Anda di halaman 1dari 12

TEKNIK PENGOLAHAN DAN PEMBERIAN NILAI AKHIR

A.Teknik Pengolahan Data Hasil Evaluasi


Menurut Zainal Arifin (2006) dalam mengolah data hasil tes,
ada empat langkah pokok yang harus ditempuh.Pertama,
menskor, yaitu member skor pada hasil tes yang dapat dicapai
oleh peserta didik. Untuk memperoleh skor mentah diperlukan
tiga jenis alat bantu, yaitu kunci jawaban, kunci scoring, dan
pedoman konversi. Kedua, mengubah skor mentah menjadi
skor standart sesuai dengan norma tertentu. Ketiga,
mengkonversikan skor standart kedalam nilai, baik dalam
bentuk huruf ataupun angka.Keempat, melakukan alalisis soal
(jika diperlukan) untuk mengetahui derajat validitas dan
reliabilitas soal, tingkat kesukaran soal, dan daya pembeda.
 
Bila semua jawaban siswa dalam suatu tes sudah diperiksa dan
diberikan skor, maka kita akan memperoleh skor akhir untuk
setiap siswa. Skor inilah yang disebut dengan skor mentah.
Dalam mengolah skor mentah (raw score) menjadi nilai huruf dan
skor standart dengan urutan uraian sebagai berikut:
1.Mengolah skor mentah menjadi nilai
2.Mengolah skor mentah menjadi skor standart 1-10
3.Mengolah skor mentah menjadi skor standart Z dan T
B.Penilaian Acuan Patokan (PAP)
1.Pengolahan Skor Mentah Menjadi Nilai Huruf
Pemberian nilai dengan menggunakan huruf disesuaikan dengan huruf yang terdapat
dalam urutan abjad. Huruf tidak hanya menunjukkan kuantitas, tetapi dapat juga
digunakan sebagai simbol untuk menggambar kualitas.
  2.Pengolahan skor mentah menjadi skor standar 1 – 10
Untukmengubah skor mentah menjadi skor terjabar dalam skala 1 – 10 dapat
digunakan ketentuan-ketentuan berikut:
• + 2,25 (SD) = 10 = 30 + 2,25 x 10 = 53 = 10
• + 1,75 (SD) = 9 = 30 + 1,75 x 10 = 48 = 9
• + 1,25 (SD) = 8 = 30 + 1,25 x 10 = 43 = 8
• + 0,75 (SD) = 7 = 30 + 0,75 x 10 = 38 = 7
• + 0,25 (SD) = 6 = 30 + 0,25 x 10 = 33 = 6
• - 0,25 (SD) = 5 = 30 - 0,25 x 10 = 28 = 5
• - 0,75 (SD) = 4 = 30 - 0,75 x 10 = 23 = 4
• - 1,25 (SD) = 3 = 30 - 1,25 x 10 = 18 = 3
• - 1,75 (SD) = 2 = 30 - 1,75 x 10 = 13 = 2
• - 2,25 (SD) = 1 = 30 - 2,25 x 10 = 8 = 1
 
Dengandemikian dapat diambil kesimpulan bahwa siswa yang
mendapat skor 53 – 60 mendapat nilai 10, 48 – 52 = 9, 43 – 47
= 8, 38 – 42 = 7, 33 – 37 = 6, 28 – 32 = 5, 23 – 27 = 4, 18 – 22 =
3, 13 – 17 = 2, 8 – 12 = 1, dan skor dibawahnya 0.

Bila kita ingin agar skala tersebut lebih halus yakni ada nilai
diantara nilai-nilai tersebut, seperti 9,5; 8,5; 7,5 dan
seterusnya, kita bisa memperkecil jarak antar skala-skala itu.
Diantara 2,25 (SD) dan 1,75 (SD) dapat ditempatkan 2,00 (SD)
yang ekuivalen dengan nilai 9,5. Diantara 1,75 (SD) dan 1,25
(SD) dapat ditempatkan 1,50 (SD) yang ekuivalen dengan nilai
8,5 dan begitu seterusnya.
 
3. Pengolahan skor mentah menjadi skor standar Z dan T
Pengolahan skor mentah menjadi skor Z ini sering kali dirasakan
perlunya karena dengan hanya melihat skor mentah saja kita
belum dapat memberikan tafsiran yang baik dan tepat.Dengan
menggunakan rata-rata dan SD kita dapat menjabarkan atau
mengubah skor-skor yang diperoleh menjadi skor Z
C. Penilaian Acuan Norma (PAN)
Penilaian acuan norma menskor peserta didik dengan
membandingkan hasil belajar satu peserta dengan hasil peserta
lainnya dalam satu kelompok kelas.
TEKNIK PENENTUAN NILAI AKHIR

1.Pengertian Nilai Akhir


  Nilai akhir sering dikenal juga dengan istilah nilai final.Adalah nilai
baik berupa angka ataupun huruf yang melambangkan tingkat
keberhasilah peserta didik setelah mereka mengikutiprogram
pendidikan pada jenjang pendidikan dalam jangka waktu yang telah
ditentukan.
2.Fungsi Nilai akhir
Berbicara tentang fungsi, bahwa nialai akhir ini memiliki fungsi
penting dalam proses pembelajaran. Karena nilai akhir ini merupakan
cerminan dari keberhasilan siswa dalam pembelajarannya.
Secara garis besarnya fungsi nilai itu ada empat, yaitu fungsi
instruksional, fungsi informatif, fungsi bimbingan dan fungsi
administrasi.
3.      Faktor yang dapat di pertimbangkan dalam mentukan nilai akhir
Ada beberapa faktor yang dapat di pertimbangkan oleh guru dalam menentukan
nilai akhir. Faktor itu mencangkup empat, di antaranya:
1)      Faktor pencapaian atau prestasi, yaitu nilai pencapaian atau prestasi harus
sesuai dan mencerminkan sejauh manakah siswa telah mencapai tujuan
pembelajarannya.
2)      Faktor usaha
Faktor usaha adalah faktor usaha yang telah peserta didik lakukan dalam proses
belajarnya. Usaha peserta didik disini misalkan rajin dalam mengerjakan tugas, tekun
dalam pembelajrannya dll. Ketika peserta didik sudah melakukan usahanya sebagai
peserta didik maka guru dapat menunjang dalam pemberian nialai akhir untuk
peserta didiknya.
3)      Faktor aspek pribadi dan sosial
Faktor aspek pribadi ini adalah segala sesuatu kepribadian peserta didik juga
menjadi pertimbangan dalam mentukan nilai akhir.Contonya apakah peserta didik
kita mempunyai akhlak yang baik, disiplin, tidak berbuat onar dll.Dan ketika
kepribadian dari peserta didik itu baik, guru dapat mengatrol nilai akhir peserta
didiknya.
4)      Faktor aspek kebiasaan kerja
Faktor aspek kebiasaan kerja yang dapat di contohkan disini adalah misalkan apakah
siswa mengerjakan PRnya, bekerjanya teliti dan ulet serta lain-lain.
B.Cara Menentukan Nilai Akhir

Menurut Moh.sahlan menentukan nilai akhir berdasarkan beberapa


hal:
1. Berdasarkan Skor Mentah
Menentukan nilai akhir ini dilakukan dengan cara menjumlahkan
semua skor yang diperoleh peserta didik, kemudian dari jumlah skor
itu dibagi dengan jumlah tes yang dilakukan dan dicari rata-ratanya.
2.Berdasarkan pembobotan
Penentuan nilai akhir ini dilakukan dengan cara menjumlahkan
semua skor yang diperoleh peserta didik, setelah masing-
masing skor diberikan bobot sesuai dengan tingkat kesukaran
soal, kemudian dari jumlah skor itu dibagi dengan jumlah tes
yang dilakukan dan dicari rata-ratanya.
3.Berdasarkan Indeks
Penambahan jumlah angka (indeks) ini dimungkinkan kalau sebagian
peserta didik memperoleh nilai dibawah standart, atau di bawah
nilai minimal yang ditetapkan untuk naik kelas atau lulus, sehingga
kalau berdasarkan penghitungan biasa tidak memungkinkan untuk
naik kelas atau lulus namun untuk memenuhi rasa keadilan, maka
indeks ini harus diberlakukan kepada semua peserta didik, tidak
terkecuali mereka yang nilainya di atas batas kelulusan atau
kenaikan, sehingga semua peserta didik mendapatkan kesempatan
yang sama memperoleh tambahan angka maksimal dalam
penilaian.
4. Berdasarkan Konversi
Penentuan nilai akhir dengan konversi ini dilakukan apabila skor
yang diperoleh pesrta didik sangat heterogen.Artinya, sebagian
peserta didik memperoleh skor dibawah minimal, sedang yang
lainnya berada di atas minimal, bahkan ada yang memperoleh skor
mendekati maksimal.
Interpretasi Hasil Penilaian dalam Menentukan Ketuntasan
Belajar

Ada beberapa kriteria dalam menetapkan ketuntasan belajar


peserta didik
1.)Kriteria ketuntasan terhadap Kompetensi Dasar (KD)
Kriteria ketuntasan belajar setiap indikator dalam satu
kompetensi dasar(KD) di tetapkan antara 0%-100%.kriteria
ideal untuk masing masing indikator lebih besar dari
60%.Namun sekolah dapat menetapkan kriteria atau tingakat
pencapaian indikator ,apakah 50%,60%,atau70%.
2.Kriteria Ktuntasan Minimal (KKM)
Dalam menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) ada
tiga tahap:
1) Tahap pertama ialah Kompleksitas. Yaitu dengan melihat
tingkat kesulitan dan keruwetan dari indikator pencapaiannya
atau KD yang harus di capai peserta didik.
2)  Tahap kedua mengenai kemampuan Sumber Daya Pendukung
yaitu, sarana dan prasarana pendidikan yang sangat di
butuhkan dalam pencapaian indikator dan KDnya, kesediaan
tenaga menejement sekolah dll.
3) Tahap ketiga dengan Intake
Intake adalah tingkat kemampuan rata-rata peserta didi
Kesimpulan
1.      Teknik Pengolahan Data Hasil Evaluasi dengan cara diantaranya sebagai berikut:
a.       Mengolah skor mentah menjadi nilai huruf
b.      Mengolah skor mentah menjadi skor standart 1-10
c.       Mengolah skor mentah menjadi skor standart Z dan T
2.      Pedoman konversi yang digunakan PAP dan PAN sama, hanya berbeda pada penghitungan rata-rata ()
dan simpangan baku (SD).
3.      Dalam memberikan peringkat siswa, menggunakan prosedur z-score akan lebih evektif dan jauh dari
kemungkinan terjadinya ketidak adilan dibandingkan dengan memberikan peringkat dengan menjumlah
skor keseluruhan saja.
Nilai akhir adalah nilai yang sudah berupa angka atau huruf, yang melambangkan tingkat
keberhasilan peserta didik setelah mengikuti program pendidikan pada jenjang maupun waktu tertentu
(semester).Nilai akhir ini memiliki fungsi. Secara garis besarnya fungsi nilai itu ada empat, yaitu fungsi
instruksional, fungsi informatif, fungsi bimbingan dan fungsi administrasi.
Ada beberapa cara dalam menentukan nilai akhir, selain itu juga terdapat faktor-faktor yang juga harus
di pertimbangkan, di antaranya: Faktor pencapaian atau prestasi, Faktor usaha, Faktor aspek pribadi dan
sosial, Faktor aspek kebiasaan kerja.
Menentukan nilai akhir menurut Anas sudijono yaitu dengan Tes Formatif dan Tes Sumatif.Sedang
menurut Moh. Sahlan melalui tahap-tahap: Berdasarkan Skor Mentah, Berdasarkan pembobotan,
Berdasarkan Indeks, Berdasarkan Konversi.
Ada beberapa kriteria dalam menetapkan ketuntasan belajar peserta didik: Kriteria ketuntasan
terhadap Kompetensi Dasar (KD) dan Kriteria ketuntasan Minimal (KKM)