Anda di halaman 1dari 32

PRENATAL IRON SUPLEMENTATION REDUCES

MATERNAL ANEMIA, IRON DEFICIENCY, AND


IRON DEFICIENCY ANEMIA IN A RONDOMIZED
CLINICAL TRIAL IN RURAL CHINA, BUT IRON
DEFICIENCY REMAINS WIDESPREAD IN
MOTHERS AND NEONATES

Mufassir Oktadi Ekowan Toni, S.Ked


71 2019 016
Pembimbing :
dr. Achmad Ridwan,MO,MSc
GAMBARAN
UMUM
LATAR BELAKANG

• Menurunkan angka kejadian anemia pada


maternal dan upaya pencegahan anemia
defisiensi besi adalah masalah global yang
menjadi prioritas.
• 38 % kehamilan didunia tetap mengalami
anemia. Penyebab terbanyak disebabkan karena
defisiensi besi.
• Di Amerika Serikat, terdapat 30-34 % wanita
hamil mengalami anemia atau defisiensi besi,
anemia maternal atau defisiensi besi yang berat
bisa berdampak buruk pada kehamilan dan
mempengaruhi status besi pada neonates
Penelitian ini bertujuan mengetahui efek dari pemberian suplemen
besi-folat terhadap status besi ibu hamil dan bayi baru lahir, dengan
tujuan lainnya yaitu menguji efektivitas pemberian suplemen besi pada
ibu hamil dengan anemia selama masa kehamilan
Materials and Methods
Metode dan desain penelitian. Penelitian, dilakukan di desa Sanhe, Provinsi Hebei, Cina,
melibatkan kerjasama antara Peking University First Hospital dan 3 rumah sakit lokal
[Sanhe Maternity and Sanhe Hospital (MCHC), Sanhe General County Hospital].
Penelitian awalnya hanya melibatkan Sanhe MCHC, tetapi pada saat analisis sementara
didapatkan tingkat kecepatan drop-out

Sampel pada penelitian ini ada ibu hamil yang datang untuk kontrol kehamilan
pertama yang datang ke Sanhe MCHC

Kategori BMI menurut WHO sebagai kekurangan berat badan


<18,5, berat badan normal 18,5-24,9, kelebihan berat badan 25,0-
29,9, dan obesitas >30
Kriteria Inklusi

Kriteria inklusi dari penelitian ini adalah ibu hamil dengan kehamilan tunggal tanpa komplikasi,
kontrol pertama ke Sanhe MCHC pada usia gestasi <20 minggu, dan berencana untuk melahirkan
di rumah sakit yang berpartisipasi dalam penelitian ini

Pada penelitian ini didapatkan 2371 ibu hamil yang direkrut.

Kriteria eksklusi
usia ibu hamil <18 tahun, tidak bertempat tinggal di Sanhe, memiliki penyakit kronik, kadar
hemoglobin <100gr/L, atau mendapat terapi besi dalam jangka waktu tertentu .
RESULT
DISCUSSION
Dari 17,738 kelahiran tunggal, pra kehamilan secara keseluruhan berarti BMI
adalah 23,5, 6,6% adalah kelahiran dari ibu underweight, 62.1% BB normal
BMI, 24.0% kelebihan BB, 7.3% obesitas

Lima ratus delapan puluh dua kehamilan (3.3%) dipengaruhi oleh preeklamsia

Dibandingkan dengan mereka yang BMI normal, wanita kelebihan berat badan
dan obesitasnmemiliki resiko yang lebih tinggi mengalami preeklamsia
Adanya hubungan antara peningkatan prekehamilan kategori indeks
massa tubuh dan meningkatnya risiko preeklampsia dalam populasi
terbatas

Peningkatan prevalensi obesitas pada wanita pra hamil di negara-


negara berpenghasilan rendah menghalangi upaya untuk
CONCLUSION meningkatkan kesehatan perinatal dan menurunkan angka kematian
ibu

Pemantauan antenatal klinis dari semua wanita hamil di Tanzania


dengan monitoring tekanan darah sangat penting terutama untuk
perempuan kelebihan berat badan dan obesitas
TELAAH JURNAL
Penilaian PICO VIA (Population, Intervention, Comparison,
Outcome, Validity, Importancy, Applicability)
TELAAH KELENGKAPAN JURNAL

 Judul jurnal : Ada


 Pengarang dan institusi : Ada
 Abstrak : Ada
 Pendahauluan : Ada
 Metode : Ada
 Hasil : Ada
 Pembahasan : Ada
 Kesimpulan dan saran : Ada
 Daftar pustaka : Vancouver
 Lampiran : Tidak ada.
POPULATION

Populasi pada penelitian ini menggunakan sampel berdasarkan


data sekunder ibu melahirkan di Kilimanjaro Christian Medical
Centre sebanyak 17.738 kelahiran tunggal selama Juli 2000 sampai
dengan May 2013
INTERVENTION

Pada penelitian ini tidak dilakukan intervensi subjek penelitian


COMPARISON

Pada penelitian ini maksudkan untuk menghubungkan hubungan


antara IMT sebelum hamil dengan resiko terjadi preeklampsia
OUTCOME
Di antara 17.738 kelahiran tunggal, 6,6% dari para ibu underweight, 62,1% adalah dari BMI normal,
24,0% kelebihan berat badan, dan 7,3% mengalami obesitas

Lima ratus delapan puluh dua kehamilan (3,3%) dipengaruhi oleh preeklamsia

Dibandingkan dengan mereka yang BMI normal, wanita kelebihan berat badan dan obesitas memiliki
risiko yang lebih tinggi dari preeklamsia sementara wanita kurus memiliki risiko lebih rendah

BMI obesitas ditemukan di antara perempuan di atas usia 35 tahun, wanita yang memiliki pendidikan
tertinggi, wanita dengan hilang informasi tentang status perkawinan, bisnis atau masing-masing

Wanita kurus kurang mungkin untuk memiliki preeklamsia


OUTCOME

Hubungan antara BMI dan preeklampsia sedikit lebih kuat antara ibu
dengan tinggi di bawah 160 cm (45% dari wanita) dibandingkan dengan
ibu dengan tinggi 160 cm atau di atas

Hubungan positif antara peningkatan indeks massa pra kehamilan tubuh


dan risiko pengembangan preeklampsia

Hanya usia ibu di atas 35 tahun menunjukkan rasio odds yang lebih tinggi.
IS THE DATA COLLECTED IN ACCORDANCE
WITH THE PURPOSE OF THE RESEARCH?

YA
Data yang diambil sesuai dengan tujuan penelitian
yaitu mengetahui hubungan antara IMT sebelum hamil
dengan resiko terjadi preeklampsia dengan
menggunakan sampel berdasarkan data ibu
melahirkan di Kilimanjaro Christian Medical Centre
yaitu sebanyak 17.738 kelahiran tunggal selama Juli
2000 sampai dengan May 2013
ARE THE INCLUSION AND EXCLUSION CRITERIA
IN THIS RESEARCH CLEARLY DEFINED?
YA
KRITERIA EKSLUSI
WANITA DENGAN MULTIPARA
WANITA DENGAN STATUS RUMAH SAKIT YANG HILANG
WANITA DENGAN BERAT/TINGGI DILUAR KETENTUAN WHO (BB < 35 KG / TB <160 CM)

KRITERIA INKLUSI
WANITA DENGAN STATUS GRAVIDA 1 DAN 2 DENGAN DIKETAHUI IMT SEBELUM MASA
KEHAMILAN
ARE THE RESEARCH SUBJECTS EXPLAINED IN
DETAIL?

YA
Subjek pada penelitian ini adalah wanita dengan status kehamilan 1
dan 2 yang diketahui IMT sebelum masa kehamilan yang didapat
berdasarkan data ibu melahirkan di Kilimanjaro Christian Medical
Centre yaitu sebanyak 17.738 kelahiran tunggal selama Juli 2000
sampai dengan May 2013
WAS THE RANDOMIZATION LIST CONCEALED
FROM PATIENTS, CLINICIANS, AND RESEARCHERS?

YA
Pada penelitian ini baik pasien, peneliti maupun tenaga kesehatan
tidak mengetahui kelompok perlakuan yang telah ditentukan
WERE THE PERFOMED INTERVENTIONS
DESCRIBED IN SUFFICENT DETAIL TO BE
FOLLOWED BY OTHER?

Pada penelitian ini tidak dilakukan intervensi subjek


penelitian
IS THIS STUDY IS IMPORTANT?

YA
Penelitian ini penting karena hasil penelitian ini dapat memaparkan
hubungan antara IMT sebelum masa kehamilan dengan resiko terjadinya
preeklampsia
Penelitian ini juga telah mendapat persetujuan dari Universitas Bergen,
Norwegia dan telah didistribusikan di bawah ketentuan Creative
Commons Atribusi 4.0 License International
IS YOUR ENVIRONMENT SO DIFFERENT FROM
THE ONE IN STUDY THAT THE METHODS COULD
NOT BE USE THERE?

Lingkungan pada penelitian ini sama dengan lingkungan


di Indonesia dan metode yang sama dapat digunakan
pada penelitian yang dilakukan di Indonesia
KESIMPULAN

Berdasarkan telaah jurnal yang telah dilakukan didapatkan


kesimpulan bahwa jurnal ini valid, penting dan dapat diterapkan
sehingga jurnal ini dapat digunakan sebagai referensi
DAFTAR PUSTAKA

M Dorah. Terje Lie, R. Østbye T, et al . The association between pre


pregnancy body mass index and risk of preeclampsia: a registry based
study from Tanzania. Department of Global Public Health and Primary
Care, Faculty of Medicine, University of Bergen, Postboks 7804, N-5020
Bergen, Norway