Anda di halaman 1dari 39

Kejadian Luar

Biasa

Kelompok 1
Kelompok 1
1. Ana fitrianti
2. Andi setiawan
3. Anjasmara T
4. Annisa Estu U
5. Riski Vetra R
6. Suratmi
7. Surya Hardyana
Pengertian Kejadian Luar Biasa
• Kejadian Luar Biasa adalah kejadian yang
melebihi keadaan biasa, pada satu atau
sekelompok masyarakat tertentu. (Mac
Mahon and Pugh, 1970; last, 1983,
Benenson 1990).
• Kejadian Luar Biasa adalah peningkatan
frekuensi penderita frekuensi, pada populasi
tertentu, pada tempat dan musim atau tahun
yang sama.(last 1983).
lanjutan
Kejadian Luar Biasa (KLB) adalah
suatu kejadian (penyakit) didalam
daerah tertentu yang bisa menyebar
dalam kurun waktu yang singkat
lanjutan
• Kejadian Luar Biasa dijelaskan
sebagai timbulnya atau
meningkatnya kejadian kesakitan
atau kematian yang bermakna
secara epidemiologis pada suatu
daerah dalam kurun waktu tertentu.
Kriteria KLB
• Timbulnya suatu penyakit menular
tertentu sebagaimana dimaksud dalam
pasal 4 yang sebelumnya tidak ada atau
tidak dikenal pada suatu daerah.
• Peningkatan kejadian kesakitan terus
menerus selama 3 kurun waktu dalam jam,
hari atau minggu berturut – turut menurut
jenis penyakitnya.
lanjutan
• Jumlah penderita baru dalam periode waktu 1
bulan menunjukan kenaikan dua kali atau
lebih di bandingkan dengan angka rata –rata
perbulan dalam tahun sebelumnya.
• Rata – rata jumlah kejadiankesakitan perbulan
selama 1 tahun menunjukan kenaikan dua kali
atau lebih di bandingkan dengan rata – rata
jumlah kejadian kesakitan perbulan pada
tahun sebelumnya.
Lanjutan
• Angka kematian kasus suatu penyakit (case
fatality rate ) dalam 1 kurun waktu tertentu
menunjukan kenaikan 50% atau lebih di
bandingkan dengan angka kematian kasus
suatu penyakit periode sebelumnya dalam
kurun waktu yang sama.
• Angka proporsi penyakit ( proportional rate )
pemderita baru pada suatu periode
menunjukan kenaikan dua kali atau lebih di
banding suatu periode sebelumnya dalam
kurun waktu yang sama.
Karakteristik penyakit yang
berpontensi KLB
• Penyakit yang terindikasi mengalami
peningkatan kasus secara cepat.
• Merupakan penyakit menular dan
termasuk juga kejadian keracunan.
• Mempunyai masa inkubasi yang cepat.
• Terjadi di daerah dengan padat hunian.
Klasifikasi KLB
1. Penggolongan KLB berdasarkan sumber
• Sumber dari manusia
• Sumber dari kegiatan manusia
• Sumber dari binatang
• Sumber dari serangga
• Sumber dari udara, air,
• Sumber makanan dan minuman
lanjutan
2. Menurut penyebab
• Toksin
• Infeksi
• Toxin biologis
• Toxin kimia
Penyidikan KLB
Penyidikan KLB (kejadian Luar Biasa) meliputi :
• Dilaksankan pada saat pertama kali mendapatkan
informasi adanya KLB atau dugaan KLB.
• Penyelidikan perkembangan KLB atau
penyelidikan KLB lanjutan
• Penyelidikan KLB untuk mendapatkan data
epidemiologi KLB atau penelitian lainnya yang
dilaksanakan sesudah KLB berakhir
Langkah langkah penyidikan KLB
• Persiapan penelitian lapangan
• Menetapkan apakah kejadian tersebut KLB
• Memastikan diagnosis etiologis
• Mengidentifikasi dan menghitung kasus atau
paparan
• Mendiskripsikan kasus berdasarkan orang,
waktu, dan tempat
• Membuat cara penanggulangan sementara
dengan segera (jika diperlukan)
lanjutan
• Mengidentifikasi sumber dan cara penyebaran
• Mengidentifikasi keadaan penyebab KLB
• Merencanakan penelitian lain yang sistematis
• Menetapkan syarat cara pencegahan atau penanggulangan
• Menetapkan sistem penemuan kasus baru atau kasus
dengan komplikan
• Melaporkan hasil penyidikan kepada instansi kesehatan
setempat dan kepada sistem pelayanan kesehatan yang
lebih tinggi
Pengendalian KLB
1. Perencanaan
merupakan inti dari kegiatan manajemen, karena
semua kegiatan manajemen di atur dan di arahkan
oleh perencanaan tersebut.
Tahapan penyusunan perencanaan sebagai berikut.
• Lakukan analisis masalah
• Penetapan masalah prioritas
• Inventariasi alternatif pemecahan masalah
• Menyusun dokumen perencanaan
Lanjutan
2. Pelaksanaan
adalah tahap tahap implementasi dari dokumen
perencanaan.
Hal – hal yang perlu di waspadai pada tahap
pelaksanaan ini adalah:
• Kemungkinan tidak tepatnya waktu pelaksanaan seperti
yang telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan dari
sebagaian atau keselruhan kegiatan.
• Kemungkinan tidak terjadinya koordinasi antar kegiatan
• Pemahaman yang berbeda dari penanggung jawab
kegiatan
lanjutan
3. Pengendalian (monitoring / supervisi )
• Setiap kegiatan harus dilakukan supervisi
secara rutin dan berkesinambungan.
Supervisi dilakukan bukan berarti tidak
percaya kepada penanggung jawab kegiatan
semata mata untuk memastikan bahwa
• seluruh kegiatan benar – benar dilaksanakan
sesuai dengan dokumen perencanaan.
Pelayanan pengobatan dan
pencegahan KLB
penyelenggaraan pelayanan
pengobatan merupakan kegiatan
pertama yang segera dilakukan oleh
petuga terdekat, terutama
dipuskesnas dan Rumas sakit.
kegiatan pelayanan pengobayan
adalah sebagai berikut:
• mendekatkan upaya pelayanan pengobatan
sedekat mungkin dengan penderita, terutama
dengan mendirikan pos pos kesehatan
• melengkapi pos pos kesehatan dengan tenaga,
obat dan perawatan yang memadai, termasuk
perawatan pengambilan specimen jika
diperlukan
• menyedikan saran pencatatan penderita berobat
upaya pencegahan perluasan KLB
meliputi kegiatan :
• pengobatan penderita sebagai sumber
penularan penyakit penyebab KLB
• perbaikan kondisi lingkungan sebagai
sumber penyebaran penyakit
• meningkatkan daya tahan tubuh
dengan perbaikan gizi dan imunisasi
Penanggulangan KLB
Penanggulangan KLB adalah
kegiatan yang dilaksanakan untuk
menangani penderita, mencegah
perluasan KLB, mencegah timbulnya
penderita atau kematian baru pada
suatu KLB yang sedang terjadi.
Rencana penanggulangan KLB harus
memuat unsur-unsur sebagai berikut :
• Tempat atau sasaran
• Metode penanggulangan
• Tim penanggulangan KLB (tim
gerak cepat)
• Sarana
• Waktu
Upaya penanggulangan KLB
• Penyelidikan epidemilogis.
• Pemeriksaan, pengobatan, perawatan, dan
isolasi penderita termasuk tindakan karantina.
• Pencegahan dan pengendalian.
• Pemusnahan penyebab penyakit.
• Penanganan jenazah akibat wabah.
• Penyuluhan kepada masyarakat.
• Upaya penanggulangan lainnya.
Indikator keberhasilan
penanggulangan KLB
• Menurunnya frekuensi KLB.
• Menurunnya jumlah kasus pada setiap KLB.
• Menurunnya jumlah kematian pada setiap
KLB.
• Memendeknya periode KLB.
• Menyempitnya penyebarluasan wilayah
KLB.
Kasus
(Chikungunya)
Chikungunya atau demam chik adalah
suatu penyakit yang disebabkan oleh
virus chikungunya yang bersifat self
limiting diseases, tidak menyebabkan
kematian dan diikuti dengan adanya
imunitas didalam tubuh penderita, tetapi
serangan kedua kalinya belum diketahui.
Lanjutan
Chikungunya merupakan infeksi akut
yang mirip seperti infeksi virus
dengue seperti demam mendadak,
atralgia, ruam makulopapular dan
leucopenia. (Sumarmo, 2002)
Gambaran Klinis Chikungunya

1. Gejala utama demam mendadak,


nyeri pada persendian dan ruam
makulopapuler (kumpulan bintik-
bintik kemerahan) pada kulit yang
kadang-kadang disertai dengan
gatal.
Lanjutan

2. Gejala lainnya yang dapat


dijumpai adalah nyeri otot, sakit
kepala, menggigil, kemerahan
pada konjunktiva, pembesaran
kelenjar getah bening dibagian
leher, mual, muntah.
Etiologi Chikungunya
Agent (virus penyebab) adalah
virus chikungunya, genus
alphavirus atau “group A”
antrophodborne viruses
(alphavirus), famili Togaviridae.
Sumber dan Cara Penularan
Penularan deman chik terjadi apabila
penderita yang sakit (dalam keadaan
viremia) digigit oleh nyamuk penular
Aedes sp, kemudian nyamuk tersebut
menggigit orang lain. Biasanya penularan
terjadi dalam satu rumah, tetangga, dan
dengan cepat menyebar ke satu wilayah
(RT/RW/dusun/desa).
Pengobatan Chikungunya
Pengobatan bersifat simptomatis
menurunkan deman dan mengurangi
rasa nyeri dengan obat analgetik-
antipiretik, beristirahat selama deman
dan nyeri sendi akut. Makanan
seperti biasa, tidak ada pantangan.
Epidemiologi
Penyebaran penyakit chikungunya di Indonesia
terjadi pada daerah endemis penyakit deman
berdarah dengue. KLB sering terjadi pada awal
dan akhir musim hujan. Banyaknya tempat
perindukan nyamuk sering berhubungan
dengan peningkatan kejadian penyakit
chikungunya. Berdasarkan data yang ada
chikungunya lebih sering terjadi didaerah sub
urban.
Kejadian Luar Biasa Chikungunya
Definisi Operasional KLB
Chikungunya adalah ditemukan lebih
dari satu penderita chikungunya di
suatu desa/kelurahan yang
sebelumnya tidak pernah ditemukan
penderita. (Pedoman Pengendalian
Chikungunya, Kemkes, 2007).
Penyelidikan Epidemiologi
Chikungunya
Penyelidikan epidemiologi
dilakukan terhadap dugaan
penderita demam chik, terutama
apabila memiliki gejala demam
mendadak, nyeri sendi, dan ruam.
Upaya Penanggulangan
Chikungunya
Demam chik belum ditemukan obat,
tetapi dapat sembuh sendiri sehingga
pengobatan bersifat simptomatis dengan
pemberian obat penurun panas dan
mengurangi nyeri, dan beristirahat
selama fase akut, serta pada umumnya
tidak memerlukan perawatan dirumah
sakit.
Lanjutan
Untuk memutus mata rantai penularan kasus-
nyamuk-orang lain perlu dilakukan tindakan
sama dengan upaya pemberantasan KLB DBD
yaitu, gerakan pemberantasan sarang nyamuk,
pemberian larvasida, memelihara ikan pemakan
jentik, perlindungan diri menggunakan repelen,
obat nyamuk bakal dan sejenisnya, penggunaan
kelambu serta isolasi penderita agar tidak
digigit nyamuk.
Surveilans Ketat pada KLB
Chikungunya
Perkembangan kasus dan kematian
setiap hari disampaikan ke dinas
kesehatan kabupaten/kota. Dilakukan
analisis mingguan terhadap
perkembangan kasus dan kematian.
Sistem Kewaspadaan Dini KLB
Chikungunya
Pemantauan kemungkinan terjadinya
KLB deman chik dilaksanakan oleh
setiap unit pelayanan kesehatan dan
masyarakat, baik terhadap penderita
maupun pemantauan jentik berkala.