Anda di halaman 1dari 78

Upaya

Penurunan Prevalensi
ODGJ dan ODMK
dr. Nova Riyanti Yusuf, SpKJ
Anggota DPR RI (Komisi IX) – Fraksi
Partai Demokrat
Ketua Umum PDSKJI Jaya

Rabu, 13 Februari 2019


Raker Kesnas – ICE BSD
Topik Pembahasan:
 Data
 Peraturan Turunan Undang-Undang Nomor 18
tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa
 Inisiatif WHO untuk pencegahan bunuh diri &
Rekomendasi
 Bebas Pasung
 SPM
 Kesehatan Jiwa & Bencana
 NIMH
 Peran Pemda sesuai UU Keswa
BESARAN MASALAH
DATA BUNUH DIRI?
 Kematian #2 tertinggi akibat bunuh diri adalah pada KU
15 – 29 tahun (WHO, 2015).
 Gangguan jiwa sangat lazim terjadi pada remaja-remaja
dengan perilaku bunuh diri.
 Tidak semua tindakan bunuh diri disebabkan oleh
gangguan jiwa, tetapi 80-90% remaja yang meninggal
karena bunuh diri mempunyai psikopatologi signifikan
seperti gangguan mood, gangguan cemas, problem
perilaku, dan penyalahgunaan NAPZA (2, 3).
 Menurut WHO Global Health Estimates 2017, kematian
global tertinggi akibat bunuh diri adalah pada usia 20
tahun di negara-negara low-and-middle income. (4)
WHO Global Health Estimates
2017
Proporsi Keinginan Bunuh Diri Pelajar SMP dan
SMA (Litbangkes, GSHS 2015)
Prevalensi (%) keinginan untuk bunuh diri pada
populasi 15+ tahun (Riskesdas, 2013)
Prevalensi Keinginan Bunuh Diri untuk Desa & Kota
(Riskesdas, 2013)
Hasil CDI & SDQ pada 941 pelajar
di DKI Jakarta (2015)

Sumber: Assessing Self-Rated Instruments to detect Suicidal Thought Among High School Students in Jakarta.
The 2nd International Meeting of Public Health. Volume 2018.
Problem Emosional (2015)

Sumber: Assessing Self-Rated Instruments to detect Suicidal Thought Among High School Students in Jakarta.

The 2nd International Meeting of Public Health. Volume 2018.


Hasil pendataan melalui aplikasi
Keluarga Sehat (6/9/2018, 07:57)
 Dari 16.269.599 keluarga yang terdata, 84,11% yang terdata
lengkap dan bisa dihitung IKS-nya
 Persentase keluarga sehat (IKS > 0,8) di Indonesia sebesar
16,2%. Persentase nasional maupun semua provinsi di
Indonesia masih < 50% sehingga termasuk keluarga tidak
sehat (IKS < 0,5).
 Cakupan indikator keluarga sehat tertinggi adalah” keluarga
memiliki akses/menggunakan sarana air bersih” (95,51%)
dan terendah adalah” penderita gangguan jiwa berat, diobati
dan tidak ditelantarkan” (15,78%)
Lima gejala terbanyak pada penduduk
yang mengalami gangguan mental emosional:

Sumber: Sri Idaiani dkk, Litbangkes Kementerian Kesehatan RI


Undang – Undang Nomor 18 Tahun 2014
tentang Kesehatan Jiwa dan
hal-hal yang belum selesai
Peraturan Turunan Undang-Undang Nomor
18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa

Peraturan Presiden

Peraturan Pemerintah

Peraturan Menteri
Peraturan Turunan (1)
 Pasal 5 (3) Ketentuan lebih lanjut mengenai
koordinasi Upaya Kesehatan Jiwa (yang
terintegrasi, komprehensif, dan
berkesinambungan) diatur dengan Peraturan
Presiden
 Pasal 23 (4) Ketentuan lebih lanjut mengenai
penatalaksanaan ODGJ dengan cara lain di luar
ilmu kedokteran diatur dengan Peraturan
Menteri
Human Rights Watch (2016)
Peraturan Turunan (2)
 Ketentuan lebih lanjut mengenai:
› penyelenggaraan upaya promotif (pasal 9)
› penyelenggaraan upaya preventif (pasal 16)
› penyelenggaraan upaya rehabilitatif (pasal 32)
› penyelenggaraan upaya kuratif (pasal 24)
› tata cara penyelenggaraan upaya kuratif (pasal 34)
› perencanaan, pengadaan dan peningkatan mutu, penempatan,
dan pendayagunaan, serta pembinaan SDM di bidang Kesehatan
Jiwa (pasal 44)
› Pengawasan terhadap fasilitas pelayanan berbasis masyarakat
(pasal 59)
 diatur dalam Peraturan Pemerintah
Peratuan Turunan (3)
 Ketentuan lebih lanjut mengenai pedoman
pemeriksaan kesehatan jiwa untuk kepentingan
hukum diatur dengan Peraturan Menteri PMK
No.77 Tahun 2015 tentang Pedoman
Pemeriksaan Kesehatan Jiwa untuk Kepentingan
Penegakan Hukum ✔
Pasal 90

 Peraturan pelaksanaan dari Undang-


Undang ini harus ditetapkan paling lama
1 tahun terhitung sejak Undang-
Undang ini diundangkan (disahkan
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono 7
Agustus 2014).
Bebas Pasung
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 54
Tahun 2017 tentang Penanggulangan Pemasungan Pada Orang
Dengan Gangguan Jiwa
 Pemerintah Daerah provinsi memiliki tugas dan wewenang sbb:
› Menetapkan kebijakan pelaksanaan Penanggulangan Pemasungan ODGJ dengan
mengacu pada Peraturan Menteri ini
› Melakukan koordinasi dan jejaring kerja dengan Satuan Kerja Pemerintah Daerah
(SKPD) terkait serta melakukan kemitraan dengan lembaga swadaya masyarakat
maupun akademisi yang relevan
› Melakukan advokasi dan bimbingan teknis kepada pemerintah daerah kabupaten/kota
dalam mengimplementasikan kebijakan dan percepatan pencapaian tujuan
penanggulangan pemasungan ODGJ
› Melakukan pemetaan terhadap masalah pemasungan pada lingkup provinsi
› Meningkatkan kemampuan SDM bidang kesehatan jiwa di tingkat provinsi dan
kabupaten/kota
› Menjamin ketersediaan Fasilitas Pelayanan Kesehatan tingkat rujukan dalam melakukan
penangganggulangan pemasungan pada ODGJ sesuai dengan kemampuan
› Menyediakan dukungan pembiayaan
› Mengimplementasikan sistem data dan informasi
› Melakukan pemantauan dan evaluasi
INTERNATIONAL
COMMITMENT
SUICIDE
PREVENTION
Sustainable Development Goals
 Goal 3 of the SDGs is to:
Ensure healthy lives and
promote well-being for all at
all ages.
 Target 3.4 is: By 2030, reduce
by one third premature
mortality from non-
communicable diseases
through prevention and
treatment and promote mental
health and well-being.
 Within Target 3.4, suicide rate
is an indicator
Mental Health Action Plan 2013 - 2020
 In the
WHO Mental
Health Action
Plan 2013-2020,
the
global target 3.2
is on the
reduction of
country
level suicide rat
es by 10% by
the year 2020. 
JUDUL
PEMBERITAAN
BUNUH DIRI
WHO PROJECT 2018
(Konsultan)
• National Suicide Prevention Strategy (NSPS)
• Instrument – Suicide Risk Assessment (I – SRA)
• Fokus:
• URBAN
• YOUTH
Urgensi Strategi Nasional
Pencegahan Bunuh Diri (1)
 Menguraikan ruang lingkup besarnya masalah, mengakui
bahwa perilaku bunuh diri adalah masalah kesehatan
masyarakat yang utama.
 Menandai komitmen pemerintah untuk mengatasi.
 Sebuah strategi yang kohesif merekomendasikan kerangka
struktural, menggabungkan berbagai aspek pencegahan bunuh
diri.
 Memberikan panduan otoritatif tentang kegiatan kunci
berbasis bukti  identifikasi berhasil/tidak
 Mengidentifikasi pemangku kepentingan utama dan
mengalokasikan tanggungjawab & koordinasi
Urgensi Strategi Nasional
Pencegahan Bunuh Diri (2)
 Identifikasi kesenjangan penting dalam legislasi,
penyediaan layanan, dan pengumpulan data
 Menunjukkan SDM dan keuangan yang diperlukan
untuk intervensi
 Membentuk advokasi, peningkatan kesadaran, dan
komunikasi media
 Mengusulkan kerangka monitoring dan evaluasi yang
kuat
 Menyediakan konteks untuk agenda penelitian tentang
perilaku bunuh diri
Rekomendasi untuk Kementerian
Kesehatan

Direktorat Direktorat
Direktorat Direktorat Jenderal Jenderal Direktorat Bina
P2MKJN Jenderal P2P Kesehatan Pelayanan Kesehatan Anak
Masyarakat Kesehatan
Direktorat P2MKJN
Upaya
Upaya Baseline
Baseline Data
Data
Revitalisasi
Revitalisasi Hotline
Hotline Service
Service menggunakan
menggunakan I – SRA &
I – SRA & PHQ
PHQ Revitalisasi
Revitalisasi Aplikasi
Aplikasi Sehat
Sehat Jiwa
Jiwa
500-454
500-454 –– 99 Adolescent
Adolescent (target SDGs &
(target SDGs &
MHAP)
MHAP)

Melanjutkan
Melanjutkan upaya
upaya Menyebarluaskan
Menyebarluaskan video
video PSA
PSA
Konseptualisasi
Konseptualisasi National
National memasukkan
memasukkan indikator depresi
indikator depresi (Kembali Semangat: Upaya
(Kembali Semangat: Upaya
Suicide
Suicide Registry
Registry && risiko
risiko bunuh
bunuh diri
diri dalam
dalam Pencegahan
Pencegahan Bunuh
Bunuh Diri)
Diri)
RPJMN
RPJMN 2020
2020 –– 2024
2024

Pemanfaatan
Pemanfaatan I-SRA
I-SRA && PHQ-9
PHQ-9 Melanjutkan
Melanjutkan Peraturan
Peraturan Bersama
Bersama
Melanjutkan
Melanjutkan upaya
upaya sosialisasi
sosialisasi Adolescent
Adolescent saat jelang krisis,
saat jelang krisis, Mendikbud, Menkes, Menag,
Mendikbud, Menkes, Menag,
RAPOR KESEHATANKU 
RAPOR KESEHATANKU  methodological Mendagri
pendataan:
pendataan: DASHBOARD
DASHBOARD methodological Mendagri tentang
tentang Pembinaan
Pembinaan &&
(termasuk
(termasuk ONLINE)
ONLINE) Pengembangan UKS/M
Pengembangan UKS/M

Menindaklanjuti
Menindaklanjuti Pasal
Pasal 65
65 UU
UU
Menyelesaikan
Menyelesaikan Peraturan2
Peraturan2 Keswa tentang Pusat Penelitian,
Keswa tentang Pusat Penelitian, CENTER
CENTER FOR
FOR SUICIDE
SUICIDE
Turunan
Turunan UU Keswa
UU Keswa Pengembangan,
Pengembangan, dandan PREVENTION
PREVENTION
(2019: RPP)
(2019: RPP) Pemanfaatan Teknologi
Pemanfaatan Teknologi
Kesehatan
Kesehatan Jiwa
Jiwa
Direktorat Jenderal P2P

Merencanakan Dana
Alokasi Khusus (DAK)
Memastikan peran Dit
Non Fisik 2020 melalui
P2MKJN yang
Dana BOK atau Dit
komprehensif dalam
P2MKJN mengusulkan
menjalankan ke-4 upaya
untuk dana dekonsentrasi
kesehatan jiwa (promotif,
untuk memasukkan
preventif, kuratif,
komponen kesehatan jiwa
rehabilitatif) diikuti dengan
berupa deteksi dini risiko
alokasi anggaran yang
bunuh diri dan konseling
sesuai.
melalui program UKS
(implementasi I – SRA)
Direktorat Jenderal
Kesehatan Masyarakat

Memanfaatkan data-data
Memuat konten rapor
dalam Rapor Kesehatanku
kesehatan jiwa remaja dalam
agar dibuat dalam dashboard
RAPOR KESEHATANKU,
dan dimanfaatkan untuk
diantaranya menggunakan
penelitian kondisi kesehatan
instrumen I – SRA dan PHQ-
remaja Indonesia termasuk
9 adolescent
profil kesehatan jiwa
• Melanjutkan konten
tentang kesehatan
jiwa dalam
Direktorat Sehatpedia termasuk
live chat, sebagai
Jenderal salah satu akses
konsultasi untuk
Pelayanan upaya pencegahan
Kesehatan bunuh diri.

Memasukkan materi tentang bunuh diri dalam
Direktorat Bina MODUL PELATIHAN PELAYANAN
Kesehatan Anak KESEHATAN PEDULI REMAJA (PKPR) bagi
Konselor Sebaya
Rekomendasi untuk Dinas Kesehatan DKI Jakarta
(dapat diikuti oleh wilayah lain)
Rekomendasi untuk BPJS Kesehatan

Mengembangkan insentif-insentif
seperti reward hiburan bagi peserta
Mengkaji kembali tentang kebijakan BPJS yang rajin membayar iuran.
terkait klaim bunuh diri Insentif yang baik untuk kesehatan
jiwa, misalnya hiburan menonton ke
XXI.
Rekomendasi untuk FKTP

Membuat prosedur rujukan ke FKTP berdasarkan hasil skrining dari sekolah-sekolah (dari
mulai pelatihan SDM sehingga rujukan berjenjang)

Pelatihan SDM tidak hanya untuk pencegahan bunuh diri tetapi juga yang ramah remaja
(dibutuhkan modul)

Materi pelatihan SDM dalam penanganan anak dan remaja harus mendapatkan materi dari
Seksi Psikiatri Anak & Remaja PP PDSKJI

Melanjutkan peran Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR)

Perluasan pemanfaatan aplikasi PKPR seperti di Puskesmas Ciracas, Jakarta Timur

Membuat model layanan ramah remaja di Puskesmas

Memisahkan rekam medis pasien remaja dari orangtua

Melaksanakan SPM terbaru


SPM
The New SPM
 Permenkes No. 43 Tahun 2016:
› 12 jenis layanan mutu termasuk ODGJ berat
 Perbedaan terdapat 2 jenis layanan mutu di level
provinsi berupa layanan kesehatan bagi
penduduk terdampak krisis kesehatan akibat
bencana atau berpotensi bencana provinsi, dan
layanan kesehatan bagi penduduk pada kondisi
kejadian luar biasa (KLB) provinsi.
Ilustrasi Kasus Subklaster Kesehatan Jiwa
Kabupaten Pandeglang (Kunker K9 DPR RI)

 Keadaan umum: kecemasan, gangguan pola tidur,


rasa kehilangan keluarga, harta, pekerjaan, ODGJ
putus obat dan kambuh
 Kegiatan:
› Psikososial pada anak dan dewasa
› Pengobatan ODGJ
› Konseling pada korban pasca tsunami
› Home visit ODGJ yang berdampak tsunami
› Pelayanan kesehatan pada ODGJ 26 orang
› Home visit yang terdampak tsunami
› Trauma healing (?) pada anak dan dewasa
 Rencana Tindak Lanjut:
› Monitoring selama pasca tsunami oleh tim keswa PKM
Labuan
› Memberikan pelayanan kesehatan pada pengungsi ODGJ
› Monitoring ODGJ terdampak tsunami
› Monitoring pengungsi pasca tsunami dengan memberikan
pelayanan kesehatan pada ODGJ
› Memberikkan pelayanan kesehatan pada ODGJ
› Memberikan penyuluhan kesehatan pada ODGJ sesuai
dengan jadwal yang sudah ditentukan setiap bulannya
Kunker K9 DPR RI (Palu, Desember
2018)
INISIATIF KESEHATAN JIWA &
BENCANA
• 2010: psychological first aid (Erupsi Merapi  kalakarya 400 perawat se-
Jawa Tengah dengan biaya dari BNPB)
• Model Layanan Kesehatan Primer Pesisir (akan dimulai dari Pandeglang)
• Mental Health Security:
• Promosi kesehatan jiwa
• Menyesuaikan manusia Indonesia terhadap perubahan gaya hidup akibat
perubahan iklim (pemanasan global)
• Mengadaptasikan manusia Indonesia yang hidup dalam lokasi ring of fire
(menerima, tidak denial, dan sigap)
UU Kesehatan
Jiwa & Peran
Pemerintah
Daerah
Pasal
Pasal 39,
39, 41,
41, 42:menjamin
42:menjamin ketersediaan SDM jumlah
ketersediaan SDM jumlah fasilitas,
fasilitas, kompetensi,
kompetensi, jenis
jenis layanan
layanan

Pasal
Pasal 47
47 &
& 60:
60: fasyankes,
fasyankes, di
di luar
luar sektor
sektor kesehatan,
kesehatan, berbasis
berbasis masyarakat
masyarakat

Pasal
Pasal 52:
52: Pemerintah
Pemerintah daerah
daerah provinsi
provinsi wajib
wajib mendirikan
mendirikan paling
paling sedikit
sedikit 11 rumah
rumah sakit
sakit
jiwa
jiwa

Pasal
Pasal 64:
64: menjamin
menjamin ketersediaan
ketersediaan perbekalan
perbekalan kesehatan
kesehatan jiwa:
jiwa: obat
obat psikofarmaka,
psikofarmaka, alat
alat
kesehatan,
kesehatan, dan
dan alat
alat non-kesehatan
non-kesehatan
Pasal 65

 Pemerintah, pemda, dan masyarakat melakukan penelitian,


pengembangan, pengadaan , dan pemanfaatan teknologi
dan produk teknologi dalam upaya kesehatan jiwa.

 Mencakup:
 Segala metode dan alat yang digunakan untuk
mendeteksi, mencegah terjadinya, meringankan
penderitaan akibat, menyembuhkan, dan memulihkan
diri dari gangguan jiwa.
National Institute of Mental Health (Amerika Serikat)

Usia
Usia >
> 68
68 tahun
tahun

Tombak
Tombak penelitian
penelitian kesehatan
kesehatan jiwa
jiwa nasional,
nasional, mendukung
mendukung riset
riset untuk
untuk mentransformasi
mentransformasi
pemahaman
pemahaman dan
dan penatalaksanaan
penatalaksanaan gangguan
gangguan jiwa,
jiwa, mempersiapkan
mempersiapkan langkah
langkah preventif,
preventif,
pemulihan,
pemulihan, dan
dan penyembuhan.
penyembuhan.

Terobosan
Terobosan genetika,
genetika, peluncuran
peluncuran Brain
Brain Research
Research through
through Advancing
Advancing Innovative
Innovative
Neurotechnologies
Neurotechnologies (BRAIN
(BRAIN Initiative)
Initiative)

Program
Program Early
Early Psychosis
Psychosis Prediction
Prediction and
and Prevention
Prevention (EP3)
(EP3) untuk
untuk mencegah
mencegah onset
onset atau
atau
mengurangi
mengurangi durasi
durasi psikosis
psikosis yang
yang tidak
tidak diterapi.
diterapi.
National Institute of Mental Health (AS-2)

Riset Translational yang


Riset Dasar menerjemahkan Riset
(biologi, perilaku, Dasar menjadi upaya
pencegahan dan
sosial, lingkungan penatalaksanaan

Riset Pelayanan
Kesehatan, termasuk
riset implementasi.
NIMH mendanai penelitian & para peneliti di seluruh AS

NIMH mendukung >


Penelitian 2.000 grant ekstramural
dan kontrak penelitian
Para
Para peneliti
peneliti mengajukan
project
mengajukan
project melalui
melalui aplikasi
aplikasi
internal di universitas dan grant
grant
institusi di AS & LN
National Institute of Mental Health (Jepang):

Departemen
Departemen (1
(1 Direktur
Direktur &
& 11 Kepala
Kepala Seksi)
Seksi)


Mental Health Policy & Evaluation

Psychosomatic Research

Adult Mental Health

Social Psychiatry

Developmental Disorder

Forensic Psychiatry

National Information Center for Disaster

Drug Dependence Research

Child and Adolescent Mental Health

Neuropsychopharmacology

Psychophysiology

Psychiatric Rehabilittaion

Center for Suicide Prevention
Institute of Mental Health Singapore

 Helpline & Crisis Intervention Team


 Extension of helpline to social service providers and their clients
 Includes training to community partners to manage their existing clients
with mental illness

 Establishment of Geographical Zones:


 Senior Medical Doctor  Panel of Team Doctors  Allied Helath Team
 Community Partners
 4 geographical zones (N, S, E, W) led by 4 zone leaders. Roles of zones:
 Provide team-based care: to address the preventive, chronic, and acute need
of patients within geographical zones
 Ensure continuity of care: plan & co-ordinate services across the care
spectrum
Impelementasi Lokal Contoh Inisiatif
2018: Project “Jakarta Institute of
Mental Health”
Pasal 77
Pasal 78
 Pemerintah dan pemda  Pemerintah dan pemda
bertugas dan bertugas dan
bertanggungjawab bertanggungjawab
menyediakan sarana terhadap ketersediaan
dan prasarana dalam dan kesejahteraan
penyelenggaraan keswa SDM di bidang keswa
Pasal 81
Pasal 80
 Pemerintah dan pemda wajib  Pemerintah dan pemda
melakukan upaya rehabilitasi bertanggungjawab melakukan
terhadap ODGJ terlantar,
menggelandang, mengancam
penatalaksanaan terhadao ODGJ
keselamatan dirinya dan/atau yang terlantar, menggelandang,
orang lain, dan/atau mengganggu mengancam keselamatan dirinya
ketertiban dan/atau keamanan dan/atau orang lain, dan/atau
umum. Meliputi: mengganggu ketertiban dan/atau
 ODGJ tidak mampu keamanan umum.
 Tidak mempunyai keluarga,
wali atau pengampu, dan/atau
 Tidak diketahui keluarganya
Pasal 81
Pasal 89
 Pemerintah dan pemda wajib  Pemerintah dan
melakukan penampungan di pemerintah daerah wajib
fasilitas penampungan di
fasilitas pelayanan di luar
mendirikan fasilitas
sektor kesehatan bagi ODGJ pelayanan di bidang keswa
yang telah sembuh atau dalam jangka waktu
terkendali gejalanya yang tidak paling lambat 5 tahun
memiliki keluarga dan/atau sejak undang-undang ini
terlantar.
diundangkan.
National Institute of Mental Health (Singapore)

 Pelatihan Kesehatan Jiwa untuk Dokter Umum:


 2016, 29 GPs lulus program Graduate Diploma in Mental Health
(GDMH). GPs dilatih satu tahun untuk melakukan penilaian,
identifikasi, dan menangani kondisi psikiatrik. Lulusan berasal dari:
praktik pribadi, poliklinik, rumah sakit umum, dan rumah sakit
swasta.
 Diluncurkan 2010, GDMH adalah program gabungan the IMH &
the Division of Graduate Medical Studies at the National
University of Singapore (NUS) untuk membangun jejaring GPs
yang mampu memberikan layanan kesehatan jiwa yang nyaman dan
mudah dijangkau di komunitas.
 Sampai saat ini, telah lulus 114 dokter. Of these, 38 bergabung
program IMH’s Mental Health – GP Partnership untuk menangani
pasien stabil yang telah dipulangkan dari IMH ke komunitas.
INTERNATIONAL INITIATIVES

• AUSTRALIA
• INGGRIS
#HEADSTOGETHER
 Sebuah inisiatif kesehatan jiwa yang dipelopori
oleh The Royal Foundation of The Duke and
Duchess of Cambridge and The Duke and
Duchess of Sussex,
 Yang terdiri dari kombinasi kampanye untuk:
› Menghadapi stigma
› Merubah arah diskusi tentang kesehatan jiwa
› Dengan fundraising untuk serangkaian seri pelayanan
kesehatan jiwa yang inovatif.
 https://www.headstogether.org.uk/
#HEADSTOGETHER
 Bekerjasama dengan
pemuda, respon darurat,
tuna wisma, dan veteran,
kami menyaksikan bahwa
masalah kesehatan jiwa
yang tidak tuntas
merupakan inti dari
tantangan-tantangan sosial
terbesar kami.
#HEADSTOGETHER
BEYOND BLUE
 Memberikan informasi dan
dukungan untuk membantu
orang Australia mencapai
kondisi kesehatan jiwa terbaik,
berapa pun umur dan di mana
pun berada.
› Learn about anxiety
› Learn about depression
› Learn about suicide
 SUPPORT YOURSELF.
SUPPORT OTHERS.
 https://www.beyondblue.org.
au/
 
JULIA GILLARD:
 CABINET on Second Gillard
Ministry (December 2011 –
Prime Minister of Australia) March 2012):
› Minister for Health
› Minister for Families,
 September 2010 – Community Services, and
December 2011: Indigenous Affair
 Cabinet: › Minister for Disability
Reform
› Minister for Health &
› * Minister for Mental Health
Ageing
& Ageing
 Outer Ministry: * Minister for Social Inclusion
› Minister for Mental * Minister Assisting the
Health & Ageing Primer Minister on Mental
Health Reform
Thank you, Next!