Anda di halaman 1dari 16

AMIDA

KIMIA
ORGANIK
Oleh Kelompok 4
1. Ainun Arrizal (1619002501)
2. Farisa Salma Talitha (1619002181)
3. Nadia Rahmawati (1619002481)
4. Rahma Widiawati (1619002221)
5. Vina Hiswatul Maula (1619002321)
AMIDA
 Amida adalah suatu senyawa yang mempunyai suatu nitrogen trivalen yang terikat
pada suatu gugus karbonil.
 Didalam gugus fungsi amida ,atom nitrogen terikat pada gugus karbonil.
 Jika dua ikatan bebas atom nitrogen mengikat amida, maka senyawa itu disebut amida
sederhana.
 Jika salah satu atau kedua ikatan bebas atom nitrogen mengikat gugus alkil atau gugus
aril, senyawa yang demikian disebut amida tersubstitusi.
Tata Nama AMIDA

■ Dinamai sesuai dengan nama asam karboksilatnya dikurangi akhiran oat dan diganti dengan
akhiran amida.
■ Jika pada atom N tersubstitusi gugus alkil,maka substituent alkil ditunjukkan dengan
memberi awalan N dimana alkil tersebut terikat.
CONTOH

■ Beri nama pada senyawa amida ini!


SIFAT-SIFAT FISIK AMIDA
■ Kepolaran molekul senyawa turunan asam karboksilat yang disebabkan oleh adanya gugus
karbonil (-c-) sangat berpengaruh terhadap sifat-sifat fisiknya (titik didih, titik lebur dan
kelarutan).
■ Khusus untuk senyawa amida titik didihnya cukup tinggi. Hal ini disebabkan adanya ikatan
hydrogen antra molekulnya.
■ Amida mudah larut dalam air karena dengan adanya gugus C=O dan N=H memungkinkan
terbentuknya ikatan hydrogen.

■ Amida cenderung memiliki titik leleh dan titik didih yang tinggi.
■ Termasuk dalam senyawa polar
SIFAT-SIFAT FISIK AMIDA

■ N- tersubtitusi amida sering memiliki titik leleh yang rendah dan titik didih rendah dari
N, N- tersubtitusi amida karena ikatan hydrogen lebih sedikit terbentuk. N, N-
tersubtitusi tidak bias membentuk hydrogen obligasi, dan titik leleh lebih rendah dan
titik didih.
■ Semua amida bias berikatan hydrogen dengan air, sehingga berat molekul amida yang
berat dapat larut dalam air.
■ Umumnya berbentuk padat pada suhu kamar
SIFAT BASA AMIDA

■ Amida memiliki sifat basa sangat lemah


■ Kurangnya kebasaan yang dimiliki amida dijelaskan oleh sifat penarikan electron gugus
karbonil dimana pasangan electron mandiri pada nitrogen terdelokalisasi oleh resonansi.
■ Pasangan electron mandiri aktif pada atom nitrogen dalam amida dapat bergabung
dengan sebuah ion hydrogen (proton) dari senyawa lain, dengan kata alain amida
bertindak sebagai basa.
CIS DAN TRANS ISOMER AMIDA

■ Trans (E) memiliki konfigurasi yang lebih stabil dibandingkan cis (Z). Hal ini diduga
disebabkan oleh interaksi sterik tolak antara rantai samping di isomer cis (Z)
Pembuatan Amida Dari Asam
Karboksilat.
■ Asam karboksilat diubah menjadi sebuah garam amonium. Garam amonium di bentuk
dengan menambahkan amonium karbonat padat kepada suatu kelebihan asam.
2CH₃COOH + (NH₄)CO₃ 2CH₃COONH₄ + H₂O + CO₂
 Ketika reaksi selesai campuran di panaskan dan terjadi dehidrasi garam ammonium
memproduksi ethanamide.
CH₃COONH₄ CH₃COONH₂ + H₂O
Pembuatan Amida Dari Asam Klorida

■ Untuk membuat ethanamide dariklorida ethanoyl, biasanya kita menamabahkan


ethanoyl klorida ke dalam sebuah larutan yang terjadi dalam amonia dalam air.
Reaksi ester dengan ammonia
Pembuatan Amida Dari Asam Anhidrida

■ Jika anhidrida etanoat ditambahkan kelarutan amonia pekat. Ethanamide di bentuk


bersama-sama dengan amonium etanoat.
Hidrolisis Amida
■ amida sangat kuat/ tahan terhadap hidrolisis. Tetapi dengan adanya asam atau basa
pekat, hidrolisis dapat terjadi menghasilkan asam karboksilat.
Hidrolisis Amida
 Dalam keadaan asam, jika ethanamide dipanaskan dengan cairan asam (seperti asam
klorida), asam etanoat terbentuk bersama dengan ion ammonium. Jadi jika kita
menggunakan asam klorida, larutan akhir akan mengandung amonium klorida dan
asetat
CH3CONH2 + H2O + HCl CH3COOH + NH4 + Cl-
 Hidrolisis dalam keadaan Alkali, Jika ethanamide dipanaskan dengan larutan natrium
hidroksida, gas amonia akan lepas dan kita hanya mendapatkan larutan yang
mengandung natrium etanoat.
CH3CONH2 + NaOH CH3COONa + NH3
Kegunaan Amida
Senyawa amida memiliki kegunaan yang luas dalam kehidupan antara lain dapat
berguna dalam pembuatan obat-obatan seperti sulfoamida yang digunakan untuk melawan
infeksi dalam tubuh manusia, sebagai zat antara dalam pembuatan amina, sebagai bahan
awal dalam peambuatan suatu polimer seperti palmitamida yang digunakan sebagai bahan
penyerasi pada penguatan karet alam dengan silika.
ada juga formamida yang digunakan sebagai pelarut dan juga untuk bahan pelunak.
Dan asetamida banyak sekali diperlukan dalam sintesis senyawa organik, baik sebagai
pereaksi maupun pelarut dan juga untuk bahan pembasah.