Anda di halaman 1dari 13

Aplikasi Bioteknologi Modern (rekayasa genetika di

bidang kesehatan, peternakan dan pertanian)

NAMA : AZARIA DALAWULAN


NIM : B1A119426
KELAS : 02
Definisi

 Pengertian Rekayasa Genetika


Rekayasa genetika ini ialah suatu bioteknologi yang meliputi suatu modifikasi
genetik, manipulasi gen, DNA rekombinan, teknologi serta juga cloning gen dan
genetika modern itu dengan cara menggunakan segala jenis prosedur. Tetapi, untuk
istilah dari rekayasi genetika dengan secara meluas itu ialah menggambarkan
manipulasi/pemindahan gen itu dengan cara membuat DNA rekombinan itu dengan
melalui penyisipan gen di dalam upaya untuk bisa mendapatkan produk baru yang
lebih baik atau unggul
Rekayasa genetika dibidang kesehatan

 Rekayasa genetika digunakan oleh peneliti untuk meningkatkan atau bahkan


memodifikasi karakteristik ekspresi gen pada suatu organisme, termasuk
modifikasi gen yang memungkinkan adanya pencegahan dan pengobatan penyakit
tertentu.
 Dalam bidang kesehatan, rekayasa genetika juga dapat dimanfaatkan untuk terapi
penyakit-penyakit dengan cara terapi gen. Ilmuwan dalam bidang bioteknologi
banyak melakukan penelitian di bidang terapi gen, meliputi penggantian gen yang
termutasi dengan salinan gen sehat, inaktivasi (knocking off) gen yang
termutasi,serta pengenalan gen baru untuk membantu mengatasi penyakit tertentu
 Terapi gen banyak digunakan untuk penyakit yang disebabkan oleh kelainan gen
tunggal resesif, seperti fibrosis kistik (cystic fibrosis), hemofilia, kelainan muscular,
dan anemia sel sabit; serta penyakit lain, seperti kanker maupun AIDS (Acquired
Immunodeficiency Syndrome).
 Teknologi terapi gen tidak terlepas dari prinsip rekayasa genetika untuk
menghasilkan GMO (Genetically Modified Organism) atau yang biasa dikenal
sebagai organisme transgenik.
 Proses rekayasa genetik pada teknologi terapi gen meliputi tahapan berikut: isolasi
gen target, penyisipan gen target ke vektor transfer, transfer vektor yang telah
disisipi gen target ke organisme yang akan diterapi, transformasi pada sel organisme
target. Gen target yang telah disisipkan pada organisme yang diterapi tersebut
diharapkan mampu menggantikan fungsi gen abnormal yang mengakibatkan
penyakit pada penderita.
 Penggunaan terapi gen harus disesuaikan dengan jenis penyakit yang akan diterapi.
Penyakit dan hubungan genetiknya harus diketahui terlebih dahulu sebelum dilakukan
terapi gen. Apabila suatu gen yang terkait pada penyakit tertentu telah dapat
diidentifikasi, maka potensi penyakit tersebut untuk diterapi akan semakin besar.
 Terdapat dua tipe utama terapi gen, meliputi terapi gen sel embrional (germ line gene
therapy) dan terapi gen sel tubuh (somatic gene therapy).
 Pada terapi gen dengan sel somatik, DNA yang mengandung gen untuk fungsi terapi
ditransfer ke dalam sel somatik baik secara in vivo maupun ex vivo. Transfer gen
tersebut biasanya ditujukan secara langsung ke organ atau jaringan spesifik sehingga
gen dapat terekspresi dengan baik. Pada terapi gen dengan sel somatik juga tidak akan
memberikan pengaruh terhadap sel embrional.Terdapat dua tipe utama terapi gen,
meliputi terapi gen sel embrional (germ line gene therapy) dan terapi gen sel tubuh
(somatic gene therapy).
jenis terapi gen
 in vivo. Virus pembawa gen disuntikkan kedalam tubuh penderita. Virus yang
telah diprogram tersebut akan mencari dan menyerang sel yang dituju dengan cara
menembakkan gen baru yang dibawanya ke dalam sel. Peran virus ini kadang
digantikan oleh liposom atau plasmid sebagai vector buatan.
 ex vivo. Sebagian sel darah atau sumsum tulang penderita diambil untuk
dibiakkan di laboratorium. Sel itu diberi virus pembawa gen yang baru. Virus
masuk ke dalam sel dan ”menembakkan” gen baru tersebut ke dalam rantai DNA
sel yang dituju. Sel tersebut masih dibiakkan beberapa saat lagi di laboratorium.
Setelah gen benar benar menyatu dengan selnya, kemudian sel tersebut
dikembalikan ke dalam tubuh penderita dengan cara disuntikkan dalam pembuluh
darah.
Rekayasa genetika dibidang pertanian

 Pangan merupakan kebutuhan hidup manusia untuk menjaga kelangsungan hidupnya.


Perkembangan jumlah penduduk membuat pangan yang semula hanya dicari dari hutan,
berupa tanaman atau hewan semakin lama semakin tidak cukup sehingga manusia mulai
melakukan budidaya tanaman dan hewan untuk persediaan pangan.
 Teknologi rekayasa genetika memung- kinkan manusia dapat menciptakan tanaman,
hewan, dan mikro organisme baru. Para ilmuwan telah berhasil mengungkap kode genetis
yang menentukan sifat-sifat khusus semua mahkluk hidup dan kini telah mampu
mengkombinasikan gen-gen yang secara alami tidak akan pernah berkombinasi.
TANAMAN TRANSGENIK DI INDONESIA
 Beberapa tanaman hasil rekayasa genetik yang telah dilakukan uji lokasi di
Indonesia antara lain adalah tembakau, kacang tanah dan cabai CP yang tahan
virus, kentang Bt yang tahan serangga, padi BTCry 1 AB yang tahan serangga,
padi Chitinase yang tahan terhadap nematoda dan cendawan.
 Selain tanaman di atas beberapa jenis tanaman transgenik yang dihasilkan oleh
peneliti di Indonesia antara lain adalah pepaya yang tahan ringspot virus, kentang
Chitinase yang tahan terhadap nematoda dan cendawan, tebu Bt yang tahan
serangga, tebu Fitase E. coli yang mempunyai kadar gula/rendemen tinggi, kakao
Bt yang tahan penggerek buah, kopi chitinase yang tahan penyakit karat.
Rekayasa genetika dibidang peternakan

 PENERAPAN BIOTEKNOLOGI DALAM BIDANG PETERNAKAN ANTARA


LAIN:
1. Transplantasi Nukleus (Kloning)
Teknologi ini lebih dikenal dengan teknologi kloning yaitu teknologi yang
digunakan untuk menghasilkan individu duplikasi (mirip dengan induknya).
2. Inseminasi Buatan
Teknik ini dikenal dengan nama kawin suntik, suatu teknik untuk
memasukkan sperma yang telah dicairkan dan diproses terlebih dahulu yang berasal
dari ternak jantan ke dalam saluran alat kelamin betina dengan menggunakan metode
dan alat khusus.
3. Transfer Embrio
Teknik ini, betina unggul tidak perlu bunting tetapi hanya berfungsi
menghasilkan embrio yang untuk selanjutnya bisa ditransfer pada induk titipan dengan
kualitas yang tidak perlu bagus tetapi memiliki kemampuan untuk bunting.
4. Genetic engineering (Rekayasa Genetik)
Rekayasa genetik atau rekombinan DNA merupakan kumpulan teknik-teknik
eksperimental yang memungkinkan peneliti untuk mengisolasi, mengidentifikasi, dan
melipatgandakan suatu fragmen dari materi genetika (DNA) dalam bentuk murninya.
 PRINSIP DAN TEKNIK DASAR REKAYASA GENETIK
Beberapa metode yang sering digunakan dalam teknik rekayasa genetika meliputi
pengunaan vektor, kloning, PCR (Polymerase Chain Reaction), dan seleksi, screening,
serta analisis rekombinan. Adapun langkah-langkah dari rekombinasi genetik meliputi :
(1)Identifikasi gen yang diharapkan;
(2)Pengenalan kode DNA terhadap gen yang diharapkan;
(3)Pengaturan ekpresi gen yang sudah direkayasa; dan
(4)Pemantauan transmisi gen terhadap keturunannya.
SEKIAN DAN
TERIMA KASIH