Anda di halaman 1dari 48

KONSEP DASAR

PROFESI,PROFESIONAL,
PROFESIONALISME DAN KODE ETIK

Kelompok 3 :
Hengky Kurniawan
M.Syahril Fikri
Rahmatul Jannah
Uci Pitria Anggraini
Pengertian profesi,profesional,profesionalisme
dan ciri-cirinya

Pengertian Profesi Menurut Para Ahli


 Daniel Bell (1973)
Menurut Daniel Bell, Profesi adalah aktivitas intelektual
yang dipelajari termasuk pelatihan yang diselenggarakan
secara formal ataupun tidak formal dan memperoleh
sertifikat yang dikeluarkan oleh sekelompok atau badan
yang bertanggung jawab pada keilmuan tersebut dalam
melayani masyarakat, menggunakan etika layanan profesi
dengan mengimplikasikan kompetensi mencetuskan ide,
kewenangan ketrampilan teknis dan moral serta bahwa
perawat mengasumsikan adanya tingkatan dalam
masyarakat.
 Paul F. Comenisch (1983)
Menurut Paul F. Comenisch, Profesi adalah komunikasi
moral yang memiliki cita-cita dan nilai bersama.
Lanjutan...

 Schein, E.H (1962)


Menurut Schein, E.H, Profesi adalah suatu
kumpulan atau set pekerjaan yang membangun
suatu set norma yang sangat khusus yang berasal
dari perannya yang khusus di masyarakat.

 K.Bertens
Menurut K.Bertens, Profesi adalah suatu moral
community atau masyarakat moral yang memiliki
cita-cita dan nilai-nilai bersama.
Pengertian Profesional Menurut Para Ahli

 Kusnanto
Menurut Kusnanto, profesional adalah sesorang
yang memiliki kompetensi dalam suatu pekerjaan
tertentu.
 Aholiab Watloly
Menurut Aholiab Watloly, Profesional adalah orang
yang berdisiplin dan menjadi kerasan dalam
pekerjaannya.
 Daryl Koehn
Menurut Daryl Koehn, Profesional adalah orang
yang memberikan peleyanan kepada klien.
Lanjutan...

 Oerip S. Poerwopoespito
Menurut Oerip S. Poerwopoespito, Profesinal
adalah sikap yang mengacu pada peningkan
kualitas profesi.
 Budi Purnawanto
Menurut Budi Purnawanto, Profesional adalah
bagian dari proses, fokus kepada output dan
berorientasi ke custemer.
 Lisa Anggraeny
Menurut Lisa Anggraeny, Profesional adalah
suatu tuntutan bagi seseorang yang sedang
mengemban amanahnya agar mendapatkan
proses dan hasil yang optimal.
Pengertian Profesionalisme Menurut Para Ahli

 Kiki Syahnarki
Menurut Kiki Syahnarki, Profesionalisme adalah
roh yang menggerakan, mendorong, mendinamisasi
dan membentengi TNO dari tendensi
penyimpangan serta penyalahgunaannya secara
Internal maupun eksternal.
 Onny S. Prijono
Menurut Onny S. Prijono, Profesionalisme adalah
kemampuan untuk memasuki ajang kompetisi
sebagai antisipasi menghadapi globalisasi.
 Pamudji (1985)
Menurut Pamudji, Profesionalisme adalah lapangan
kerja tertentu yang diduduki oleh orang-orang yang
memiliki kemampuan tertentu pula.
Lanjutan...

 Aholiab Watloly
Menurut Aholiab Watloly, Profesionalisme adalah
sikap sesorang profesional atau profi.

 Korten & Alfonso (1981)


Menurut Korten & Alfonso, Profesionalisme adalah
kecocokan (fitness) antara kemampuan yang
dimiliki oleh birokrasi (bureaucratic-competence)
dengan kebutuhan tugas (ask-requirement).
Ciri-Ciri Profesionalisme

 Keinginan untuk selalu menampilkan perilaku


yang dapat dijadikan sebagai rujukan yang baik.
 Berusaha meningkatkan dan memelihara perilaku
profesionalnya melalui perwujudan perilaku
profesional. Perwujudan tersebut dilakukan
melalui berbagai cara misalnya dai cara
berpenampilan, cara berbicara, penggunaan
bahasa, sikap tubuh badan, serta sikap hidupnya
sehari-hari.
 Keinginan untuk sentiasa mengejar berbagai
kesempatan pengembangan profesional yang dapat
meningkatkan dan memperbaiki kualitas
pengetahuan dan keterampiannya.
Keperawatan Sebagai Suatu Profesi
Menurut Prof. Ma’rifin Husin, keperawatan sebagai
profesi memiliki ciri – ciri sebagai berikut.
 Memberi pelayanan/asuhan dan melakukan
penelitian sesuai dengan kaidah ilmu dan
keterampilan serta kode etik keperawatan.
 Telah lulus dari pendiaikan pada jenjang perguruan
tinggi (JPT) sehingga diharapkan mempu untuk:
 bersikap profesional,
 mempunyai pengetahuan dan keterampilan
profesional,
 memberi pelayanan asuhan keperawatan
profesional, dan
 menggunakan etika keperawatan dalam memberi
pelayanan.
Lanjutan...

 Mengelola ruang lingkup keperawatan berikur


sesuai dengan kaidah suatu profesi dalam bidang
kesehatan, yaitu:
 Sistem pelayanan/asuhan keperawatan,
 Pendidikan/pelatihan keperawatan yang
berjenjang dan berlanjut,
 Perumusan standar keperawatan (asuhan
keperawatan, pendidikan keperawatan
registrasi/legislasi), dan
 Melakukan riset keperawatan oleh perawat
pelaksana secara terencana dan terarah sesuai
dengan perkembangan ilmu pengetahuan dean
teknologi.
lanjutan...

Dengan melihat sebagai definisi, ciri, dan kriteria


profesi yang telah disebutkan di atas maka dapat
dianalisis bahwa keperawatan di Indonesia saat ini
telah:

 Memiliki badan ilmu dan telah diakui secara undang


– undang oleh pemerinyah Indonesia melalui UU No.
23 Tahun 1992 tentang kesahatan.

 Memiliki institusi pendidikan jenjang perguruan


tinggi, yakni AKPER/DIII Keperawatan, DIV
Keperawatan, Fakultas Ilmu Keperawatan (S1), dan
Program Pasca Sarjana Keperawatan (S2).
lanjutan...

 Memiliki kode etik keperawatan, standar profesi,


standar praktik keperawatan, standar pendidikan
keperawatan, dan standar asuhan keperawatan.

 Memiliki legislasi keperawatan (sedang diproses


menjadi undang – undang).

 Memiliki organisasi profesi yaitu Persatuan Perawat


Nasional Indinesia (PPNI).

 Memberikan asuhan keperawatan secara mandiri


menggunakan pendekatan proses keperawatan.

 Melaksanakan riset keperawatan.


Nilai-nilai Esensial Dalam Profesi

Pada tahun 1985,”The American AssociationColleges


of Nursing”melaksanakan suatu proyektermasuk
didalamnya mengidentifikasi nilai-nilaiesensial
dalam praktek keperawatan profesional. 7 nilai-nilai
esensial:
1. Aesthetics [keindahan]
2. Altruism [mengutamakan orang lain]
3. Equality [kesetaraan]
4. Freedom[kebebasan]
5. Human dignity [martabat manusia]
6. Justice [keadilan]
7. Truth [kebenaran]
Pengertian Kode Etik
 Kode etik merupakan suatu sistem norma, nilai serta
aturan profesional secara tertulis dan dengan tegas
menyatakan yang baik dan juga benar, serta apa yang
tidak benar dan juga tidak baik bagi profesional. Atau
secara singkat definisi dari kode etik adalah suatu pola
aturan, tata cara, tanda, pedoman etis di dalam melakukan
suatu kegiatan ataupun suatu pekerjaan. Kode etik juga
merupakan suatu pola aturan atau tata cara sebagai
pedoman untuk berperilaku.
 Pengertian lain dari kode etik ialah suatu aturan yang
tertulis, secara sistematik dengan sengaja di buat dengan
berdasarkan prinsip-prinsip moral yang ada serta ketika
dibutuhkan bisa di fungsikan sebagai alat yang dapat
digunakan menghakimi berbagai macam dari tindakan
yang pada umumnya dinilai menyimpang dari kode etik
yang ada.
Tujuan Kode Etik Keperawatan
 PPNI
Pada dasarnya, tujuan kode etik keperawatan adalah
upaya agar perawat, dalam menjalankan setiap tugas
dan fungsinya, dapat menghargai dan menghormati
martabat manusia. Tujuan kode etik
keperawatan tersebut adalah sebagai berikut :
• Merupakan dasar dalam mengatur hubungan antar
perawat, klien atau pasien, teman sebaya,
masyarakat, dan unsur profesi, baik dalam profesi
keperawatan maupun dengan profesi lain di luar
profesi keperawatan.
• Merupakan standar untuk mengatasi masalah yang
silakukan oleh praktisi keperawatan yang tidak
mengindahkan dedikasi moral dalam pelaksanaan
tugasnya.
Lanjutan...

• Untuk mempertahankan bila praktisi yang dalam


menjalankan tugasnya diperlakukan secara tidak
adil oleh institusi maupun masyarakat.
• Merupakan dasar dalam menyusun kurikulum
pendidikan kepoerawatan agar dapat menghasilkan
lulusan yang berorientasi pada sikap profesional
keperawatan.
• Memberikan pemahaman kepada masyarakat
pemakai /pengguna tenaga keperawatan akan
pentingnya sikap profesional dalam melaksanakan
tugas praktek keperawatan.
 ICN
Kode etik ICN adalah merupakan dasar dan pilar bagi kode
etik keperawatan dan asosiasi perawat seluruh dunia. ICN
bekerja dalam banyak area, terutama dalam memberikan
panduan dalam praktik keperawatan profesional,
perumusan regulasi, dan peningkatan kesejahteraan sosial
ekonomi pada berbagai negara di dunia, terutama yang
berkaitan dengan standar keperawatan dan kebijakan
dalam keperawatan dan kesehatan di manca Negara.
 ANA
Menurut Amerika  Ethics Commission Bureau on
Teaching, tujuan etik profesi keperawatn adalah mampu :
• mengenal dan mengidentifikasi unsur moral dalam
praktek kep.
• membentuk strategi/ cara dan menganalisis masalah
moral yangterjadi dalam praktek keperawatan.
Lanjutan...

• menghubungkan praktek moral/pelajaran yang


baik dan dipertanggungjawabkan pada diri
sendiri, keluarga, masyarakat, dan kepada Tuhan,
sesuai dengan kepercayaan.

Menurut Nasional League for Nursing (NLN) pusat


pendidikan keperawatan milik perhimpunan perawat
amerika, pendidikan etika keperawatan bertujuan:

• Meningkatkan pengertian peserta didik tentang


hubungan antar profesi kesehatan lain dan
mengerti tentang peran dan fungsi anggota tim.
• Mengembangkan potensi pengambilan keputusan
yang bersifat moralitas, keputusan tentang baik
dan buruk yang akan dipertanggungjawabkan
kepada tuhan sesuai dengan kepercayaannya.

• Mengembangkan sifat pribadi dan sikap


profesional peserta didik.

• Mengembangkan pengetahuan dan keterampilan


yang penting untuk dasar praktik keperawatan
professional.
Fungsi Kode Etik Keperawatan

Kode etik keperawatan yang berlaku berfungsi


sebagai landasan bagi status profesional dengan
cara sebagai berikut :
 kode etik perawat menunjukkan kepada
masyarakat bahwa perawat diharuskan
memahami dan menerima kepercayaan dan
tanggung jawab yang diberikan kepada perawat
oleh masyarakat.
 kode etik menjadi pedoman bagi perawat untuk
berperilaku dan menjalin hubungan keprofesian
sebagai landasan dalam penerapan praktek etikal.
Lanjutan...

 kode etik perawat menetapkan hubungan-hubungan


profesional yang harus dipatuhi yaitu hubungan
perawat dengan pasien/klien sebagai advokator,
perawat dengan tenaga profesional kesehatan lain
sebagai teman sejawat, dengan profesi keperawatan
sebagai seorang kontributor dan dengan masyarakat
sebagai perwakilan dari asuhan kesehatan.

 kode etika perawat memberikan sarana pengaturan diri


sebagai profesi.
Kode Etik Keperawatan Indonesia
Beberapa kode etik yang ada di Indonesia yang harus
di miliki oleh seorang perawat professional yaitu:
1. Tanggungjawab Perawat terhadap Individu,
Keluarga, dan Masyarakat
 Perawat berpedoman kepada tanggungjawab dari
 kebutuhan akan keperawatan individu, keluarga
dan masyarakat.
 Perawat memelihara suasana lingkungan yang
menghormati nilai-nilai budaya, adat-istiadat, dan
kelangsungan hidup beragama dari individu,
keluarga, dan masyarakat.
 Perawat senantiasa dilandasi dengan rasa tulus
ikhlas sesuai dengan martabat dan tradisi luhur
keperawatan.
Lanjutan...

 Menjalin hubungan kerja sama dengan individu,


keluarga, dan masyarakat dalam mengambil
prakarsa dan mengadakan upaya kesehatan.
 Tanggungjawab terhadap Tugas
 Memelihara mutu pelayanan keperawatan yang
tinggi disertai kejujuran profesional dalam
menerapkan pengetahuan serta ketrampilan
keperawatan sesuai dengan kebutuhan individu,
keluarga dan masyarakat.
 Perawat wajib merahasiakan segala sesuatu yang
diketahui sehubungan dengan tugas yang
dipercayakan kepadanya kecuali jika diperlukan
oleh yang berwenang sesuai dengan ketentuan
hukum yang berlaku.
 Perawat tidak akan menggunakan pengetahuan
dan keterampilan keperawatan untuk tujuan yang
bertentangan dengan norma-norma kemanusiaan.
 Perawat dalam menunaikan tugas dan
kewajibannya senantiasa berusaha dengan penuh
kesadaran agar tidak terpengaruh oleh
pertimbangan kebangsaan, kesukuan, warna
kulit, umur, jenis kelamin, aliran politik, dan
agama yang dianut serta kedudukan sosial.
 Perawat senantiasa mengutamakan perlindungan
dan keselamatan klien dalam melaksanakan tugas
keperawatan serta matang dalam
mempertimbangkan kemampuan jika menerima
atau mengalihtugaskan tanggungjawab yang ada
hubungannya dengan keperawatan.
2. Tanggungjawab terhadap Sesama Perawat dan
Profesi Kesehatan Lainnya
 Perawat senantiasa memelihara hubungan baik
antara sesama perawat dan dengan tenaga
kesehatan lainnya, baik dalam memelihara
kerahasiaan suasana lingkungan kerja maupun
dalam mencapai tujuan pelayanan kesehatan
secara menyeluruh.
 Perawat senantiasa menyebarluaskan
pengetahuan, keterampilan, dan pengalamannya
kepada sesama perawat serta menerima
pengetahuan dan pengalaman dari profesi lain
dalam rangka meningkatkan kemampuannya.
3. Tanggungjawab terhadap Profesi Keperawatan
 Perawat senantiasa berupaya meningkatkan
kemampuan profesional secara mandiri dan
bersama-sama dengan jalan menambah ilmu
pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang
bermanfaat bagi perkembangan keperawatan.
 Perawat senantiasa menjunjung tinggi nama baik
profesi keperawatan dengan menunjukkan perilaku
dan sifat pribadi yang luhur.
 Perawat senantiasa berperan dalam menentukan
pembakuan pendidikan dan pelayanan keperawatan
serta menerapkan dalam kegiatan dan pendidikan
keperawatan.
 Perawat secara bersama-sama membina dan
memelihara mutu organisasi profesi keperawatan
sebagai sarana pengabdiannya.
4. Tanggungjawab terhadap Pemerintah, Bangsa, dan
Negara
 Perawat senantiasa melaksanakan ketentuan-
ketentuan sebagai kebijaksanaan yang diharuskan
oleh pemerintah dalam bidang kesehatan dan
keperawatan.
 Perawat senantiasa berperan secara aktif dalam
menyumbangkan pikiran kepada pemerintah
dalam meningkatkan pelayanan kesehatan dan
keperawatan kepada masyarakat.
KODE ETIK SECARA INTERNASIONAL

ICN adalah suatu federasi perhimpunan perawat di


seluruh dunia yang didirikan pada tanggal 1 Juli
1899 oleh Mrs.Bedford Fenwich di Hanover
Square, London dan direvisi pada tahun 1973.
Adapun kode etiknya adalah sebagai berikut :
1. Tanggung jawab utama perawat :
Tanggung jawab utama perawat adalah
meningkatkan kesehatan, mencegah timbulnya
penyakit, memelihara kesehatan dan mengurangi
penderitaan. Untuk melaksanakan tanggung
jawab utama tersebut, perawat harus meyakini
bahwa :
Lanjutan...

a. kebutuhan terhadap pelayanan keperawatan di


berbagai tempat adalah
sama.
b. pelaksanaan praktik keperawatan dititik
beratkan pada penghargaan terhadap
kehidupan yang bermartabat dan menjunjung
tinggi hak asasi
manusia.
c. dalam melaksanakan pelayanan kesehatan
dan /atau keperawatan kepada individu,
keluarga, kelompok dan masyarakat, perawat
mengikutsertakan kelompok dan instansi
terkait.
2. Perawat, individu, dan anggota kelompok
masyarakat.
Tanggung jawab utama perawat adalah
melaksanakan asuhan keperawatan sesuai dengan
kebutuhan masyuarakat. Oleh karena itu , dalam
menjalankan tugas, perawat perlu meningkatkan
keadaan lingkungan kesehatan dengan menghargai
nilai-nilai yang ada di masyarakat, menghargai
adat kebiasaan serta kepercayaan individu,
keluarga, kelompok dan masyarakat yang menjadi
pasien atau kliennya. Perawat dapat memegang
teguh rahasia pribadi (privasi) dan hanya dapat
memberikan keterangan bila diperlukaan oleh
pihak yang berkepentingan atau pengadilan.
3.Perawat dan pelaksanaan praktik keperawatan

Perawat memegang peranan penting dalam


menentukan dan melaksanakan standar praktik
keperawatan untuk mencapai kemampuan yang
sesuai dengan standar pendidikan keperawatan.
Perawat dapat mengembangkan pengetahuan yang
dimilikinya secara aktif untuk menopang perannya
dalam situasi tertentu. Perawat sebagai anggota
profesi, setiap saat dapat mempertahankan sikap
sesuai dengan standar profesi keperawatan.
4. Perawat dan lingkungan masyarakat
Perawat dapat memprakarsai pembaharuan,
tanggap, mempunyai inisiatif, dan dapat berperan
serta secara aktif dalam menentukan masalah
kesehatan dan masalah sosial yang terjadi di
masyarakat.
5. Perawat dan sejawat
Perawat dapat menopang hubungan kerja sama
dengan teman kerja, baik tenaga keperawatan
maupun tenaga profesi lain di keperawatan. Perawat
dapat melindungi dan menjamin seseorang, bila
dalam masa perawatannya merasa terancam.
6. Perawat dan profesi keperawatan

Perawat memainkan peran yang besar dalam


menentukan pelaksanaan standar praktik
keperawatan dan pendidikan keperawatan .
Perawat diharapkan ikut aktif dalam
mengembangkan pengetahuan dalam menopang
pelaksanaan perawatan secara profesional.
Perawat sebagai anggota profesi berpartisipasi
dalam memelihara kestabilan sosial dan ekonomi
sesuai dengan kondisi pelaksanaan praktik
keperawatan.
UNDANG-UNDANG DASAR KEPERAWATAN
Pasal 1
 Keperawatan adalah kegiatan pemberian asuhan
kepada individu, keluarga, kelompok, atau
masyarakat, baik dalam keadaan sakit maupun
sehat.
 Perawat adalah seseorang yang telah lulus
pendidikan tinggi Keperawatan, baik di dalam
maupun di luar negeri yang diakui oleh Pemerintah
sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-
undangan.
 Pelayanan Keperawatan adalah suatu bentuk
pelayanan profesional yang merupakan bagian
integral dari pelayanan kesehatan yang didasarkan
pada ilmu dan kiat Keperawatan ditujukan kepada
individu, keluarga, kelompok, atau masyarakat, baik
sehat maupun sakit.
 Praktik Keperawatan adalah pelayanan yang
diselenggarakan oleh Perawat dalam bentuk
Asuhan Keperawatan.
 Asuhan Keperawatan adalah rangkaian interaksi
Perawat dengan Klien dan lingkungannya untuk
mencapai tujuan pemenuhan kebutuhan dan
kemandirian Klien dalam merawat dirinya.
 Uji Kompetensi adalah proses pengukuran
pengetahuan, keterampilan, dan perilaku peserta
didik pada perguruan tinggi yang
menyelenggarakan program studi Keperawatan.
 Sertifikat Kompetensi adalah surat tanda
pengakuan terhadap kompetensi Perawat yang
telah lulus Uji Kompetensi untuk melakukan
Praktik Keperawatan.
 Sertifikat Profesi adalah surat tanda pengakuan
untuk melakukan praktik Keperawatan yang
diperoleh lulusan pendidikan profesi.
 Registrasi adalah pencatatan resmi terhadap
Perawat yang telah memiliki Sertifikat Kompetensi
atau Sertifikat Profesi dan telah mempunyai
kualifikasi tertentu lainnya serta telah diakui secara
hukum untuk menjalankan Praktik Keperawatan.
 Surat Tanda Registrasi yang selanjutnya disingkat
STR adalah bukti tertulis yang diberikan oleh Konsil
Keperawatan kepada Perawat yang telah diregistrasi.
 Surat Izin Praktik Perawat yang selanjutnya
disingkat SIPP adalah bukti tertulis yang diberikan
oleh Pemerintah Daerah kabupaten/kota kepada
Perawat sebagai pemberian kewenangan untuk
menjalankan Praktik Keperawatan.
 Fasilitas Pelayanan Kesehatan adalah alat
dan/atau tempat yang digunakan untuk
menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan,
baik promotif, preventif, kuratif, maupun
rehabilitatif yang dilakukan oleh Pemerintah,
Pemerintah Daerah, dan/atau masyarakat.
 Perawat Warga Negara Asing adalah Perawat yang
bukan berstatus Warga Negara Indonesia.
 Klien adalah perseorangan, keluarga, kelompok,
atau masyarakat yang menggunakan jasa
Pelayanan Keperawatan.
 Organisasi Profesi Perawat adalah wadah yang
menghimpun Perawat secara nasional dan
berbadan hukum sesuai dengan ketentuan
Peraturan Perundang-undangan.
 Kolegium Keperawatan adalah badan yang
dibentuk oleh Organisasi Profesi Perawat untuk
setiap cabang disiplin ilmu Keperawatan yang
bertugas mengampu dan meningkatkan mutu
pendidikan cabang disiplin ilmu tersebut.
 Konsil Keperawatan adalah lembaga yang
melakukan tugas secara independen.
 Institusi Pendidikan adalah perguruan tinggi yang
menyelenggarakan pendidikan Keperawatan.
 Wahana Pendidikan Keperawatan yang selanjutnya
disebut wahana pendidikan adalah fasilitas, selain
perguruan tinggi, yang digunakan sebagai tempat
penyelenggaraan pendidikan Keperawatan.
 Pemerintah Pusat yang selanjutnya disebut
Pemerintah adalah Presiden Republik Indonesia yang
memegang kekuasaan pemerintah negara Republik
Indonesia sebagaimana dimaksud dalam
UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia
Tahun 1945.

 Pemerintah Daerah adalah Gubernur, Bupati, dan


Wali Kota serta perangkat daerah sebagai unsur
penyelenggara pemerintahan.

 Menteri adalah Menteri yang menyelenggarakan


urusan pemerintahan di bidang kesehatan
Pasal 2

 Praktik Keperawatan berasaskan:

 perikemanusiaan;

 nilai ilmiah;

 etika dan profesionalitas;

 manfaat;

 keadilan;

 pelindungan; dan

 kesehatan dan keselamatan Klien.


Pasal 3

 Pengturan Keperawatan bertujuan:

 meningkatkan mutu Perawat;

 meningkatkan mutu Pelayanan Keperawatan;

 memberikan pelindungan dan kepastian hukum

kepada Perawat dan Klien; dan

 meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. 


Pasal 4

 Jenis Perawat terdiri atas:

 Perawat profesi; dan

 Perawat vokasi.

 Perawat profesi sebagaimana dimaksud pada ayat (1)


huruf a terdiri atas:
 ners; dan

 ners spesialis.

 Ketentuan lebih lanjut mengenai jenis Perawat


sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2)
diatur dengan Peraturan Menteri.
Pasal 5
 Pendidikan tinggi Keperawatan terdiri atas:
 pendidikan vokasi;
 pendidikan akademik; dan
 pendidikan profesi.
Pasal 6
 Pendidikan vokasi sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 5 huruf a merupakan program diploma
Keperawatan.
 Pendidikan vokasi sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 5 huruf a paling rendah adalah program
Diploma Tiga Keperawatan.
Pasal 7
 Pendidikan akademik sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 5 huruf b terdiri atas.
 program sarjana Keperawatan;
 program magister Keperawatan; dan
 program doktor Keperawatan.
 Pasal 8
 Pendidikan profesi sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 5 huruf c terdiri atas:
 program profesi Keperawatan; dan
 program spesialis Keperawatan.
Pasal 9
 Pendidikan Tinggi Keperawatan sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 5 diselenggarakan oleh
perguruan tinggi yang memiliki izin
penyelenggaraan sesuai dengan ketentuan
Peraturan Perundang-undangan.
 Perguruan tinggi sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) dapat berbentuk universitas, institut, sekolah
tinggi, politeknik, atau akademi.
 Perguruan tinggi dalam menyelenggarakan
Pendidikan Tinggi Keperawatan sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) harus menyediakan
Fasilitas Pelayanan Kesehatan sebagai Wahana
Pendidikan serta
 berkoordinasi dengan Organisasi Profesi Perawat.
 Penyediaan Fasilitas Pelayanan Kesehatan
sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dapat
dilakukan melalui: a. kepemilikan; atau b. kerja
sama.
 Fasilitas Pelayanan Kesehatan sebagaimana
dimaksud pada ayat (3) merupakan rumah sakit dan
Fasilitas Pelayanan Kesehatan tingkat pertama yang
memenuhi persyaratan, termasuk jejaring dan
 komunitas di dalam wilayah binaannya.
 Ketentuan lebih lanjut mengenai persyaratan
Fasilitas Pelayanan Kesehatan sebagai Wahana
Pendidikan diatur dengan Peraturan Menteri yang
menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang
pendidikan setelah berkoordinasi dengan Menteri.
Pasal 10

 Perguruan tinggi Keperawatan diselenggarakan

oleh Pemerintah atau masyarakat sesuai

dengan ketentuan Peraturan Perundang-

undangan.

 Perguruan tinggi Keperawatan sebagaimana

dimaksud pada ayat (1) melaksanakan

tridarma perguruan tinggi.


Terimakasi
h