Anda di halaman 1dari 72

Interaksi, Hukum Sistem,

&
Penyakit Org. Sekolah

Triono Soendoro
Basic Assumptions:
How the game Drivers for Basis for
is evolving change competition
Systems Dimensions Systems Principles
Defining problems Openness
Power
& opportunities:
Purposefulness
Beauty System Obstruction System
Analysis Analysis Dynamics Emergent Property
Wealth
Multi-
Knowledge Dimensionality
Designing a Solution
(Idealized Design) Counter-
Values
Intuitiveness

Levels of Output:
Redesigning Redesigning Redesigning
the business the operations the product

Interactive System Jamshid ‘99


Prinsip Sistem
• Openness • Influence vs. control
• Purposefulness • Transactional
• Multidimensionality environment
• Emergent property • Leadership
• Counterintuitiveness • Information vs.
Knowledge vs.
Understanding
Memahami Makna Emergence
• Bukan sekedar penggabungan pendapat
yang berbeda
• Tetapi juga penggabungan
– Keahlian,
– pengetahuan,
– nilai dan
– sifat yang berbeda
Pentingnya Perbedaan
• Seseorang sering kali • Apa yang anda lakukan
punya lebih dari satu bila dalam organisasi
pendapat anda ada 2 pendapat
• Yang bersangkutan yang berbeda
umumnya tidak • Apakah anda akan marah
marah/kesal / kesal?
• Yang bersangkutan • Apakah anda akan
merangkumnya dalam menggabungkan
sebuah sintesis pendapat itu?
• Mengapa ya / tidak ?
Mendorong Emergent
• Kebiasaan merenungkan berbagai pendapat
dalam diri perlu ditularkan ke organisasi
• Jika ada usulan dari orang lain, jangan segera
diikuti, jangan pula segera dibantah
• Pikirkan usulan tandingan, baik yang berbeda,
maupun yang sebaliknya
• Dorong orang lain untuk mengemukakan usulan
tandingan, baik yang berbeda maupun yang
sebaliknya
Keunggulan Emergence
• Jika seluruh keputusan harus disetujui oleh
Gatot, maka kelompok tergantung Ia
• Kerugiannya: tanpa Gatot, kelompok tidak bisa
mengambil keputusan
• Bila Gatot, bersama dengan anggota kelompok
mengembangkan sistem, dan Gatot juga
tunduk pada sistem itu, maka kelompok akan
tetap bisa bekerja, meskipun Gatot tidak hadir
Hierarchy of Influence
(Jenjang Pengaruh)

Understanding U
(Mengapa?)

Knowledge K
(bagaimana?) Tujuan
&
Information
(apa?) I Pilihan
Purposefulness
Dimensions of Decisions

Rational

Emotional Cultural

The world is not run by those who are right;


it is run by those who can convince others they are right.
Dimensi Keputusan
• Pilihan: hasil interaksi 3 dimensi (R, E, Kultur)”
• Pilihan “R”: wilayah self interest—refleksi
pengambil keputusan (tidak selalu “wisdom)
• Wisdom: berkaitan dg etika—melihat konsekwensi
perbuatan dlm konteks kolektivitas
• “E”: gembira, gairah, menarik, menantang—nilai
intrinsik (tennis, tsunami)
• “R”: menghindari resiko; “E”: tidak—melekat dlm
keputusan—penuh tantangan dan gairah
Kultur: Penggerak Sistem RS
• Berkaitan dg norma etika kehidupan
kolektif
• Tujuan/Goal sistem: berjuang mencapai
dan mempertahankan nilai-nilai
• Karena nilai ADA dalam kultur, org tidak
menyadari bahwa ia punya “PILIHAN”
lain.
• Default value—tertanam tanpa disadari—
dianggap realitas (kronis) kecuali dg
kesadaran mengadakan pengujian—kunci
perubahan
Pendidikan Professional
(Kepmendiknas No. 232/U/2000)

bertujuan untuk menyiapkan peserta didik


menjadi anggota masyarakat yang memiliki
kemampuan profesional dalam menerapkan,
mengembangkan, dan menyebarluaskan
teknologi dan/atau kesenian serta
mengupayakan penggunaannya untuk
meningkatkan taraf kehidupan masyarakat
dan memperkaya kebudayaan nasional.
Kata Kunci
?
PROFESIONAL
Muridnya: Gurunya, Sekolahnya?
Sistem Pendidikan/Sekolah:
Komponen Pembentuk?

Global
Driving
Murid
Forces

Gudosin
Community
Professional

• Having or showing the skill or


qualities

• Highly skilled and experienced


person
Sistem Sekolah: Komplex

Values

Practices Resources

Values Values

Practices Resources Practices Resources


JPT: Teaching—Learning?
• Learning proses yang ideal:
– organisasi adalah produk berpikir &
berinteraksi anggotanya
– pembelajaran adalah interaksi yang
didorong VISI (creative tension)
– perpaduan kognitif dan relasional
Learning Classroom

Gudosin
Ortum
Kelas
Murid

Interaksi Komponen Komunitas (seputar


rumah murid)
Lingkungan Luar Komunitas
(beyond the community)
Dewan Sekolah Learning School

Kep Sek Administrative &


staff pendukung

Gudosin
Lain (Union)
Gudosin

Ortum
Kelas
Murid
Murid
lain, teman
Dan kerabat

Komunitas (seputar rumah


murid))
The world at large
(beyond the community)
Ideologues and influencers
Publishers, universities,
creators, scientists, and Administrator lain
Pemerintah (lokal,
other ‘suppliers of knowledge’ Pusat)

Media lokal
(termasuk
talk shows)
Dewan Sekolah
Learning
Kep Sek
Community
Lembaga
komunitas Administrative
(RS, Mesdjid, & staf pendukung
Pesantren, Gudosin
Pekerja Sosial) lain
Gudosin (& unions)
Extended
family & Ortum
Jaringan Kelas
keluarga
Murid Other
Private businesses students,
(employing parents friends
and students) Komunitas (home for
this group of students)
Media internasional, sumber baru pemasok knowledge,
news, internet, and other interactive The world at large
opportunities for learning outside the classroom. (beyond the community)
INSTRUMENTAL INPUT
Kurikulum
•Metode
•Bahan ajar
•Teknik evaluasi

RAW INPUT PROSES OUT PUT


•PBM di kelas
Peserta Didik •PBM di lapangan Ahli Madya
•Pelayanan Khusus Kesehatan
Sipensimaru •UAP, Wisuda

•Tenaga Kependidikan •Pembiayaan


•Tenaga non kependidikan •Sarana dan prasarana
•Administrasi Personil

ENVIROMENTAL INPUT
Kurikulum: Praktek? Nilai?
(Kepmendiknas No. 232/U/2000)

seperangkat rencana dan pengaturan


mengenai isi, maupun bahan kajian
dan pelajaran serta cara
penyampaian dan penilaiannya, yang
digunakan sebagai pedoman
penyelenggaraan kegiatan belajar
mengajar di perguruan tinggi
KURIKULUM
STANDAR INTERNASIONAL

KURIKULUM BERBASIS
KOMPETENSI

KURIKULUM
INSTITUSIONAL

KURIKULUM
INTI
Kurikulum Berbasis Kompetensi
Suatu kurikulum yang menjamin
tercapainya pengetahuan, sikap serta
ketrampilan dan kemampuan yang
ditetapkan sesuai tuntutan bidangnya,
sehingga lulusan yang dihasilkan akan
memperoleh wewenang menjalankan
keahlian sesuai bidangnya
Kompetensi
• Competent:
– cakap, mampu, tangkas
• Competence:
– kecakapan, kemampuan
– wewenang
• Kompetensi (Kepmendiknas No. 045/U/2002)
seperangkat tindakan cerdas, penuh
tanggung jawab yg dimiliki seseorang sbg
syarat utk dianggap mampu oleh masy, dlm
melaksanakan tugas2 di bdg pekerjaan tttu
Aplikasi Bloom: Kognitif?
Pengetahuan (knowledge)
Pemahaman
Penerapan
Analisis
Sintesis
Evaluasi
Pemb. Derivatif: Kognitif
• Pembelajaran derivatif berkaitan dengan
usaha untuk memahami dan
memanfaatkan “alam secara umum”
• Hasil pengiring dari structural coupling
dengan alam untuk mendapatkan materi
dan energi yang diperlukan sistem untuk
menyangga kehidupannya
• Berkaitan dengan IPTEK dan SENI,
bersifat appresiatif.
Asumsi Tentang Belajar-Mengajar:
Realitas, Dilemma, Problem?
• Murid “defisien”, sekolah “fiksasi”
• Belajar hanya dikepala, tidak diseluruh
tubuh
• Setiap murid belajar dengan cara sama
• Pembelajaran hanya terjadi di kelas,
praktek kerja; diluar…?
• Hanya 2 tipe murid: bodoh & pintar
Learning School
• School: skhole (yunani=leisure)
• Menyenangkan/nyaman untuk belajar
atau melakukan argumen intelektual
• Bentuk/ruang fisik adalah sekolah
• Sekolah adalah tempat belajar
• Ada ruang, ada batas
Sekolah: Warisan Leluhur?
• Gudosin “in-control” atas murid
• Murid tgt “budi baik” gudosin, takut nilai
jelek
• Murid berusaha “menyenangkan”
gudosin/boss
• Menghindari jawaban salah,
mengacungkan jari bila yakin benar
• Menghindari tuduhan subyektif
Asumsi Tentang Sekolah
• Sekolah dijalankan oleh “kepala sekolah”
yang mengontrol setiap kegiatan
• Sekolah punya struktur hirarkhis: power
• Matapelajaran terfragmentasi
• Sekolah mengajarkan kebenaran?
Menurut siapa?
• Individualistik, kompetitif untuk
mengakselerasi proses belajar.
Sekolah Yang Belajar?
• Learner-centered learning vs teacher-
centered learning
• Interaksi belajar mengajar: siswa
lamban—adakah bimbingan selama di
sekolah?
• Membuka variasi—bukan homogenitas
• Multiple inteligensi diversifikasi cara
pembelajaran
• Menghafal fakta vs pemahaman
interdependensi
Guru: Profesional, Inspirator?
• Mahluk serba bisa?
• Pembimbing, moderator, modernisator.
• Pemberi teladan, peneliti, pemberi
inspirasi
• Wawasan luas
• Komunikator, rendah hati
• Bosan sebagai guru? Mengeluh depan
murid?
• Apresiasi non material siswa
Murid: Profesional?
• Pengaruh terkecil dalam desain sekolah
• Pihak “nrimo” (tak berdaya)
• Terbelenggu aturan baku membatasi
kreativitas
• Resipien ilmu pengetahuan dan skill
Mengapa Murid?
• Melihat dan merasakan semua kelas
• Tertekan dirumah?
• Konflik atas pesan multipel media?
• Murid tahu dan merasakan kapan beban
kerja </>
• Dalam sistem: no power samasekali
• Opini: tidak didengar, “anak ingusan”
• Punya “imaginasi”, melihat beda
Dual Shift of Paradigm
• Paradigma I: Nature of organization:
Organisasi Mekanistik
Organisasi Biologik
Organisasi Sosiokultural
• Paradigma II: Nature of inquiry (NOI)
Pendekatan analitik (independen)
Pendekatan sistem (interdependen)
Dimensi Organisasi: Sebagai
1. Dimensi mekanistik (mesin):
a) fokus pada control & efisiensi
b) terjadi berbagai konflik
2. Dimensi biologis yaitu sebagai
a) Organisme: tumbuh berkembang, dan
beradaptasi dg lingkungan
b) Otak: organizational learning
3. Dimensi sosial:
budaya, values, and beliefs
Organisasi Mesin (Mindless)
• Sebuah traktor yang • Merupakan alat yang
rumit terdiri atas dipakai oleh owner utk
ratusan bagian, yang mencapai tujuannya:
setiap bagian profit
melakukan tugas • Beroperasi atas dasar
yang sederhana kerapihan, efisiensi,
• Organisasi mesin terkontrol, dan
adalah seperti traktor predictable
kompleks tetapi • Hubungan antar elemen
mindless, tidak punya diatur berdasarkan
tujuan sendiri hukum fisika.
Memelihara Keseimbangan Sistem Fisik
Organisasi Biologis (Uniminded)
• Mahluk biologis • Setiap elemen
mempunyai tujuan bertindak tanpa
untuk survival dengan kesadaran, tanpa
cara bertumbuh pilihan, tanpa konflik
• Organisasi bertumbuh, • Setiap sistem dibawah
melalui profit kontrol otak eksekutif,
• Secara sistem melalui jaringan
organisasi mempunyai komunikasi
pilihan, namun • Masalah terjadi karena
elemennya tidak tidak ada informasi atau
(uniminded) miskomunikasi
Sistem Peredaran Darah
Organisasi Sosial (Multiminded)
• Dalam organisasi sosial • Mengintegrasikan
setiap anggota elemen menjadi
mempunyai tujuan, sebuah sistem adalah
tercermin dalam pilihan perjuangan dan
cara dan tujuan proses yang terus
(multiminded) menerus
• Selain itu, sebagai
sistem yang bertujuan, • Hubungan antar
organisasi merupakan elemen diatur
bagian dari keseluruhan menurut nilai
sistem yang lebih kebersamaan dan
besar: masyarakat cara yang disepakati
bersama
Dunia yang kita diami adalah
sistem sosial raksasa
• Kecamatan/Poltekes
• Pemerintah daerah
• Negara Republik
Indonesia
• Kita suka lupa kalau
cuma punya satu dunia,
satu sekolah
• Contoh: sekolah
R(efleksi) D(iskusi) S(intesa)
• Seperti apa organisasi sekolah anda?
• Seperti apa anda menganggap bawahan,
kolega, siswa anda:
– bagian dari mesin,
– elemen biologis,
– elemen sosio-kultural?
• Bagaimana interaksi organisasi anda:
– autokratik (satu arah) atau
– demokratik (inter dependen)?
Organisasi Belajar: Musuh Utama
• Gambaran, asumsi, kisah yang kita bawa
masuk ke dalam “jendela kaca” secara
tersamar—menciptakan “peta mental”
• Meyakini kebenaran atas hasil sintesa proses
berpikir sebagai suatu jenjang kesimpulan
• Membentuk bagaimana kita “bertindak”.
• Terbiasa mempelajari kebenaran yang tidak
terucapkan--direflesikan sebagai “tangga dan
putaran inferensi”
Saya mengambil

Jenjang tindakan
berdasarkan
keyakinan-
Kesimpulan keyakinan saya
Saya meng-adopsi
keyakinan tentang
dunia

Saya menarik
kesimpulan
Saya membuat
asumsi-asumsi
berdasarkan makna-
makna yg saya
Saya menambahkan tambahkan
makna-makna
(budaya dan pribadi)

Putaran Refleksif
Saya memilih
(keyakinan kita
“Data” dari apa
yang saya amati mempengaruhi data
apa yang kita pilih di
“Data” dan pengalaman lain waktu)
yang dapat diamati
(seperti yang bisa ditangkap
oleh sebuah videotape
recorder)
Chris Argyris, ‘90
Asumsi Pembentuk Sist. Berpikir
Melakukan Menarik
Tindakan Kesimpulan

Pu
Membangun:

tar
kepercayaan Membangun

nRa
Menarik
Membuat Kepercayaan

efl
Kesimpulan Asumsi

ek
si
Membuat
asumsi
Menambah:Makna
bersama sec. budaya
Menambah Melakukan
Makna Tindakan
Memilih Data
Memilih
Data Fakta

Fakta

Tangga Inferensi Putaran Inferensi


Identifikasi Masalah Kita:
Psikosklerosis (Pengerasan Sikap)
• perasaan masalah: tahap awal kesadaran
• perilaku masalah: apa yang mencetuskan
perasaan salah (gunung es)
• pemikiran masalah: apa yang menangkap
perhatian kita menetapkan tindakan kita
• merubah pemikiran
• komitmen perubahan—emergence—
proses dialog dg pembelajaran dialog
Emergence dan Sistem
• Emergence memerlukan sistem yang
mengatur kerja kelompok. Sistem ini harus
diikuti, bahkan oleh ketua ketika usulan
pribadinya ditentang oleh sistem
• Mirip aturan harmoni dalam musik, tanpa
harmoni, lagu tidak indah
• Penyakit kronis penekan emergence
Penyakit Interaksi Sistem:
Ketidakmampuan Belajar
1. Saya adalah posisi saya :
• saya adalah jabatan yang saya
emban
 Membatasi ruang lingkup berpikir
 Segan mempelajari hal baru
Tujuh Penyakit
2. Musuh ada diluar sana
• Penyebab masalah ada di luar
sana bukan disini
 Selalu ada kambing hitam:
pemerintah pusat, pemerintah
daerah, PP belum ada, dana kurang,
masyarakat bodoh, murid nggak
belajar, angka jelek—lainnya kok
baik, yang lain juga korupsi, dst
Tujuh Penyakit
3. Ilusi proaktif adalah memecahkan
masalah

masalah yang ada adalah gejala dari


masalah yang lebih besar
Tujuh Penyakit

4. The fixation on events:


• Keterikatan pada peristiwa, dan
lupa melihat pola yang ada, atau
dalam waktu yang panjang
Problem yang mendasar pada umumnya
adalah ancaman lamban
Tujuh Penyakit
5. Ilusi belajar dari pengalaman:

- Belajar terbaik adalah dari


pengalaman
- Namun sering kali kita tidak
mengalami langsung dari keputusan
penting yang kita ambil
- horizon pembelajaran sering terbatas
Tujuh Penyakit

6. Mitos managemen tim:


• Mitos tim yang solid
• Takut berbeda, atau tidak setuju, atau
menanyakan hal mendasar yang
menggoncangkan tim
Kompromi yang ada adalah
ketidaksepakatan terselubung
Katak Rebus
• Kita terbiasa mengatasi masalah
akut
• Namun kita sering membiarkan
masalah yang muncul secara
perlahan-lahan, dan ketika besar
sulit untuk ditanggulangi
Mendalami Berpikir Sistem
Hukum Perilaku Sistem
Hukum Disiplin Kelima
Senge, Chapter 4

1. Masalah hari ini datang dari


solusi yang lalu
– Antibiotika yang menyembuhkan
penyakit kemudian menimbulkan
kuman yang resisten
Hukum Disiplin Kelima
Senge, Chapter 4

2. Semakin keras anda menekan, semakin


keras sistem menekan anda kembali
– Menghapus korupsi di Indonesia

Perangai normal sebuah sistem yang melawan setiap usaha


perubahan. Yang perlu dilakukan adalah cari pengungkit yang
tepat. Lihat hukum kedelapan
Hukum Disiplin Kelima
Senge, Chapter 4
3. Sistem membaik sebelum memburuk
– Kesuksesan pilot proyek sebelum gagal

Cermin hukum ini adalah: Sistem memburuk sebelum membaik.


Yang perlu adalah proaktif. Contoh desentralisasi.
Hukum Disiplin Kelima
Senge, Chapter 4
4. Penyelesaian yang mudah biasanya
memunculkan masalah kembali
– Menutup lokasisasi pelacuran
Hukum Disiplin Kelima
Senge, Chapter 4
5. Obatnya bisa lebih buruk dari
penyakitnya
– Program JPS, yang membuat sebagian
orang menjadi makin tergantung
Hukum Disiplin Kelima
Senge, Chapter 4
6. Lebih cepat berarti lebih lambat
– Keinginan membersihkan KKN di
pemerintahan yang tergesa-gesa dan
tidak sistemis
Hukum Disiplin Kelima
Senge, Chapter 4
7. Sebab dan akibat tidak
berhubungan erat dalam artian
waktu dan ruang
– Pendidikan wanita, dampaknya pada
NKKBS memerlukan waktu
Hukum Disiplin Kelima
Senge, Chapter 4
8. Perubahan kecil bisa mendapatkan
hasil besar- tetapi wilayah dengan
daya ungkit terbesar paling sering
terlupakan
– Kemudi kecil yang membelokkan kapal
tanker atau pesawat terbang
Hukum Disiplin Kelima
Senge, Chapter 4
9. Anda bisa mempunyai kue dan
memakannya-tetapi tidak sekaligus
– Jika anda bersabar, beberapa tujuan
bisa diraih
– Anda bisa meningkatkan kualitas dan
menurunkan biaya, tetapi harus
dilihatnya dalam waktu yang agak lama
Hukum Disiplin Kelima
Senge, Chapter 4
10. Membelah gajah tidak menghasilkan
dua gajah kecil
– Terpisahnya program KIA dan Perbaikan
Gizi
Hukum Terakhir
Senge, Chapter 4

11. There is no Blame !!


– Jika kita berpikir sistem, maka
tidak ada orang luar
– Anda dan masalah anda adalah
bagian dari sistem itu
Peter Senge, The Fifth Discipline,
p. 67
Apa Perubahan Itu?
 Sebagai manusia—berbahasa—mampu
memahami sesuatu—tentang keadaan yang
punya makna.
 Berlaku pada semua hubungan dengan sesama,
medium, dan dunia.
 Kita dan dunia selalu berubah; sadarkah bila
yang kita rencanakan >> akan gagal?
 Mengapa? Ranah kita jauh lebih luas dari
pemahaman kita sebagai manusia
Menyikapi Perubahan (Gagal)
 Terbukalah terhadap kegagalan; belajar, lihatlah
sebagai suatu kesempatan.
 Gagal: punya kesempatan berpikir kembali.
 Gagal: konsep yang hanya berkaitan dengan
keinginan kita sebagai manusia, sementara
sistem selalu beroperasi dengan koherensinya.
 Sistem itu sendiri tidak merasakan kegagalan.
 Bertindaklah rendah hati, teruskan rencana,
hindarkan merusak biosfer—no robosfer.
Visi, MM, Sist
 Blm melibatkan calon pengguna, siswa,
representasi karyawan
 Sist: sirkular—output—input
 Visi dan misi salah kaprah
 MM: pola lama, bgmn merubah MM yang
lama?—menuju yg lbh baik/
Berpikir Ilmiah vs Sistem
 Logik
 Reproducible (teruji kebenarannya)