Anda di halaman 1dari 36

KELENJAR

ENDOKRIN
PERIFER
1. Kelenjar tiroid
• Kelenjar tiroid berbentuk
dasi kupu mengandung dua
jenis sel sekretorik
endokrin
– Sel folikel, menghasilkan
hormon yang mengandung
iodida, T4 (tiroksin /
tetraiodotironin)
– Sel C, yang mensinteris
hormon yang mengatur Ca2+,
kalsitonin
• Sebagan besar tahap dalam sintesis hormon tiroid berlangsung
di molekul besar tiroglobulin di dalam koloid, suatu lokasi
ekstrasel “inland” yang terletak dibagian interior folikel tiroid
• Iodium makanan ditranspor sebagai iodida (I-) oleh pompa
iodida (suatu simporter dependen-energi dari darah ke dalam
sel folikel
• Dari sel folikel, iodida memasuki koloid tempat iodida
mengiodinasi asam amino tirosin di dalam tiroglobulin,
menghasilkan monoiodotironin (MIT) dan diodotironin (DIT)
• Penggabungan MIT dan DIT menghasilkan T3, penggabungan dua
DIT menghasilkan T4
• Hormon tiroid disekresikan melalui proses fagositosis sekeping
koloid oleh sel folikel yang menyebabkan pembebasan T4 dan T3
yang masuk ke dalam darah
• Hormon tiroid adalah penentu utama laju
metabolik basal tubuh. Dengan mempercepat
laju metabolik, hormon ini meningkatkan
produksi panas
• Hormon tiroid juga meningkatkan kerja
katekolamin simpatis dan merupakan hormon
yang esensial bagi pertumbuhan normal dan
bagi perkembangan dan fungsi sistem saraf
stres Keadaan dingin pd bayi

• Sekresai hormon tiroid diatur


oleh sistem umpan balik negatif
antara TRH hipotalamus dan TSH
hipofisis anterior, dan T3 dan T4
kelenjar tiroid
• Lengkung umpan balik ini
mempertahankan kadar hormon
tiroid relatif konstan
• Panjanan dinding pada
neonatus adalah satu satunya
masukan ke hipotalamus untuk
Laju metyabolit dan produksi panas, penigkatan
meningkatkan TRH, sehingga pertumbuhan dan perkembangn SSP,
tiroid dapat disekresikan peniongkatan aktifitas simpatis
Kelainan fungsi tiroid
Disfungsi tiroid Penyebab Kosentrasi plasma Ada goiter?
hormon relevan
Hipertiroidisme • Kegagalan primer kelenjar T3 dan T4, TSH Ya
tiroid
• Sekunder karena kegagalan T3 dan T4, TRH Tidak
hipotalamus atau hipofisis dan / TSH
anterior
• Kurangnya iodium dalam T3 dan T4, TSH Ya
makanan
Hipertiroidisme • Adanya thyroid stimulating T3 dan T4, TSH Ya
immunoglobulin (TSI)
• Sekunder karena sekresi T3 dan T4, TRH Ya
berlebihan hipotalamus atau dan / TSH
hipofisis anterior
• Tumor tiroid dengan T3 dan T4, TSH Tidak
hipersekresi
Apa itu goiter???
• Goiter adalah
pembesaran kelenjar
tiroid. Karena tiroid
terletak di atas trakea
maka gondok mudah
diraba dan biasanya
sangat terlihat
Goiter pada hipotiroidisme
• Hipotiroidisme akibat kegagalan hipotalamus atau
hipofisis anterior tidak akan mengakibatkan gondok
kerena kelenjar tiroid tidak dirangsang secara
adekuat, apabila dirangsang secara berlebihan
• Hipotiroid yang disebabkan oleh kegagalan kelenjar
tiroid atau kekeurangan iodium, goiter terjadi karena
kadar hormon tiroid dalam darah sedemikian
rendah sehingga tidak terdapat inhibisi umpan balik
negatif di hipofisis anterior dan hipotalamus
Goiter pada hipertiroidisme
• Sekresi TSH berlebihan yang terjadi akibat efek
hipotalamus atau hipifisis anterior akan disertai goiter
dan sekresi berlebihan T3 dan T4 akibat stimulasi
pertumbuhan tiroid yang berlebihan
• Pada penyakit Graves, terjadi goiter dengan
hipersekresi karena TSI mendorong pertumbuhan tiroid
sekaligus meningkatkan sekresi hormon tiroid
• Hipertiroid yang terjadi akibat aktivitas berlebihan tiroid
tanpa adanya overstimulasi, misalnya karena tumor
tiroid yang tidak terkendali tidak disertai oleh goiter
2. Kelenjar adrenal
• Masing masing kelenjar
adrenal terdiri dari dua
organ endokrin yang
berbeda (kortek adrenal
di sebelah luar
menghasilkan steroid
dan medula adrenal di
sebelah dalam
menghasilkan
katekolamin)
• Setiap hormon steroid dihasilkan
dari modifikasi bertahap
kolesterol, melalui enzim spesifik
yang terdapat di kelenjar
endokrin steroidogenik tertentu
• Kortek adrenal memiliki berbagai
enzim untuk menghasilkan tiga
ketegori hormon steroid
– Mineralokortikoid (terutama
aldosteron)
– Glukokortikoid (terutama kortisol
– Hormon seks adrenal
(dehidroepiandrostenedion)
• Aldosteron mengatur kesetimbangan Na+ dan K+ dan
penting untuk homeostatis tekanan darah, yang dicapai
secara sekunder oleh efek osmotik Na+ dalam
mempertahankan volume plasma, suatu efek yang
menyelamatkan nyawa
• Kontrol sekresi aldosteron berkaitan dengan
kesetimbangan Na+ dan K+ serta dengan regulasi tekanan
darah dan tidak dipengaruhi oleh ACTH
• Aldosteron dikontrol oleh sistem renin-angiotensin-
aldosteron (SRAA) dan oleh efek langsung K+ pada korteks
adrenal
• Kortisol membantu mengatur metabolisme bahan bakar
dan penting dalam adaptasi stres
• Hormon ini meningkatkan kadar glukosa, asam amino,
dan asam lemak darah serta menyisakan glukosa untuk
digunakan otak yang dependen-glukosa
• Molekul organik yang mobilisasi ini tersedia untuk
digunakan sebagai sumber energi atau untuk
memperbaiki jaringan yang rusak
• Sekresi kortisol diatur oleh lengkung umpan balik negatif
yang melibatkan CRH hipotalamus dan ACTH hipifisis
• Dehidroandrosteron (DHEA) mengatur
dorongan seks dan pertumbuhan rambut
pubis dan aksila pada wanita
• DHEA tidak memiliki efek nyata pada laki laki,
yang terkalahkan efeknya oleh testosteron
• DHEA berada di bawah kontrol CRH-ACTH,
tetapi menimbulkan umpan balik negatif ke
lengkung gonadotropin
• Medula adrenal terdiri dari neuron
pascaganglion simpatis yang telah mengalami
modifikasi yang disebut sel kromatin, yang
mengeluarkan katekolamin epinefrin ke dalam
darah sebagai respon terhadap stimulasi
simpatis
• Epinefrin memperkuat efek
sistem saraf simpatis dalam
menghasilkan respon
“berjuang atau lari” dan
dalam mempertahankan
tekanan darah arteri
• Epinefrin juga meningkatkan
glukosa dan asam lemak darah
• Perangsan utama peningkatan
sekresi epnifrin adalah
pengaktifan sitem simpatis
oleh stres
Gangguan fungsi adrenokorteks
• Hipersekresi aldosteron, dapat disebabkan oleh:
– Tumor adrenal
– Peningkatan berlebihan aktivitas SRAA
• Hipersekresi kortisol, dapat disebabkan oleh:
– Stimulasi berlebihan oleh CRH, ACTH
– Tumor adrenal yang mengeluarkan kortisol dengan tidak
terkendali tanpa bergantung pada ACTH
– Tumor penghasil ACTHyang terletak di luar hipofisis, terutama
di paru
• Hipersekresi androgen adrenal, penyakit yang
menyebabkan maskulinisasi
Hipersekresi kortisol
• Biasanya menyebabkan penyakit yang berhubungan
dengan glukosa
• Berkurangnya protein otot menyebabkan kelemahan
otot dan kelelahan
• Kulit abdomen yang kekurangan protein dan menipis
menjadi tegang berlebihan dan oleh endapan lemak,
membentuk garis ireguler ungu kemerahan
• Berkurangnya protein struktural di dinding pembuluh
halus menyebabkan pasien mudah memar
Lanjutan..
• Penyembuhan luka terhambat karena
pembentukan kolagen, protein struktural
utama di jaringan parut, tertekan
• Berkurangnya rangka kolagen pada tulang
memperlemah tulang sehingga dapat terjadi
fraktur spontan atau karena cedera ringan
3. Respons Stres Terintegrasi
• Kata stres merujuk pada
respons non-spesifik stresor
generalisata tubuh terhadap
setiap faktor yang
mengalahkan, atau
mengancam untuk
Respons umum non-spesifik
menglahkan, kemampuan apapun jenis stresornya=
kompensasi tubuh untuk respon srtes
mempertahankan homeostatis
• Kata stesor merujuk kepada
semua rangsangan
pengganggu yang memici
respon stres
Selain respon spesifik terhadap berbagai stresor,
semua stresor menimbulkan respon stres
generalisata yang serupa
• Meningkatkan aktifitas simpatis dan efinefrin,
yang mempersiapkan tubuh untuk respons
berjuang atau lari
• Mengaktifkan aksis CRH-ACTH-kortisol, yang
membantu tubuh menghadapi stres dengan
mobilisasi sumber daya metabolik
Lanjutan..
• Peningkatan glukosa dan asam lemak darah
melalui penurunan sekresi insulin dan
peningkatan sekresi glukagon
• Pemeliharaan volume dan tekanan darah
melalui peningkatan aktivitas SRAA dan
vasopresin
CRH

Ss simpatisc
vasopresin ACTH

epinefrin kortisol

glukagon insulin

Irenin- angiotensin- aldosteron


4. Pankreas Endokrin dan Kontrol
Metabolisme Bahan Bakar
• Metabolisme antara atau bahan bakar, secara
kolektif, adalah sintesis (anabolisme), penguraian
(katabolisme), dan transformasi ketiga kelas nutrien
organik kaya –energi-karbohidrat, lemak, dan
protein- di dalam tubuh
• Glukosa dan asam lemak masing masing berasal dari
karbohidrat dan lemak, terutama digunakan sebagai
bahan bakar metabolik, sementara asam amino yang
beasal dari protein terutama untuk sintesis protein
struktural dan enzim
• Selama keadaan absorptif setelah makan, nutrien
yang diserap dan berlebihan serta tidak segera
digunakan untuk menghasilkan energi atau
sintesis protein akan disimpan dalam jumlah
terbatas sebagai glikogen di hati dan otot, tetapi
umumnya sebagai trigliserida di jaringan lemak
• Selama keadaan pasca absorptif atara waktu
makan ketika tidak ada nutrien baru yang masuk
ke darah, simpanan glikogen dan trigliserida
dikatabolisme untuk membebaskan molekul
nutrien ke dalam darah
• Jika dibutuhkan, protein diuraikan untuk
membebaskan asam amino, untuk diubah
menjadi glukosa (glukoneogenesis)
• Konsentrasi glukosa darah harus dipertahankan di
atas batas kritis bahkan dalam keadaan pasca
absorptif, karena otak tergantung pada glukosa
darah sebagai sumber energi
• Jaringan yang tidak bergantung pada glukosa
beralih ke asam lemak sebagai bahan bakar
metabolik sehingga glukosa disisakan hanya
untuk otak
• Konsentrasi glukosa darah dikontrol oleh
faktor faktor yang mengatur penyerapan
glukosa oleh sel dan pengeluaran glukosa oleh
hati

PENYERAPAN GLUKOSA
DARI SAL CERNA

PRODUKSI GLUKOSA OLEH HATI


- MELALUI GLIKOGENOLISIS GLIKOGEN
SIMPANAN
- MELALUI GLIKONEOGENESIS
• Pergeseran dalam jalur metabolik antara
keadaan absorptif dan pasca absorptif
dikontrol oleh hormon
• Hormon terpenting dalam hal ini adalah
insulin
• Insulin disekresikan oleh sel β pulau
lengerhans, bagian endokrin pankreas
Selamat belajar