Anda di halaman 1dari 32

Larutan Dapar dan

Larutan Isotonis

BY : RAHMAH ELFIYANI
Persamaan Dapar
Dapar adalah senyawa2 / campuran senyawa yg dapat
meniadakan perubahan pH terhadap penambahan
sedikit asam atau basa
Peniadaan perubahan pH ini dikenal sebagai aksi dapar
Kombinasi as lemah dgn basa konjugasiny (garamny)
atau basa lemah dgn as konjugasiny, bertindak sbg
dapar
Jika 1 ml 0,1 N larutan HCl ditambahkan ke 100 mL air
murni, maka pH air akan berubah dari 7 menjadi 3
Jika asam kuat ditambahkan ke 0,01 M larutan yg
mengandung asam asetat dan natrium asetat dalam
jumlah yg sama, pH larutan hanya berubah sebesar
0,09 satuan pH. Hal tersebut karena ion asetat
mengikat ion hidrogen :
CH3COO- + H3O+ ____ CH3COOH + H2O
• Jika yang ditambahkan adalah basa kuat (NaOH),
maka asam asetat yg akan menetralisir ion
hidroksinya
CH3COOH + OH- ---- H2O + CH3COO-
Persamaan dapar u as lemah &
garamnya
pH dari suatu larutan dapar & perubahan pH larutan
akibat penambahan asam / basa dapat dihitung dgn
menggunakan persamaan dapar, hal ini dgn menganggap
adanya pengaruh garam pd ionisasi asam lemah apabila
garam & asamnya memliki ion sejenis.
Persamaan dapar (Henderson-Hasselbach)

pH = pKa + log {[garam] / [asam]}


persamaan dapar penting untuk penyediaan larutan dapar
farmasi, hasil tersebut dikatakan baik bila larutan berada
dalam trayek pH 4 sampai 10
Contoh soal
Berapakah pH larutan 0,1M asam asetat jk k dlmny
ditambahkan natrium asetat sehingga lar adalah
0,1M terhadap garamnya(Ka = 1,75x10-5)?
Berapakah perbandingan molar [garam]/[asam] yg
diperlukan u membuat dapar asetat dgn pH = 5?
Nyatakan hslny dalam % fraksi molar
pH asam asetat = -log √ Ka . [Asam]
= -log √(1,75x10-5). 0,1
= 5,76
pH dapar asetat = pKa + log {[garam] / [asam]}
= (-log 1,75x10-5) + log (0,1/0,1)
= 4,76
pH dapar asetat = pKa + log {[garam] / [asam]}
5 = (-log 1,75x10-5) + log {[garam] / [asam]}
log {[garam] / [asam]} = 5 - (-log 1,75x10-5) = 0,24
{[garam] / [asam]} = 1,75
% fraksi molar = [1,75 / (1 + 1,75)] x 100% = 63,64%
Persamaan dapar u basa lemah &
garamnya

Persamaan dapar untuk larutan yg terdiri dari basa


lemah dan garamnya adalah :
[OH-] = Kb . {[basa] / [garam]}
atau
pH = pKw - pKb + log {[basa] / [garam]}
Contoh soal : berapakah pH lar 0,1 mol efedrin & 0,01
mol efedrin HCl tiap L larutan (pKb = 4,64)?
Koefisien aktivitas & persamaan dapar

Untuk mendapatkan pemakaian dapar yang lebih pasti


maka harus dipastikan koefisien aktivitas dari larutan
tersebut
Koefisien keaktifan asam yg tdk berdisosiasi adalah 1 dan
dpt dihilangkan
Dgn memperhitungkan keaktifan ion hidrogen sehingga
persamaannya menjadi :
pH = pKa + log {[garam] / [asam]} + Log 
 dlm lar air berion univalen yg kekuatan ionny tdk lbh dr
0,1 atau 0,2 (berdasarkan Debye Huckel), persamaan
menjadi
pH = pKa + log {[garam] / [asam]} - {(0,5 õ) / (1 + õ)}
µ = koefisien aktivitas/kekuatan ion
Contoh soal
Lar dapar mgd 0,05 mol/L as formiat & 0,1 mol/L
natrium formiat (pKa as formiat = 3,75). Kekuatan
ion lar adalah 0,1. hitunglah (a) pH dgn
memperhitungkan koreksi koefisien keaktifan dan
tentukan (b) nilai pH tanpa koreksi koefisien
keaktifan
pH = 3,75 + log(0,1/0,05) – [(0,5√0,1)/(1 + √0,1)]
= 3,93
pH = 3,75 + log(0,1/0,05) = 4,05
Faktor-faktor pH larutan Dapar
 Penambahan garam2 netral ke dlm larutan dapar / dilakukan
pengenceran  karena terjadi perubahan kekuatan ion
 Penambahan air dlm jumlah cukup  penyimpangan
positif/negatif karena air dpt mengubah nilai koefisien keaktifan
& jg dpt bertindak sbg asam/basa lemah ⇒ nilai pengenceran
(Bates) yaitu perubahan pH menjadi ½ x pH awal
 Nilai pengenceran yg positif menunjukkan harga pH akibat
pengenceran, sedangkan nilai pengenceran yg negatif
menunjukkan harga pH akibat pengenceran
 Temperatur berpengaruh terhadap larutan2 dapar (co:dgn
adanya peningkatan suhu pH dapar asetat meningkat,
sedangkan pH dapar asam borat-natrium borat turun), pd dapar
asam pengaruh perubahan pH relatif kecil, sedangkan pd dapar
basa memberikan perubahan signifikan karena adany nilai Kw
Kapasitas Dapar
Dapar dapat menahan perubahan pH suatu larutan
terhadap penambahan asam kuat, basa kuat dan zat2
lain yang dapat menggubah konsentrasi ion hidrogen
larutan tsb.
Besarnya penahanan perubahan pH oleh dapar
disebut kapasitas dapar(β), atau efisiensi dapar/
indeks dapar / nilai dapar.
Van Slyke mendefinisikan kapasitas dapar sbg
perbandingan pertambahan basa kuat / asam kuat
dgn sedikit perubahan pH yg terjadi karena
penambahan basa / asam tsb
Kapasitas dapar, β = ∆B / ∆pH
∆B = sedikit penambahan basa kuat ke dalam larutan
dapar sehingga menghasilkan perubahan pH (g/L)
Kapasitas dapar lar memiliki nilai 1 jk penambahan 1
gram ekivalen basa kuat / asam kuat k dlm 1 L lar dapat
menghasilkan perubahan sebesar 1 satuan pH
Kapasitas dapar bukanlah nilai pasti dr sistem dapar
melainkan bergantung pd jumlah basa yg ditambah dlm
lar dapar
Kapasitas dapar terbesar adalah pd saat [garam]/[asam]
= 1  pH = pKa
Van slyke mengembangkan persaman kapsitas dapar menjadi :
β = 2,3 C x (Ka [H3O+]) / (Ka + [H3O+])2
C adalah konsentrasi dapar total, yaitu jml konsentrasi molar
asam & garam.

persamaan ini memungkinkan menghitung kapasitas dapar pd


konst ion hidrogen berapapun besarnya, walau larutan dapar
tdk ditambahkan asam atau basa.

Contoh soal : Pd lar dgn konsentrasi ion hidrogen sebesar 1,75x10 -5


(pH = 4,76), lar tsb mgd 0,1 mol/L as asetat dan 0,1 mol/L
natrium asetat, serta memiliki tetapan disosiasi 1,75x10 -5.
Tentukan berapa kapasitas dapar lar!
Kapasitas dapar bergantung pada
1. perbandingan [garam] / [asam], akan meningkat jika
perbandingan tsb menuju 1
2. besarnya konsentrasi masing2 komponen dapar,
dapar semakin efisien bila konsentrasi garam dan asam
meningkat
• Kapasitas dapar maksimum terjadi bila
pH = pKa atau [H3O+] = Ka
dengan menganti Ka dengan [H3O+]
β = 2,303 C x ([H3O+]2) / (2 x [H3O+])2
= 0,576 C
Kurva Netralisasi & Kapasitas Dapar
Reaksi 1 ekivalen asam dgn 1 ekivalen basa  reaksi
netralisasi
Netralisasi 10 ml HCl 0,1 N & 10 mL asam asetat 0,1 N
oleh NaOH 0,1 N
pengambaran pH terhadap mL NaOH yg ditambahkan
menghasilkan kurva titrasi
* larutan HCl 0,1 N = mempunyai pH 1, keaktifan
diabaikan karna terion sempurna
* penambahan 5 mL NaOH akan menetralisir 5 mL
HCl, dan menyisakan 5 ml HCl mula2, sehingga
[H3O+] = 5/15 x 0,1 = 0,033 mol/L ( maka pH=1,48)
* jika ditambahkan lagi 5 mL NaOH, seluruh HCl
diubah menjadi Natrium Klorida, maka pH larutan
menjadi 7 (titik ekuivalen titrasi)
Hal tsb menunjukkan bahwa pH tdk berubah scr
signifikan ad seluruh asam ternetralisasi
Lar asam kuat memiliki kapasitas dapar yg tinggi
< pH 2, sedangkan basa kuat mempunyai kapasitas
dapar yg tinggi > pH 12
Kapasitas dapar total dr larutan asam kuat / basa kuat
dlm air pd setiap harga pH merupakan jumlah
kapasitas masing2 lar,  = 2,303 ([H3O+] + [OH-])
Dapar di Bidang Farmasi
Larutan dapar sering kali dipakai pada bidang
farmasi, khususnya dalam pembuatan obat mata.
Beberapa larutan dapar yang digunakan pada
sediaan farmasi :
1. Gifford
menggunakan larutan asam borat dan monohidrasi
natrium karbonat, bila dicampur dalam berbagai
perbandingan menghasilkan larutan dapar dengan
pH 5-9
2. Sorensen
campuran garam2 natrium fosfat sbg larutan dapar dgn pH 6-8,
kemudian ditambahkan NaCl dgn tujuan agar didapat larutan yg
isotonis dgn cairan tubuh
3. Palitzch, Hind & Goyan
membuat campuran asam borat, natrium borat & NaCl secukupnya
untuk membentuk larutan isotonis. Larutan ini digunakan untuk obat
mata dgn trayek pH 7-9
4. Clark-Lubs :
• campuran HCl & KCl (pH 1,2 – 2,2),
• camp HCl & kalium hidrogen ptalat (ph 2,2 – 4,0),
• camp NaOH & kalium hidrogen ptalat (pH 4,2 – 5,8),
• camp NaOH & KH2PO4 (pH 5,8 – 8,0),
• camp H3BO3 & NaOH & KCl (pH 8,0 – 10,0)
Penyediaan Larutan Dapar Farmasi
Seorang farmasis harus dapat membuat sistem
dapar, yang mungkin tidak ada dalam literatur,
langkah2 yang harus diperhatikan dalam
menyiapkan sebuah dapar adalah :
1. Pilihlah satu asam lemah yg memiliki pKa yg
hampir sama dengan pH dapar yang akan dibuat,
tujuannya agar didapat kapasitas dapar yg
maksimum
2. Dengan menggunakan persamaan dapar, hitung
perbandingan garam dan asam lemah yg
diperlukan agar dicapai pH yg diinginkan
3. Perkirakan konsentrasi garam dan asam yang
diperlukan agar diperoleh kapasitas dapar yang
sesuai. Besarny konsentrasi cukup berkisar antara
0,05 – 0,5 M & kapasitas dapar 0,01 – 0,1
4. Perhatikan juga; bahan2 kimia yg tersedia,
sterilitas larutan akhir, kesabilan obat dan dapar
dalam jangka lama, harga bahan, harus tidak
toksik
5. Tentukan besarnya pH dan kapasitas dapar
larutan yg telah diberi dapar dengan pH meter.
Pengaruh kapasitas dapar & pH pd
Iritasi Jaringan
Larutan yg dipakai pd jaringan2 / scr parentral dpt
menyebabkan iritasi bila pH larutan itu berbeda jauh dr
pH cairan tubuh yg bersangkutan  harus
mempertimbangkan hal ini ketika membuat larutan obat
mata, produk parentral & cairan u permukaan tubuh.
Selain pH lar, jg harus mempertimbangkan kapasitas
dapar & vol yg digunakan  vol cairan tubuh dimana lar
dapar tsb akan bersatu
Larutan2 parental yg di injeksikan ke darah biasanya tdk
diberi dapar atau diberi dapar berkapasitas rendah
sehingga dapar darah dgn mudah membawa mereka ke
dlm trayek pH fisiologis
Iritasi jaringan akibat perbedaan pH yg besar antara
lar sampel dgn lingkungan fisiologis akan minimal jika:
 kapasitas dapar lar makin rendah,

 vol dgn konsentrasi tertentu makin kecil, dan

 volume serta kapasitas dapar cairan fisiologis makin


besar
Trayek pH agar tdk terjadi iritasi tdk dpt dibuat mutlak
tp lebih bergantung pd penggunaan jenis dapar 
perbedaan kapasitas dapar & respon fisiologis dr
berbagai jenis ion
Larutan Dapar Isotonis
Disamping menentukan pH yang sesuai, larutan
farmasi yang diperuntukkan bagi membran2 tubuh
yang halus harus mempunyai tekanan osmotis yang
sama dengan cairan tubuh.
Larutan yang isotonis tidak akan menyebabkan
jaringan membengkak atau berkontraksi bila mereka
kontak dan juga tidak akan menyebabkan rasa tidak
enak bila diteteskan ke mata, saluran hidung, darah
atau jaringan tubuh lainnya. Contonya adalah larutan
NaCl isotonis atau NaCl fisiologis (0,9%)
Larutan yg mempunyai konsentrasi garam & tekanan
osmotik yg sama dgn konsentrasi & tekanan osmotik sel
darah merah, dikatakan larutan isotonis dgn darah
Jika sel darah merah disuspensikan dgn larutan NaCl
2%, maka air dlm sel akan keluar melalui membran sel
tsb sampai konsentrasi garam di dua sisi membran
eritrosit sama. Keluarnya air menyebabkan sel mengerut
& mengecil (creaneted). Ini merupakan larutan garam yg
hipertonis dgn darah.
Jika darah dicampur dgn NaCl 0,2%, air akan memasuki
sel darah akibatnya sel akan membengkak & pecah dgn
membebaskan hemoglobin (peristiwa hemolisis). Ini
merupakan larutan garam yg hipotonis dgn darah
Larutan obat yg isoosmotik dgn darah akan isotonis
jika sel darah tdk permeabel terhadap molekul2 zat
terlarut & hanya permeabel terhadap pelarut (air) saja
Istilah isotonis dibatasi u larutan2 yg memiliki tekanan
osmotik yg = membran2 tertentu
Nilai isotonis = konsentrasi lar natrium klorida dlm air
dimana sifat2 koligatifny = lar fisiologis
Lar NaCl 0,9% dikatakan isotonis dgn cairan fisiologis
karena titik beku lar NaCl = titik beku darah & air mata
Pengukuran Tonisitas
Tonisitas larutan dapat ditentukan dengan
menggunakan:
metode hemolisis : pengaruh berbagai larutan obat
diperiksa berdasarkan efek yg timbul ketika
disuspensikan dengan darah
 Metode kuantitatif : lar hipotonis akan membebaskan
oksihemoglobin dlm perbandingan yg sama dgn jml sel
yg dihemolisisny  dpt ditentukan faktor van’t Hoff 
dibandingkan dgn nilai krioskopik, koefisien keaktifan &
koefisien osmosis
Metode sifat koligatif :
 pengukuran perubahan temperatur yg naik dr
perbedaan tekanan uap sampel terisolasi yg
ditempatkan dlm sebuah ruang dgn kelembaban yg
tetap.
 Menentukan titik beku larutan yg = dgn titik beku darah
& air mata yaitu -0,520C
 Perhitungan tonisitas dgn harga Liso

∆Tf = kf . m
= L iso . c
L iso = penurunan titik beku larutan pada keadaan
isotonis.
C = molaritas
Tabel Liso

Tipe Nilai Liso Contoh


Nonelektrolit 1,9 Sukrosa, gliserin, urea
Elektrolit lemah 2,0 As borat, kokain, luminal
Elektrolit bibivalen 2,0 MgSO4, ZnSO4
Elektrolit uni-univalen 3,4 NaCl, natrium luminal
Elektrolit unibivalen 4,3 Na2SO4, atropin sulfat
Elektrolit biunivalen 4,8 ZnCl2, CaBr2
Elektrolit unitrivalen 5,2 Natrium sitrat, Natrium fosfat
Elektrolit triunivalen 6,0 AlCl3
Elektrolit tetra borat 7,6 Natrium borat, kalium borat
Pengaturan Tonisitas dan pH
Untuk menghitung jumlah natrium klorida, dekstrosa
atau zat2 lain yg ditambahkan ke larutan obat agar
tetap isotonis, dpt digunakan metode golongan I
(ditambahkan NaCl atau zat lain agar tercapai titik
beku larutan sebesar -0,52o) dan golongan II
(sejumlah air ditambahkan ke larutan obat agar
larutan tsb isotonis)
Metode golongan I
metode Krioskopik dan metode ekuivalen NaCl
Metode golongan II
metode White-Vincent dan metode Sprowls
Metode Krioskopik
∆Tf = L iso . C
%sampel/%zat pengisotonis = PTB zat pengisotonis/PTB sampel
yg hrs diisotoniskan
Metode ekuivalen NaCl : untuk larutan (1L) yg
mengandung 1 gram obat yg ekuivalen dgn sejml NaCl
∆Tf = L iso . (1 gram/BM)
∆Tf = L iso . (E/BM) ⇒ E = 17 . (Liso/BM)
Metode White-Vincent : melibatkan penambahan air
dlm lar obat  lar isotonis
V = w . E . 111,1
v = vol lar yg dibuat, w = berat obat, E = ekivalen NaCl
Latihan
1. Suatu titrasi dimulai dgn 50 ml asam asetat 0,2N kemudian
ditambah dengan (a)10ml; (b)25ml NaOH 0,2N. Berapakah pH
setelah setiap penambahan basa (Ka = 1,75x10-5)?
2. Bila ingin mengatur pH lar menjadi 8,8 dgn menggunakan dapar
as borat-natrium borat. Berapakah perbandingan asam & garam
yg dibutuhkan (Ka = 5,8x10-10)?
3. Berapakah kapasitas dapar lar yg mgd 0,2M as asetat dan natrium
asetat 0,1M (Ka = 1,75x10-5)?