUNGANNYA.

• PERSATUAN INDONESIA
BERANEKA RAGAM TETAPI MENGKATKAN DIRI DALAM SUATU KESATUAN DALAM SEMBOYAN “BHINEKA TUNGGAL
IKA”.
• KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM
PERMUSYAWARATAN/PERWAKILAN
MERUPAKAN SUBJEK PENDUKUNG POKOK NEGARA. NEGARA MERUPAKAN DARI RAKYAT, OLEH RAKYAT, DAN
UNTUK RAKYAT SEHINGGA RAKYAT MERUPAKAN ASAL MULA KEKUASAAN NEGARA. DALAM SILA KEEMPAT
TERKANDUNG NILAI DEMOKRASI YANG HARUS DILAKSANAKAN DALAM KEHIDUPAN NEGARA.

• KEADILAN SOCIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA


KONSEKUENSI NILAI KEADILAN YANG HARUS TERWUJUD ADALAH: 1) KEADILAN DISTRIBUTIF (HUBUNGAN
KEADILAN ANTARA NEGARA TERHADAP WARGA NEGARANYA), (2) KEADILAN LEGAL (KEADILAN ANTARA
WARGA NEGARA TERHADAP NEGARA), DAN (3) KEADILAN KOMUTATIF (HUBUNGAN KEADILAN ANTARA
WARGA NEGARA SATU DENGAN LAINNYA).
C. PANDANGAN MASYARAKAT INDONESIA MEGENAI
PANCASILA YANG BERSIFAT UNIVERSAL
• INDONESIA MERUPAKAN NEGARA YANG HETEROGEN. TERDIRI DARI BERAGAM SUKU, BUDAYA, AGAMA,
ADAT ISTIADAT, DAN YANG LAINNYA.PANDANGAN MASYARAKAT INDONESIA MENGENAI PANCASILA YANG
BERSIFAT UNIVERSAL YAITU MEREKA BERPIKIR BAHWA PANCASILA MEMILIKI PERAN DAN FUNGSI YANG
BERLAKU BAGI SELURUH MASYARAKAT TANPA MEMBEDA BEDAKAN ASAL USUL, AGAMA DAN
KEPERCAYAAN, RAS, POLITIK, DSB. DENGAN KATA LAIN, PANCASILA BERSIFAT UNIVERSAL BERMAKNA
BAHWA NILAI NILAI DALAM PANCASILA BERLAKU BAGI SEMUA RAKYAT INDONESIA. SEHINGGA,
MASYARAKAT INDONESIA BERPEGANG KEPADA NILAI NILAI YANG TERKANDUNG DALAM SILA PANCASILA
DALAM MENJALANI KEHIDUPAN DENGAN PERBEDAN YANG BERAGAM.
D. PENERAPAN PANCASILA YANG BERSIFAT
UNIVERSAL DI INDONESIA

• PENERAPAN NILAI NILAI PANCASILA SECARA UNIVERSAL TENTU TIDAK HANYA TERBATAS PADA LINGKUP
WILAYAH INDONESIA SAJA, TETAPI PADA LINGKUP DUNIA. DIMANA MASYARAKAT INDONESIA WAJIB
MELAKUKAN NORMA NORMA YANG BERLAKU SESUAI YANG TERDAPAT DALAM SILA SILA PANCASILA
TANPA TERKECUALI.
E. TANTANGAN YANG DIHADAPI BANGSA INDONESIA
DALAM MENERAPKAN NILAI PANCASILA YANG
BERSIFAT UNIVERSAL
• DALAM KEHIDUPAN BERNEGARA, NILAI UNIVERSALLAH YANG PALING SULIT UNTUK DITERAPKAN.
BANYAKNYA KEBERAGAMAN TENTU MENJADI FACTOR UTAMA DALAM TANTANGAN INI. KARAKTER
MASYARAKAT YANG BERBEDA BEDA, TENTU MENIMBULKAN BANYAK MASALAH. SALAH SATU CONTOH
SEPERTI MASIH BANYAKNYA MASYARAKAT YANG KELAPARAN, YANG MANA BANYAK MASYARAKAT
MAMPU YANG MENGABAIKAN SITUASI SEPERTI INI. SEDANGKAN JELAS PADA SILA KE DUA PANCASILA
MENJELASKAN MENGENAI SIFAT KEMANUSIAAN.
KESIMPULAN

• PANCASILA MEMILIKI SERANGKAIAN NILAI, YAITU KETUHANAN, KEMANUSIAAN, PERSATUAN,


KERAKYATAN, DAN KEADILAN. NILAI NILAI YANG TERKANDUNG DALAM PANCASILA TERSEBUT BERSIFAT
MENYELURUH/UMUM, YANG BERARTI SEMUA WARGA NEGARA HARUS BERPEDOMAN PADA PANCASILA
DALAM BERTINGKAH LAKU, YANG TIDAK HANYA DITERAPKAN DALAM LINGKUP INDONESIA . PANCASILA
DIGUNAKAN SEBAGAI BATASAN ATAU ATURAN ATURAN, YANG TIDAK MEMANDANG BERDASARKAN
PERBEDAAN YANG DIMILIKI, SEPERTI AGAMA, RAS, ADAT ISTIADAT, DAN YANG LAINNYA SEHINGGA
BERSIFAT MENGIKAT TANPA TERKECUALI.