Anda di halaman 1dari 35

BAB 4

Laju Reaksi
1. Pendahuluan
2. Reaktor batch volume tetap dan volume berubah
3. Interpretasi data kinetika dan reaktor
4.1 Pendahuluan

• Untuk menentukan persamaan laju reaksi, ada dua parameter yang harus ditentukan, yaitu
konstanta laju reaksi dan orde reaksi. Kedua parameter tersebut dinamakan sebagai data
kinetika dari suatu reaksi.

• Alat yang digunakan sebagai tempat berlangsungnya suatu reaksi disebut reaktor

• Jenis reaktor:
• Berdasarkan bentuknya :
• Tangki
• Pipa
• Berdasarkan prosesnya
• Batch
• Continue
4.2 Reaktor Batch Volume Tetap dan Volume Berubah
• Reaktor
  Batch Volume Tetap
yang dimaksud tetap adalah volume campuran zat yang bereaksi, bukan volume dari
alat reaktornya

• Untuk reaksi yang terjadi dalam fase cair


aA + bB rR

Rumus laju reaksi menjadi :

Ket : n, m = orde reaksi


= Konsentrasi komponen A dan B
k = konstanta kecepatan reaksi
a, b = koefisien reaksi
•  Neraca masa dari reaktan A

Amasuk = Akeluar + Aterakumulasi + Ayang bereaksi Ket :


FA0 =laju alir komponen masuk (mol/waktu)
FA = laju alir komponen keluar (mol/waktu)
V = volume (tetap/konstan)
Untuk reaktor batch ideal diketahui NA = mol dari komponen A (mol)
Masuk = keluar = 0 t = waktu
CA = konsentrasi komponen A (L/mol)
FA0 = FA = 0

Sehingga Persamaannya menjadi :

Persamaan untuk
fase cair
•  • Jika fasenya gas, maka dianggap gas ideal, persmaannya menjadi

Ket :
R = konstanta gas ideal
T = temperatur
Pi = tekanan komponen i
• 
Analisis tekanan total yang diperoleh pada suatu sistem yang mempunyai volume konstan

• Neraca Masa
aA + bB rR + sS
t=0 NA0 NB0 NR0 NS0
t=t NA0 – AX NB0 – BX NR0 + RX NS0 + SX

Pada t = 0 jumlah mol total adalah Ket :


N = NA0 + NB0 + NR0 + NS0 NA0 NB0 NR0 NS0 = mol awal dari komponen A, B, R, dan S
AX BX RX SX = mol yang bereaksi dari komponen A, B, R, dan S
Pada t = t jumlah mol total adalah t=0 = pada saat awal bereaksi
N = N0 + X. Δn t=t = pada saat setelah bereaksi
X = mol bereaksi
N = mol keluar
N0 = mol awal
Δn = koefisien produk – koefisien reaktan
•• Jika
  pada kondisi gas, maka dianggap gas adalah gas ideal
Jika ada reaksi aA + bB rR + sS

Maka persamaan menjadi:

  :
Ket
PA0 PB0 PR0 PS0 = tekanan awal komponen A, B, R, dan S
=
PA PB PR PS = te kanan pada waktu tertentudari komponen A, B, R, dan S
a, b, r, s = koefisien reaksi
π = tekanan total
π₀ = tekanan toal pada t = 0
Δn = koefisien produk – koefisien reaktan
• 
Dengan menggunakan persamaan dasar . Untuk menentukan nilai k dan n pada reaktor ideal
tipe batch dapat menggunakan beberapa metode, yaitu :
a. Metode integrasi
b. Metode differensial
c. Metode waktu paruh
d. Metode laju awal
e. Metode Least Square
•1.  Metode Integrasi

• Orde 1
Untuk volume konstan berdasarkan fungsi konsentrasi
A B

Sumbu x

Sumbu y slope
•  • Orde 1
Untuk volume konstan berdasarkan fungsi konversi
A B

Sumbu x

Sumbu y
slope
•  • Orde 1
Untuk volume konstan berdasarkan fungsi tekanan parsial
A B

Sumbu x

Sumbu y
slope
•  • Orde 2
Untuk volume konstan berdasarkan fungsi konsentrasi
2A B

Sumbu x

Sumbu y
slope
•  • Orde 2
Untuk volume konstan berdasarkan fungsi konversi
2A B

Sumbu x

Sumbu y slope
•  • Orde 2
Untuk volume konstan berdasarkan fungsi tekanan parsial
2A B

Sumbu x

Sumbu y
slope
•  • Orde 3
Untuk volume konstan berdasarkan fungsi konsentrasi
3A B

Sumbu x

Sumbu y
slope
•  • Orde 3
Untuk volume konstan berdasarkan fungsi konversi
3A B

Sumbu x

Sumbu y
slope
•  • Orde 3
Untuk volume konstan berdasarkan fungsi tekanan parsial
3A B

Sumbu x

Sumbu y
slope
Contoh

Reaksi dekomposisi dimetil eter dengan mengukur kenaikan tekanan. Reaksinya adalah
sebagai berikut :
(CH3)2O CH4 + H2 + CO
Data diperoleh pada suhu 504 °C dan tekanan awal eter adalah 312 mmHg

Kenaikan tekanan (mmHg) 96 176 250 467 619


Waktu (s) 390 777 1197 5155 -

Hitunglah konstanta laju reaksi dan orde reaksi menggunakan metode integrase !
Orde 1

Sumbu X Sumbu Y
t
390 0,1670
390
777 0,1670
0,3313
777
1197 0,3313
0,5118
1197
5155 0,5118
1,3799
5155 1,3799
Orde 2

Sumbu X Sumbu Y
t
390 0,00058
390
777 0,00058
0,0013
777
1197 0,0013
0,0021
1197
5155 0,0021
0,0095
5155 0,0095
Orde 3

Sumbu X Sumbu Y
t
390 0,0000041
390
777 0,0000041
0,0000097
777
1197 0,0000097
0,000018
1197
5155 0,000018
0,00015
5155 0,00015
•• Orde
  reaksi
• Dari ketiga grafik tersebut, yang paling linear adalah grafik orde 2
Sehingga orde reaksinya = 2

• Konstanta laju reaksi (x1, y1)

Jadi, nilai konstanta laju reaksinya adalah 1,4514


(x2, y2)
2. Metode Least Square
• 
Metode Least Square digunakan apabila laju reaksi tergantung pada konsentrasi lebih dari satu
unsur atau tidak dapat dikerjakan dengan metode yang lainnya.

Reaksi :
aA + bB + cC + ... Produk ...(1)

Bentuk linearnya :

Jika :
Y =
 Maka persamaannya menjadi
• 
Apabila dilakukan percobaan sebanyak “N” kali, maka untuk percobaan ke “i” persamaanya
dituliskan sebagai berikut :

Untuk reaksi 1, dibutuhkan 4 persamaan. Ada 4 bilangan yang tidak diketahui yaitu nilai k, a, b,
dan c

Untuk “N” percobaan, maka:


...(1)
...(2)
...(3)
...(4)
Jadi, dengan 4 persamaan diatas dapat diperoleh nilai k, a, b, dan c
Contoh

Gunakan metode least square untuk menentukan orde reaksi dan konstanta laju reaksi dari
reaksi berikut:
A produk
Data hasil reaksi:
CA0 0,10 0,5 1,0 2,0 4,0
-rA (10-2) 0,073 0,70 1,84 4,36 12,84
Penyelesaian

Persamaan
•  laju reaksinya

Bentuk linearnya :

Jika :
Y =

Maka persamaannya menjadi


•   reaksi pada soal ini, dibutuhkan 2 persamaan. Ada 2 bilangan yang tidak diketahui
Untuk
yaitu nilai k, dan a

Persamaannya adalah:
...(1)
...(2)
Untuk menyelesaikan 2 persamaan diatas maka dibuat tabel sebagai berikut:

Yi Xi
Percobaan ke CA0 -rA (10 )
-2
Xi.Yi (Xi)2
Ln -rA Ln CA0
1 0,10 0073 -7,22 -2,30 16,606 5,79
2 0,5 0,70 -4,96 -0,69 3,422 0,4761
3 1,0 1,84 -3,99 0 0 0
4 2,0 4,86 -3.02 0,69 -2,083 0,4761
5 4,0 12,84 -2,05 1,38 -2,829 1,9044
Σ -0,92 -21,24 15,116 8,1466
• 
Persamaan 1

Persamaan 2

Masukan persamaan 1 ke persamaan 2


•   a dimasukkan dalam persamaan 1
Nilai

-3,98 = ln k
k = 0,0186

Jadi, orde reaksinya adalah 1,4049 dan konstanta laju reaksinya adalah 0,0186
3. Metode Laju Awal
Metode laju awal sama dengan bab 2
Latihan Soal

Reaktan A terurai pada batch reaktor dengan persamaan reaksi


A produk
Komposisi A dalam reaktor diukur dan mendapatkan hasil sebagai berikut:

CA (mol/L) 10 8 6 5 3 2 1
-rA (10-2) 0,1167 0,1 0,0774 0,0385 0,0187 0,0125 0,0063

Tentukanlah orde reaksi dan konstanta laju reaksinya!