Anda di halaman 1dari 21

Bella Rahayu

Muhammad Risnanda
Naura Qatrunnada
Rindyani Agustina Hafidz

Edukasi Antibiotik
(Pengantar)
Latar Belakang
Pada saat ini banyak masyarakat yang kurang pengetahuannya tentang
antibiotik. Antibiotik pada masyarakat sering digunakan sebagai obat untuk
sakit ringan, misalnya saja sakit gigi, sebagian masyarakat langsung meminum
antibiotik tanpa resep dokter atau tanpa anjuran dari dokter. Itu sebenarnya
berbahaya karena tidak semua sakit gigi itu disebabkan oleh infeksi bakteri,
bisa saja disebabkan karena penyebab lain (contoh : gigi sensitif ataupun
cedera). Bahayanya adalah jika seperti itu tanpa pengawasan atau pasien tidak
patuh minum obat antibiotik maka dikhawatirkan akan terjadi resistensi
antibiotik yang dikhawatirkan lebih lanjut yaitu pengobatan antibiotik nya
menjadi lebih mahal.
Ini menjadi masalah baru bagi si pasien. Jadi kami ingin memberikan
informasi kepada masyarakat apa itu antibiotik dan apa bahaya nya jika
digunakan secara sembarangan tanpa resep dokter. Dan juga kami ingin
meminimalkan angka resisten antibiotik pada masyarakat.
Sumber
http://news.unair.ac.i
d/2020/01/03/darurat
-resistensi-
antibiotik-di-
indonesia/

Sumber
https://tirto.id/resiste
nsi-antibiotik-
turunkan-angka-
harapan-hidup-di-
asia-tenggara-cVAj

Sumber
https://www.cnnindone
sia.com/gaya-
hidup/20180228115943
-255-279370/menkes-
resistensi-antibiotik-
adalah-ancaman-serius
Pendahuluan

• Antimikroba merupakan obat untuk


memberantas infeksi yang disebabkan oleh
mikroba pada manusia.
• Sedangkan antibiotik adalah senyawa kimia
yang dihasilkan oleh fungi mau pun secara
sintetik yang dapat menghentikan
perkembangan bakteri dan mikrorganisme
lainnya (Utami, 2011)
Definisi Antibiotik
Antibiotik merupakan obat yang paling sering digunakan
untuk mengatasi infeksi yang disebabkan oleh bakteri.
Berbagai macam studi menemukan bahwa sekitar 40-62%
antibiotik digunakan secara tidak tepat, contohnya untuk
penyakit-penyakit yang sebenarnya tidak memerlukan
antibiotik. (Hadi, 2009).
Antibiotik awalnya berasal dari bakteri yang telah
dilemahkan. Bakteri tersebut kemudian dapat membunuh
bakteri lain yang ada dalam tubuh makhluk hidup. Mikroba
terutama jamur adalah penghasil antibiotik yang dapat
menghambat atau membunuh pertumbuhan dari mikroba
lain (Nastiti,2011).
Sejarah Antibiotik
• Penemuan antibiotik pertama (1910), Paul
Erlich menemukan antibiotik untuk infeksi
mikroba yang disebut sebagai magic bullet.
Antibiotik pertama itu merupakan
salvarsan untuk melawan sipilis.
• Alexander Fleming (1928) yang
menemukan penisilin.
• Gerhard Domagk (1943) menjadi pembuka
jalan bagi penemuan obat anti TB. Anti TB
pertama yaitu Streptomycin ditemukan
oleh Wakzman dan Schatz. Sesudah itu,
antibiotik semakin dikenal (Utami, 2011).
Namun, bakteri kian resisten terhadap antibiotik seiring
dengan berjalannya waktu. Sekitar tahun 1950 muncul jenis
bakteri baru yang tidak dapat dilawan oleh penisilin. Tapi
berkat inovasi dari para ilmuwan antibiotik baru semakin
banyak ditemukan. Tetapi pada akhir 1960, kurangnya
penemuan membuat dunia khawatir akan semakin
banyaknya bakteri yang resisten terhadap antibiotik. Hingga
pada tahun 1999 ilmuan berhasil mengembangkan antibiotik
baru namun sedikit terlambat karena sudah banyak bakteri
yang resisten (Borong, 2012).
Jenis – Jenis Antibiotik (berdasarkan
mekanisme kerja)

Menghambat
Menghambat
sintesis dinding
sintesis protein
sel

Menghambat
Menghambat jalur sintesis asam
metabolisme utama nukleat
Penggolongan Antibiotik berdasarkan daya
kerjanya

• Antibiotika yang bekerja secara • Merupakan antibiotik yang tidak


aktif untuk membasmi bakteri. bisa memusnahkan bakteri,
• Contoh : penisilin antibiotika bakteriostatik ini hanya
dapat menghambat atau mencegah
pertumbuhan bakteri, sehingga
pembasmian bakteri hanya
tergantung pada daya tahan tubuh.
• Contoh : tetrasiklin, kloramfenikol.

Bakterisid Bakteriostatik
Resistensi Antibiotik

Antibiotik dapat menjadi resisten dengan ciri bakteri


tersebut tidak terhambat pertumbuhannya ketika
diberikan antibiotik secara sistemik dalam dosis normal
yang semestinya dapat menghambat pertumbuhan
bakteri.
Ada suatu fenomena yang disebut dengan multiple
drugs resistance yaitu kondisi ketika seseorang resisten
terhadap dua atau lebih obat maupun klasifikasi obat.
Lalu ada pula cross resistance yang merupakan resistensi
suatu obat yang diikuti dengan obat lain meskipun tidak
berhubungan (Tripathi, 2003).
• Penyebab dari resistensi antibiotik ini terjadi karena penggunaannya
yang berlebihan dan irasional. Bahkan, 40% dari penggunaan antibiotik
ini dipakai untuk hal yang kurang tepat seperti infeksi virus.
• Selain itu, berikut beberapa faktor yang membuat resistensi itu terjadi :
1. Penggunaan yang kurang tepat
2. Berbagai faktor yang berhubungan dengan pasien
3. Peresepan dalam jumlah besar yang tidak terlalu penting
4. Penggunaan monoterapi daripada menggunakan terapi kombinasi
5. Perilaku hidup kurang sehat
6. Adanya infeksi endemik atau pun epidemik
7. Promosi besar-besaran yang menimbulkan salah persepsi di kalangan orang
awam. (Kemenkes RI, 2011)
Daftar Pustaka
Borong, Meyta. F. 2012. Kerasionalan Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Rawat Inap Anak Rumah Sakit M.M
Dunda Limboto Tahun 2011. Laporan Hasil Karya Tulis Ilmiah. Program Studi D-III Farmasi Fakultas Ilmu-ilmu
Kesehatan dan Keolahragaan Universitas Negeri Gorontalo

Hadi , U. 2009, Resistensi Antibiotik, Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam,Edisi V, Jilid III, Interna Publishing, Jakarta.

Kemenkes RI. (2011). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2406/ Menkes/ Per/ XII/ 2011 tentang Pedoman Umum
Penggunaan Antibiotik. Jakarta : Kemenkes RI

Nasititi, F. H.L. 2011. Pola Peresepan dan Kerasionalan Penggunaan Antimikroba pada Pasien Balita di Puskesmas
Kecamatan Jatinegara. Skripsi. Program Studi Ekstensi Departemen Farmasi FakultasMatematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam Universitas Indonesia. Depok.

Nester, E. W., Anderson, D. G., Roberts, C. E., & Nester, M. T. 2009. Microbiology A Human Perspective (6th
Edition ed.). New York: McGraw-Hill.

Murray , R. K., Granner, D. K., & Rodwell, V. W.2009. Biokimia harper (27 ed.). Jakarta: Buku Kedokteran EGC

Tjay dan Rahardja. 2008. Obat Obat Penting. Jakarta : PT Elex Media Komputindo.

Tripathi, K.D. 2003. Essentials of Medical Pharmacology. New Delhi : Jaypee Brothers Medical Publisher

Utami, E. R., 2012. Antibiotika, Resistensi, dan Rasionalitas Terapi. Jurnal Saintis, Volume I, Nomor 1, 125-135.
Edukasi Antibiotik
(Leaflet)