Anda di halaman 1dari 28

Kanker rongga mulut

Hendy Buana Vijaya


Organ-organ Rongga Mulut
• Bibir atas dan bawah • Tidak termasuk keganasan
• Lidah 2/3 bagian anterior rongga mulut :
• Dasar Mulut • Sarkoma jaringan lunak pada pipi
atau bibir
• Mukosa buccal / pipi • Rongga mulut intak
• Palatum durum et molle • Tumor ganas odontogenic berasal
• Ginggiva maxillae at mandibulae dari mandibula dan maxilla

• Trigonum Retromolare • Karsinoma kulit


Epidemiologi
Frekwensi relatif di
Indonesia diperkirakan
1,5%-5% dari seluruh
kanker
Angka kejadian kanker rongga mulut di
India sebesar 20-25 per 100.000 atau
40% dari seluruh kanker, sedangkan di
Amerika dan Eropa sebesar 3-5 per
100.000 atau 3-5% dari seluruh kanker
Kelamin : 2 : 1 Insidens kanker rongga mulut pada laki-laki
yang tinggi terdapat di Perancis yaitu 13.0 per
100.000, dan yang rendah di Jepang yaitu 0.5
per 100.000, sedang pada perempuan yang
tinggi di India yaitu 5.8 per 100.000
Umur : > 40 tahun • Penggunaan
tembakau
• Nginang / nyirih
Etiologi (Karsinogen) • Konsumsi alkohol
• Dentures / gigi
palsu yang tidak
tepat
• Infeksi HPV dan
EBV
Batasan Rongga
Mulut
• Anterior : tepi vermilion bibir atas dan bawah
• Superior : palatum durum, molle, termasuk
ginggiva maxilla
• Inferior : dasar mulut, lidah, termasuk
ginggiva mandibulae
• Lateral : mukosa buccal
• Posterior : arcus pharyngeus dextra et sinistra,
papilla circumvalata lidah, uvula, arcus
glossopalatini dextra et sinistra
Anatomi
Organ-organ Rongga Mulut
• Bibir atas dan bawah • Tidak termasuk keganasan
• Lidah 2/3 bagian anterior rongga mulut :
• Dasar Mulut • Sarkoma jaringan lunak pada pipi
atau bibir
• Mukosa buccal / pipi • Rongga mulut intak
• Palatum durum et molle • Tumor ganas odontogenic berasal
• Ginggiva maxillae at mandibulae dari mandibula dan maxilla

• Trigonum Retromolare • Karsinoma kulit


• Leukoplakia
Lesi Jinak Rongga
• Eritroplakia
• Epulis
Mulut
• Kista Retensi (Mucocele)
• Ranula
Leukoplakia
• Kelainal premaligna  hyperkeratosis
• Etiologi : iritasi kronis (tembakau, sirih, • Management :
alcohol, prosthesis gigi) • Menghilangkan faktor risiko / etiologi
• Klinis : • Pemberiaan anti inflamasi dan anti mycotic
• Bercak putih di rongga mulut (bila disertai infeksi jamur)
• Umumnya tidak nyeri • Bila lesis persistent : biopsy, adjunctive
• Sensitif terhadap sentuhan dan makanan method (cyto brush technique, tolouidine
pedas blue staining)
• Berpontensi menjadi maligna
Eritroplakia
• Berupa bercak merah berbatas tegas,
lunak dan menebal
• Management
• Sering menyertai leukoplakia • Pembedahan (biopsy eksisi) menjadi
pilihan utama
• Lesi ditemukan di bawah lidah,
dasar mulut alveolar ridge, dan
• Eksisi luas bergantung pada hasil PA
palatum molle • Topical 5% imiquimod cream dan 5-
• Faktor risiko : alcohol dan rokok aminole vulinic acid dapat digunakan
sebagai terapi
• Histo PA : dysplasia berat,
karsinoma in situ, karsinoma sel
• Laser surgery menjadi alternative
terapi
squamosal invasif
Epulis
• Tumor jinak gusi  berasal dari periost di • Management :
sekitar gigi
• Eksisi tumor
• Multipoten  fibromatosa, granulamatosa,
teleangiektasif, gigantoseluler • Kuretase tulang tempat epulis
menempel
• Klinis :
• Replace / repair denture
• Sering pada usia 40-60 thn, wanita > pria
• Benjolan pada ginggiva (diantara 2 gigi)
• Warna merah bertangkai
• Ulserasi  perdarahan
Mukokel
• Mucocele adalah suatu kantong berisi
cairan dan lendir yang terbentuk di Terapi :
rongga mulut karena adanya sumbatan
pada saluran kelenjar liur.  • Eksisi merupakan pilihan perawatan untuk
mukocele ukuran kecil hingga sedang
• timbul karena adanya trauma misalnya
tergigit, benturan, dan iritasi kronis dari
• Setelah dilakukan suatu insisi pada
mukosa dan lesi didrainase, penting
gigi.
dilakukan pengambilan jaringan kelenjar
saliva yang terlibat pada mucocele
tersebut, yang menjadi sumber penyebab
guna mencegah rekurensi.
• Benjolan berisi tumpukan cairan musin
• Etiologi : trauma lokal  laserasi saluran
kelenjar liur sublingual
Ranula
• Klinis :
• Benjolan dasar mulut, kistik, batas
tegas dan dapat membesar
• Tidak nyeri
• Superficial (superior m. milohioid) 
bewarna kebiruan
• Inferior m. milohioid  plunging
ranula
• Management :
• Punksi, marsupialisasi dan eksisi
kelenjar sublingual
Stagging & tipe
histologi
Diagnosis
Pemeriksaan klinis
• Anamnesis • Pemeriksaan fisik
1. Keluhan 1. Status general
2. Perjalanan penyakit
2. Status local
3. Faktor etiologi dan risiko
4. Pengobatan apa yang telah diberikan
3. Status regional
5. Bagaimana hasil pengobatan
6. Berapa lama kelambatan
Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan penunjang
Diagnostik Stadium
• FNAB / AJH • Foto polos : mandibula AP/Lat, Panoramik),
kepala (lateral, AP, Waters)
• Biopsi eksisi dengan GA  diagnostik
dan terapi pada tumor uk 1 cm dengan • CT Scan / MRI  extensi tumor dan metastasis
margin 1 cm regional / KGB  operabilitas dan approach

• Biopsi insisi atau cakot (punch) tumor > • Foto thorax


1 cm atau inoperable. • USG Liver dan KGB Lher
• Endoskopi : evaluasi synchcronous cancer atau
metachronous cancer akibat field cancerization
Manajemen / terapi

Keterlibatan :
- oncologic surgeon Pertimbangan terapi :
Modalitas
- plastic & reconstructive - umur penderita
- Pembedahan
surgeon - karnofsky
- radiation oncologist - Kemoterapi
- fasilitas yang tersedia
- medical oncologist - Radioterapi
- dentists - kompetensi dokter
- Rehabilitasi oral
- rehabilitation specialists - pilihan pasien
Terapi untuk
kanker rongga
mulut
Manajemen / terapi

Oral cancer surgical


approaches :
a. Peroral
b. Mandibulectomy
c. Lower cheek flap
d. Visor flap
e. Upper cheek fla
Stadium IV
Rekonstruksi
Kemoterapi
• Cukup baik pada KRM jenis SCC • Kemoterapi Metastases pada KRM dapat
dikombinasi dengan target molekul
• Umumnya diberikan bersamaan dengan
Radioterapi (hati-hati toksisitasi) • Cetuximab + RT
• Cisplatin + 5FU + RT • Methothrexate
• Cisplatin + Taxane + RT • Cisplatin
• Carboplatin + 5FU + RT • Docetaxel
• Cisplatin + 5 FU
• Carboplatin + 5 FU
Radioterapi
• Radioterapi dapat diberikan • Teknik :
sebagai terapi utama pada T1 dan • Cobalt 60, LINEC dosis 50-70 Gy
T2 • Brachyterapy
• Adjuvant RT  T3 dan T4 pada • Jarum iiridium atau radium
kasus dimana margin radikalitasnya
diimplantasikan intratumor dengan
diragukan, ekstensi ekstrakapsular
dosis radiasi 20-30 Gy
dari KGB, kontaminasi lapangan
operasi
• Neo-adjuvant  operabilitas
diragukan / inoperable
Komplikasi
• Komplikasi KRM yang dapat terjadi antara lain :
• Dry mouth, cavities, oral communication with sinuses, kesulitan berbicara
• Malocclusion
• Obstruksi saluran nafas  tracheostomy
• Kesulitan makan / menelan  gastrostomy / jejunostomy
• Perdarahan :
• Ligasi arteri (cth : a. carotis eksterna)
• Embolisasi arteri
Follow Up
1. Dalam 3 tahun pertama : setiap 3 bulan
2. Dalam 3-5 tahun : setiap 6 bulan
3. > 5 tahun : setiap 1 tahun seumur hidup
Pemeriksaan :
• Pemeriksaan regional terhadap rekurensi
• Foto thorax, USG Hepar, Bone Scan (bila ada
indikasi)
• Pascar radiasi  evaluasi px. fisik dan USG
tiroid
Terima kasih