Anda di halaman 1dari 23

Penerapan Pembelajaran Berbasis Masalah Terhadap

Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Pada Materi Laju


Reaksi di Kelas XI SMA Negeri 1 Petang

I Gusti Ayu Agung Mas Rosmita


1713031013
VI A
Latar Belakang
Abad 21 merupakan
SDM yang
abad pengetahuan, Pendidikan
sains, dan teknologi berkualitas Melalui jalur

Mengembangkan segala potensi UU No.20 Tahun 2003


menanamkan kompetensi sesuai Tujuan
dengan tuntutan dari kurikulum

Keterampilan abad 21
Pendekatan
Kur. 2013 yaitu critical thingking
Saintifik 5M and problem solving
Lanjutan Menurut Trilling & Hood dalam Paidi (2010)
problem solving, bagian dari 7 jenis
keterampilan yang dituntut untuk dijadikan
Kemampuan memecahkan student’s learning outcome di sekolah-
sekolah lanjutan
masalah merupakan hal yang
penting dimiliki bagi setiap Menurut YYCD dalam Paidi (2010),tuntutan hasil
siswa belajar (student learning outcome) di sekolah
menengah mencakup kemampuan pemecahan
masalah, keterampilan berkomunikasi global,
Model pembelajaran keterampilan IT (information and technology), dan
berbasis masalah (problem kemampuan soft skills lainnya
based learning)
Redhana (2019) pembelajaran berbasis masalah
adalah model pemblajaran yang cocok pada abad-
Pembelajaran yang diawali dengan 21. Masalah-masalah yang disajikan berupa
memberikan permasalahan, selanjutnya masalah yang berhubungan dengan dunia nyata,
siswa diminta menyelesaikan bersifat kompleks, ill-structured, open-ended,
permasalahan tersebut (Asfi Yuhani , memacu kerja tim, dan, mengembangkan
2018) pengalaman sebelumnya
Kimia merupakan salah Sebagai besar, siswa yang belajar Ilmu yang sarat akan
satu mata pelajaran cabang kimia mengangap bahwa kimia konsep dan perhitungan
dari ilmu pengetahuan alam merupakan ilmu yang sulit

meliputi

Guru yang mengajar disekolah


Kemampuan pemecahan
Laju reaksi cenderung hanya membahas
hal-hal yang berkaitan dengan siswa tidak terlatih
aspek makroskopis dan
simbolik

Model pembelajaran berbasis dirasa dapat


membantu untuk melatih kemampuan
pemecahan masalah pada siswa
Berdasarkan Penelitian:

Rata-rata kemampuan pemecahan


Pengaruh Pembelajaran Berbasis
Tri Swandi, 2016 masalah oleh siswa kelompok
Masalah Open-Ended Terhadap
eksperimen lebih tinggi
Peningkatan Kemampuan
dibandingkan kelompok kontrol
Pemecahan Masalah Oleh Siswa
(eksperimen = 82,92; kontrol =
73,92) setelah diajarkan
menggunakan pendekatan
pembelajaran berbasis masalah
Terdapat peningkatan yang signifikan
Efek Pembelajaran Berbasis dalam keterampilan pemecahan masalah
Nattawat, 2019 Masalah Pada Keterampilan siswa setelah dibelajarakan dengan
Pemecahan Masalah pada Siswa model pembelajaran berbasis masalah,
Kelas 8 dengan peningkatan sebesar 86%
setelah diajarkan menggunakan
pendekatan pembelajaran berbasis
masalah
Identifikasi Masalah

Teoritis Empiris

Ilmu kimia merupakan ilmu yang sarat konsep Model pembelajaran berbasis masalah belum pernah
01 01
dan perhitungan diterapkan dalam proses pembelajaran kimia

Metode ceramah menyebabkan siswa hanya diam Guru menggunakan metode ceramah dan diselingi
02 mendengarkan penjelasan guru, diskusi tidak 02
dengan latihan soal
efektif karena hanya bersifat informatif
Latihan soal tidak efektif karena hanya menyalin
03 03
Tujuan pembelajaran tidak tercapai jawaban yang sudah tercantum pada buku

04 Siswa tidak terlatih untuk mengembangkan


kemampuan memecahkan masalah secara luas dan
kreatif
Pembatasan Masalah

01
Penelitian ini dilakukan pada pembelajaran kimia dengan topik laju reaksi.

02
Pengelitian ini akan mengidentifikasi dan menjelaskan perbedaan kemampuan
pemecahan masalah pada siswa yang dibelajarakan dengan model
pembelajaran berbasis masalah dengan siswa yang dibelajarkan dengan model
pembelajaran langsung.
Rumusan Masalah

01 Apakah terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah


pada materi laju reaksi di kelas XI SMA N 1 Petang yang
dibelajarakan dengan pembelajaran berbasis masalah dengan
siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran langsung?
Tujuan Penelitian

01 Mendeskripsikan dan menjelaskan perbedaan kemampuan


pemecahan masalah pada materi laju reaksi di kelas XI SMA N 1
Petang yang dibelajarakan dengan pembelajaran berbasis masalah
dengan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran langsung

Manfaat Penelitian

1 Manfaat Teoritis 2 Manfaat Praktis

Siswa Guru Sekolah Penulis


Landasan Teori
Model
Model
Hakikat
Hakikat Ilmu
Ilmu Kimia
Kimia Pembelajaran
Pembelajaran
Pembelajaran
Pembelajaran
Kimia
Kimia SMA
SMA
Berbasis
Berbasis Maslah
Maslah
Ilmu kimia merupakan salah Pembelajaran Kimia Model pembelajaran berbasis
satu cabang IPA. Ilmu kimia merupakan kegiatan yang masalah adalah model
berkaitan dengan susunan, dilakukan oleh guru yang pembelajaran yang berpusat
struktur, sifat, perubahan mengajarkan materi kimia dan pada masalah, atau masalah
serta energi yang menyertai siswa yang belajar materi yang menjadi focus perhatian
perubahan suatu zat. kimia, yang mana dalam dalam kegiatan pembelajaran,
Konsep kimia dalam ilmu kegiatan tersebut melibatkan masalah-masalah yang
kimia dapat ditinjau dari tiga interaksi antara guru dengan diberikan digunakan sebagai
aspek, yaitu aspek siswa, siswa dengan sumber awalan dalam mengkonstruksi
makroskopis, mikroskopis, belajar, serta siswa dengan pengetahuan siswa
dan simbolis. Kimia dapat siswa. Pemahaman terkait
dipandang sebagai produk materi pelajaran kimia di kelas
dan kimia sebagai proses. XI harus diperoleh melalui
penjelasan teori dan praktik.
Landasan Teori
Masalah
Masalah dalam
dalam Model
Model
Teori
Teori Belajar
Belajar yang
yang
PBM
PBM Pembelajaran
Pembelajaran
Melandasi
Melandasi PBM
PBM
Langsung
Langsung
a. Masalah harus mengandung - Teori belajaran bermakna Model pembelajaran yang merujuk
isu yang mengandung konflik Ausubel pada pola-pola pembelajaran di
b. Masalah yang dipilih adalah - Teori Belajar Vigotsky mana guru banyak menjelaskan
bahan yang bersifat familiar - Teori Belajar Bruner konsep atau keterampilan kepada
c. Masalah yang dipilih - Teori Belajar Konstruktivisme sejumlah kelompok siswa.
merupakan bahan yang
berhubungan dengan
kepentingan orang banyak
(universal)
d. Masalah yang dipilih
merupakan bahan yang
mendukung tujuan atau
kompetensi
e. Bahan yang dipilih sesuai
dengan minat siswa
1 Penelitian yang Relevan
Laju
Laju Reaksi
Reaksi
Terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah, dan
keterampilan proses sains antara kelompok siswa yang
a. Pengertian laju Reaksi
belajar dengan menggunakan model pembelajaran berbasis
b. Faktor-Faktor yang mempengaruhi laju
masalah (problem based learning) dengan kelompok siswa
reaksi
yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran
c. Teori Tumbukan
langsung (Suardani, 2016)
d. Persamaan Laju Reaksi dan Orde Reaksi

Relevansinya dengan penelitian yang dilakukan


adalah penggunaan model pembelajaran berbasis
masalah dan melihat pengaruhnya terhadap
kemampuan pemecahan masalah
2 Penelitian yang Relevan
3 Penelitian yang Relevan

Penggunaan model problem based Model PBL pada pembelajaran Kimia untuk
learning dapat meningkatkan hasil siswa kelas 9 terbukti lebih efektif daripada
belajar siswa pada materi stoikiometri pendekatan non-PBL (Joseph E. dan Melfei
E, 2019)
(Raudhatul Hanifa , 2017)

Relevansinya dengan penelitian yang


Relevansinya dengan penelitian yang
dilakukan adalah penggunaan model
dilakukan adalah penggunaan model
pembelajaran berbasis masalah dan melihat
pembelajaran berbasis masalah dan melihat
pengaruhnya terhadap kemampuan pemecahan
pengaruhnya terhadap kemampuan pemecahan
masalah
masalah pada pembelajaran Kimia SMA
Kerangka Berpikir
Kurikulum 2013

Pendekatan saintifik

Pemecahan Masalah

Model Pembelajaran

Model Pembelajaran Model pembelajaran


langsung berbasis masalah

Karakteristik Karakteristik

Perbedaan Kemampuan
pemecahan masalah siswa
Hipotesis
Berdasarkan kerangka berpikir diatas, hipotesis penelitian
dapat dirumuskan bahwa “Terdapat perbedaan hasil
belajar antara siswa yang dibelajarkan dengan model
pembelajaran berbasis masalah (PBM) dengan siswa yang
dibelajarkan dengan pembelajaran langsung”.
Metode Penelitian
Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen, yaitu eksperimen semu.
Quasi experiment (eksperimen semu) dipilih karena peneliti tidak dapat mengendalikan
sepenuhnya faktor lingkungan yang mempengaruhi hasil penelitian.

Rancangan Penelitian

Desain penelitian yang digunakan


Tabel. Desain penelitian pretest-posttest control group design
adalah “Pretest-Posttest Control
Kelompok Pretest Perlakuan Post-Test
Group Design”. Desain ini dipilih
karena ingin melihat pengetahuan Eksperimen O1 X O3
awal yang dimiliki siswa dan hasil Kontrol O2 - O4
akhir setelah diberikan treatment
atau perlakuan.
Variabel Penelitian
Variabel bebas Variabel terikat
Model pembelajaran Kemampuan pemecahan
masalah

Definisi secara Konseptual Definisi secara Operasional

• Definisi konseptual PBM • Definisi operasional PBM

• Definisi konseptual pemebelajaran • Definisi operasional pemebelajaran

langsung langsung

• Definisi konseptual kemampuan • Definisi operasional kemampuan

pemecahan masalah pemecahan masalah


Populasi dan Sampel
Teknik pengambilan sampel yang
digunakan pada penelitian ini adalah
Populasi penelitian adalah siswa
dengan teknik simple random sampling.
kelas XI di SMA Negeri
Pengambilan anggota sampel yang
Petang.
dilakukan secara acak dan tanpa
memperhatikan strata yang ada dalam
populasi. Cara yang digunakan pemilihan
Subjek dan Objek sampel adalah dengan cara undian.

Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA N 1 Petang.


Objek dalam penelitian ini adalah data yang akan diambil
yaitu berupa data dokumen hasil menjawab soal uraian pemecahan
masalah dan data aktivitas siswa.
Instrumen Penelitian
Lembar Observasi Tes
Lembar observasi berupa lembar Tes yang diberikan dengan dengan jenis
pengamatan aktivitas siswa terhadap soal uraian pemecahan masalah yang
pembelajaran dengan menggunakan bersifat open-ended dan iil structure yang
model pembelajaran berbasis masalah mengacu pada indikator sesuai dengan KI
yang dibubuhi dengan tanda check dan KD materi kelas XI khususnya laju
list reaksi
a. Uji Validitas isi
b. Uji Validitas Butir Tes
c. Uji Reliabilitas
d. Tingkat Kesukaran
e. Daya Beda
Teknik Pengumpulan Data
Observasi aktivitas siswa dalam
Observasi proses pembelajaran menggunakan
model pembelajaran berbasis
masalah.

Tes untuk menguji taraf pemahaman


Tes siswa terhadap materi yang telah
diajarkan dengan model
pembelajaran berbasis masalah. Serta
untuk mengukur kemampuan
pemecahan masalah. Tes yang
diberikan terbagi dua, yaitu pre-test
dan post-test
Teknik Analisis Data
Analisis Statistik Deskriptif Analisis Statistik Inferensial
Data aktivitas siswa dalam
Teknik analisis yang digunakan untuk
penelitian ini dianalisis secara
menguji hipotesis dalam penelitian ini
deskriptif dengan
menggunakan uji Anakova ( Analisi
mendeskripsikan rata-rata skor
kovarian)
aktivitas belajar siswa
  𝑓 Sebelum melakukan
𝑥= 𝑥 100 % uji hipotesis
𝑁 prasyarat

Keterangan : Normalitas
P = Angka persentase
Homogenitas
Linieritas
f = Frekuensi rata-rata aktivitas siswa
Kemiringan garis regresi
N = Jumlah aktivitas keseluruhan siswa
TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai