Anda di halaman 1dari 10

ROLE PLAY

KOMUNIKASI INFORMASI DAN EDUKASI (KIE)


DOSEN : Dra. Aziza Nuraini, Apt., MM

kelompok 6
1. Eneng Sundari Nurfatimah 19340265 (Apoteker)
2. Marlina 19340266(TTK)
3. Dwi Fatimah 19340267(Pasien+Dokter)
4. Nita Puspita Dewi 19340268(Ibu Pasien)
Resep 6
Skirining/pengkajian resep
R/ Abilify 5 mg no XXX Administrasi : Resep Tidak lengkap
S 1 dd 1 Farmasetik : -
Pertimbangan klinis : -
R/ Depakene Syr No IV Ditemui permasalahan terkait peresepan obat, dimana
S 2 dd 8 cc masalah penandaan atau signa, Berat Badan Pasien
R/ Disp 10 cc No 1 juga tidak diketahui. Jadi untuk resep diatas harus di
konfirmasi kembali kepada dokter.
Suc

Pro: Rudi
Umur:18 tahun
Setelah dikonfirmasi kepada dokter, BB pasien 50 kg Depakene Syr yang akan diganti
dengan generiknya.

Seorang ibu datang pertama kalinya RS


R/ Abilify 5 mg no XXX ISTN membawa anaknya, Rudi 18 tahun, ia
mendatangi salah satu dokter psikiater.
S 1 dd 1 Dokter mendiagnosa skizofrenia. Kemudian
R/ Depakene Syr No IV dokter meresepkan obat abilify 5 mg
sebanyak 30 tablet, Depakene syrup 4 botol
S 2 dd 8 cc dan spuit 10 cc sebanyak 1 pcs. Setelah
R/ Disp 10 cc No 1 dokter meresepkan obat tersebut, an rudi
Suc Bersama ibunya menuju ke instalasi farmasi
untuk menebus obat yang telah diresepkan.

Pro: Rudi
Umur:18 tahun
BB: 50kg
Skenario

Ibu : Selamat siang


TTK : selamat siang ibu, ada yang bisa saya dibantu?
Ibu : iya mba, anak saya dapat resep dari dokter
TTK : Boleh saya lihat resepnya bu?
Ibu : ini mba, kira-kira harganya berapa ya?
TTK : sebentar ya bu, saya cek dulu. Silahkan duduk dulu ibu, nanti saya panggil lagi
Ibu : iya mba, dicek aja dulu
(setelah membaca resep TTK menunjukan resep kepada apoteker dan apoteker merasa
perlu mengkonfirmasi resep kepada dokter)
TTK: bu, maaf ini ada resep obat dari Dokter psikiater
Apoteker: (mengambil resep dan skrining resep, Apoteker merasa ada yang salah pada resep
tersebut). Oh iya, Sepertinya saya harus konfirmasi dokter karena disini gak ada BB pasien.
Lanjutan

Percakapan Apoteker dan Dokter (Apoteker menghubungi dokter via telepon)


Apoteker : halo, selamat siang dokter saya Eneng apoteker dari Instalasi farmasi RS ISTN
Dokter : halo, selamat siang Eneng, ada apa?
Apoteker : begini dok. Saya ingin mendiskusikan tentang pasien yang membawa resep kesini atas nama Rudi 18
tahun ( dibacakan secara lengkap resepnya)
Dokter : oo iya itu pasien saya tadi, kenapa dengan resepnya?
Apoteker : dok, resepnya kurang lengkap. Untuk BB pasiennya nggak ada dok?
Dokter : ooh gitu ya?
Apoteker : iya dok.
Dokter : oo iya, mohon maaf. Tolong ditambahkan sesuai data BB pasien 50 kg.
Apoteker : baik dokter.Terima kasih atas waktunya, selamat siang.
Dokter : iya sama-sama.
Lanjutan

Apoteker menyerahkan resep kepada TTK untuk disiapkan


Apoteker: Marlina ini resepnya sudah saya konfirmasi kepada dokter BB nya 50 kg ya
TTK: iya bu terima kasih
(TTK kemudian cek harga obat kemudian memanggil pasien)
TTK : Pasien atas nama Rudi
Ibu : iya, mba….
TTK : bu, mohon maaf menunggunya agak lama soalnya tadi ada yang harus saya konfirmasikan kepada dokter.
Ibu : oo iya, gak apa-apa. Jadi berapa harganya mba?
TTK : Dalam resep ini, ada dua jenis obat untuk pemakain selama 1 bulan. Keduanya obat paten. Harganya
Rp.1.481.548. bagaimana bu apa mau ditebus?
Ibu: iya mba, tapi bisa nggak yah saya ambil generik nya aja? soalnya uang saya nggak cukup. Berapa yah mba kira-
kira harganya? (sambil mengambil uang dan membayar kepada TTK)
TTK : Iyah ibu bisa, sebentar yah bu. Kita konfirmasi ke Apoteker dan kita hitung kembali.
(TTK konfirmasi kepada Apoteker)
TTK: bu, keluarga pasien uangnya kurang, boleh diganti dengan obat generik?
Apoteker: oh iya boleh
TTK: baik bu
Lanjutan
(TTK konfirmasi harga obat kembali)
TTK : bu, ini obatnya yang ada generiknya hanya Depakene sirup yah bu, Totalnya Rp.839.012 . bagaimana ibu?
Ibu : Iyah mba, saya tebus semua.
TTK : baik bu, mohon maaf sebelumnya untuk kelengkapan data kami, boleh saya meminta alamat dan no telpon
ibu?
Ibu: oh iya boleh, alamat saya di Jalan Srengseng Sawah, Jagakarsa, RT.13/RW.9, Srengseng Sawah, Kec.
Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan
TTK: baik ibu, terima kasih banyak. Obatnya akan saya siapkan. Ibu silahkan duduk dan Mohon ditunggu ya bu
Ibu: iya mba
TTK menyiapkan obat dan menyerahkan kepada apoteker untuk melakukan konseling. Selanjutnya, TTK
mempersilahkan pasien untuk masuk kedalam ruang konseling.
TTK : Atas nama Rudi
Ibu: iya
TTK : Ibu, obatnya sudah selesai disiapkan, ada yang perlu diinformasikan oleh apoteker,
silahkan masuk ke ruangan konseling. Sebelah sini bu…
Ibu: Baik mba
(pasien dan ibunya masuk ke ruang konseling)
Lanjutan

Ibu : iya bu, boleh


Apoteker : baik ibu. Resep obatnya atas nama. Rudi, 18 tahun. Betul bu?
Ibu: iya betul
Apoteker : Tadi periksanya dengan dokter siapa?
Ibu : Dokter Dwi, dokter psikiater.
Apoteker : ke dokter Dwi baru pertama kali ya bu?
Ibu : iya
Apoteker : Apa yang dikatakan dokter tentang obat anak ibu?
Ibu: Kan anak saya sering berbicara sendiri dan merasakan ada dua orang yang membicarakan tentang dirinya, terus
tadi pas periksa ke dokter katanya anak saya didiagnosa skizofrenia. kemudian dokter meresepkan obat.
Apoteker : oh seperti itu, lalu apa yang dokter katakan tentang cara penggunaan obat-obatan ini?
Ibu: tadi sih dokter jelasin tentang cara minum obatnya, tapi saya lupa tuh…
Apoteker : Jadi begini bu, anak ibu dapat 2 jenis obat untuk epilepsi. Yang pertama Abilify diminum 1 kali sehari 1 kapsul
malam hari sebelum tidur. Kemudian yang berikutnya Asam Valproat sirup, 2 x sehari 8 cc sesudah makan setiap 12 jam. Untuk
pengambilan Obat sirup menggunakan spuit 10 cc ini. (Apoteker Mencabut Jarum dari Spuit) Caranya spuit ini dimasukkan
kedalam botol, lalu tarik obat sebanyak 8 cc, baru diminumkan. Tujuannya pengambilan obat menggunakan spuit untuk
memenuhi dosis yang harus diminum sehingga mengambil obatnya dengan spuit diambil 8cc langsung diminum saja ya bu
menggunakan spuit ini agar obat yang diminum tidak tumpah atau berceceran. Dan jangan lupa untuk selalu mencuci spuit ini
sesudah digunakan ya bu. Di situ biasanya bersembunyi sisa-sisa obat yang mengundang jamur atau semut. Keringkan dengan
Lanjutan

Ibu : oo begitu ya bu Eneng


Apoteker : Iya bu, ade jangan malas ya minum obatnya minumnya juga harus teratur, sesuai aturan pakai dan tidak
terlewat 1 haripun yah dek. Sebaiknya istirahat yang cukup, hindari membenturkan keras bagian kepala dan bisa
relaksasi pikiran dengan mendengarkan musik atau membaca sekitar 10-30 menit.biar cepet sembuh ya.
Anak pasien: iya bu, nanti saya akan usahakan untuk minum obat tepat waktu dan teratur
Apoteker: baik, Dan sebelum obatnya habis usahakan sudah kontrol ke dokter supaya obatnya tidak terputus. Ini
akan saya berikan kartu konseling, jadi setiap kontrol kartu ini dibawa ya bu.
Ibu: Oh iyaiya bu, saya sudah mengerti..
Apoteker : Nah, bisa diulang kembali bu untuk memastikannya sekali lagi ?
Ibu : Anak saya dapat Obat Abilify diminum 1 kali sehari 1 kapsul malam hari sebelum tidur. Kemudian yang
berikutnya Asam Valproat sirup, 2 x sehari 8 cc sesudah makan setiap 12 jam. Untuk pengambilan Obat sirup
menggunakan spuit 10 cc ini. Caranya spuit ini dimasukkan kedalam botol sirup, lalu tarik obat sebanyak 8 cc, baru
diminum kan. Dan spuitnya harus saya cuci setelah digunakan. Cara mencuci nya seduh dulu dengan air panas. Selagi
masih panas, sikat dengan sikat gigi tiap lekukan.
Apoteker : Betul sekali bu, jadi seperti itu ya. Saya rasa semuanya sudah sampaikan. Ada lagi yang bisa saya
bantu ?
Ibu : cukup bu, terima kasih atas informasinya
Apoteker : iya ibu, sama-sama. Semoga cepat sembuh.
THANK YOU