Anda di halaman 1dari 27

Jenis, langkah, dan ruang

lingkup penelitian
By: Guna Rismawati, Mkes
Tidak real : Roh What? Keyakinan, Pengetahuan,
Keyakinan Real : Air Filsafat, dan Ilmu

REAL :
Air mengalir
Matahari Terbit dari Timur
What? individu  keluarga  masyarakat

Pengetahuan

Filsafat alam

Filsafat Sosial
Why?
Logika: Natural science
- Air mengalir ke Filsafat
bawah
- Masyarakat butuh Social Science
raja How?
- The afterlife exists Why?
- Reinkarnasi
Objek Ilmu
Metodologi/Penelitian (Science)
Sistematis
Universal
Jenis Penelitian
 Penelitian deskriptif
 Penelitian analitik observasional
– Penelitian Cross Sectional
– Penelitian Case Control
– Penelitian Cohort
 Penelitian Experimental
– Randomized controlled trials
Penelitian Deskriptif
 Tidak bisa mendapatkan hubungan kausal
 Masih mempunyai peran penting dalam
menggambarkan tren dan merumuskan
hipotesis tentang asosiasi yang baru
Penelitian Survei Analitik
 Survei analitik adalah survei atau
penelitian yang mencoba menggali
bagaimana dan mengapa fenomena
kesehatan itu terjadi. Kemudian
melakukan analisis dinamika kolerasi
antara fenomena, baik antara faktor risiko
dengan faktor efek, antar faktor risiko,
maupun antar faktor efek.
Lanjutan...
faktor efek adalah suatu akibat dari
adanya faktor risiko, sedangkan
 faktor risiko adalah suatu fenomena
yang mengakibatkan terjadinya efek
(pengaruh)
Jenis Survei Analitik
Secara garis besar survey analitik ini
dibedakan dalam 3 pendekatan (jenis),
yakni:
1. Survey Analitic Cross Sectional,
2. Survey Analitic Case Control
(Retrospective),
3. Survey Analitic Cohort (Prospective).
A. Cross Sectional (Sekat Silang)
 Adalah suatu penelitian untuk mempelajari
dinamika kolerasi antara faktor-faktor resiko
dengan efek, dengan cara pendekatan,
observasi atau pengumpulan data sekaligus
pada suatu saat (point time approach).
 Penelitian cross sectional ini sering disebut
juga penelitian transversal, dan sering
digunakan dalam penelitian-penelitian
epidemiologi.
Lanjutan...
 Bermaksud mencari hubungan antara satu
keadaan dengan keadaan yang lain yang
terdapat dalam satu populasi yang sama.
Contoh
“Hubungan antara konsumsi zat besi
(Fe) dengan terjadinya anemia pada
ibu hamil”

Disini Peneliti melakukan pengukuran atau


pengamatan terhadap bagaimana
konsumsi zat besi (fe) diukur saat
bersamaan dengan bagaimana status
anemia pada ibu hamil
Lanjutan ...
 Maka Langkah Rancangan Cross Sectional Adalah:
1. Tentukan subjek penelitian
2. Tantukan variabel antara lain faktor resiko
(variabel independen) dan penyakit (variabel
dependen)
3. Lakukan pengamatan atau
pengukuran/observasi kedua variabel tersebut
secara bersamaan atau sekali waktu.
4. Lakukan analisis kedua variabel tersebut.
Kelebihan Cross Sectional
 Mencari prevalensi bukan insidensi
 Cepat
 Tidak mahal
 Tidak ada yang hilang ditengah jalan
 Hubungan dapat diteliti
Kelemahan Cross Sectional
 Tidak dapat melihat kualitas
 Tidak dapat meneliti kasus jarang
B. Case Control
 Adalah suatu penelitian (survey) analitik yang
menyangkut bagaimana faktor risiko dipelajari
dengan menggunakan pendekatan
“retrospective”. Dengan kata lain efek
(penyakit atau status kesehatan) diidentifikasi
pada saat ini, kemudian faktor risiko
diidentifikasi adanya atau terjadinya pada waktu
yang lalu.
 Keadaan tersebut kemudian dihubungkan
dengan keadaan subyek sekarang, OUTCOME
Lanjutan...18
 Membandingkan antara kelompok kasus
dan kelompok kontrol untuk mengetahui
proporsi kejadian berdasarkan riwayat ada
tidaknya paparan.
 Mereka yang mempunyai kelainan adalah
kelompok Kasus
 Mereka yang tidak mempunyai kelainan
adalah kelompok Kontrol
Tahap penelitian case control
Adapun tahap-tahap penelitian case control ini
adalah sebagai berikut :
 Identifikasi variabel-variabel penelitian (faktor
risiko atau efek)
 Menetapkan objek penelitian (populasi dan
sampel)
 Identifikasi kasus
 Pemilihan subyek sebagai kontrol
 Melakukan pengukuran “retrospektif” (melihat
kebelakang) untuk melihat faktor risiko
Contoh
“ Hubungan antara penggunaan pil KB dengan terjadinya
Hipertensi”

Penelitian menggunakan rancangan Case Control, caranya adalah:


1. Tentukan Subjek penelitian
2. Identifikasi subjek penelitian yang mengalami hipertensi dan
tidak mengalami hipertensi.
3. Identifikasi faktor resiko dimasa lampau.
4. Lakukan pengamatan atau pengukuran pada faktor resiko dan
faktor efek.
5. Lakukan analisis pada kedua variabel tersebut.
Kelebihan Case Control
Mendapatkan sampel relatif mudah
 Digunakan pada penyakit yang jarang
 Untuk penyakit dengan masa laten lama
Kelemahan Case Control
 Tidak mampu mengatasi temporality dan
bias
 Proporsi kasus dan kontrol tidak sesuai
dengan keadaan di populasi
 Bias
 Hanya sebagai angka estimasi dan harus
dihubungkan dengan disain lain
C. COHORT
Penelitian cohort sering disebut penelitian
prospektif adalah suatu penelitian survei (non
eksperimen) yang paling baik dalam mengkaji
hubungan antara faktor risiko dengan efek
(penyakit).
 Artinya, faktor risiko yang akan dipelajari
diidentifikasi dahulu, kemudian diikuti ke depan
secara prospektif timbulnya efek, yaitu penyakit
atau salah satu indikator status kesehatan.
Langkah Desain Cohort
Langkah-langkah pelaksanaan penelitian cohort antara lain sebagai
berikut :
 Identifikasi faktor-faktor rasio dan efek
 Menetapkan subyek penelitian (menetapkan populasi dan sampel)
 Pemilihan subyek dengan faktor risiko positive dari subjek dengan
efek negative
 Memilih subyek yang akan menjadi anggota kelompok kontrol
 Mengobservasi perkembangan subjek sampai batas waktu yang
ditentukan
 Mengidentifikasi timbul atau tidaknya efek pada kedua kelompok
 Menganalisis dengan membandingkan proporsi subjek yang
mendapat efek positif dengan subjek yang mendapat efek negatif
baik pada kelompok risiko positif maupun kelompok kon
Contoh
“ Hubungan antara penggunaan pil KB dengan
terjadinya Hipertensi”

Peneliti menggunakan desain cohort, caranya adalah:


1. Tentukan Subjek penelitian
2. Identifikasi subjek penelitian yang terpapar/kena resiko
dan tidak terpapar (menggunakan KB dan tidak
menggunakan pil KB)
3. Lakukan pengamatan atau pengukuran terhadap
kejadian hipertensi dalam kurun waktu tertentu.
4. Lakukan analisis pada kedua variabel tersebut.
Kelebihan Cohort
 Mampu menunjukkan urutan kejadian hubungan
antara paparan sebagai faktor resiko terhadap
timbulnya outcome tertentu
 Urutan kejadian terserbut penting untuk
menggambarkan kesimpulan tentang faktor resiko
/ kausal
 Kohort berguna jika paparan jarang dan kohort
dapat disusun serta diklasifikasi menurut
kelompok paparan
 Berguna juga untuk meneliti kejadian ganda
Kelemahan Cohort
 Tidak mudah dilakukan jika kejadian
(outcome) tersebut jarang dijumpai di
populasi
 Jika kejadian (outcome) jarang dijumpai
dibutuhkan populasi dalam jumlah besar
yang harus difollow up untuk
mendapatkan kejadian yang cukup banyak
guna dianalisis
ALUR PIKIR DAN LANGKAH SISTEMATIS
DALAM PENELITIAN ILMIAH
Pembuatan Studi Pustaka
Perumusan Tujuan, dan
Masalah Manfaat dan Konseptualisas
Hipotesis i

Populasi,
Sampling dan Variabel Rancangan
Teknik Penelitian Penelitian
Sampling

Pengambilan
Instrumen dan
Penelitian Pengolahan Kesimpulan
Data
Research Boundaries (ruang lingkup / batasan
penelitian)

Batasan Penelitian:
Subjek (siapa yang diteliti)
Objek (apa yang diteliti)
Phenomena (masalah yang diteliti)
Geography (wilayah penelitian)
Dimensi konseptual (cara meneliti)
`

TERIMA
KASIH