Anda di halaman 1dari 41

Pertemuan 6

CARA PEMBERIAN OBAT


DAN PERHITUNGAN DOSIS
1. FERLIN MARTOS ANGGRAINI
2.SEVINA ULAN SARI
3. YUSMELIA SARI
Cara pemberian obat
 Sebagai perawat, perlu  Untuk itu Perawat
kita ketahui dan selalu menggunakan “lima”
diingat bahwa dalam benar pemberian obat
pemberian obat untuk menjamin
dilakukan dengan akurat pemberian obat yang
oleh perawat. Karena kita benar, yaitu :
tahu bahwa yang kita  1. Benar obat
hadapi adalah manusia  2. Benar dosis
(makhluk hidup) bukan  3. Benar pasien
mesin, karena apabila
 4. Benar cara pemberian
dalam pemberian obat
 5. Benar waktu
salah itu akan berakibat
fatal pemberian
1. Pemberian obat oral

Merupakan cara pemberian obat yang paling


umum dilakukan. Tujuan pemeberian obat oral
adalah untuk mencegah, mengobati,
mengurangi rasa sakit sesuai dengan efek
terapi dari jenis obat. Obat oral baik sekali
untuk mengobati infeksi usus.
Bentuk sediaan obat oral diantaranya yaitu :
tablet, kapsul, obat hisap, sirup dan tetesan.
2. Pemberian injeksi

Adalah cara pemberian obat tanpa


melalui mulut (tanpa melalui saluran
Kerugian:
pencernaan) tetapi langsung
kepembuluh darah.
• Dibutuhkan kondisi
Keuntungan: steril.
• Efek timbul lebih cepat dan
teratur.
• Menimbulkan rasa
• Dapat diberikan pada penderita nyeri.
yang tidak kooperatif, tidak sadar,
atau muntah-muntah. • Tidak ekonomis.
• Sangat berguna dalam keadaan
darurat.
• Membutuhkan
KAdalah cara pemberian obat tanpa tenaga medis.
melalui mulut (tanpa melalui saluran
pencernaan) tetapi langsung
kepembuluh darah.
3 Pemberian secara intracutan
a. Prinsipnya yaitu memasukan obat kedalam jaringan
kulit.
b. Merupakan pemberian obat melalui jaringan
intracutan ini dilakukan dibawah dermis atau
epidermis, secara umum dilakukan pada daerah
lengan tangan bagian ventral.
c. Intracutan biasanya digunakan untuk mengetahui
sensitivitas tubuh terhadap obat yang akan disuntikan
agar menghindari dari efek alergi obat (dengan skin
test), menentukan diagnosa terhadap penyakit
tertentua. Prinsipnya yaitu memasukan obat kedalam
jaringan kulit.
4. Injeksi intravena
Yaitu memasukan cairan obat langsung kedalam
pembuluh darah vena, waktu cepat sehingga obat
langsung masuk kedalam sistem sirkulasi darah.
Dimana pada injeksi intravena ini, lokasi
penyuntikannya adalah :
1) Pada lengan (vena mediana cubiti/ vena
cephalica)
2) Pada tungkai (vena saphenosus)
3) Pada leher (vena jugularis) khusus pada anak
4) Pada kepala (vena frontalis atau pada vena
temporalis) khusus pada anak
5. Injeksi subcutan (SC)

 Pemberian obat secara subcutan adalah


pemberian obat melalui suntikan area bawah
kulit yaitu pada jaringan konektif atau lemak
bawah dermisTempat injeksi subcutan:
a. Bagian luar lengan atas
b. Abdomen dari batas bawah kosta sampai
kristal iliaka
c. Bagian anterior paha
d. Scapula punggung atas
e. Gluteus dorsal
 Jenis obat yang lazim diberika secara SC :
a. Vaksin
b. Narkotika
c. Heparin
d. Obat-obatan pre operasi
e. Insulin
Pemberian obat melalui subcutan ini umumnya
dilakukan dalam program pemberian insulin
yang digunakan untuk mengontrol kadar gula
darah.
6. Intramuscular (IM)

 Merupakan cara memasukan obat ke dalam


jaringan otot.
Tempat injeksi intramuscular:
a. Otot vastus lateralis
Terletak dibagian lateral anterior paha pada orang
dewasa.
b. Otot ventrogluteal
Meliputi gluteus medius dan minimus.
c. Otot dorsogluteus
Berada dibagian atas luar kuadran atas luar bokong,
kira-kira 5-8 cm dibawah krista iliaka.
7. Pemberian obat melalui rectal
 Pemberian obat via anus/rektum/rectal,
merupakan cara memberikan obat dengan
memasukan obat melalui anus atau rektum,
dengan tujuan memberikan efek lokal dan
sistematik
8. Intra vagina
Pemberian obat per vagina, merupakan cara
memberikan obat dengan memasukan obat
melalui vagina, yang bertujuan mendapatkan
efek terapi obat dan mengobati saluran vagina
atau serviks.
Obat ini tersedia dalam bentuk krim dan
suppositoria yang digunakan untuk mengobati
infeksi lokal.
9 Obat luar (topikal melalui paru atau
inhalasi)
Adalah obat yang cara pemberiannya bersifat lokal,
misalnya tetes mata, salep,tetes telinga.
a. a. Pemberian obat pada kulit, seperti
krim,lotion,aerosol dan sprei.
b. b. Pemberian obat pada telinga, seperti tetes
telinga atau salep.
c. c. Pemberian obat tetes hidung, cara
memberikan obat pada hidung dengan tetes
hidung.
d. d. Pemberian obat pada mata, seperti tetes mata
dan salep.
 10. Inhalasi
Penyerapan obat yang diberikan dengan
inhalasi ini dapat terjadi pada selaput mulut,
tenggorokan dan pernafasan. Bentuk sediaan
obat inhalasi adalah dalam bentuk gas dan zat
padat, tetapi bisa juga mempunyai efek
sistematik. Bentuk inhalasi ini bisa dalam
bentuk wadah yang diberi tekanan dan
mengandung zat pemancur (aerosol, contohnya
: Alupent Metered Aerosol).
PERHITUNGAN DOSIS OBAT
 Dosis Obat adalah sejumlah takaran obat yang
diberikan kepada manusia yangdapat
memberikan efek fisiologis

 Tujuan Perhitungan Dosis Obat


untuk memastikan bahwa obat yangdiberikan
dapat memberikan efek terapi yang diinginkan.
Dasar-Dasar Perhitungan Dosis
Untuk Perawat:
 Memahami perhitungan dosis individual bagi bayi, anak-
anak, lansia, orang dengan berat badan yang ekstrem(obes) dan
pada pasien dengan fungsi ginjal dan hati yang terganggu.

 Memahami satuan satuan dosis yang digunakan dalam bidang


farmasi(obat) dan carakonversinya.

 Memahami perhitungan dosis yang harus diberikan berdasarkan


sediaan yang ada(tersedia).

 Memahami cara menghitung luas permukaan tubuh.

 Mengetahui sediaanobat.
Perhitungan Dosis pada Bayi dan
Anak
Untuk pemilihan obat pada anak perlu diperhatikan dalam

 Hindari pemberian anak obat-obatan yang diperuntukkan bagi orangdewasa


meskipun dengan dosis kecil.

 Hindari pemberian obat dari resep dokter yang diberikan pada orang laindan
bukanatas nama anak.

 Memberikan obat khusus yang ditujukan hanya untuk anak dengan


kondisiyang khusus pula.

 Untuk pemberian antibiotik pada anak harus tepat dosis dan durasinya.Orang


tua diberi penjelasan pentingnya melanjutkan pengobatan sesuai dengan
waktu yang ditentukan dalam resep meskipun anak tampak sembuh.
 Dalam pemberian obat pada anak, sedian
obat yangbanyak disedian untuk anak dibuat
dalam bentuk eliksiratau suspensi.

 Jika obat yang tersedia untuk anak dalam


bentuk tabletsebaiknya dihaluskan atau
digerus terlebihdahulukarena tablet yang
dikunyah akan membuat anaktersedak.
Faktor penyebab perbedaan respon
obat pada anak dan dewasa
 Perbedaan absorpsi karena perbedaan relatif
kepadatan sel.

 Perbedaan distribusi karena persentase cairan


ekstrasel dancairan tubuh total relatif lebih tinggi pada
anak dibandingdewasa.

 Perbedaan metabolisme karena proses enzimatis


belumsempurna.

 Perbedaan ekskresi karena glomerulus dan tubuli


ginjal belum sempurna
Satuan Dosis Yang Sering digunakan
dalam farmakologi
 mg; g
 IU atauUI (internasionalunit,unit
international ) merupakan satuan dosis untuk obat yang
sukar dimurnikan atau sukar ditentukan bobotnya,
seperti padahormone, vaksin dan produk biolog ilainnya.
 Persen(%), ada beberapa macam yaitu:
a) Persenb/b (bobotper bobot), berarti jumlah gram zat terlarut
dalam100 gram larutan
b) Persenb/v (bobotper volume), berarti jumlah gram zat terlarut
dalam100 ml larutan
c) Persenv/v (volume per volume), berarti jumlah ml zat terlarut
dalam 100 ml  larutan
d) Persenv/b (volume per bobot), berarti jumlah ml zat terlarut
dalam100 gramlarutan
Menghitung Dosis Obat
 Kebanyakan intruksi dan label obat ditulis dalam sitem pengukuran
metrik.
 Jika jumlah obat spesifik yang dibutuhkan sama dengan jumlah obat yang
tertera dalam label obat, tidak diperlukan perhitungan dosis obat, dan
obat dapat disiapkan dengan cara yang sederhana.

Contoh:
 1. jika kebutuhan dosis “ibuprofen 400 mg PO” dan di kemasan obat
tertulis“ibuprofen 400 mg pertablet” ini jelas berarti 1 tablet yang akan
diberi.
Tetapi bagaimana jika obat yang dibutuhkan dengan dosis 400 mg dan
obat yangtersedia tablet dengan dosis 200 mg ?

Contoh :
“berapa banyak 200 mg tablet yang diberikan untuk memenuhi dosis 400
mg? Pada kasus ini dapat dihitung mudah yaitu 2 tablet.
Perhitungan Pemberian Obat
 X = D/T

Ket: X = Jumlah Obat yang harus diberikan


D = Dosis Yang harus diberikan (diminta)
T = Sediaan yang ada
Contoh:
 Tablet/ Kapsul
 Dosis Amoxicillin untuk Pasien A; 1000 mg
sediaan yang ada dikapsul 500 mg, berapa
banyak sediaan kapsul amoxicillin yang
dibutuhkan:
 D= X/T = 1000 mg/500 mg = 2 kapsul
dengan X= 1000 mg T= 500 Mg
Larutan/Syrup
 Berapa ml Syrup yang harus diberikan jika
pasien membutukan 500 mg amoxicillin
untuk sediaan yang ada berupa syrup 125
mg/ 5 ml
jawav x= D/T
X= 500 mg/ 125 mg/5 ml = 20 ml
Pemberian Melalui Infus
 Untuk menghitung dosis atau kecepatan infus
yang tepat saat memberikan obat melalui
infus, paramedic harus mengetahui informasi
sebagai berikut yaitu :

◦ Jumlah atau volume obat yang harus diberikan


◦ Lama pemberian obat yang diinginkan
◦ Kecepatan infus yang diinginkan
◦ Faktor alat (jumlah tetes untuk tiap ml) dari infus
set yang digunakan
Menghitung atau menentukan kecepatan infus
dengan volume tertentu menggunakan
persamaan:

 Tetes/ menit = volume yang harus diberikan x tetes / ml infus set


Waktu (Menit)
Menghitung atau menentukan kecepatan infus
sesuai dosis yang diinginkan
 Tetes/ Menit = dosis obat yang harus diberikan x tetes / ml infus set
 konsentrasi obat (kandungan/ ml

Contoh: dibutuhkan prokainamid melalui infus dengan dosis 3 mg/


menit. Obat yang ada adalah 1 g (1000 mg) yang dilarutkan dalam 250 ml
glukosa 5 %. Faktor infus set 60 tetes/ ml, berapa kecepatan infus (tetes/
menit) yang harus diberikan:

jawaban:
Kecepatan infus= 3mg/menitx 60 tetes/ ml infus set = 180/4 tetes/ menit = 45 tetes/ menit
1000 mg/ 250 ml
Perhitungan Dosis Individual untuk Bayi dan Anak
berdasarkan Dosis Setiap Kg BB yang SudahDiketahui

 Jika sudah diketahui dosis setiap kg BB-nya,


makaperhitungan dosis pada pasien tinggal
mengalikan nilaidosis/kg BB dengan Bb-nya.

 Misalnya, dosis parasetamol 5-10 mg/kg BB ,


maka dosisuntuk anak dengan BB 10 kg
adalah 50-100 mg.
Perhitungan dosis anak