Anda di halaman 1dari 15

BISNIS PLAN

TELOR
(Teh daun Kelor)
By : Kelompok 4
Anggota :
1. Siti Nurfiyah (201601127)
2. Galuh Novia Putri (201601135)
3. Yunis Dwi Kurniasari (201601136)
4. Miftakhul Maghfiroh (201601146)
5. Della Erma Yuana (201601150)
Mengandung
banyak
manfaat bagi
kesehatan

Proses
pembuatan Latar Relatif aman
dari efek
samping

Belakang
yang
yanyg
sederhana
merugikan

Bahan baku
mudah
ditemukan
Introduction
Teh adalah minuman yang sangat umum dalam kehidupan kita sehari- hari.
Kebiasaan minum teh tidak hanya dikenal di Indonesia tetapi juga hampir di seluruh
dunia. Teh ternyata mengandung banyak manfaat bagi kesehatan. Menurut beberapa
hasil penelitian, teh memiliki kandungan senyawa yang mampu mengobati sejumlah
penyakit ringan dan mencegah serangan berbagai penyakit berat. Selain itu karena teh
adalah minuman alami, maka relatif aman dari efek samping yang merugikan
kesehatan (Ajisaka, 2012). Produk teh tidak hanya dihasilkan dari daun teh, namun
dapat dihasilkan dari daun lain seperti daun kelor.
Kelor sudah dikenal luas di Indonesia, khususnya di daerah pedesaan, tetapi
belum dimanfaatkan secara maksimal dalam masyarakat. Di Indonesia pohon kelor
banyak ditanam sebagai pagar hidup, ditanam di sepanjang ladang atau tepi sawah,
berfungsi sebagai tanaman penghijau. Selain itu tanaman kelor juga dikenal sebagai
tanaman obat berkhasiat dengan memanfaatkan seluruh bagian dari tanaman kelor
mulai dari daun, kulit batang, biji, hingga akarnya (Simbolan et al, 2007).
Justifikasi

Kelor (Moringa oleifera) memiliki nutrisi yang tinggi karena


daunnya mengandung vitamin A yang setara dengan 10 kali vitamin A
yang terdapat pada wortel, setara dengan 17 kali kalsium yang terdapat
pada susu, setara dengan 15 kali kalsium pada pisang, setara dengan 9
kali protein yang terdapat pada yoghurt dan setara 25 kali zat besi pada
bayam (Jonni, 2008). Penelitian Haryadi (2011), tentang daun kelor
kering per 100 gr menunjukkan bahwa dalam 100 gr daun kelor kering
mengandung air 0,075 %, 2,05 % kalori, 0,382 % karbohidrat, 0,271 %
protein, 0,023 % lemak, 0,192 % serat, 20,03 % besi, 8,7 % sulfur, dan
13, 24 % protassium.
Kronologi
Pembuatan teh tidak lepas dari proses pengeringan. Pengeringan daun
teh memiliki cara yang bervariasi, di antaranya pengeringan secara
langsung di bawah sinar matahari atau sering disebut sundried.Proses ini
membutuhkan waktu yang lama, daun teh yang dijemur harusdibolak-
balik. Basket-fired adalah proses pengeringan teh yang dilakukandengan
meletakkan daun pada wadah pipih dan lebar yang terbuat dari
daunbambu, kemudian diletakkan di atas arang panas. Oven-dried adalah
cara pengerigan daun teh menggunakan oven (Somantri dan Tantri, 2011).
Penelitian Adri (2013), pengeringan yang dilakukan pada pembuatan teh
daun sirsak untuk mendapatkan aktivitas antioksidan dan uji organoleptik
paling bagus adalah pengeringan yang dilakukan selama 150 menit dengan
suhu 50o C. Penelitian Primanita ( 2010 ), waktu pengeringan yang ideal
untuk mengeringkan teh bubuk hingga mencapai kandungan air yang
diinginkan yaitu 3- 4 % adalah 20-30 menit dengan pemberian suhu udara
masuk sebesar 90o C – 98o C dan suhu keluar sebesar 45oC – 50o C.
Produk

Produk yang kami tawarkan, berupa teh yang kami beri


nama TELOR yaitu teh yang terbuat dari daun kelor. Alasan
kami membuat teh yang terbuat dari daun kelor karena daun
kelor mengandung zat gizi yang tinggi dan setelah diproses
menjadi teh kandungannya meningkat lebih tinggi.
Manfaat Produk

Sebagai
Antioksidan

Me↓ Tekanan
Darah

Me↓ Gula
Darah
Persaingan

Dalam persaingan usaha teh daun kelor ini yang


menjadi pesaing yaitu banyaknya produk minuman sejenis
teh daun kelor lainnya yang dicetak dari home industri
maupun dari pabrik yang beskala besar dan beredar
dipasaran dengan harga terjangkau. Hal ini bisa saja dapat
mengurangi minat konsumen terhdap produk kami.
Target Pasar

Target Pasar Target Demoggrafi


Produk yang • Untuk pemasaran konsumen Karakteristik
dijual online : Kota kota • Pria maupun psikologis
Besar di Jawa Timur
TELOR ( Teh yang bisa dijangkau wanita dengan
Daun Kelor ) oleh kurir pengirim rentan usia 17tahun
Ketakutan akan efek
barang maksimal keatas
• Penjualan dalam 3 hari. • Memiliki dari obat obatan
Online • Untuk pemasaran dengan bahan kimia
penghasilan
offline : Seluruh sehingga beralih ke
• Penjualan dibawah 2 juta per
cakupan daerah Kab. herbal.
bulan.
Offline Mojokerto.
Strategi Pemasaran
• Promosi melalui media sosial/ online (instagram, web)
• Mempromosikan di acara keramaian masyarakat sambil memberikan segelas telor tiap
orang.
Promosi • Promosi dengan cara memberikan telor kepada bebrapa orang yang mempunyai riwayat
penyakit tertentu yang membutuhkan pengobatan alternatif Telor sehingga nantinya teman
tersebut akan memberi tahu kepada tetangganya tentang khasiat Telor.

• Produk Telor menggunkan kemasan yang menarik untuk membedakan


Produk produk kita dengan yang lain

• Produk Telor dijual dengan harga yang murah tapi dengan kualitas yang
Price baik

• Pemasaran ini dilakukan oleh orang dalam organisasi yaitu kelompok telor.
People
Keuangan (HPP)
Juml
Item Satuan Harga Total
ah
A. Biaya bahan baku
Daun kelor Kg 35.000,00 1 35.000,00

Sub Total 35.000,00

B. biaya bahan pendukung

Kemasan Plastik 5.000,00 1 5.000,00

Sub Total 5.000,00

C. Biaya TK 1.000,00 5 5.000,00

D. Biaya Over head


Pulsa 1.000,00 1.000,00

Sub Total 1.000,00

Total biaya ( A+B+C+D) 46.000,00


Total porsi 7,00 7,00
HPP 6.571,43
% keuntungan 15% 985,71
HARGA JUAL 7.557,14
Modal

Untuk sumber modal dalam usaha teh daun kelor ini


kami munggunakan modal mandiri dimana modal tersebut
didapat dari iuran dari tiap anggota kelompok.
DOKUMENTASI
Referensi
Mujianti, C., & Sukmawati, N. L. (2018). Efek Anti Hiperglikemik Teh Daun Kelor Pada
Wanita Dewasa Dengan Pradiabetes. Jurnal Kesmas.
Mekari, J. B. (2018). Halo Jurnal. Retrieved Maret 25, 2020, from Jurnal by Mekari:
https://www.jurnal.id/id/blog/2018-beberapa-hal-penting-yang-perlu-anda-ketahui-
tentang-target-pasar/

Nuraeni, N., Noor, T. I., & Sudrajat. (2019). Proses Produksi dan Pemasaran Agro Industri
Teh Celup daun Kelor Di PT Lentera Bumu Nusantara. Jurnal Ilmiah Mahasiswa
AGROINFO .

Sarosa, Pietra. 2006. Kiat Praktis Membuka Usaha. Elex Media Komputindo : Jakarta.

Asmah. (2017). Hukum Pesaingan Usaha Hakikat Fungsi KPU di Indonesia. (L. O. Husen,
Ed.). CV.Social Politic Genius.
Nugroho, S. A. (2014). Hukum Persaingan Usaha di Indonesia. Jakarta: Prenada Media.
TERIMAKASIH !

SEMANGAT PAGI
SEMANGAT WIRAUSAHA