Anda di halaman 1dari 23

Eklampsia

Syifa Aulia Luthfiyani


131.0211.016
DEFINISI

Eklampsia berasal dari bahasa Yunani yg


berarti ‘halilintar’ karena gejala-gejala yg muncul
tiba-tiba tanpa di dahului oleh tanda lain

Serangan kejang yg diikuti koma pd wanita


hamil/nifas dgn tanda-tanda pre-eklampsia
KLASIFIKASI

Berdasarkan waktu timbulnya :


1. Eklampsia Gravidarum
2. Eklampsia Parturiennum
3. Eklampsia Puerperale
EPIDEMIOLOGI
- Negara sedang berkembang 0.3-07 %
- Negara maju 0.05-0.1%

Frekuensi rendah umumnya merupakan


petunjuk tentang antenatal care yg baik
MANIFESTASI KLINIK
- Didahului dgn adanya tanda2 PEB, jika tdk diobati akan
- Timbul kejang terutama saat persalinan

Kejang pd eklampsia dibagi menjadi 4 tingkatan :


1. Tingkat awal/aura
- Berlangsung 30 detik

- Mata terbuka tanpa melihat

- Kelopak & tangan bergetar

- Kepala diputar ke kanan & ke kiri


2. Tingkat kejang tonik
- Berlangsung 30 detik

- Seluruh otot kaku, wajah kaku, tangan


menggenggam & kaki menekuk ke dalam
- Napas terhenti, wajah sianotik, lidah dpt tergigit
3. Tingkat kejang klonik
- Berlangsung 1-2 menit

- Spasme tonik menghilang


- Semua oto berkontraksi & berulang2 dlm tempo cepat

- Mulut membuka & menutup disertai liur yg berbusa


- Wajah sianosis

- Kejang berhenti, pasien menarik nafas dgn mendengkur


- Pasien menjadi tidak sadar
4. Tingkat Koma
- Durasi koma tdk selalu sama tapi perlahan akan
sadar kembali
- Tapi bisa juga sebelum sadar timbul serangan
kejang kembali

Selama serangan TD tinggi, HR & suhu meningkat


DIAGNOSIS

Pada umumnya tidak begitu sukar.


Jika ditemukan adanya tanda pre-eklampsia yg
disusul dgn serangan kejang dapat menegakkan
diagnosis eklampsia
TATALAKSANA

Penanganan preeklampsia berat dan eklampsia


sama, kecuali bahwa persalinan harus
berlangsung dalam 6 jam setelah timbulnya
kejang pada eklampsia.
PENANGANAN KEJANG

1. Beri antikonvulsan

2. Baringkan pada satu sisi tempat tidur arah

kepala ditinggikan sedikit untuk mengurangi kemungkinan aspirasi

sekret, muntahan atau darah

3. Bebaskan jalan nafas

4. Pasang spatel lidah untuk menghindari tergigitnya lidah

5. Fiksasi untuk menghindari pasien jatuh dari tempat tidur

6. Berikan O2 4-6 liter/menit


ANTIKONVULSAN

Magnesium sulfat merupakan obat pilihan

untuk mencegah dan mengatasi kejang pada

preeklampsia dan eklampsia. Alternatif lain


adalah Diazepam, dengan risiko terjadinya

depresi neonatal.
DOSIS
- MgSO4 40% 4 g IV selama 5-10 menit

POGI
- dilanjutkan dgn dosis pemeliharaan 1-2 gr/jam selama 24
jam postpartum atau setelah kejang terakhir
SUMBER LAIN
- Diikuti dengan MgSO4 40% 5 g IM dengan 1 ml Lignokain
(dalam semprit yang sama)
Pemberian ulang 2 g bolus dapat dilakukan jika terjadi kejang
berulang
Pemantauan produksi urin, refleks patella,
frekuensi napas dan saturasi oksigen penting
dilakukan saat memberikan magnesium sulfat.
Frekuensi pernafasan minimal 16 kali/menit
Refleks patella (+) Urin minimal 30 ml/jam
dalam 4 jam terakhir
Mekanisme :

menyebabkan vasodilatasi melalui relaksasi dari otot polos, termasuk

pembuluh darah perifer dan uterus, sehingga selain sebagai antikonvulsan,

magnesium sulfat juga berguna sebagai antihipertensi juga berperan dalam

menghambat reseptor N-metil-D-aspartat (NMDA) di otak, yang apabila

teraktivasi akibat asfiksia, dapat menyebabkan masuknya kalsium ke dalam

neuron, yang mengakibatkan kerusakan sel dan dapat terjadi kejang.

Efek samping :

rasa hangat, flushing, nausea atau muntah, kelemahan otot, ngantuk, dan

iritasi dari lokasi injeksi.


DIAZEPAM
Diazepam 10 mg IV pelan-pelan selama 2 menit

Jika kejang berulang, ulangi pemberian sesuai


dosis awal

Anti konvulsan diteruskan sampai 24 jam


postpartum atau kejang yang terakhir
ANTI HIPERTENSI

1. Nipedipin

10 mg kapsul oral, diulang tiap 15 – 30 menit, dengan dosis


maksimum 30 mg.

2. Labetalol

Labetolol 10 mg oral. Jika respons tidak membaik setelah


10 menit, berikan lagi Labetolol 20 mg oral.

Teruskan terapi hipertensi jika tekanan diastolik masih > 90


mmHg
PERSALINAN

• Pada PEB, persalinan harus terjadi dalam 24 jam,

sedangkan pada eklampsia dalam 6 jam sejak gejala

eklampsia timbul

• Jika terjadi gawat janin atau persalinan tidak dapat terjadi

dalam 12 jam (pada eklampsia), lakukan bedah Caesar

• Jika serviks telah mengalami pematangan, lakukan induksi

dengan Oksitosin 2-5 IU dalam 500 ml Dekstrose 10

tetes/menit atau dengan cara pemberian


Rujukan

Rujuk ke fasilitas yang lebih lengkap, jika:


• Terdapat oliguria (< 400 ml/24 jam)
• Terdapat sindroma HELLP

• Koma berlanjut lebih dari 24 jam setelah kejang