Anda di halaman 1dari 22

EVIDANCE BASED PRACTICE DALAM

KEPERAWATAN MATERNITAS TERKAIT


KESEHATAN SEKSUAL DAN REPRODUKSI

OLEH:
NAMA KELOMPOK

NI MADE RASITA PUSPITASWARI P07120216016


NI LUH PUTU ARY APRILIYANTI P07120216017
KONSEP DASAR KESPRO
Kesehatan reproduksi
adalah suatu keadaan
sejahtera fisik, mental dan
sosial secara utuh, tidak
PENGERTIAN semata-mata bebas dari
penyakit atau kecacatan
dalam semua hal yang
berkaitan dengan system
reproduksi serta fungsi
dan prosesnya
Pengertian Evidance Based

• Evidence based practice (EBP) adalah sebuah


proses yang akan membantu tenaga
kesehatan agar mampu update atau cara agar
mampu memperoleh informasi terbaru yang
dapat menjadi bahan untuk membuat
keputusan klinis yang efektif dan efisien
sehingga dapat memberikan perawatan
terbaik kepada pasien (Macnee, 2011).
Pengertian Evidance Based
• Sedangkan menurut (Bostwick, 2013)
evidence based practice adalah starategi
untuk memperolah pengetahuan dan skill
untuk bisa meningkatkan tingkah laku yang
positif sehingga bisa menerapakan EBP
didalam praktik.
• Dari kedua pengertian EBP tersebut dapat
bahwa evidance based practice merupakan
suatu strategi untuk mendapatkan knowledge
atau pengetahuan terbaru berdasarkan
evidence atau bukti yang jelas dan relevan
untuk membuat keputusan klinis yang efektif
dan meningkatkan skill dalam praktik klinis
guna meningkatkan kualitas kesehatan pasien.
• Tujuan utama di implementasikannya evidance
based practice di dalam praktek keperawatan
adalah untuk meningkatkan kualitas perawatan dan
memberikan hasil yang terbaik dari asuhan
keperawatan yang diberikan. Selain itu juga, dengan
dimaksimalkannya kualitas perawatan tingkat
kesembuhan pasien bisa lebih cepat dan lama
perawatan bisa lebih pendek serta biaya perawatan
bisa ditekan (Madarshahian et al., 2012).
Evidance Based Practice Dalam Kesehatan
Seksual Dan Kesehatan Reproduksi
• Evidance Based dalam pelayanan kesehatan seksual
dan reproduksi merupakan praktik asuhan
berperspektif gender dan HAM dalam bidang
maternitas dan lingkungan kesehatan meliputi
pelayanan kebidanan, pelayanan KB dan pelayanan
kesehatan masyarakat Kesehatan reproduksi adalah
suatu keadaan sejahtera fisik, mental dan sosial
secara utuh, tidak semata-mata bebas dari penyakit
atau kecacatan dalam semua hal yang berkaitan
dengan system reproduksi serta fungsi dan prosesnya.
• Evidance Based dalam kesehatan seksual dan
reproduksi saat ini yaitu dengan adanya
temuan baru dalam pelayanan KB yaitu
munculnya kontrasepsi Intra Uterine System
(IUS) yang merupakan pengganti dari
kontrasepsi Intra Uterine Device (IUD)
Intra Uterin System (IUS)
Intra Uterin System (IUS) merupakan alat kontrasepsi
yang mengandung hormon steroid adalah Prigestase
yang mengandung Progesteron dari Mirena yang
mengandung Levonorgestrel. Efektifitas penggunaan
(IUS) Sangat efektif, yaitu dapat 0,5 – 1 kehamilan per
100 perempuan selama 1 tahun pertama penggunaan
Cara Kerja Intra Uterin System
(IUS)
• Endometrium mengalami transformasi yang
ireguler, epitel atrofi sehingga mengganggu
implantasi
• Mencegah terjadinya pembuahan dengan
mengeblok bersatunya ovum dengan sperma
• Mengurangi jumlah sperma yang mencapai
tuba falopii
• Menginaktifkan sperma
Keuntungan Intra Uterin System (IUS)

• Efektif dengan proteksi jangka panjang (satu


tahun)
• Tidak mengganggu hubunagn suami istri
• Tidak berpengaruh terhadap ASI
• Kesuburan segera kembali sesudah AKDR
diangkat
• Efek sampingnya sangat kecil
• Memiliki efek sistemik yang sangat kecil
Keuntungan Intra Uterin System (IUS)
• Mengurangi nyeri haid
• Dapat diberikan pada usia perimenopause bersamaan dengan
pemberian estrogen, untuk pencegahan hyperplasia endometrium
• Mengurangi jumlah darah haid
• Sebagai pengobatan alternative pengganti operasi pada perdarahan
uterus disfungsional dan adenomiosis
• Merupakan kontrasepsi pilihan utama pada perempuan
perimenopause
• Tidak mengurangi kerja obat Tuberculosis ataupun obat epilepsi,
karena AKDR yang mengandung progestin kerjanya terutama
lokal pada endometrium
Keterbatasan Intra Uterin System (IUS)
• Diperlukan pemeriksaan dalam dan penyaringan infeksi
genetalia sebelum pemasangan AKDR
• Diperlukan tenaga terlatih untuk pemasangan dan pencabutan
AKDR
• Klien tidak dapat menghentikan sendiri setiap saat, sehingga
sangat tergantung pada tenaga kesehatan
• Pada penggunaan jangka panjang dapat menjadi amenorea
• Dapat terjadi perforasi uterus pada saat insersi (< 1/1000 kasus)
• Kejadian kehamilan ektopik relative tinggi
• Bertambahnya risiko mendapat penyakit radang panggul
sehingga dapat menyebabkan infertilitas
• Mahal
• Progestin sedikit meningkatkan risiko thrombosis sehingga
perlu hati-hati pada perempuan perimenopause. Risiko ini
lebih rendah bila dibandingkan dengan pil kombinasi
• Progestin dapat menurunkan kadar HDL-Kolesterol pada
pemberian jangka panjang sehingga perlu hati-hati pada
perempuan dengan penyakit kardiovaskular
• Memperburuk perjalanan penyakit kanker payudara
• Progesti dapat mempengaruhi jenis-jenis tertentu
hiperlipidemia
• Progestin dapat memicu pertumbuhan miom uterus
Yang Boleh Menggunakan Intra Uterin
System (IUS)
• Usia reproduksi
• Telah memiliki anak maupun belum
• Menginginkan kontrasepsi yang efektif jangka panjang untuk
mencegah kehamilan
• Sedang menyusui dan ingin memakai kontrasepsi
• Pascakeguguran dan tidak ditemukan tanda-tanda radang panggul
• Tidak boleh menggunakan kontrasepsi hormonal kombinasi
• Sering lupa menggunakan pil
• Usia perimenopause dan dapat digunakan bersamaan dengan
pemberian estrogen
• Mempunyai risiko rendah mendapat penyakit menular seksual
Yang Tidak Boleh Intra Uterin System (IUS)
• Hamil atau diduga hamil
• Perdarahan pervaginam yang belum jelas penyebabnya
• Menderita vaginitis, salphingitis, endometritis
• Menderita penyakit radang panggul atau pascakeguguran septic
• Kelainan congenital rahim
• Miom submukosum
• Rahimyang sulit digerakkan
• Riwayat kehamilan ektopik
• Penyakit trofoblas ganas
• Terbukti menderita penyakit tuberkulosis panggul
• Kanker genitalia/payudara
• Sering ganti pasangan
• Gangguan toleransi glukosa. Progestin menyebabkan sedikit peningkatan
kadar gula dan kadar insulin
Waktu Pemasangan Intra Uterin System
(IUS)
• Setiap waktu selama siklus haid, jika ibu
tersebut dapat dipastikan tidak hamil
• Sesudah melahirkan, dalam waktu 48 jam
pertaa pascapersalinan, 6-8 minggu, ataupun
lebih sesudah melahirkan
• Segera sesudah induksi haid, pasca keguguran
spontan, atau keguguran buatan, dengan syarat
tidak terdapat bukti-bukti adanya infeksi.
Instruksi kepada Klien
• Dalam keadaan normal klien kembali untuk kontrol rutin sesudah
menstruasi pertama kali
• Hal yang perlu diperhatikan adalah :
a)    Timbul kram di perut bagian bawah
b)    Adanya perdarahan bercak antara haid atau sesudah melakukan
senggama
c)    Nyeri sesudah melakukan senggama atau jika suaminya mengalami
perasaan kurang enak sewaktu melakukan senggama
d)    IUS perlu diangkat setelah satu tahun ataupun lebih awal
apabila dikehendaki
e)    Bila terjadi ekspulsi IUS , atau keluar cairan yang berlebihan
dari kemaluan, lihat terjadi infeksi atau tidak
f)    Muncul keluhan sakit kepala atau sakit kepala makin parah
Informasi Lain yang Perlu Disampaikan
• IUS yang digunakan tersebut segera efektif
• Pada bulan pertama pemakaian dapat terjadi
ekspulsi IUS
• Pada pemakaian jangka panjang dapat terjadi
amenorea
• IUS dapat saja dicabut setiap saat sesuai dengan
keinginan klien
• IUS tidak dapat melindungi klien terhadap
penyakit hubungan seksual dan HIV/AIDS.
SEKIAN DAN TERIMAKASIH

ALLPPT.com _ Free PowerPoint Templates, Diagrams and Charts


SEKIAN DAN TERIMAKASIH