Anda di halaman 1dari 31

Soal – soal Cardio

FK UNRAM
1.
Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke poliklinik dengan
keluhan nyeri dada saat aktivitas berat. Keluhan dirasakan membaik
dengan istirahat. Keluhan disertai sesak saat aktivitas. Riwayat
diabetes dan perokok aktif 2 bungkus per hari. Pada pemeriksaan
fisik didapatkan dalam batas normal. Pada pemeriksaan EKG
didapatkan dalam batas normal. Apakah diagnosis pasien tersebut?
A. stemi
B. nstemi
C. unstable angina pectoris
D. stable angina pectoris
E. atypical chest pain
2.
Seorang perempuan berusia 55 thn ca cervix diantar keluarganya ke
UGD dengan keluhan kaki kanan bengkak sejak 1 minggu. Keluhan
disertai nyeri pada kaki. Ruwayat kanker serviks dan imobilisasi 2
minggu terakhir. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kaki edema pada
tungkai kanan. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan
peningkatan d dimer. Apakah pemeriksaan penunjang lain yang
disarankan pada pasien tersebut?
A. foto rontgen pedis
B. usg doppler
C. ct scan
D. mri
E. kimia darah
3.
Seorang perempuan berusia 35 tahun datang dengan keluhan
bengkak pada telapak tangan kiri dan nyeri saat disentuh.
Riwayat pemasangan infus. Pada pemeriksaan fisik didapatkan
tanda vital dalam batas normal, dinding manus hiperemi,
oedem, nyeri tekan. Apakah diagnosis pada pasien tersebut?
A. Deep vein thrombosis
B. Peripheral arterial disease
C. Claudicatio intermittent
D. Thrombophlebitis
E. Limfangitis
4.
Seorang perempuan berusia 35 tahun datang dengan keluhan
bengkak pada telapak tangan kiri dan nyeri saat disentuh.
Riwayat pemasangan infus. Pada pemeriksaan fisik didapatkan
tanda vital dalam batas normal, dinding manus hiperemi,
oedem, nyeri tekan. Apakah diagnosis pada pasien tersebut?
A. Deep vein thrombosis
B. Peripheral arterial disease
C. Claudicatio intermittent
D. Thrombophlebitis
E. Limfangitis
5.
Seorang laki-laki berusia 45 tahun datang ke UGD dengan keluhan
nyeri ulu hati yang berat. Pada pemeriksaan fisik didapatkan denyut
nadi 110 kali per menit dan tekanan darah 90/70 mmHg, Pada EKG
didapatkan elevasi gelombang ST pada lead II, III, dan aVF.
Apakah terapi reperfusi yang dapat dilakukan pada 2 jam pertama
untuk kasus tersebut di fasilitas kesehatan yang memiliki sarana
lengkap?
a. Intervensi Koroner Perkutan Primer
b. Low Molecular Weight Heparin
c. Streptokinase
d. Lumbrokinase
e. Rivaroxaban
6.
Seorang perempuan berusia 60 tahun datang ke poliklinik umum
karena nyeri di bagian belakang kepala yang berlangsung selama 2
minggu belakangan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan denyut nadi
90 kali per menit, laju pernafasan 18 kali per menit, dan tekanan
darah 150/100 mmHg. Dokter memutuskan untuk memberikan
captopril pada pasien tersebut.
Apakah efek samping yang paling sering dari penggunaan obat
tersebut?
a. Sinkop
b. Batuk
c. Edema tungkai
d. Palpitasi
e. Hipokalemia
7.
Seorang laki-laki berusia 70 tahun datang ke UGD karena sesak
nafas. Pada pemeriksaan fisik didapatkan denyut nadi 100 kali
per menit, laju pernafasan 20 kali per menit, dan tekanan darah
160/90 mmHg. Pada pemeriksaan foto thorax didapatkan CTR
65% dan perivascular haziness.
Apakah terapi yang dapat diberikan untuk mengurangi beban
kelebihan cairan serta kongesti pada keadaan tersebut?
a. Loop diuretik
b. ACE Inhibitor
c. Angiotensin Reseptor Antagonis
d. Penyekat Beta
e. Penyekat Kanal Kalsium
8.
Seorang wanita berusia 28 tahun dibawa ke UGD dengan keluhan mendadak
sesak. Pasien seminggu sebelumnya bersalin melalui prosedur operasi sectio
secaria dengan indikasi pre eklamsia berat. Tidak didapatkan keluhan batuk
maupun panas badan sebelumnya. Pada pemeriksaan fisik didapatkan pasien
sadar penuh, denyut nadi 120 kali per menit, laju pernafasan 24 kali per menit,
dan tekanan darah 90/70 mmHg. Pada evaluasi ekokardiografi didapatkan
penurun fraksi ejeksi dari ventrikel kiri yang cukup berat disertai dilatasi dari
ventrikel kiri tanpa ada kelainan anatomi lainnya. Apakah diagnosis dari pasien
tersebut?
a. Sindroma Koroner Akut
b. Kardiomiopati Peripartum
c. Gagal jantung kronis
d. Tetralogi Fallot
e. Sindroma Eisenmenger
9.
Seorang laki-laki berusia 65 tahun datang ke UGD karena sesak
nafas. Pada pemeriksaan fisik didapatkan denyut nadi 100 kali per
menit, laju pernafasan 20 kali per menit, dan tekanan darah 160/90
mmHg. Pada pemeriksaan foto thorax didapatkan cardio thorasic
ratio 65% dan perivascular haziness. Pada angiografi didapatkan
penyempitan arteri koroner cabang sirkumfleksa desendens kiri
80%. Apakah terapi medika mentosa yang efektif untuk mencegah
perkembangan dari penyempitan tersebut ?
a. Penyekat beta
b. Penyekat kanal kalium
c. COX-2 Inhibitor
d. P2Y12 receptor antagonis
e. Statin
10.
Seorang laki-laki usia 60 tahun datang ke poliklinik umum
karena pegal dan pembengkakan pada kedua tungkai. Pada
pemeriksaan fisik didapatkan pasien sadar baik, denyut nadi 80
kali per menit, laju pernafasan 12 kali per menit, dan tekanan
darah 130/90 mmHg. Pada pemeriksaan tungkai bawah
didapatkan pembengkakan kedua tungkai dan varicose vein.
Apakah dasar patofisiologi dari kelainan tersebut?
a. Obstruksi distal
b. Inkompetensi katup
c. Limfadenitis
d. Hipertensi arterial
e. Dehidrasi
11.
Seorang perempuan berusia 15 tahun diantar orangtuanya ke
UGD karena pingsan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan pasien
somnolen, denyut nadi 200 kali per menit, laju pernafasan 24
kali per menit, dan tekanan darah 80 palpasi. Pada
pemeriksaan EKG didapatkan takikardia supraventrikular.
Apakah pilihan tindakan pada pasien tersebut?
a. Defibrillasi
b. Amiodaron
c. Digitalisasi
d. Kardioversi
e. Penyekat beta
12.
Seorang laki-laki berusia 65 tahun datang ke puskesmas
dengan keluhan kedua kaki bengkak. Pasien memiliki
riwayat diabetes mellitus rutin berobat dengan terapi
glibenklamid 5 mg sekali sehari. Dari pemeriksaan fisik
didapatkan berat badan 68 kg, tekanan darah 160/90 mmHg,
edema pitting tungkai, kadar gula darah 110 mg/dL, Hb 9,8
g/dL, ureum 70 mg/dL, kreatinin 3,6 mg/dL, urinalisis
didapatkan albumin +3.
Apakah obat antihipertensi paling tepat untuk pasien kasus di
atas ?
(a) Furosemid
(b) Klonidin
(c) Tiazid
(d) Kaptopril
(e) Spironolakton
13.
Seorang laki-laki berusia 55 tahun datang ke UGD RS
dengan keluhan nyeri tungkai bawah kanan sejak 6 bulan.
Keluhan nyeri semakin memberat terutama di area betis.
Awalnya nyeri muncul saat berjalan 500 meter, tetapi 3
minggu terakhir nyeri dirasakan setelah berjalan 200 meter.
Nyeri hilang saat istirahat. Pasien memiliki riwayat sakit
kencing manis dan merokok 1 pak setiap hari selama 30
tahun. Pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah 160/80
mmHg, denyut nadi 100 x/menit, frekwensi napas 24
x/menit. Akral teraba hangat dan pulsasi arteri perifer teraba
normal. Pemeriksaan ankle brakhial index 0,9.
Apakah penyebab kelainan pada pasien di atas?
(a) Vaskulitis
(b) Spasme otot
(c) Atherosklerosis
(d) Gangguan syaraf
(e) Keradangan tulang
14.
Seorang laki-laki berusia 70 tahun dibawa keluarganya ke
UGD RS dengan keluhan nyeri tungkai bawah kanan sejak 3
hari yang lalu seperti diremas-remas. Tidak disertai demam
dan nyeri berkurang saat dipijat. Pasien memiliki riwayat
stroke sejak dan kencing manis sejak 1 tahun. Pasien seorang
perokok menghabiskan kurang lebih 1 pak setiap hari sejak
remaja. Pemeriksaan fisik keadaan umum nampak sakit
berat, tekanan darah 160/80 mmHg. denyut nadi 100
x/menit, frekwensi napas 24x/menit, temperatur aksila 36,7
C. Pemeriksaan ekstremitas regio cruris dextra edema
pitting, hiperemia, teraba hangat, nyeri tekan. Nampak
dilatasi vena perifer. Pulsasi arteri perifer teraba normal.
Apakah diagnosis kasus di atas?
(a) Mialgia
(b) Erisipelas
(c) Klaudikasio intermiten
(d) Trombosis vena dalam
(e) Iskemia tungkai bawah kronis
15.
Seorang laki-laki berusia 70 tahun dibawa keluarganya ke
UGD RS dengan keluhan nyeri tungkai bawah kanan sejak 3
hari yang lalu seperti diremas-remas. Tidak disertai demam
dan nyeri berkurang saat dipijat. Pasien memiliki riwayat
stroke sejak dan kencing manis sejak 1 tahun. Pasien seorang
perokok menghabiskan kurang lebih 1 pak setiap hari sejak
remaja. Pemeriksaan fisik keadaan umum nampak sakit
berat, tekanan darah 160/80 mmHg. denyut nadi 100
x/menit, frekwensi napas 24x/menit, temperatur aksila 36,7
C. Pemeriksaan ekstremitas regio cruris dextra edema
pitting, hiperemia, teraba hangat, nyeri tekan. Nampak
dilatasi vena perifer. Pulsasi arteri perifer teraba normal.
Apakah pemeriksaan penunjang yang diperlukan untuk
menegakkan diagnosis pasien di atas?
(a) Kultur pus
(b) Kultur darah
(c) Elektromiografi
(d) USG doppler
(e) Roentgen cruris AP/lateral
16.
Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan sering
berdebar-debar sehingga timbul rasa tidak nyaman di dada sejak 3 hari ini.
Keluhan membaik bila pasien beristirahat. Tidak ada keluhan sesak. Pasien
seorang perokok menghabiskan 2 pak per hari selama 30 tahun. Pada
pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 130/70 mmHg, denyut nadi 106
x/menit, frekwensi napas 16 x/menit, temperatur 36,5 °C. Pemeriksaan fisik
lainnya dalam batas normal. Hasil pemeriksaan EKG sesuai dengan gambar ini
:

Apakah diagnosis pasien di atas?


(a) Atrial fibrilasi
(b) Ventrikular fibrilasi
(c) Supraventrikular takikardi
(d) Ekstrasistolik supraventrikular
(e) Paroksimal ventricular contraction
17.
Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan sering
berdebar-debar sehingga timbul rasa tidak nyaman di dada sejak 3 hari ini.
Keluhan membaik bila pasien beristirahat. Tidak ada keluhan sesak. Pasien
seorang perokok menghabiskan 2 pak per hari selama 30 tahun. Pada
pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 130/70 mmHg, denyut nadi 106
x/menit, frekwensi napas 16 x/menit, temperatur 36,5 °C. Pemeriksaan fisik
lainnya dalam batas normal. Hasil pemeriksaan EKG sesuai dengan gambar ini
:

Apakah terapi yang paling tepat untuk kasus di atas?


(a) Thiazid
(b) Digoxin
(c) Bisoprolol
(d) Furosemid
(e) Isosorbid dinitrat
18.
Seorang laki-laki berusia 45 tahun diantar ke UGD RS
dengan keluhan nyeri dada sebelah kiri terasa seperti ditindih
sejak kurang lebih 1 jam yang lalu, tidak berkurang dengan
istirahat. Pasien adalah perokok berat (kurang lebih 2
bungkus/ hari). Pasien tidak memiliki riwayat Hipertensi atau
Diabetes Melitus sebelumnya. Hasil pemeriksaan fisik
menunjukkan TD 130/90 mmHg, Nadi 100x/menit, laju
pernapasan 25x/menit, temperatur aksiler 36.5 C.
Pemeriksaan EKG menunjukkan adanya ST depresi di lead
II, III, dan aVF.
Pengobatan pertama apa yang dapat diberikan untuk
mengurangi nyeri dada dengan meningkatkan oksigenasi ke
jantung?
(a) Simvastatin
(b) Captopril
(c) Isosorbid dinitrat
(d) Propanolol
(e) Morfin
19.
Seorang laki-laki berusia 45 tahun diantar ke UGD RS
dengan keluhan nyeri dada sebelah kiri terasa seperti ditindih
sejak kurang lebih 1 jam yang lalu, tidak berkurang dengan
istirahat. Pasien adalah perokok berat (kurang lebih 2
bungkus/ hari). Pasien tidak memiliki riwayat Hipertensi atau
Diabetes Melitus sebelumnya. Hasil pemeriksaan fisik
menunjukkan TD 130/90 mmHg, Nadi 100x/menit, laju
pernapasan 25x/menit, temperatur aksiler 36.5 C.
Pemeriksaan EKG menunjukkan adanya ST depresi di lead
II, III, dan aVF.
Apakah pemeriksaan penunjang yang diperlukan untuk
menegakkan diagnosis pada pasien ini?
(a) Enzim jantung
(b) EKG ulang
(c) Profil lipid
(d) Glukosa Darah Acak
(e) Echocardiografi
20.
Seorang anak berusia 15 tahun diantar ke puskesmas dengan
keluhan sering mengalami sesak napas. Dua tahun yang lalu
pasien mengalami kelemahan separuh badan dan didiagnosis
mengalami stroke emboli. Dari pemeriksaan fisik didapatkan
murmur diastolik di apeks dengan grade 3/6 tidak menjalar
ke aksila.
Apakah gambaran EKG yang paling mungkin didapatkan
pada kasus tersebut?
(a) Left Ventricular Hypertrophy (LVH)
(b) Atrial Fibrilasi
(c) ST elevasi V1-6
(d) St depresi V5-6 (strain pattern)
(e) P Pulmonal
21.
Seorang laki-laki usia 60 tahun datang di UGD rumah sakit
dengan keluhan kaki kiri bengkak dan nyeri sejak 1 hari.
Pasien diketahui baru saja pulang dari California naik
pesawat selama 18 jam. Palpasi arteri ekstremitas inferior
didapatkan pulsasi teraba kuat kiri dan kanan. Tungkai kiri
mulai lutut hingga pergelangan kaki tampak bengkak, teraba
hangat dan Homa’s sign positif.
Apakah diagnosis yang paling mungkin pada kasus di atas?
(a) Thromboflebitis obliterans
(b) Acute limb ischemia (iskhemia tungkai akut)
(c) Deep vein thrombosis
(d) Critical limb ischemia
(e) Varices vena tungkai
22.
Seorang perempuan berusia 33 tahun diantar ke UGD RS
dengan keluhan sesak napas memberat 2 minggu setelah
melahirkan seorang anak laki-laki yang sehat. Tidak
didapatkan riwayat sakit jantung atau kondisi sakit yang
serius sebelumnya. Pemeriksaan fisik menunjukkan
temperatur aksila 36,7 °C, tekanan darah 113/78 mmHg,
denyut nadi 102 x/menit regular, tampak dilatasi vena
jugularis. Auskultasi dada didapatkan ronkhi 2/3 lapang paru
bilateral, terdengar S3 gallops. Didapatkan edema
ekstremitas bawah. Foto toraks menunjukkan kardiomegali
dengan corakan bronkhovesikuler yang meningkat.
Apakah penyebab yang paling mungkin untuk kasus di atas?
(a) Emboli paru
(b) Kardiomiopati
(c) Sepsis puerpuralis
(d) Infark miokard akut
(e) Defek septum atrium
23.
Seorang perempuan berusia 40 tahun datang ke puskesmas
dengan nyeri disertai penonjolan pembuluh darah di tungkai
bawah sejak 3 bulan yang lalu. Pasien memiliki kebiasaan
merokok 5 batang per hari. Tidak ada riwayat trauma.
Riwayat penyakit yang sama pada ibu pasien. Pemeriksaan
fisik didapatkan tekanan darah 130/80 mmHg, denyut nadi
84x/menit dan indeks massa tubuh pasien 28. Didapatkan
pelebaran vena saphenous kaki kiri tanpa adanya edema.
Pemeriksaan USG tungkai bawah tidak menunjukkan
thrombus pada vena dalam.
Apakah faktor risiko terjadinya kasus di atas?
(a) Usia
(b) Obesitas
(c) Merokok
(d) Hormon estrogen
(e) Hormon progesteron
24.
Seorang perempuan berusia 40 tahun datang ke puskesmas
dengan nyeri disertai penonjolan pembuluh darah di tungkai
bawah sejak 3 bulan yang lalu. Pasien memiliki kebiasaan
merokok 5 batang per hari. Tidak ada riwayat trauma.
Riwayat penyakit yang sama pada ibu pasien. Pemeriksaan
fisik didapatkan tekanan darah 130/80 mmHg, denyut nadi
84x/menit dan indeks massa tubuh pasien 28. Didapatkan
pelebaran vena saphenous kaki kiri tanpa adanya edema.
Pemeriksaan USG tungkai bawah tidak menunjukkan
thrombus pada vena dalam.
Apakah saran terapi non farmakologis yang dapat diberikan
pada kasus di atas?
(a) Pemijatan pada kaki yang bengkak
(b) Pemakaian kaus kaki kompresi
(c) Pemberian kompres hangat
(d) Menggantung kaki bila tidur
(e) Meningkatkan asupan cairan
25.
Seorang perempuan usia 60 tahun diantar anaknya ke UGD dengan
keluhan nyeri kepala. Pasien memiliki riwayat diabetes mellitus dan
sudah divonis gagal ginjal kronis dan harus menjalani hemodialisis
namun pasien tidak mau. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan
darah 200/100, denyut nadi 45 x/menit. Pemeriksaan laboratorium
didapatkan BUN dan kreatinin meningkat.
Apakah obat anti hipertensi yang boleh diberikan?
a. Captopril
b. Ramipril
c. Valsartan
d. Amlodipine
e. Bisoprolol
26.
Seorang perempuan usia 62 tahun datang ke dokter dengan keluhan
cepat lelah. Pasien sebelumnya penjual sayuran keliling namun 1
minggu ini berhenti bekerja karena keluhan tersebut. Pasien juga sering
terbangun malam hari karena sesak nafas. Pada pemeriksaan fisik
didapatkan ronkhi di kedua basal paru dan edema di kedua ekstrimitas
1. Berapakah functional class pasien berdasarkan New York Heart
Association?
a. I
b. II
c. III
d. IV
e. V
27.
Perempuan usia 65 tahun dibawa oleh anaknya ke UGD dengan
keluhan badan lemas. Pada pemeriksaan fisik tekanan darah
100/70 mmHg dengan frekuensi nadi 50 x/menit, irreguler.

Apakah terapi yang sesuai untuk pasien ini?


a. Amiodarone
b. Digoxin
c. Warfarin
d. Aspirin
e. Clopidogrel
28.
Seorang laki-laki usia 50 tahun datang ke poli umum dengan
keluhan nyeri dada. Pasien memiliki riwayat merokok dan
diabetes melitus. Pemeriksaan EKG dalam batas normal,
dilakukan treadmill dan hasilnya positive exercise response.

Apakah tujuan dilakukan treadmill pada pasien di atas?


a. Untuk mengetahui penyumbatan arteri koronaria
b. Untuk mengetahui respon iskemik dan kapasitas fungsional
c. Untuk mengetahui infark miokard lama
d. Untuk diagnosis sindroma kotoner akut
e. Untuk pemantauan pemberian aspirin
29.
Laki-laki usia 40 datang ke dokter menanyakan hasil medical
check up. Hasil laboratorium menunjukkan peningkatan
kolesterol total, LDL dan HbA1c.

Apakah terapi yang tepat untuk pasien tersebut?


a. Simvastatin
b. Atorvastatin
c. Fenofibrat
d. Niacin acid
e. Pravastatin
30.
Perempuan usia 32 tahun datang ke dokter dengan keluhan
nyeri kaki kanan dan mudah capek. Pada pemeriksaan fisik
tes Trendelenburg didapatkan hasil positif.
Apakah yang dimaksud dengan hasil positif pada
pemeriksaan fisik pada kasus di atas?
a. Adanya insufisiensi katub pada vena superfisialis
b. Adanya insufisiensi katub pada vena profunda
c. Adanya insufisiensi katub pada vena komunikans
d. Tidak ditemukan adanya insufisiensi katup
e. TIdak ditemukan penyumbatan pada vena superfisialis