Anda di halaman 1dari 28

ILMU SOSIAL

SOSIOLOGI

Oleh: Fahruddin Eka


Cahyana
S.Sos.,M.Pd.
DISKRIPSI MATA AJARAN
 FOKUS CABANG ILMU INI MEMBAHAS
TENTANG MANUSIA DAN SOSIAL BUDAYA
MASYARAKAT MANUSIA DAN KELUARGA
SEBAGAI SUB SYSTEM DALAM SOSIO-
BUDAYA MASYARAKAT, ATURAN/ NORMA-
NORMA DALAM KEHIDUPAN
BERMASYARAKAT, NILAI BUDAYA DALAM
MASYARAKAT INDONESIA, KEPERCAYAAN
AGAMA SEBAGAI KEKUATAN DALAM
KEHIDUPAN MASYARAKAT.
TUJUAN MATA KULIAH
MEMAHAMI MANUSIA DAN BUDAYA,
INDIVIDU DAN KELUARGA ADALAH SUB
SISTEM SISTEM BUDAYA MASYARAKAT,
NORMA-NORMA SEBAGAI ATURAN DALAM
KEHIDUPAN DIMASYARAKAT NILAI
BUDAYA DALAM MASYARAKAT INDONESIA,
KEPERCAYAAN DAN AGAMA SEBAGAI
KEKUATAN DALAM KEHIDUPAN
MASYARAKAT, KLIEN ADALAH CENTRAL
DALAM PELAYANAN/ ASUHAN
KEPERAWATAN, CARING DALAM
MASYARAT YANG MULTI KULTURAL.
 2 SKS
 PENUGASAN 30 %
 UTS/UAS 70 %
PENGERTIAN SOSIOLOGI

 Secara Etimologis, istilah sosiologis


berasal dari bahasa latin, yaitu socius
dan logos. Socius berarti teman atau
kawan. Logos artinya kata atau
berbicara.
 Ilmu pengetahuan yang membahas dan
mempelajari kehidupan manusia dalam
masyarakat.
PENGERTIAN
ANTROPOLOGI
 Antropologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu
antropos yang berarti manusia dan logos artinya
ilmu
→Ilmu yang mempelajari tentang manusia
 Manusia menurut tinjauan antropologi, dapat
dilihat dari dua segi :
1. manusia sebagai makhluk biologi atau organik
2. manusia sebagai makhluk sosial budaya.
Sejarah Sosiologi

 Lahirnya sosiologi tercatat pada tahun 1842,


takkala Auguste Comte menerbitkan buku
berjudul Positive-Philosophy.
 Beberapa pandangan penting yang
dikemukakan adalah “Hukum Manusia” atau
“hukum tiga jenjang”. Menurut pandangan
ini, sejarah akan melewati tiga jenjang yang
mendaki.
Pertama : jenjang Teologi
pada jenjang ini, manusia
mencoba menjelaskan gejala
disekitarnya dengan mengacu
pada hal-hal yang bersifat
adikodrati.
Kedua : jenjang Metafisika
pada jenjang ini, manusia
mengacu pada kekuatan-
kekuatan metafisik atau abstrak.
 Ketiga : jenjang positif
pada jenjang ini, penjelasan gejala alam ataupun sosial
dilakukan dengan mengacu pada deskripsi ilmiah.
 Setengah abad setelah Herbert Spencer
mengembangkan suatu penelitian masyarakat dalam
bukunya berjudul principles of sociology, istilah sosiologi
menjadi lebih populer.
 Berkat jasa Herbert Spencer pula, sosiologi akhirnya
berkembang dengan pesat. Sosiologi berkembang
dengan pesat pada abad ke-20, terutama di Perancis,
Jerman, dan AS walaupun arah perkembangannya
diketiga negara tersebut berbeda satu sama lain.
Sosiologi kemudia menyebar ke berbagai benua dan
negara-negara lain termasuk Indonesia.
Objek Kajian Sosiologi
 Objek kajian sosiologi adalah masyarakat yang
dilihat dari sudut hubungan antarmanusia
tersebut didalam masyarakat.
 Jadi pada dasarnya sosiologi mempelajari
masyarakat dan perilaku sosial manusia
dengan meneliti kelompok yang dibangunnya.
 Sosiologi mempelajari perilaku dan interaksi
kelompok, menelusuri asal-usul
pertumbuhannya serta menganalisis pengaruh
kegiatan kelompok terhadap anggotannya.
Definisi Tentang
Masyarakat menurut :
 Selo Sumardjan
Masyarakat adalah orang-orang yang hidup
bersama dan menghasilkan kebudayaan.
 Ralph Linton
Masyarakat merupakan suatu kelompok
manusia yang telah hidup dan bekerjasama
dalam waktu cukup lama sehingga dapat
mengatur dan menganggap diri mereka
sebagai suatu kesatuan sosial dengan batas-
batas yang jelas.
 Hassan Shadily
Masyarakat adalah golongan besar atau kecil
dari beberapa manusia yang dengan atau
karena sendirinya bertalian secara golongan
dan mempunyai pengaruh kebatinan satu
sama lain.
 J.L. Gillin dan J.P. Gillin
Masyarakat adalah kelompok yang terbesar
dan mempunyai kebiasaan, tradisi, sikap dan
perasaan persatuan sama.
 Auguste Comte
 Masyarakat adalah kelompok makhluk hidup dengan realitas-
realitas baru yang berkembang menurut hukum-hukumnya sendiri
dan memiliki pola perkembangan tersendiri
 Soerjono Soekanto
 Soerjono soekanto mengemukakan tentang ciri-ciri masyarakat,
antara lain :
A. sekelompok manusia yang terdiri atas sekurang-kurangnya dua
orang atau dan hidup bersama.
B. bercampur atau berinteraksi untuk waktu yang relatif lama
C. secara sadar mengetahui bahwa mereka merupakan satu
kesatuan.
D. mereka merupakan suatu sistem hidup bersama.
Objek Kajian Antropologi
 Yang menjadi objek penyelidikan antropologi adalah :
 Sejarah terjadinya dan perkembangan manusia sebagai makhluk
biologis. Cabang antropologi yang meneliti hal ini adalah
antropologi
 Terjadinya bermacam-macam manuisa dilihat dari ciri badaniah.
Cabang antropolgi yang menelitinya adalah antropologi fisik
dalam arti khusus atau samatologi.
 Penyebaran dan tumbuhnya beraneka macam bahasa manusia.
Cabang antropologi yang mempelajarinya adalah etnolinguistik.
 Terjadinya perkembangan dan penyebaran beraneka ragam
kebudayaan. Cabang antropolgi yang mempelajarinya adalah
prehistori.
 Dasar-dasar kebudayaan manusia dalam kehidupan masyarakat.
Bidang ini ditelaah oleh etnologi.
Hakikat Sosiologi
1. Sosiologi adalah suatu ilmu sosial.
2. Sosiologi bukan merupakan disiplin ilmu yanh
normatif, melainkan kategoris.
3. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan murni
bukan terapan
4. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang
abstrak dan bukan konkret
5. Sosiologi bertujuan untuk menghasilkan
pengertian-pengertian dan pola-pola umum.
Sosiologi sebagai ilmu
 1. pengetahuan
 Kesan yang timbul dalam pikiran manusia sebagai hasil penggunaan panca
inderanya.
 2. tersusun secara sistematis
 Tidak semua pengetahuan merupakan suaru ilmu. Hanya pengetahuan yang
tersusun secara sistematis saja yang bisa dikatakan sebagai ilmu
pengetahuan. Sistematika berarti urut-urutan tertentu dari unsur-unsur yang
merupakan suatu kebulatan.
 3. menggunakan pemikiran
 Proses cara berfifikr dengan menggunakan otak. Pengetahuan yang dipikirkan
tersebut diperoleh melalui kenyataan (fakta) dengan melihat dan mendengar
sendiri, serta melalui alat-alat komunikasi lainnya. Pengetahuan tersebut
diterima dengan panca indera untuk kemudian diterima dan diolah oleh otak.
 4. dapat dikontrol secara kritis oleh orang lain atau umum (objektif)
 Pada tahap ini ilmu pengetahuan harus dapat dikemukakan dan diketahui
umum sehingga dapat diperiksa serta ditelaah oleh umum yang mungkin
berbeda paham dengan ilmu pengetahuan yang dikemukakan.
Metode-metode dalam
Sosiologi
 1. metode Kualitatif
 Metode ini mengutamakan bahan yang
sukar diukur dengan angka-angka atau
dengan ukuran-ukuran lain yang bersifat
eksak walaupun bahan tersebut terdapat
dengan nyata dalam masyarakat.
 Metode kualitatif, meliputi :
 A. metode historis
 Metode yang mempergunakan analisis atas
peristiwa-peristiwa dalam masa silam untuk
merumuskan prinsip-prinsip umum.
 B. metode komparatif
 Metode yang mementingkan perbandingan
antara bermacam-macam masyarakat beserta
bidang-bidangnya untuk mengetahui perbedaan,
persamaan, dan sebab-sebabnya.
 C. metode kombinasi historis komparatif
 Metode yang menggunakan analisis secara
historis dan komparatif.
 2. metode kuantitatif
 Metode ini mengutamakan bahan-bahan
keterangan dengan angka-angka sehingga
gejala-gejala yang diteliti dapat diukur
menggunakan skala, indeks, tabel dan formula
yang mempergunakan ilmu pasti dan
matematika.
 Metode yang termasuk dalam metode
kuantitatif adalah metode statisitk yang
bertujuan menelaah gejala-gejala sosial
secara matematis ( teknil sociometry ).
Cabang-cabang sosiologi
 1. sosiologi agama
 Mempelajari hubungan gejala kemasyarakatan dengan agama. Didalam
agama dipelajari perilaku manusia berkaitan dengan keyakinan yang
dianutnya.
 2. sosiologi pendidikan
 Mengkaji hubungan antara gejala kemasyarkatan dengan pendidikan.
Materi yang dikaji dalamm sosiologi pendidikan meliputi :
 * peranan lembaga pendidikan dalam proses sosialisasi
 * peranan pendidikan dalam perubahan masyarakat
 * lingkungan pendidikan
 3. sosiologi politik
 Bertujuan untuk mengkaji hubungan antara gejala dengan kemasyarkatan
dengan politik. Bahan kajian dalam sosiologi politik adalah :
 perilaku-perilaku politik
 Lembaga-lembaga politik dalam masyarakat
 Peranan politik dalam perubahan masyarakat
 4. sosiologi hukum
 Mempelajari kaitan antara gejala kemasyarakatan dan hukum.
Materi yang dipelajari :
 Lembaga-lembaga hukum dalam masyarakat
 Peran hukum dalam masyarakat
 Perilaku masyarakat dalam hubungannya dengan hukum yang
berlaku.
 5. sosiologi kekeluargaan
 Membahas kegiatan atau interaksi gejala kemasyarakatan
dengan keluarga. Materi yang dibahas :
 Bentuk-bentuk keluarga dalam masyarakat
 Peran keluarga dalam masyarakat
 Keluarga dalam perubahan sosial
 6. sosiologi ekonomis
 Mempelajari hubungan gejala kemasyarakatan dengan tata
cara kegiatan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan
hidupnya.
 7. sosiologi industri
 Mempelajari kaitan gejala kemasyarakatan dengan
industri.materi yang dikaji :
 Hubungan industri dengan berbagai subsistem yang ada
dalam masyarakat
 Aktivitas yang berkaitan dengan produksi, distribusi, dan
konsumsi
 Peranan industri dalam perubahan masyarakat.
Peranan sosiolog
 Beberapa profesi yang umum didisi oleh para
sosiolog dalam masyarakat adalah :
 1. periset
 Sama halnya dengan ilmuwan, sosiolog juga
menaruh perhatian pada pengumpulan dan
penggunaan pengetahuan.
 2. konsultan kebijakan
 Prediksi sosiolog dapat digunakan untuk
membantu memperkirakan pengaruh kebijakan
sosial yang mungkin terjadi
 3. sosiolog klinis
 Sebagai sosiolog klinis, mereka ikut
terlibat dalam perencanaan dan
pelaksanaan program kegiatan
masyarakat, seperti memberi masyarakat
saran-saran dalam hubungan masyarakat,
hubungan antarkaryawan, penyelesaian
berbagai masalah tentang hubungan
antarmanusia dan masalah moral.
 4. guru atau pendidik
 Kegiatan belajar mengajar adalah karier
utama bagi sosiolog. Dengan menjadi
guru, para sosiolog dapat membuka
wawasan para siswa dalam hidup
bermasyarakat guna meningkatkan
kualitas hidupnya.
Manfaat sosiologi

 Dapat melihat dengan jelas siapa diri


kita, baik sebagai pribadi maupun
anggota kelompok atau masyarakat.
 Mampu mengkaji tempat kita dalam
masyarakat dan dapat melihat dunia atau
budaya lain yang belum kita ketahui
sebelumnya.
 Makin memahami norma, tradidi,
keyakinan, dan nilai-nilai yang dianut
oleh masyarakat lain.
 Makin lebih tanggap, kritis dan rasional
menghadapi gejala sosial masyarakat
yang makin kompleks.