Anda di halaman 1dari 20

STIE SATYA DHARMA SINGARAJA

AKUNTANTASI SEKTOR
PUBLIK
KELOMPOK 3

NAMA :NIM :
1. DEWA AYU WIDYA ANTARI 18.02.1.004
2. DEWA GEDE MARTA EKAYANA 18.02.1.013

JURUSAN :
D3 AKUNTANSI (REGULER PAGI)

TEKNIK AKUNTANSI KEUANGAN


SEKTOR PUBLIK
LATAR BELAKANG
Beberapa teknik akuntansi keuangan yang dapat diadopsi
oleh sektor publik adalah akuntansi anggaran, akuntansi
komitmen, akuntansi dana, akuntansi kas, dan akuntansi
accrual. Pada dasarnya kelima teknik tersebut tidak bersifat
mutually exclusive. Artinya, penggunaan salah satu teknik
akuntansi tersebut tidak menolak penggunaan teknik yang
lain. Dengan demikian, suatu organisasi dapat
menggunakan teknik akuntansi yang berbeda-beda, maupun
menggunakan kelima teknik tersebut secara bersama-sama
TEORI AKUNTANSI SEKTOR
PUBLIK
• Teori akuntansi memiliki kaitan yang erat dengan
akuntansi keuangan, terutama pelaporan keuangan
kepada pihak eksternal.
Teori ini memiliki tiga karakteristik dasar, yaitu :

Kemampuan untuk
menerangkan atau
menjelaskan fenomena
yang ada Kemampuan untuk
memprediksi

Kemampuan
mengendalikan fenomena
Tiga tujuan mempelajari teori akuntansi, yaitu :

Untuk memahami
praktik akuntansi
yang saat ini ada

Mempelajari kelemahan dan


kekurangan dari praktik
akuntansi yang saat ini dilakukan

Memperbaiki praktik
akuntansi di masa
mendatang
HAMBATAN

OBJEKTIVITAS KONSISTENSI

DAYA BANDING TEPAT WAKTU

Ekonomis dalam
MATERIALITAS
penyajian laporan
PERLUNYASISTEM AKUNTANSI
SEKTOR PUBLIK
Pada sektor publik pengambilan keputusan terkait dengan keputusan
ekonomi, sosial, dan politik. Pada dasarnya akuntansi baik pada sektor
swasta maupun pada sektor publik, dibagi menjadi dua bagian, yaitu
akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen.
• Akuntansi keuangan dapat didefinisikan sebagai suatu prinsip, metode,
dan teknik pencatatan dan pengorganisasian data keuangan atas
operasi/kegiatan suatu entitas untuk menghasilkan dan memberikan
informasi yang digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan yang
rasional.
• Ruang lingkup akuntansi keuangan pemerintah meliputi semua
kegiatan yang mencakup pengumpulan data, penganalisaan,
pengklasifikasian, pencatatan, dan pelaporan atas transaksi keuangan
pemerintah sebagai suatu entitas serta penafsiran terhadap hasil –
hasilnya.
STANDAR AKUNTANSI SEKTOR
PUBLIK
Hal yang harus dipertimbangkan dalam penetapan standar akuntansi,
yaitu:
• Standar memberikan dokumen tentang informasi yang harus disajikan
dalam laporan keuangan posisi keuangan, kinerja, dan aktivitas
sebuah organisasi bagi seluruh pengguna informasi
• Standar memberika petunjuk dan aturan tindakan bagi auditor yang
memungkinkan pengujian secara hati – hati dan independen saat
menggunakan keahlian dan integritasnya dalam mengaudit laporan
suatu organisasi serta saat membuktikan kewajarannya.
• Standar memberikan petunjuk tentang kumpulan data yang perlu
disajikan yang berkaitan dengan berbagai variable yang patut
dipertimbangkan dalam bidang perpajakan, regulasi, perencanaan seta
regulasi ekonomi dan penigkatan efisiensi ekonomi serta tujuan social
lainnya.
• Standar menghasilkan prinsip dan teori yang penting bagi seluruh
pihak yang berkepentingan dalam disiplin ilmu akuntansi.
Hal yang diperhatikan dalam penyusunan dan penetapan standar adalah
menghindari terjadinya standar yang overload. Standar yang overload terjadi ketika:

Standar terlalu banyak Standar terlalu rumit

Tidak ada standar yang tegas (rigid) Standar mempunyai tujuan yang sifatnya
sehingga sulit untuk membuat umum sehingga gagal dalam menyajikan
pilihan dalam penerapannya pebedaan kebutuhan diantara para
penyaji dan pengguna.

Standar kurang spesifik sehingga gagal dalam


mengidentifikasi perbedaan antara:
1. Entitas publik dan entitas non publik
2. Laporan keuangan tahunan dan interim
3. Organisasi besar dan kecil
4. Laporan keuangan auditan dan non auditan Pengungkapan yang berlebihan,
pengukuran yang terlalu kompleks,
atau keduanya.
TEKNIK AKUNTANSI KEUANGAN
SEKTOR PUBLIK
Akuntansi Akuntansi
Anggaran Komitmen

Akuntansi Dana

Akuntansi
Akuntansi Kas Akrual
AKUNTANSI ANGGARAN
• Merupakan teknik akuntansi yg menyajikan jumlah yang
dianggarkan dengan jumlah aktual dan dicatat secara
berpasangan (double entry). Yang lebih menekankan pada
bentuk dari akun-akun keuangan bukan pada isi akun
tersebut

• Dapat membandingkan secara sistematik & kontinyu jumlah


anggaran dengan realisasi anggaran, sehingga dapat
dilakukan tindakan koreksi bila terdapat varians.

• Tujuan: untuk menekankan peran anggaran dalam siklus


perencanaan, pengendalian, & akuntabilitas.
• Kelemahan: teknik ini sangat kompleks.
AKUNTANSI KOMITMEN
• Adalah sistem akuntansi yang mengakui transaksi &
mencatatnya pada saat order dikeluarkan.

• Tujuan: untuk pengendalian anggaran, agar tidak over-


commit the budget

• Masalah: akun yg dicatat hanya didukung oleh order


yang dikeluarkan, tidak ada legal-liability untuk patuh
pada order & order dengan mudah dibatalkan. Sehingga
sulit untuk mengakui biaya untuk periode yang
bersangkutan yang didasarkan pada order yang
dikeluarkan
AKUNTANSI DANA
Masalah utama yang dihadapi organisasi sektor publik yaitu pencariaan
dana. Teori ini dikembangkan oleh Vatter (1947) untuk tujuan
organisasi bisnis.
Terdapat dua jenis dana yang digunakan pada organisasi sektor
publik,yaitu:
• Dana yang dapat dibelanjakan (expendable fund): dicatat untuk
mancatat nilai aktiva, utang, perubahan aktiva bersih, dan saldo dana
yang dapat dibelanjakan untuk kegiatan yang tidak bertujuan untuk
mencari laba. Jenis akuntansi dana ini digunakan pada organisasi
pemerintahan (governmental funds).
• Dana yang tidak dapat dibelanjakan (nonexpendable funds): untuk
mencatat biaya pendapatan, aktiva,utang dan modal untuk kegiatan
yang sifatnya mencari laba. Jenis dana ini digunakan pada organisasi
bisnis (proprietary funds).
Sumber daya suatu organisasi sektor publik  yang terdiri
atas dana-dan dapat di gambarkan dalam gambar berikut:

Keterangan :
• A = AKTIVA ED = EKUITAS DANA
K = KEWAJIBAN
• PERSAMAAN AKUNTANSI DANA
• Dalam akuntansi dana dikenal dengan persamaan akuntansi sebagai
berikut :
AKTIVA = KEWAJIBAN + EKUITAS DANA

Persamaan tersebut tentu saja berbeda dengan persamaan akuntansi yang


kita kenal pada akuntansi keuangan yang digunakan dalam perusahaan
komersial yang berupa :
• AKTIVA = KEWAJIBAN + EKUITAS  

• Disini terdapat perbedaan yang mendasar antar ekuitas dana dan ekuitas.
Pada perusahaan selisih antara aktiva dan utang adalah ekuitas yang
menunjukkan adanya kepemilikan pada perusahaan tersebut oleh
pemegang sahamnya. Sementara itu, pada organisasi sektor publik,
ekuitas dana tidak menunjukkan adanya kepemilikan siapapun karena
memang tidak ada  kepemilikan individu dalam suatu organisasi sektor
publik.
AKUNTANSI KAS

Penerapan akuntansi kas, pendapatan dicatat pada saat kas


diterima, dan pengeluaran dicatat ketika kas dikeluarkan.
Kelebihan cash basis adalah mencerminkan pengeluaran
yang actual, riil dan obyectif. Dengan cash basis, tingkat
efisiensi dan efektifitas suatu kegiatan, program atau
aktifitas tidak dapat diukur dengan baik.
AKUNTANSI AKRUAL
Akuntansi akrual dianggap lebih baik dibandingkan akuntansi kas.
Teknik akuntansi berbasis akrual diyakini dapat menghasilkan laporan
keuangan yang lebih dipercaya, lebih akurat, komprehensif dan
relevan untuk pengambilan keputusan ekonomi, social dan politik.
Pengaplikasian accrual basis dalam akuntansi sector publik pada
dasarnya adalah untuk menentukan cost of services dan charging for
services, yaitu untuk mengetahui besarnya biaya yang dibutuhkan
untuk menghasilkan pelayanan publik serta penentuan harga pelayanan
yang dibebankan kepada publik. Hal ini berbeda dengan tujuan
pengaplikasian accrual basis dalam sector swasta yang digunakan
untuk mengetahui dan membandingkan besarnya biaya terhadap
pendapatan (proper matching cost against revenue).
SINGLE ENTRY, DOUBLE ENTRY and
TRIPLE ENTRY
• SINGLE ENTRY. Sistem pencatatan single entry sering disebut juga dengan sistem tata
buku tunggal atau tata buku.  Dalam sistem ini, pencatatan transaksi ekonomi dilakukan
dengan mencatatnya satu kali.  Transaksi yang berakibat bertambahnya kas akan dicatat
pada sisi penerimaan dan transaksi yang berakibat berkurangnya kas akan dicatat pada sisi
pengeluaran. Sistem pencatatan single entry atau tata buku ini memiliki kelebihan, yaitu
sederhana dan mudah dipahami.  Namun, sistem ini memiliki  kelemahan antara lain kurang
bagus untuk pelaporan (kurang memudahkan penyusunan laporan), sulit untuk menemukan
kesalahan pembukuan yang terjadi, dan sulit dikontrol. 
• DOUBLE ENTRY. Sistem pencatatan double entry sering disebut juga dengan sistem tata
buku berpasangan.  Menurut sistem ini, pada dasarnya suatu transaksi ekonomi akan dicatat
dua kali.  Pencatatan dengan sistem ini disebut dengan istilah menjurnal.  Dalam pencatatan
tersebut, sisi Debit berada di sebelah kiri sedangkan sisi Kredit berada di sebelah kanan. 
Setiap pencatatan harus menjaga keseimbangan persamaan dengan akuntansi.Persamaan
dasar akuntansi merupakan alat bantu untuk memahami sistem pencatatan ini.
• TRIPLE ENTRY. Sistem pencatatan triple entry adalah pelaksanaan pencatatan dengan
menggunakan sistem pencatatan double entry, ditambah dengan pencatatan pada buku
anggaran.  Jadi, sementara sistem pencatatan double entry dijalankan, PPK SKPD maupun
bagian keuangan atau SKPKD juga mencatat transaksi tersebut pada buku anggaran,
sehingga pencatatan tersebut akan berefek pada sisa anggaran.  
SESI TANYA JAWAB
TERIMA KASIH