Anda di halaman 1dari 16

KELOMPOK V

NUR FILZANAH (F201701093)


NUR FITRAH (F201701094)
RAHAYU RIZKA SRI SANTRI (F201701096)
REZKIA WULANDARI (F201701097)
RIRIN PUTRI HANDAYANI (F201701098)
RITNA (F201701099)
SARAH (F201701101)
SADLI BIL AHMAR (F201701000)
Defenisi Gel
 Farmakope Indonesia edisi IV : Gel kadang kadang disebut jeli,
merupakan sistem semipadat terdiri dari suspensi yang dibuat dari
partikel anorganik yang kecil atau molekul organik yang besar,
terpenetrasi oleh suatu cairan.
 Formularium Nasional : Gel adalah sediaan bermassa lembek,
berupa suspensi yang dibuat dari zarah kecil senyawa anorganik atau
makromolekul senyawa organik, masing masing terbungkus dan
saling terserap oleh cairan.
 Ansel : Gel didefinisikan sebagai suatu sistem setengah padat yang
terdiri dari suatu disperse yang tersusun baik dari partikel anorganik
yang terkecil atau molekul organik yang besar dan saling diresapi
cairan.
Keuntungan sediaan gel
Beberapa keuntungan sediaan gel (Voigt, 1994). Adalah
sebagai berikut: 
 Kemampuan penyebarannya baik pada kulit
 Efek dingin, yang dijelaskan melalui penguapan lambat dari kulit
 Tidak ada penghambatan fungsi rambut secara fisiologis
 Kemudahan pencuciannya dengan air yang baik
 Untuk Hidrogel : efek pendinginan pada kulit saat digunakan
penampilan sediaan yang jernih dan elegan, pada pemakaian di kulit
setelah kering meninggalkan film tembus pandang, eiastic, daya lekat
tinggi yang tidak menyumbat pori sehingga pernafasan pori tidak
terganggu, mudah dicuci dengan air, pelepasan obatnya baik,
kemampuan penyebarannya pada kulit baik.
 
Kerugian sediaan gel
 Untuk hidrogei : harus menggunakan zat aktif yang larut di dalam air
sehingga diperlukan penggunaan peningkat kelarutan seperti
surfaktan agar gel tetap jernih pada berbagai perubahan temperatur,
tetapi gel tersebut sangat mudah dicuci atau hilang ketika
berkeringat, kandungan surfaktan yang tinggi dapat menyebabkan
iritasi dan harga lebih mahal.
Basis Gel
 Defisini basis gel
Basis gel atau gelling agent adalah Sejumlah polimer digunakan
dalam pembentukan struktur berbentuk jaringan yang merupakan
bagian penting dari sistem gel.
 penggolongan basis gel
A. gom alam
a. Tragacanth
Tragacanth adalah gom alam yang kering yang
dihasilkan dari astragallus gumifer labillardiere dan
jenis lain dari astragalus grown di asia barat.
b. Gelatin
Gelatin adalah suatu zat yang yang diperoleh dari
hidrolisa parsial kolagen dari kulit,jaringan ikat putih,
dan tulang hewan.
c. caragenan sebagai hidrokoloid yang dihasilkan oleh ekstrasi dengan
air yang berasal dari beberapa anggota kelas rodophyceae (rumput
laut merah).

d. Pectin merupakan Polisakarida yang diekstrak dari kulit sebelah


dalam buah citrus yang banyak digunakan dalam makanan.

e. Natrium alginate Merupakan polisakarida, terdiri dari berbagai


proporsi asam D-mannuronik dan asam L-guluronik yang
didapatkan dari rumput laut coklat dalam bentuk garam monovalen
dan emperat.
B. Polimer sintesis
a. Carbomer adalah senyawa polimer sintetik yang
banyak digunakan dalam formulasi sediaan topikal.
Karbomer berwarna putih karakteristik bubuk
higroskopis dan agak berbau sedikit.
b. Polietilen
Digunakan dalam gel hidrofobik likuid, akan dihasilkan
gel yang lembut, mudah tersebar, dan membentuk
lapisan/film yang tahan air pada permukaan kulit.

D. Derivat selulosa
a. Metilselulosa butiran atau serbuk berserat putih
praktis tidak berbau dan berasa.
b. Carboxy metilselulosa sodium Digunakan pada
formulasi farmasetik oral dan topikal ns
c. Hidroxpropyl metilselulosa Digunakan sebagai suspending agent,
emulsifier, dan stabilizing agent pada gel dan salep.

d. Hidroksietilselulosa
PH : 5,5-8,5 Pada pH dibawah 5 dapat terjadi hidrolisis dan pada pH
yang tinggi dapat terjadi oksidasi
Stabil walaupun bersifat higroskopis.

e. Microcrystal selulosa
Kelarutan : larut dalam 5% w/v larutan NaOH, praktis tidak larut
dalam air, larutan asam, dan pelarut organik lainnya
Penggolongan Gel
Pengolongan Berdasarkan Sifat Fase Koloid :
 Gel anorganik, contoh : bentonit magma
 Gel organik, pembentuk gel berupa polimer

Berdasarkan sifat pelarut :


 Hidrogel (pelarut air) pada umumnya terbentuk oleh molekul polimer
hidrofilik yang saling sambung silang melalui ikatan kimia atau gaya
kohesi seperti interaksi ionik, ikatan hidrogen atau interaksi
hidrofobik
 Organogel (pelarut bukan air/pelarut organik). Contoh: plastibase
(suatu polietilen dengan BM rendah yang terlarut dalam minyak
mineral dan didinginkan secara shock cooled), dan dispersi logam
stearat dalam minyak.
 Xerogel Gel yang telah padat dengan konsentrasi pelarut yang rendah
diketahui sebagai xerogel.
Berdasarkan jenis fase terdispersi (FI IV, ansel) :
 Gel fase tunggal, terdiri dari makromolekul organik yang tersebar
serba sama dalam suatu cairan sedemikian hingga tidak terlihat
adanya ikatan antara molekul makro yang terdispersi dan cairan.

 Gel sistem dua fasa, terbentuk jika masa gel terdiri dari jaringan
partikel kecil yang terpisah.
Uji stabilitas
Uji stabilitas
 Dari hasil uji pengamatan organoleptis, uji homogenitas dan uji pH
maupun uji sifat fisik lainnya setelah cycling test, menunjukkan tidak
ada perubahan berarti yang terjadi (stabil) dan tidak adanya
pemisahan fase pada sediaan gel handasnitizer. ukuran diameter
globul dari gel handsanitizer tetap berada pada kisaran 0,1 – 10 µm,
sesuai dengan standar literatur (Alfred, et al., 1993).
Uji Aktivitas
 Uji aktivitas antibakteri
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan gel handsanitizer
ekstrak daun kemangi memiliki aktivitas antibakteri terhadap S.
aureus, Adanya efek antibakteri pada gel handsanitizer tersebut
dikarenakan daun kemangi mengandung beberapa senyawa kimia
yakni flavonoid, saponin dan tanin. Berdasarkan hasil uji kandungan
flavonoid, daun kemangi positif mengandung adanya flavonoid, yang
bersifat antibakteri (Angelina, et al., 2015).
TERIMA KASIH