Anda di halaman 1dari 14

Jurnal

Profil Bakteriologis dan Kerentanan Antibiotik


Pada Pyoderma disuatu Suku Rumah Sakit
Pelayanan Tersier

Oleh:
Mira Afridayanti
Pembimbing:
dr. Mainiadi, Sp.KK-FINSDV
Definis Pioderma adalah penyakit

kulit yang disebabkan oleh


i Staphylococcus aureus,

Pioder Streptococcus atau oleh


keduanya

ma
Pyoderma adalah salah satu kondisi klinis
yang paling umum ditemui dalam praktek
dermatologis.Prevalensi,organisme penyebab
dan pola sensitivitas berbeda dari satu
tempat ke tempat yang lain.
Pola
Sensitivitas
Antibiotik

Profil
Bakteriolo
gi

Tujuan
penelitian

Menemuk
an
Prevalensi
BAHAN DAN METODE
Penelitian ini dilakukan dengan cara pengambilan lesi
pyoderma di distrik suku terpencil Adilabad, india. Penelitian
ini menggunakan cara cross sectional yang mana gambaran
penelitian dilakukan di Rajiv Gandhi Institute of Medical
Sciences Adilabad, India. Pada diagnosis klinis terdapat 110
kasus dikumpulkan dari pasien dengan infeksi piogenik (baik
primer dan sekunder) terdiri dari pasien rawat jalan di
departemen dermatologi RIMS Adilabad. Pasien diambil
yang memiliki kasus lesi kulit erosif dengan purulen dan yang
belum menjalani pengobatan dengan antibiotik. Seluruh
populasi suku, laki-laki dan perempuan diikut sertakan.
BAHAN DAN METODE
Inokulasi
kedalam
Sampel
Glukosa Broth penelitian

- Nurtien Agar 3 swab


- Blood Agar dikumpulkan dari
- Macon Key Agar setiap pasien

Pewarnaa
n Gram
Sensitivitas Antibiotik

*Ampisilin (25 mcg)

Tes Kirby Bauer disk *Amoksisilin (50 mcg) + Asam Clavulonic (10 mcg)
*Vankomisin (30 mcg)
*Oksasilin (30 mcg)

Diffusion menggunakan *Piperacillin (100 mcg) + Tazobactum (10 mcg) *Ceftriaxone


*Cefixime (5 mcg)
* Cefoperazone (50 mcg)
(30 mcg)

metode Muller Hinton * Ceftazidime (30 mcg)


*Eritromisin (15 mcg)
* Lomefloxacin (10 mcg)

Agar sesuai pedoman CLSI * Amikasin (25 mcg)


*Gentamycin (50 mcg)
*Doxycycline (10 mcg) 
Tabel 1: Distribusi Kasus Pioderma Primer
dan Sekunder  
Primary pyoderma No. Of Secondary No. Of cases
Cases pyoderma
Impetigo 20 Eczema with 18
contagiosum secondary
infection
Folliculitis 17 Scabies with 12
secondary
infection
Furunculosis 14 Venous ulcers 11
Ecthyma 08 Contact dermatitis 04
Carbuncle 03 Insect bite reaction 03
Total 62(57%) 48(43%)
Tabel 2: Karakteristik Demografi 

Age group (in years) Male Female Total (percentage)


0 - 10 20 14 34 (31%)
11 - 20 10 05 15 (14%)
21 - 30 12 08 20 (18%)
31 - 40 08 07 15 (14%)
41 - 50 08 03 11 (10%)
51 - 60 06 02 08 (7%)
61 - 70 05 02 07 (6%)
Total 69 (63%) 41 (37%) 110
Tabel 3: Isolasi Organisme Pyoderma
Primer & Sekunder
Tabel 4: Sensitivitas Antibiotik dan
Resistensi Staphylococcus aureus
Hal yang menjadi pendukung pada penelitian
pioderma ini adalah daerah suku terpencil,
dengan temperatur yang ekstrem, sanitasi
yang buruk dan sebagian besar pasien memikili
status ekonomi hidup rendah dalam kondisi
padat dan tidak sehat, yang semuanya dapat
berkontribusi pada peningkatan frekuensi
pyoderma di daerah ini.
KESIMPULAN
Penelitian cross sectional ini dilakukan di Distrik
suku Telangana – Adilabad. Prevalensi pioderma
paling tinggi terjadi pada anak-anak dikarenakan
mereka yang paling rentan terhadap komplikasi non
supuratif seperti nefritis glomerulus dan demam
rematik. Oleh karena itu kultur pus dan tes
sensitivitas pioderma sangat dianjurkan untuk
identitas patogen umum dan membantu dalam
penggunaan antibiotik secara bijaksana dan efektif
& mencegah resistensi terhadap bakteri. 
TERIMA KASIH