Anda di halaman 1dari 34

Case Report Session

DISTOSIA
Preseptor : dr. Ariadi Sp. OG

Ulfa Syukrina 1840312752


Anneira Amanda 1840312753
1 BAB I PENDAHULUAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


CONTENT 2

3 BAB III PENUTUP


BAB I PENDAHULUAN
- LATAR BELAKANG
- RUMUSAN MASALAH
- TUNJUAN PENULISAN
- METODE PENULISAN
LATAR BELAKANG

Persalinan adalah proses


pengeluaran produk konsepsi yang
viabel melalui jalan lahir dari dalam
u t e r u s m e l a l u i v a g i n a k e d u n i a l u a r.
Distosia berasal dari bahasa
dipengaruhi 3 faktor
Yu n a n i , D y s y a n g b e r a r t i b u r u k
- power
atau jelek dan tosia berasal dari
-passage
tocos yang berarti persalinan
- passanger

Berdasarkan data dari


Reproductive Health Library
Salah satu penyebab kematian
pada persalinan adalah persalinan
macet (distosia) sekitar 6,9%.
Menurut laporan
(ACOG)
Distosia merupakan indikasi
terbanyak untuk seksio sesarea
pada primigravida sebesar 66,7%
Click here to add a subtitle
Click here to add text.

Tujuan Penulisan
Penulisan ini bertujuan untuk
menambah pengetahuan
Rumusan Masalah mengenai definisi, etiologi,
diagnosis, dan tatalaksana
Makalah ini membahas distosia.
tentang laporan kasus
mengenai distosia..

Metode Penulisan

Penulisan ini menggunakan


metode penulisan
tinjauankepustakaan merujuk
pada berbagai literatur.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
- DISTOSIA
- DISTOSIA KARENA KELAINAN TENAGA
- DISTOSIA KARENA JANIN
- DISTOSIA KARENA KELAINAN TULANG PANGGUL
DISTOSIA

DEFINISI
Distosia merupakan persalinan yang sulit, tidak ada kemajuan dalam
persalinan atau merupakan persalinan yang membawa satu akibat buruk
bagi janin maupun ibu

ETIOLOGI
POWER, PASSAGE, PASSANGER

DIAGNOSIS
Menurut ACOG Practice Bulletin: Dystocia and Augmentation of Labour
(2003),
PASSAGE
ETIOLOGI Pelvis (panggul) tersusun atas empat tulang:
sakrum, koksigis, dan dua tulang inominata yang
terbentuk oleh fusi ilium, iskium, dan pubis.
Selama proses kelahiran pervaginam, bayi harus
dapat melewati kedua pembukaan panggul sejati
ini. Panggul memiliki empat bidang imajiner:
-1.Bidang pintu atas panggul (apertura pelvis
superior)
2.Bidang panggul tengah (dimensi panggul
terkecil)
3. Bidang pintu bawah panggul (apertura pelvis
POWER
inferior)
kekuatan ibu mendorong 4.Bidang dengan dimensi panggul terbesar (tidak
janin, yaitu kekuatan his dan memiliki arti klinis)
kekuatan ibu dalam
PASSANGER
mengejan.
Kontraksi uterus atau his 6 variabel penting pada janin yang
secara normal terjadi pada mempengaruhi proses melahirkan
awal persalinan yakni pada a.Ukuran janin
kala 1 b.Letak janin
c.Presentasi janin
d.Sikap atau postur janin
e.Posisi janin
Diameter AP panggul atas dan Diameter AP dan T panggul
panggul tengah atas dan tengah
. Pintu bawah panggul Tipe panggul berdasarkan
klasifikasi Caldwell-Moloy
diameter dan lingkar tertentu pada kepala
neonatus.
a.Diameter oksipitofrontalis (11,5 cm),
mengikuti garis dari titik tepat di atas pangkal
hidung ke bagian yang paling menonjol dari
tulang oksipitalis.
b.Diameter biparietalis (9,5 cm), garis tengah
transversal terpanjang pada kepala,
memanjang dari satu tulang parietalis ke
tulang parietalis lainnya.
c.Diameter bitemporalis (8,0 cm), jarak terjauh
antara dua sutura temporalis.
d.Diameter oksipitomentalis (12,5 cm), dari
dagu ke bagian yang paling menonjol dari
oksiput.
e. Diameter suboksipitobregmatikus (9,5 cm),
mengikuti garis yang ditarik dari bagian tengah
ubun-ubun besar ke permukaan bawah tulang
oksipitalis tepat di pertemuan tulang ini
dengan leher.
Menurut ACOG Practice Bulletin: Dystocia and Au
gmentation of Labour (2003),
Pola Kelainan Persalinan, Kriteria, dan Metode Penanganan
Distosia Karena Kelainan Tenaga
Hypotonic uterine contraction

DEFINISI ETIOLOGI DIAGNOSIS 75,600

suatu keadaan dimana penyebab terjadinya melihat kelainan his pengawasan yang
kontraksi uterus inersia uteri karena ibu dapat didukung dengan meliputi tekanan darah,
terkoordinasi namun tidak merupakan primi tua, pemeriksaan CTG dan denyut jantung janin,
adekuat dalam membuat psikis ibu dalam kondisi USG, pada inersia uteri dehidrasi serta tanda-
kemajuan dalam persalinan, ketakutan, peregangan hipotoni, his yang tanda asidosis, diberikan
biasanya his yang muncul uterus yang berlebih timbul tetap dominan diet cair sebagai
kurang kuat, terlalu lemah, umumnya pada kondisi pada fundus, namun persiapan operasi, infus
pendek dan jarang. Inersia gemeli, herediter, uterus kontraksi yang terjadi D5% atau NaCl. pasien
uteri terbagi menjadi dua bikornis, atau karena biasanya lebih singkat inersia uteri dengan CPD
macam, yakni inersia uteri bagian janin tidak dari biasanya, keadaan maka dilakukan seksio
primer dan inersia uteri merapat pada segmen umum pasien pada sesaria
sekunder bawah rahim dalam hal umumnya baik, rasa
ini kelainan letak atau nyeri yang timbul tidak
CPD terlalu sakit.
Distosia Karena Kelainan Tenaga
Incoordinate uterine action

DEFINISI ETIOLOGI

Kelainan his pertama kali ditemukan pada primigravida, khususnya primigravida tua
Hipertonic uterine contraction dan incoordinate uterine contraction sering terjadi bersama-sama yang ditandai dengan
peningkatan tekanan uterus, kontraksi yang tidak sinkron dan peningkatan tonus otot di segmen bawah rahim serta frekuensi
kontraksi yang menjadi lebih sering. Hal ini pada umumnya berhubungan dengan solutio plasenta, penggunaan oksitosin yang
berlebihan, disproporsi sefalopelvik dan malpresentasi janin.
Distosia Karena Kelainan Tenaga
Inertia uteri

DEFINISI ETIOLOGI

His bersifat biasa bahawa fundus berkontraksi lebih kuat dan dahulu dari bagian lain, kelainan terletak pada kontraksi uterus
yang lebih singkat dan jarang daripada biasa.
Distosia Karena Kelainan Tenaga
Tetania uteri

DEFINISI ETIOLOGI

Tetania uteri adalah his yang terlampau kuat dan terlampau sering sehingga tidak ada relaksasi rahim. His yang terlampau
kuat dan terlampau efisien menyebabkan persalinan selesai dalam waktu singkat. Partus yang sudah selesai kurang dari 3 jam
dinamakan partus presipitatus: sifat his normal, tonus otot diluar his juga biasa, kelainannya terletak pada kekuatan his.
Akibatnya dapat terjadi perlukaan luas pada jalan lahir, khususnya serviks uteri, vagina, dan perineum, pada bayi dapat terjadi
perdarahan intrakranial.
Distosia Karena Kelainan Tulang
Panggul

Distosia karena kelainan panggul adalah persalinan yang sulit yang disebabkan oleh adanya kelainan dari bentuk
panggul atau ukuran panggul, bisa disebabkan
DEFINISI ETIOLOGIa)Penyempitan pintu atas panggul
b)Penyempitan pintu tengah panggu
c)Penyempitan pintu bawah panggul
Penatalaksanaan
Persalinan dengan distosia akibat adanya kelainan ukuran panggul atau kelainan bentuk panggul sebaiknya dilakukan
melalui perabdominam. Persalinan pervaginam dapat dilakukan tetapi memiliki resiko kegagalan yang cukup besar dan
dapat menimbulkan terjadinya cedera pada kepala janin
DISTOSIA KARENA JANIN
Posisi Oksipitalis Posterior Persisten (POPP)

DEFINISI PENATALAKSANAAN
Apabila panggung longgar, maka dapat dilahirkan dengan
oksiput yang harusnya berputar spontan namun dengan proses yang lama sehingga perlu
kedepan karena panggul luas didepan. adanya pengawasan ketat
tidak berputar sehingga tetap Pada persalinan dapat terjadi robekan perineum yang teratur
dibelakang atau ekstensi dari episiotomi karena mekanisme persalinan
ETIOLOGI pervaginam pada POPP yaitu ketika kepala sudah sampai
pada dasar panggul, ubun-ubun besar dibawah symphisis
bentuk panggul antropoid karena
lahir melewati perineum.
memiliki segmen depan yang sempit
Apabila penurunan kepala sudah lebih dari 3/5 diatas PAP
dan otot panggul yang sudah lembek
maka sebaiknya dilakukan seksio sesaria. Apabila pembukaan
biasanya hal ini terjadi pada multipara
serviks belum lengkap dan tidak ada tanda obstruksi maka
diberikan oksitosin drip.
namun bila pembukaan lengkap dan kepala masuk tidak
kurang dari 1/5 PAP atau pada kala II bila kepala turun sampai
dengan Hodge III dan atau UUK lintang sudah dipimpin
namun tak ada kemajuan sehingga menyebabkan deep
transvered arrest maka dilakukan vacum ekstraksi atau
forceps.
DIAGNOSIS
DEFINISI DISTOSIA KARENA Untuk menentukan diagnosis
eadaan dimana puncak JANIN presentasi puncak kepala, pada
kepala janin merupakan PRESENTASI PUNCAK KEPALA pemeriksaan lokalis abdomen
bagian terendah, hal ini biasanya didapatkan pada bagian
terjadi apabila derajat fundus uteri teraba bokong dan
defleksinya ringan atau diatas panggul teraba kepala,
kepala dengan punggung terdapat pada satu sisi,
defleksi/ekstensi minimal bagian-bagian kecil terdapat pada
dengan sinsiput sisi yang berlawanan.
merupakan bagian Pada auskultasi denyut jantung janin
terendah terdengar paling keras di kuadran
bawah perut ibu, pada sisi yang
sama dengan punggung janin.
ETIOLOGI Pemeriksaan dalam didapatkan
karena adanya kelainan panggul (panggul picak), sutura sagitalis umumnya teraba
kepala bentuknya bundar, janin kecil atau mati, pada diameter transversa panggul,
kerusakan dasar panggul atau karena penyebab lain kedua ubun-ubun sama-sama
yaitu keadaan-keadaan yang memaksa terjadi dengan mudah diraba dan dikenali,
defleksi kepala atau keadaan yang menghalangi keduanya sama tinggi dalam
terjadinya fleksi kepala, hal ini sering ditemukan pada panggul. Pemeriksaan radiologis
janin besar atau panggul sempit, multiparitas, perut akan membantu dan menegakkan
gantung, anensefalus, tumor leher bagian depan diagnosis kedudukan dan menilai
panggul.
TATALAKSANA

Mekanisme persalinan pada presentasi puncak kepala, putaran paksi dalam


ubun-ubun besar (UUB) berputar ke simfisis, UUB lahir kemudian dengan
glabella sebagai hipomoglion, kepala fleksi sehingga lahirlah oksiput melalui
perineum
Presentasi puncak kepala dapat ditunggu hingga memungkinkan kelahiran
spontan, namun bila 1 jam dipimpin mengejan bayi tidak lahir dan kepala bayi
sudah didasar panggul maka dilakukan ekstraksi forceps, umunya persalinan
pada presentasi puncak kepala dilakukan episiotomi
DISTOSIA KARENA JANIN TATALAKSANA
Presentasi Muka dengan sirkumfarensia trakelo parietalis dengan dagu
lintang atau miring, setelah muka sampai dasar panggul
terjadi putaran paksi dalam, dagu ke depan di bawah
DEFINISI arkus pubis, kemudian dengan submentum menjadi
I
IS
hipomoklion kepala lahir dengan fleksi sampai dahi,

TA
kedudukan kepala mengalami defleksi IN UUB, belakang kepala lewati perineum, kemudian
EF

TA
D putaran paksi luar dan badan lahir. Terkadang dagu

LA
maksimal, sehingga oksiput tertekan
tidak dapat diputar ke depan, posisi ini merupakan

K
pada punggung dan muka merupakan

SA
mentoposterior persistens maka pada situasi ini
bagian terendah menghadap ke

N
dilakukan seksio sesaria.

A
bawah.
I S
S
ETIOLOGI ET O DIAGNOSIS
N
IO G
LO IA tubuh janin berada dalam keadaan ekstensi
pada kondisi panggul sempit atau G D sehingga pada periksa luar didapatkan dada
I
janin besar. Selain itu juga kondisi
teraba seperti punggung, bagian belakang
kelainan janin seperti anencephalus
kepala berlawanan dengan dada, bagian
dan pada tumor leher dapat
dada ada bagian kecil dan DJJ terdengan
mengakibatkan presentasi muka
lebih jelas
DISTOSIA KARENA JANIN TATALAKSANA
Presentasi Dahi apabila terjadi defleksi lagi dan berubah menjadi
presentasi muka maka persalinan menjadi lama dan
hanya 15% lewat persalinan spontan. Kematian perinatal
DEFINISI pada presentasi muka sebesar 20%
I
IS
Prognosis persalinan dengan presentasi dahi ditentukan

TA
pada umumnya merupakan IN oleh janinnya, jika janin kecil maka persalinan mungkin
EF

TA
D terjadi spontan karena bisa jadi janin berubah menjadi

LA
kedudukan sementara, posisi ini dapat
presentasi belakang kepala atau presentasi muka,

K
berubah menjadi presentasi belakang

SA
namun jika janin berat atau besarnya normal maka
kepala atau presentasi muka,

N
persalinan tidak dapat pervaginam sehingga dilakukan

A
seksio sesaria oleh karena sirkumfarensia maksilo
parietalis lebih besar dari lingkaran pintu atas panggul.
DIAGNOSIS D
IA Pada kala I persalinan dilakukan prasat THORN, apabila
G gagal maka janin tetap dilahirkan perabdominam yaitu
N
pemeriksaan luar seperti pada presentasi muka namun O seksio sesaria
SI
bagian belakang kepala tidak begitu menonjol, DJJ akan S
jelas terdengar pada bagian dada. Pemeriksaan dalam
akan teraba sutura frontalis, ujung yang satu akan teraba
UUB dan ujung yang lainnya akan teraba pangkal hidung
dan tepi orbita
DISTOSIA KARENA JANIN
LETAK SUNGSANG

=> DEFINISI
Keadaan dimana janin terletak memanjang dengan kepala di fundus uteri dan
bokong berada di bagian bawah kavum uteri. Tipe letak sungsang yaitu:
a. Frank breech (50-70%) yaitu kedua tungkai fleksi
b. Complete breech (5-10%) yaitu tungkai atas lurus keatas, tungkai bawah
ekstensi
c. Footling (10-30%) yaitu satu atau kedua tungkai atas ekstensi, presentasi
kaki

=> ETIOLOGI
Faktor predisposisi dari letak sungsang adalah prematuritas, abnormalitas
uterus (malformasi, fibroid), abnormalitas janin (malformasi CNS, massa pada
leher, aneploid), overdistensi uterus (kehamilan ganda, polihidramnion),
multipara dengan berkurangnya kekuatan otot uterus, dan obstruksi pelvis
(plasenta previa, myoma, tumor pelvis lain)
DISTOSIA KARENA JANIN
LETAK SUNGSANG

=> DIAGNOSIS
Diagnosis letak bokong dapat ditentukan dengan persepsi gerakan janin oleh
ibu, pemeriksaan Leopold, auskultasi denyut jantung janin di atas umbilikus,
pemeriksaan dalam, USG dan Foto sinar-X

=> TATALAKSANA
Zatuchni dan Andros telah membuat suatu indeks prognosis untuk menilai lebih
tepat apakah persalinan dapat dilahirkan pervaginam atau perabdominan,
sebagai berikut 0 1 2
Paritas Primigravida Multigravida
Umur >39 minggu 38 minggu < 37 minggu < 3 : persalinan perabdomen
Kehamilan
4 : evaluasi kembali secara
Taksiran >3630 gr 3629 gr -3176 gr < 3176 gr
cermat, khususnya berat
berat janin
Pernah Tidak 1x >2x
badan janin bila nilainya tetap
letak maka dapat dilahirkan
sungsang pervaginam
Pembukaan <2 cm 3 cm >4cm > 5 : dilahirkan pervaginam
serviks
Station <3 <2 1 atau lebih
rendah
DISTOSIA KARENA JANIN
LETAK LINTANG

=> DEFINISI
adalah bila dalam kehamilan atau dalam persalinan sumbu panjang janin
melintang terhadap sumbu panjang ibu (termasuk di dalamnya bila janin dalam
posisi oblique)
Letak lintang dapat dibagi menjadi 2 macam, yang dibagi berdasarkan:
a.Letak kepala
b.Letak punggung

=> ETIOLOGI
Penyebab dari letak lintang sering merupakan kombinasi dari berbagai faktor,
sering pula penyebabnya tetap merupakan suatu misteri. Faktor – faktor
tersebut adalah :
1.Fiksasi kepala tidak ada karena panggul sempit, hidrosefalus, anesefalus,
plasenta previa, dan tumor pelvis
2.Janin sudah bergerak pada hidramnion, multiparitas, atau sudah mati.
3.Gemeli
4.Pelvic kidney dan rectum penuh
5.Multiparitas disertai dinding uterus dan perut yang lembek
DISTOSIA KARENA JANIN
LETAK LINTANG

Diagnosis
1.Inspeksi
Perut membuncit ke samping
2.Palpasi
-Fundus uteri lebih rendah dari seharusnya tua kehamilan.
-Fundus uteri kosong dan bagian bawah kosong, kecuali kalau bahu sudah masuk ke dalam pintu
atas panggul.
-Kepala (ballotement) teraba di kanan atau di kiri
3.Auskultasi
Denyut jantung janin setinggi pusat kanan atau kiri.
4.Pemeriksaan dalam (vaginal toucher)
-Teraba tulang iga, skapula, dan kalau tangan menumbung teraba tangan. Untuk menentukan tangan
kanan atau kiri lakukan dengan cara bersalaman.
-Teraba bahu dan ketiak yang bisa menutup ke kanan atau ke kiri. Bila kepala terletak di kiri, ketiak
menutup ke kiri.
-Letak punggung ditentukan dengan adanya skapula, letak dada dengan klavikula.
-Pemeriksaan dalam agak sukar dilakukan bila pembukaan kecil dan ketuban intak, namun pada letak
lintang biasanya ketuban cepat pecah.
DISTOSIA KARENA JANIN
Kehamilan Multipel
DEFINISI PATOFISIOLOGI
I
IS “

PA
adalah suatu kehamilan dengan dua IN
EF

TO
janin atau lebih. Kehamilan multipel D

FI
SI
dapat berupa kehamilan ganda atau

O
LO
gemelli (2 janin), triplet ( 3 janin ),
DIAGNOSIS

GI
kuadruplet ( 4 janin ), Quintiplet ( 5
I S 1)Anamnesis
janin ) dan seterusnya S
ETIOLOGI ET O 2) pemeriksaan fisik
N
IO G
IA
LO 30 pemeriksaan usg
Ras, hereditas, usia ibu dan paritas,
faktor gizi, terapi kesuburan
G D
I
PENATALAKSANAN

- Percepatan pematangan fungsi paru


- Tokolitik

Penanganan Bersalin
DEFINISI ETIOLOGI
Cek persentasi
oBila verteks lakukan pertolongan sama dengan presentasi normal dan lakukan monitoring dengan partograf.
oBila persentasi bokong, lakukan pertolongan sama dengan bayi tunggal presentasi bokong.
oBila letak lintang lakukan seksio sesaria.
Monitoring janin dengan auskurtasi berkala DJJ
Pada kala II beri oksitosis 2,5 IU dalam 500 ml dekstrose 5% atau ringer laktat/ 10tts / mt.v
PENATALAKSANAN

Bayi II
Segera setelah kelahiran bayi I
oLakukan palpasi abdomen untuk menentukan adanya bayi selanjutnya.
oBila letak lintang lakukan versi luar
DEFINISI ETIOLOGI
oPeriksa DJJ
oLakukan pemeriksaan vaginal untuk : adanya prolaps funikuli, ketuban pecah atau intak, presentasi bayi.
Bila presentasi verteks
oBila kepala belum masuk, masukan pada PAP secara manual
oKetuban dipecah
oPeriksa DJJ
oBila tak timbul konteraksi dalam 10 menit, tetesan oksitosin dipercepat sampai his adekuat
oBila 30 menit bayi belum lahir lakukan tindakan menurut persyaratan yang ada (vakum, forceps, seksio)
PENATALAKSANAN

Bila presentasi bokong


oLakukan persalinan pervaginan bila pembukaan lengkap dan bayi tersebut tidak lebih besar dari bayi I
oBila tak ada konteraksi sampai 10 menit, tetesan oksidosin dipercepat sampai his adekuat
oPecahkan ketuban
DEFINISI ETIOLOGI
oPeriksa DJJ
oBila gawat, janin lakukan ekstraksi
oBila tidak mungkin melakukan persalinan pervaginam lakukan seksio secarea.
Bila letak lintang
oBila ketuban intak, lakukan versi luar
oBila gagal lakukan seksio secarea.
Pasca persalinan berikan oksitosin drip 20 IU dalam 1 liter cairan 60 tetes/menit atau berikan ergometrin 0,2 mg IM 1
menit sesudah kelahiran anak yang terakhir dan lakukan manajemen aktif kala II. Untuk mengurangi perdarahan pasca
persalinan.
Dampak Persalinan Lama pada Ibu
dan Janin

A. Ibu
- Infeksi Intrapartum
DEFINISI ETIOLOGI
- Ruptur Uteri
- Cincin Retraksi Patologis
-Pembentukan fistula
- Cedera otot-otot dasar panggul
B. Janin
-Kaput suksedaneum
-Molase Kepala Janin
BAB III KESIMPULAN
KESIMPULAN

1.Distosia merupakan persalinan yang sulit, tidak ada kemajuan dalam persalinan atau merupakan persalinan yang
DEFINISI ETIOLOGI
membawa satu akibat buruk bagi janin maupun ibu.

2.Distosia terjadi karena beberapa faktor, yaitu :


a.Kelainan Power
b.Kelainan Passage
c.Kelainan Passanger

3.Penanganan distosia tergantung dari jenis distosianya, dapat dilakukan manuver obsteterik tambahan agar dapat
dilahirkan secara pervaginam atau melakukan persalinan perabdominam.
Thank You