Anda di halaman 1dari 59

Diare Akut pada Anak deng

Laporan Kasus

an dehidrasi ringan

Pembimbing : dr Elfiedra simatupang sp A


Nur Tasya Ruri
DAFTAR ISI

Terdiri atas anamnesis, PF,


Laporan Kasus PP, diagnosis, tatalaksana,
dan prognosis.

Berisi penjelasan mengenai


definisi, etiologi, epidemiologi, Tinjauan Pustaka
patofisiologi, tatalaksana, dan
prognosis dari diare cair
Mengenai laporan kasus
Analisa Kasus dengan teori

Sumber kepustakaan yang


referensi
referensi diambil
Laporan Kasus
IDENTITAS
Nama : An. NK Jenis Kelamin : Laki - laki
Umur : 6 bulan 24 hari Suku Bangsa : betawi
Tempat / tanggal lahir: Jakarta, 15 juni Agama : Islam PASIEN
2019
Alamat: Jln Lagoa TR GG 2 no 08 Pendidikan :-

Ayah Ibu
Nama Tn. BA Ny. N
ORANG TUA
Umur 34 th 31 thn
Alamat Jln Lagoa TR GG 2 no 08

Pekerjaan Pegawai swasta Pegawai swasta


Pendidikan D3 D3

Hubungan dengan orang tua : Suku bangsa Betawi Sunda


pasien merupakan anak kandung Agama Islam Islam
Dilakukan secara alloanamnesis dengan Ny. N (ibu kandung pasien)

Lokasi Bangsal lantai XII


ANAMNESIS Tanggal/ waktu 08 Januari 2020
Tanggal masuk 08 januari 2020

Keluhan Utama

• Bab cair 3 hari sebelum masuk rumah sakit

Keluhan tambahan

• Demam, muntah, mual


ANAMNESIS
Allo anamnesis

1 hari SMRS
3 hari SMRS 2 hari SMRS
Bab 1 hari > 5 kali ganti
Bab cair 1 hari 3x ganti Bab 1 hari > 5 kali ganti popok, cair, ampas sedikit,
popok, kuning, lendir (+), popok, cair, ampas sedikit, hijau, lendir (+), darah (+)
darah (-) ampas (-) hijau, lendir (+), darah (+)
merah segar
Zink dan oralit merah segar
Jam 09.00 Jam 13.00 Jam 18.00
diberikan makanan demam demam
bab hanya terdapat darah bab darah sudah mulai terus menerus
pasien bab lagi masih
dan lendir tanpa disertai berkurang lebih banyak menurun bila
terdapat darah berwarna
dengan ampas pasien mulai ampasnya setelah berikan diberikan
merah segar dan lendir
lemas menyusu makanan sanmol, terdapat
terdapat sedikit ampas
mual dan muntah
sebanyak 3 kali
penurunan BB (-)
Riwayat Penyakit Dahulu
Dirawat ketika usia 5 bulan dengan
keluhan yang sama

Riwayat penyakit keluarga :


Tidak ada keluarga yang
menderita penyakit yang sama
Morbiditas kehamilan Tidak ada

Perawatan antenatal Rutin kontrol ke bidan 1 bulan sekali selama


KEHAMILAN bulan kehamilan

Tempat persalinan Rumah Bersalin


Penolong persalinan Bidan
Normal
Cara persalinan
Penyulit : -
KELAHIRAN Masa gestasi Cukup Bulan
Berat lahir : 2900 gram
Panjang lahir : 50 cm
Lingkar kepala : (tidak tahu)
Keadaan bayi
Langsung menangis (+)
Kemerahan (+)
Nilai APGAR : (tidak tahu)
Kelainan bawaan : tidak ada
Kesimpulan riwayat kehamilan / kelahiran: Neonatus Cukup
Bulan – Sesuai Masa Kehamilan
RIWAYAT PERKEMBANGAN

Riwayat perkembangan Umur Normal

Pertumbuhan gigi I lupa 5-9 bulan


Gangguan perkembangan Tidak ada
mental
Psikomotor
•Tengkurap 3 bulan 3-4 bulan
•Duduk 5 bulan 6-9 bulan
•Berdiri 9-12 bulan
•Berjalan 13 bulan
•Bicara 9-12 bulan

Kesimpulan riwayat pertumbuhan


dan perkembangan : baik
(sesuai usia)
Riwayat imunisasi
Hepatitis B 4x usia 0,2,3,4
bulan
• Polio 3x usia 2,3,4 bulan
• BCG 1x usia 2 bulan
• DPT 3x usia 2,3,4 bulan
• Campak belum

Imunisasi dasar belum lengkap


Pemeriksaan Fisik
TTV Data Hasil Grafik WHO
Antropometri
• Keadaan umum : tampak • BB/U = 8,3/6 = 0< z score > +2
• BB : 8,3 kg
sakit sedang • gizi normal
• HR : 120 x/m • PB : 68 cm • PB/U = 68/6 = (-2) < Z
• RR : 22 x/m • Umur : 6 bln SCORE < (+1)
• T : 37,1 oC • Lingkar kepala : 43 • baik/normal
cm • BB/TB = 6,3/ 68 = 0<Z SCORE < (+1)
• LLA: 13 cm • Normal
• BMI = BB/(TB)2 = 8,3/(0,68)2 =
• Resiko gizi berlebih
Pemeriksaan Sistematis

Kepala
• Bentuk dan ukuran : Normochepali ubun- ubun tidak cekung
• Rambut dan kulit kepala: rambut hitam, distribusi merata,
tidak mudah dicabut
• Mata : CA+/+, SI -/-,isokor, refleks cahaya +/+ , mata cekung (-/-),
• Hidung : bentuk normal, deviasi septum nasi (-),
sekret (-), epistaksis (-)
• Telinga :bentuk normal, sekret (-), nyeri tekan tragus (-),
gangguan pendengaran (-)
Pemeriksaan Sistematis

• Bibir : kering (-) , pucat


• Gigi – geligi : dalam batas normal
• Mulut : Mukosa mulut basah
• Lidah : normoglosia, coated toungue (-)
• Tonsil : T1 T1, hiperemis (-)
• Faring : Tenang, hiperemis (-)
• Leher : KGB (-)
Pemeriksaan Fisik

• THORAX
• deformitas (-), retraksi suprasternal (-), retraksi interkostal (-), retraksi epigastrium (-)
• JANTUNG
• Inspeksi: ictus cordis tidak nampak
• Palpasi: ictus cordis teraba di ICS V midclavicularis kiri
• Auskultasi: bunyi jantung I/II regular, murmur (-), gallop (-)
PEMERIKSAAN HASIL
PARU Inspeksi: tidak ada pernapasan tertinggal, pernapasan abdominothorakal, tidak ada
retraksi iga
Palpasi: gerakan napas simetris kanan dan kiri, tidak ada bagian yg tertinggal
Perkusi: secara acak sonor pada kedua lapang paru
Auskultasi: suara napas vesicular +/+, ronkhi -/-, wheezing -/-

ABDOMEN Inspeksi : perut cembung, tidak tampak efloresensi bermakna, benjolan (-),
pergerakan peristaltik (-)
Palpasi : supel, nyeri tekan (-), turgor kulit baik
Perkusi : timpani pada seluruh lapang perut
Auskultasi : bising usus (+), frekuensi 35 x / menit hiperperistaltik
GENITALIA Penis normal testis keduanya sudah turun
ANUS Tidak ada kelainan dan tidak ada luka sekitar anus
PEMERIKSAAN HASIL
KGB:
•PREAURIKULER tidak teraba membesar
•POSTAURIKULER tidak teraba membesar
•SUBMANDIBULA tidak teraba membesar
•SUPRACLAVICULA tidak teraba membesar
•AXILLA tidak teraba membesar
•INGUINAL tidak teraba membesar
ANGGOTA GERAK
•EKSTREMITAS Akral hangat pada keempat
ekstremitas
Pemeriksaan Laboratorium
Tanggal 08/01/2020

Darah rutin Elektrolit Glukosa sewaktu

 
Hb = 10.3 g/dl
Leukosit = 8.98 10˄3/µl
Na = 141 mEq/L
K = 4.23 mEq/L
120 mg/dl

Ht = 32.8 % Cl = 103 mEq/L


Trombosit = 377
10˄3/µl Kesan : anemia GDS↑
RESUME

Conjungtiva anemis +/+, mukosa bibir


pucat +
Pasien datang dengan keluhan bab cair 3 hari smrs, 1 hari ganti popok 3 kali, bab cair berwarna
kuning disertai dengan lendir masih terdapat adanya ampas sedikit 2 hari smrs bab 1 hari > 5 kali
CM / GCS E4M6V5
ganti popokHRlebih banyak air dari ampas, bab berwarna hijau bercampur lendir
120x/menit Pasien dan sedikit
beresiko gizi darah
berlebih
Status
yang berwarna merah segar
RR 22x/menit
37,1 Suhu Generalis
1 hari smrs bab >5 kali dalam 1 hari ganti popok jam 09.00 hanya terdapat darah dan lendir tanpa
Data
disertai apa pasien mulai lemas PF menyusu pada jam 13.00 setelah diberikan makanan pasien bab
antropro
masih terdapat darah merah segar dan lendir dan sudah terdapat sedikit ampas pada jam 18.00
metri Hbdisertai
: 10.3 g/dl
setelah makan bab lebih banyak ampasnya dan darah sudah mulai berkurang keluhan
dengan demam, terus menerus menurun dengan obat sanmol, dan disertai dengan mualAnemia dan
muntah sebanyak 3 kali muntah 1 dan ke2 berisi susu dan cairan berwarna kuning muntah Gds : 120
ke mg/dl
3
berisi cairan berwarna kuning anak lebih lemas dan lebih malas menyusu dibotol hanya habis 3 botol
Anamnesi
per hari tetapi anak PP
masih lebih suka menyusu dari ibunya. Anak tidak mendapatkan susu tambahan
hanya asi dan sudahsmulai diberi makan makanan pendamping yaitu bubur saring

Diare cair akut ec bakteri
Diagnosa banding ●
Diare cair akut ec parasit

Diagnosa kerja ●
Diare cair akut dengan dehidrasi
PROGNOSIS

Ad vitam ●
ad bonam

Ad functionam ●
Ad bonam

Ad sanationam ●
ad bonam
PENATALAKSANAAN

Non medikamentosa


Hygiene yang merawat pasien harus diperhatikan, harus cuci tangan sebelum makan & setelah membersihkan kotoran pasien.

Meningkatkan penggunaan air bersih.

Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan disekitar tempat tinggal.

Meningkatkan frekuensi makan pada pasien walaupun hanya sedikit-sedikit makannya.

Menjelaskan kepada orang tuapasien bahwa penyakit yang diderita kemungkinan dapat berulang untuk itu harus tetap menjaga kebersihan.

Memberikan cairan oralit setiap BAB

Mengkonsumsi zinc sehari 1 kali selama 10-14 hari berturut turut tidak boleh berhenti

Medikamentosa


Ondancentron 3x1mg

Ranitidin 2x10mg iv

Ceftriaxon 2x1 gr

Paracetamol 3x ½ tablet

Zinc tab 1x 10mg , PO

Oralit 100 ml (tiap BAB), PO

Asering 10 tpm
• Zinc tab 1x ½ cth , PO
• Tanggal 09/1/20
• S : BAB 3 pada bab 1 dan 2cair dan terdapat darah • Tanggal 10/01/2020
segar sedikit lendir sedikit, ketiga tidak ada darah cair • S : BAB 3 cair warna hijau darah (-), lendir (-)
dan berwarna hijau ibu os mengatakan tidak ada demam demam (+) semalam
pasien masih lemas. Tetapi asi masih mau, muntah (-), • O : TTV
mual (+)
• Keadaan umum : tampak sakit sedang
• O : TTV
• HR : 120 x/menit
• Keadaan umum : tampak sakit sedang
• RR : 20 x/menit
• HR : 117 x/menit
• T : 37,6 oC
• RR : 24 x/menit
• A : Diare cair akut
• T : 37,0 oC
• P : zinc 1x ½ cth
• A : Diare cair akut
•  
• P : ondancentrone 3 x 1 mg
• Rantin 2 x 10mg
• Kaen1B 800 cc/ hari
• As traneksamin 3 x100
  Hasil Nilai Rujukan
Makroskopis    
Warna Hijau Kuning coklat
Konsistensi negatif Agak lunak
Lendir Negatif Negatif
Darah Negatif Negatif
Mikroskopis    
Leukosit 2-4 0-2
Eritrosit 0-1 0-1
Epitel 1+ 0-4
Lemak Negatif Negatif
Amylum Negatif 0-1
Ameba Negatif Negatif
Telur Negatif Negatif
Telur cacing Negatif Negatif
Tanggal 11/01/2020 Tanggal 12/01/2020
S : BAB 3 cair warna hijau darah (-), lendir (-) demam (+) S : BAB 3 cair warna hijau darah (-),
semalam lendir (-) demam (-) semalam
O : TTV O : TTV
Keadaan umum : tampak sakit sedang
Keadaan umum : tampak sakit sedang
HR : 120 x/menit
HR : 118 x/menit
RR : 20 x/menit
T : 37,6 oC RR : 25 x/menit
A : Diare cair akut T : 36,6 oC
P : A : Diare cair akut
Ondancentron 3x1mg P :
Transamin 3x100mg Zinc syr 1x1/2 cth
ceftriaxone 1x 400mg Pct syr 3 x ½ cth
zinc 1x ½ cth ceftriaxone 1 x 400mg
Kaen1B 800 cc/ hari Kaen1B 800 cc/ hari

Analisa feses 11/01/20

  Hasil Nilai Rujukan


Analisa feses    
Darah samar tinja negatif Negative
• Tanggal 12/01/2020
• S : BAB 2 cair warna hijau darah (-), lendir (-) • Tanggal 13/01/2020
demam (-) • S : BAB 3 cair warna hijau darah (-), lendir (-)
• O : TTV demam (+) semalam, batuk (+)
• Keadaan umum : tampak sakit sedang • O : TTV
• HR : 120x/menit • Keadaan umum : tampak sakit sedang
• RR : 24 x/menit • HR : 125x/menit
• T : 36,4 oC • RR : 25 x/menit
• A : Diare cair akut • T : 37,4 oC
• P : KN1B 800cc / hari • A : Diare cair akut
• Zinc syr 1x1/2 cth • P : ceftriaxone 1 x 400mg
• Pct syr 3 x ½ cth • Metronidazole 3x80mg
• ceftriaxone 1 x 400mg
• Tanggal 14/01/2020
• S : belum BAB demam (+) semalam batuk (+)
• O : TTV • Tanggal 15/01/2020 (pulang)
• Keadaan umum : tampak sakit sedang • S : BAB 1 kali lendir (-) darah (-) warna cokelat
• HR : 109x/menit lunak demam (-), batuk (-)
• RR : 22x/menit • O : TTV
• T : 37,0 oC • Keadaan umum : tampak sakit sedang
• A : Diare cair akut • HR : 111x/menit
• P : ceftriaxone 1 x 400mg • RR : 22x/menit
• Metronidazole 3x80mg • T : 37,2 oC
• A : Diare cair akut
• P : ceftriaxone 1 x 400mg
• Metronidazole 3x80mg
Tinjauan Pustaka
Definisi
Definisi
Buang besar ≥ 3x dalam 24 jam DENGAN konsistensi CAIR

Klasifikasi (berdasarkan lama diare)


 Diare < 14 hari  diare akut
 Diare ≥ 14 hari  diare persisten
ETIOLOGI

Bakteri:
Shigella, Salmonella, Yersinia,
Campylobacter, dan berbagai
strain dari Escherichia coli.

Malabsorpsi : Faktor Makanan :


Karbohidrat Keracunan Makanan
Parasit:
Lemak Alergi terhadap
EntamoebaProtein
histolytica, makanan
Giardia lamblia, Balantidium
coli, Cryptosporidium parvum
Epidemiologi

• Diare masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di negara berkembang


termasuk di Indonesia dan merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi pada
anak.
• Di dunia  6 juta anak meninggal tiap tahun  karena diare.

 Berdasarkan penyakit menular, diare merupakan penyebab kematian peringkat ke-3


setelah TB dan Pneumonia.
• 31,4% penyebab kematian bayi (usia 29 hari-11 bulan) yang terbanyak
• 25,2% penyebab kematian anak balita (usia 12-59 bulan)
Klasifikasi diare:
Diare < 14 hari  diare akut
Diare ≥ 14 hari  diare persisten
1. Diare Sekretorik
Patomekanisme
2. Diare Invasif:
- dysentriform
- non dysentriform
3. Diare Osmotik
PENULARAN

Faktor
umur

Infeksi
asimtomatik

Faktor
musim
Patofisiologi

Diare Osmotik:
Patofisiologi Diare Sekretorik:

Akumulasi
cAMP
adenosine
Toksin yang intraseluler
triphosphate
dihasilkan sekresi aktif
(ATP) 
mikroorganis air, ion klorida,
cyclic
me natrium,
adenosine
mengaktifkan kalium, dan
monophospha
adenil siklase bikarbonat ke
te (cAMP).
dalam lumen
usus.

Vibrio cholera, Enterotoxigenic Eschericia colli (ETEC),


Shigella, Clostridium, Salmonella, dan Campylobacter
Diare Invasif:
• Adanya invasi dari mikroorganisme ke dalam mukosa usus  kerusakan
pada mukosa usus. Diare invasif disebabkan oleh virus, bakteri, atau parasi
t.

• Diare invasif terdapat dalam 2 bentuk yaitu:

Diare non
dysentriform berupa
Diare dysentriform
diare yang berupa diare berdarah
tidak berdarah yang biasanya
disebabkan oleh
bakteri Shigella,
Salmonella, dan EIEC
Gejala klinis Rotavirus Shigella Salmonella ETEC EIEC Kolera
Masa tunas 17-72 jam 24-48 jam 6-72 jam 6-72 jam 6-72 jam 48 – 72 jam
Panas + ++ ++ - ++ -
Mual & muntah Sering Jarang Sering + - Sering
Nyeri perut Tenesmus Tenesmus kramp Tenesmus + Tenesmus Kramp
kolik kramp
Nyeri kepala - + + - - -
Lamnya sakit 5-7 hari > 7 hari 3-7 hari 2-3 hari variasi 3 hari
Sifat tinja
Volume Sedang Sedikit Sedikit Banyak Sedikit Banyak
Frekuensi 5-10 x/hari >10x/hari Sering Sering Sering Terus menerus
Konsistensi Cair Lembek Lembek Cair Lembek Cair
Darah - Sering Kadang-kandang - + -
Bau -   Busuk + Tidka Amis khas
Warna Kuning hijau Merah hijau Kehijauan Tak berwarna Merah hijau Seperi air cucian
beras
Leukosit - + + - - -
Lain – lain Anoreksia Kejang Sepsis Meteorismus Infeksi sistemik  
PENEGAKAN DIAGNOSIS

Pemeriksaan
Fisik
Anamne  Pemeriksaan fisik
sis ◦ Keadaan umum
• Lama, frekuensi, warna & bau ◦ Kesadaraan
tinja, lendir dan/darah dalam tinja ◦ TTV : TD, denyut nadi, pernafasan, suhu
• Muntah, rasa haus, rewel, anak ◦ Berat badan
lemah, kesadaran menurun, BAK ◦ Tanda dehidrasi utama
terakhir, 1. Kesadaran
• Jenis makanan dan minuman 2. Tugor kulit (abdomen)
yang dikonsumsi selama diare, 3. Kemampuan minum
mengonsumsi makanan yang ◦ Tanda dehidrasi tambahan : menilai
tidak biasa 1. Mata
• Penderita diare di sekitarnya 2. Ubun-ubun besar
• Sumber air minum 3. Mukosa mulut dan bibir
4. CRT
Pemeriksaan Penunjang


Darah lengkap,serum elektrolit, analisa gas darah,
Darah glukosa darah, kultur dan tes kepekaan terhadap
antibiotika


Urine lengkap, kultur dan tes kepekaan terhadap
Urin antibiotika


Makroskopik

Watery  enterotoksin virus, protozoa,

Darah atau mukus  bakteri yang menghasilkan sitotoksin

Tinja

Darah bercampur dalam tinja  E. histolytica (permukaan), EHEC (garis-garis )

Berbau busuk  Salmonella,Giardia, Cryptosporidium dan Strongyloides

Mikroskopik

Mencari adanya leukosit (PMN)

Kultur tinja  tinja berdarah, lekosit pada tinja, KLB diare, penderita immunocompromised
Klasifikasi dehidrasi

Dehidrasi ringan sedang/ tidak


Tanpa dehidrasi (kehilangan Dehidrasi berat (kehilangan
berat (kehilangan cairan 5-10%
cairan <5% berat badan cairan > 10%berat badan)
berat badan)


2 tanda atau lebih ●
2 tanda atau lebih

Keadaan umum gelisah atau rewel

Keadaan umum lemah, letargi atau

Tidak terdapat cukup ●
Ubun ubun besar cekung, mata koma
Ubun-ubun sangat cekung, mata sangat
tanda untuk

cekung, air mata kurang, mukosa
cekung, air mata tidak ada, mukosa
diklasifikasikan sebagai mulut dan bibir sedikit kering mulut dan bibir sangat kering

Minum dengan lahap, haus
dehidrasi ringan atau berat Turgor kurang (cubitan perut

Tidak bisa minum/malas minum
● ●
Turgor sangat kurang cubitan perut
kembali lambat) kembali sangat lambat (≥2 detik)
P
E
N
A
T
A
L
A
K
S
A
N
A
A
N
P
E
N
A
T
A
L
A
K
S
A
N
A
A
N
P
E
N
A
T
A
L
A
K
S
A
N
A
A
N
P
E
N
A
T
A
L
A
K
S
A
N
A
A
N
P
E
N
A
T
A
L
A
K
S
A
N
A
A
N
P
E
N
A
T
A
L
A
K
S
A
N
A
A
N
Pengobatan dengan zinc:

 Diberikan selama 10-14 hari meskipun anak sudah tidak me


ngalami diare
 Dosis :
• Umur < 6 bulan : 1/2 tab/hari (10mg)
• Umur ≥ 6 bulan : 1 tab/hari (20mg)
 Dilarutkan dalam air matang/ASI : 30 detik
Pemberian antibiotik

•• Tidak
Tidak rutin
rutin diberikan.
diberikan.
•• Pemberian
Pemberian antibiotik
antibiotik yang
yang tidak
tidak rasional  mengganggu
rasional  mengganggu keseimbangan
keseimbangan flora
flora usus  dapat
usus  dapat memperpanjang
memperpanjang lama
lama diare
diare dan
dan Clostridi
Clostridi
um
um difficile
difficile tumbuh  diare
tumbuh  diare sulit
sulit disembuhkan.
disembuhkan.
•• Pemberian
Pemberian antibiotik
antibiotik yang
yang tidak
tidak rasional
rasional dapat
dapat mempercepat
mempercepat resistensi
resistensi kuman
kuman terhadap
terhadap antibiotik.
antibiotik.

Shigella
Shigella dysentri
dysentri
•• Cotrimoxazole
Cotrimoxazole 50
50 mg/kgBB/hr,
mg/kgBB/hr, dibagi
dibagi 2
2 dosis,
dosis, selama
selama 5
5 hari
hari
•• Tiamfenikol
Tiamfenikol 50
50 mg/kgBB/hr
mg/kgBB/hr dibagi
dibagi 3
3 dosis
dosis
•• Cefixime
Cefixime 10
10 mg/kgBB/hr,
mg/kgBB/hr, dibagi
dibagi 2
2 dosis,
dosis, selama
selama 3-5
3-5 hari
hari

Amoebiasis
Amoebiasis Giardiasis
Giardiasis
•• Metronidazol
Metronidazol 30-50
30-50 mg/kgBB/hr,
mg/kgBB/hr, dibagi
dibagi 3
3 dosis,
dosis, selama
selama 5-10
5-10 hari
hari
Lanjutkan pemberian makan/ASI

Mencegah kehilangan berat badan dan sebagai pengganti nutrisi yang hilang
ASI dan susu formula: sesering mungkin

Adanya perbaikan nafsu makan menandakan fase kesembuhan

Anak tidak boleh dipuasakan, makanan diberikan sedikit-sedikit tapi sering (lebih kurang 6
x sehari), buah buahan diberikan terutama pisang.

>6bulan : makanan yang mudah dicerna dengan porsi kecil dan sering
Makan 6x/hari
Makanan tambahan diteruskan selama 2 minggu
Edukasi orangtua/pengasuh

• Orangtua dan pengasuh diajarkan cara menyiapkan oralit secara benar.


• Cara pemberian cairan dan obat dirumah
• Kapan harus kembali:

Diare makin

Makan atau sering, atau


Tinja
Demam belum membaik
Berdarah minum sedikit
dalam 3 hari
Pencegahan

Kebersihan perorangan, cuci tangan


ASI tetap diberikan
sebelum makan

Kebersihan lingkungan, buang air Memberikan makanan penyapihan


besar di jamban yang benar
Analisa Kasus
Diare akut adalah buang air besar cair pada atau anak lebih dari 3
kali perhari, disertai perubahan konsistensi tinja menjadi cair
dengan atau tanpa lendir dan darah yang berlangsung kurang dari
satu
minggu.

pasien didapatkan BAB cair dimana


frekuensinya lebih dari 5 kali yang
berlangsung sejak 3 hari SMRS dan
konsistensi cair dimana orang tua
mengganti popok sebanyak > 5 kali
terdapat adanya lendir
sifat diarenya sekretorik eksudatif dimana Diare ini
serta darah
Penyebab
disebabkan diare iniradang
oleh penyakit biasanya
saluranbakteri
pencernaan
yang mengeluarkan mucus, protein, perdarahan lama
enteroinvasif E.Coli (EIEC), shigella, serta
saluran pencernaan. Diare eksudatif mempengaruhi
parasit yangsekresi,
penyerapan, seringatau
yaitu E. Histolitika
fungsi dan
motilitas terkait
dengan volume tinjaG. Lamblia.
yang besar. diarenya dapat
tercampur lendir atau darah
dengan dimungkinkan karena proses
peradangan atau akibat dehidrasi

demam
Diare akut masih merupakan penyebab utama morbiditas
dan mortalitas anak di Negara berkembang. Pada sebagian
besar kasus penyebabnya adalah infeksi akut intestinum
yang disebabkan oleh virus, bakteri atau parasit.

• Cara penularan diare pada umumnya melalui cara fekal – oral yaitu melalui makanan atau minuman yang terce
mar oleh enteropatogen atau kontak langsung tangan dengan penderita atau barang-barang yang telah tercema
r tinja penderita atau tidak langsung melalui lalat (melalui 4F = fingers, flies, fluid, field)

Factor resiko yang dapat meningkatkan penularan enteropatogen antara lain tidak memberikan ASI secara penuh
untuk 4-6 bulan pertama kehidupan bayi, tidak memadainya penyediaan air bersih, pencemaran air oleh tinja,
kurangnya sarana kebersihan (MCK), kebersihan lingkungan dan pribadi yang buruk, penyiapan dan penyimpanan
makanan yang tidak higienis dan cara penyapihan yang tidak baik
serum elektrolit untuk menentukan apakah terdapat gangguan elektrolit ataukah tidak, dilakukan analisa gas
darah pada pasien dengan dehidrasi berat, glukosa darah untuk mengetahui apakah pasien dalam keadaan
hiperglikemia karena tidak adanya asupan ataukah karena stress tubuh yang mana meningkatkan hormone
kortisol, kultur dan tes kepekaan terhadap antibiotic untuk mengetahui bukti adanya infeksi bakteri.

Pemeriksaan laboratorium lengkap pada diare akut pada umumnya tidak diperlukan,
hanya pada keadaan
tertentu mungkin diperlukan misalnya penyebab dasarnya tidak diketahui atau ada sebab-sebab
lain selain diare akut atau pada penderita dengan dehidrasi berat. Pemeriksaan yang dapat dilaku
kan adalah pemeriksaan darah lengkap untuk mencari tahu penyebab diare apakah infeksi virus,
bakteri ataukah parasite

Pada pasien ini dilakukan pemeriksan daarah rutin dan kultur feses. Menurut hasil laboratorium yang
dilakukan ditemukan adanya hiperglikemi, dan anemia pada kultur feses didapatkan leukosit yang
meningkat 2-4 lpb. Dan pada pasien ini didiagnosa dengan diare cair akut dengan dehidrasi untuk
terapi kita bisa memberikan TRO (Oral,NGT,Intravena)dan zinc
Daftar Pustaka
• Daftar Pustaka
• Subagyo B, Santoso NB. Diare akut. Dalam: Juffrie M, Soenarto SSY, Oswari H, Arief S, Rosalina I, Mulyani NS, penyunting. Buku Ajar
Gastroenterologi – Hepatologi. Edisi ke- 1. Jakarta: Badan Penerbit IDAI; 2012. h. 87-120
• World Gastroenterology Organisation Global Guidelines: Acute diarrhea in adults and children: a global perspective, February 2012.
• Johnston BC, Shamseer L, da Costa BR, et al: Management issues in trials of pediatric acute diarrheal disease. Pediatrics. 2010; 126(1)
.
• Pengendalian Diare di Indonesia. Kementerian Kesehatan RI. 2011. Volume 2.
• Ragi WL, Yunita D. Hubungan antara Pengetahuan dan Kebiasaan Mencuci Tangan Pengasuh dengan Kejadian Diare pada Balita. Jurn
al of Health Education. Universitas Negeri Semarang. 2016.
• Weizman Z, Asli G, Alsheikh A. Effect of a Probiotic Infant Formula on Infections in Child Care Centers: Comparison of Two Probiotic Age
nts.Pediatrics 2008; 115: 5-9.
• Diare Akut. Dalam: Buku Ajar Gastroenterologi-Hepatologi. Jilid I. Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2009.
• Diare Akut. Dalam: Pedoman Pelayanan Medis. Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2009.
• Panduan Sosialisasi Tatalaksana Diare Balita. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2011.
• Lintas Diare. Dalam: Buku Saku Petuga Kesehatan. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2011.
• Buletin Jendela Data dan Informasi Kesehatan. 2011. Situasi Diare di Indonesia. Kementerian Kesehatan RI.
• Antonietta G, Alfredo G. Management of Children with Prolonged Diarrhea. Department of Translational Medical Sciences of Pediatrics.
University of Naples, Italy. 2016.
Thank you