Anda di halaman 1dari 18

Pengantar

Konsep
Komunikasi dan
Komunikasi
efektif jiwa

PRESENTED BY KELOMPOK 1
Ayatushi shifa Shalia Paramita
Danisha Rizkia Ananda Tri Astuti
Febiyana Agung Trimurti Ulfah Dwiyanti
Marsha Rizki Fath Vanesa Putriana
Ninda Ferbrica Melani

NAMA KELOMPOK
Pengertian dan Syarat Komunikasi
Pengertian
Gangguan Fisik

Prinsip-prinsip Komunikasi
Komunikasi Terpeutik Pada
Terapeutik Pada Keperawatan jiwa
Klien Gangguan
Mental
Menurut Depkes RI tahun 2001,”komunikasi adalah
suatu proses menyampaikan pesan yang dilakukan
oleh seseorang kepada pihak lain yang bertujuan untuk
menciptakan persamaan pikiran antara pengirim dan
penerima pesan”.

PENGERTIAN KOMUNIKASI
Syarat-Syarat Komunikasi

 ADANYA KESIAPAN
 KESUNGGUHAN
 KETULUSAN
 KEPERCAYAAN DIRI
 KETENANGAN
 KERAMAHAN
 KESEDERHANAAN
Gangguan fisik adalah suatu keadaan dimana
seseorang mempunyai kekurangan pada
anggota tubuh atau terganggunya sistem organ
dalam tubuh, sensorik, dan motorik pada tubuh.

PENGERTIAN GANGGUAN FISIK


Prinsip-prinsip Komunikasi Terapeutik Pada
Klien Gangguan Mental

1. Tidak menghakimi (Nonjudgmental approach)


Salah satu karakteristik caring dari perawat adalah tidak menghakimi
klien. Namun, pada beberapa kondisi tindakan menghakimi juga
diperlukan, seperti ketika menetapkan diagnosa keperawatan dan
menentukan rencana tindakan keperawatan pada klien. Pendekatan
tidak menghakimi maksudnya adalah kita tidak melakukan tindakan
kasar atau tindakan yang didasarkan atas keputusan berdasarkan
kesimpulan sepihak kepada klien baik secara verbal maupun non
Verbal.

2. Menerima (Acceptance)
Sikap menerima merupakan karakteristik lain dari perawat yang
caring. Penerimaan adalah menegaskan klien sebagaimana adanya dan
mengakui bahwa klien memiliki hak untuk mengeksprsikan emosi dan
pikirannya.
3. Hangat (warmth)
Sikap hangat merupakan karakteristik lain dari perawat yang caring.
Sikap hangat terlihat perhatian kepada klien dan mengungkapkan
kesenangan dalam merawat klien. Ini bukan berarti bahwa kita harus
berlebihan dengan klien atau berusaha untuk menjadi teman mereka.
Sikap hangat dapat diungkapkan secara non verbal, sikap positif, nada
yang ramah, dan senyum yang hangat

4. Empati
Empati merupakan sikap yang paling utama dalam menunjukkan
caring. Empati berarti memahami pikiran dan perasaan klien dan
ikut merasakan perasaannya tapi ikut terlarut didalamnya. Dalam
mencapai empati ada 2 proses yang dilewati yaitu memahami dan
validasi.
5. Keaslian (Authenticity)
Menjadi perawat yang caring harus memiliki pribadi yang tulus dan
menjadi diri sendiri dalam menjalin interaksi dengan klien. Ketika
kita komitment dengan klien, maka kita harus bersikap profesional.
Profesional disini maksudnya adalah berperan sebagai tenaga
kesehatan yang memberikan layanan kesehatan dengan tujuan untuk
menyembuhkan klien.

6. Kongruensi (Congruency)
Kesesuaian antara komunikasi verbal dan nonverbal merupakan
indikasi dari kongruensi. Kongruensi dibutuhkan untuk menumbuhkan
hubungan saling percaya antara perawat dengan klien.
 

7. Sabar (patience)
Untuk membina hubungan terapeutik, hal penting yang dilakukan
adalah sabar dengan klien. Karakter ini dapat meningkatkan
kemandirian klien. Sabar artinya memberikan klien ruang untuk
mengungkapkan perasaannya, berpikir, mengambil keputusan,
dan memberikan kesempatan untuk membuat perencanaan sesuai
keinginan dan kebutuhannya
9. Dapat dipercaya (Trustworthiness)
Dapat dipercaya merupakan karakteristik lain dari perawat yang caring,
dimana karakter ini mengawali karakter-karakter caring yang lain.
dengan kemampuan interpersonal yang baik, dapat membantu perawat
mengontrol emosional klien, dan membantu membangun hubungan
saling percaya dengan klien. Karakter ini harus ditunjukkan pada setiap
proses keperawatan.

10. Terbuka (self-disclosure)


Hubungan saling percaya dapat terbina ketika perawat bersikap
terbuka. Untuk menumbuhkan sikap terbuka pada klien dapat
dilakukan dengan mendengar klien, percaya dengan apa yang mereka
lakukan, tidak menghakimi.

11. Humor
Humor merupakan karakteristik yang penting dalam membina
hubungan terapeutik dengan klien. Humor dapat menciptakan
hubungan yang hangat dengan klien, menghilangkan rasa takut dan
khawatir klien terhadap perawat.
Komunikasi Terpeutik Pada keperawatan jiwa
 

PENGER
TIAN

Komunikasi terapeutik adalah komunikasi yang direncanakan secara


sadar,mempunyai yujuan serta kegiatannya diputuskan untuk
kesembuhan pasien.Pada dasarnya komuniaksi teraupetik merupakan
komunikasi interpersonal (antar pribadi ) yang professional mengarah
pada tujuan kese,buhan pasien dengan titik tolak saling memberi
pengertian antara tenaga medis spesialis jiwa dan pasien.
1. Sumber Komunikasi
2. Pesan
3. Saluran atau Channel
4. Penerima Pesan atau Komunikan
5. Umpan Balik

PROSES KOMUNIKASI
SYARAT SYARAT
KOMUNIKASI

1. Menggunakan bahasa yang baik


2. Lengkap
3. Atur informasi antara pengirim,pesan,dan umpan balik seimbang
4. Dengarkan secara aktif
5. Tahan emosi
6. Perhatikan isyarat non verbal
7. Kontak mata
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
KOMUNIKASI

1. Latar belakang budaya


2. Ikatan dengan kelompok atau grup
3. Harapan
4. Pendidikan
5. Situasi
Pelayanan kesehatan Jiwa di Indonesia
Leininger ( 1973) mengemukakan bahwa perubahan hospital based care menjadi community
based care adalah tren yang paling signifikan dalam pengobatan gangguan jiwa.

A. Dukungan legislative pada tenaga kesehatan jiwa pada tahun 1996


B. Peluncuran UU kesehatan mental tahun 1996 dimana terbentuk farmasi institute nasional
kesehatan mental yang mendukung penelitian tentang intervensi,diagnosis,serta
pencegahan dan pengobatan gangguan jiwa.
C. Lumcuran perundang – undangan tentang pusat kesehatan jiwa masyarakat pada tahun
1963
D. Pada tahun 1970 sampai dengan 1980 muncul minat pada aspek biologi dan neurobiologis
dari gangguan jiwa dan pengobatannya
E. Pada tahun 1990 terjadi perkembangan teknologi dan penelitian diagnostic yang inovatif
khususnya untuk skizofrenia dan gangguan mood
F. Pada tahun 1990 terjadi perubahan ekonomi dan social reformasi
Etika keperawatan adalah nilai- nilai dan prinsip – prinsip yang diyakini oleh profesi
keperawatan dalam melaksanakan tugasnya yang berhubungan dengan
pasien,masyarakat,teman sejawat maupun dengan organisasi profesi,serta pengaturan praktik
dalam keperawatan itu sendiri (Barger & Williams,1999). Etika keperawatan merupakan
suatu acuan dalam melaksanakan praktik keperawatan, tak terkecuali keperawatan jiwa

1. Pelayanan berdasrkan bukti


2. Model perawatan berkesinambungan memiliki tujuan utama membantu mengatasi
PROGRAM kebutuhan secara keseluruhan
PELAYANAN 3. Jalur yang sudah terbrntuk untuk memperoleh perawatan dan terapi
KESEHATAN 4. Perbedaan geografi perlun diperhatikan
JIWA 5. Kadang-kadamg pengorganisasian pelayanan tidak memperhatikan kebutuhan
MASYARAKAT penderita gangguan jiwa
6. Model pelayanan yang diberikan berdasarkan kebutuhan
7. Kerjasama lintas program dan lintas sektoral penting untuk mengatasi kebutuhan
gangguan jiwa yang kompleks
Prinsip pelayanan kesehatan adalah komperensif,
yang difokuskan pada pasien. Prinsip tersebut
adalah sbb :
Pencegahan primer pada anggota masyarakat
yang sehat jiwa
Pencegahan sekunder pada anggota masyarakat
yang mengalami masalah psikososial dan
gangguan jiwa
Pencegahan tersier pada pasien gangguan jiwa
yang sedang dalam proses pemulihan

Kesimpulan dari level pelayanan kesehatan jiwa


dimasyarakat adalah sbb :
Dinas kesehatan
Puskesmas, perawat komunitas
Informal dan formal grup kader
Indivifdu dan keluarga
TERIMA KASIH

ADA
PERTANYAAN…?