Anda di halaman 1dari 6

TIPS MENCEGAH DAN

MENGELOLA CEMAS DAN


DEPRESI DI MASA COVID-19
Pembimbing: dr. I Gede Yudhi Kurniawan, SH., M.Biomed., Sp.KJ.

- St. Hajar
- Grantina Nugraha
- Farida Yuni Pertiwi
- Dewi Fajriyanti
Efek jangka panjang COVID-19 pada
kesehatan mental
BURUK:
• Penurunan tingkat kesejahteraan mental
• Peningkatan tingkat kecemasan, depresi, konsumsi alcohol terutama pada usia muda
(kisaran 21-40 tahun)
• Dapat menyebablan perilaku ekstrembunuh diri

BAIK
• Adanya dukungan social dan keluarga yang semakin meningkat
• Penelitian Zheng et al (2020) menyatakan bahwa sebagian besar serpondennya
menghabiskan lebih banyak waktu untuk beristirahat  menunjukkan dampakstress
ringan merujuk pada kesehatan mental yang positif
Apa itu gangguan kecemasan dan bagaimana
gejalanya?
• Kondisi gangguan yang ditandai dengan kecemasan dan kekhawatiran
yang berlebihan dan tidak rasional bahkan terkadang tidak realistik
terhadap berbagai peristiwa kehidupan sehari-hari.
• Gambaran klinis :
• Kecemasan berlebihan yang mempengaruhi berbagai aspek kehidupan
pasien
• Ketegangan motorik (misalnya bergetar, kelelahan, sakit kepala)
• Hiperaktivitas otonom (napas pendek, berkeringat, palpitasi, gejala
saluran pencernaan)
• Kewaspadaan secara kognitif dalam bentuk irritabilitas
Bagaimana covid-19 menyebabkan gangguan cemas ?

• Kondisi pandemic covid-19 dapat menjadi stressor yang dapat dialami


oleh setiap individu. Hal ini akan dipersepsikan oleh otak sehingga
terjadi ketidakseimbangan hormon pada seseorang. Otak akan
mengeluarkan hormone kortisol yang merupakan hormone stress
sehingga menstimulasi pengeluaran hormon norepinefrin dan
epinefrin. Kedua hormone ini dapat menyebabkan timbulnya gejala-
gejala gangguan cemas.
Pengertian depresi dan bagaimana covid-19 menyebabkan depresi?

• Depresi adalah gangguan mental yang ditandai dengan munculnya gejala penurunan
mood, kehilanga minat terhadap sesuatu, perasaan bersalah, gangguan tidur,
kehilangan energy dan penurunan konsentrasi.
• kondisi wabah atau pandemic covid-19 merupakan salah satu jenis stressor atau
beban psikologis yang dapat dialami oleh individu yang terdampak covid-19.

Stressor tersebut akan direspon oleh individu dengan berbagai kondisi. Salah satunya
adalah distress, yaitu suatu kondisi ketidakseimbangan mental dan emosional pada
seseorang akibat ketidakpastian akan wabah dan ancaman kesehatan.
Adanya stressor pandemic covid-19 dan disertai dengan salah satu contohnya yaitu
keharusan untuk Work From Home (WFH) menimbulkan multiple stressor yang akan
berdampak pada kondisi mental emosional yaitu depresi.
APA YANG HARUS DILAKUKAN SELAMA MASA
PANDEMI INI UNTUK MENDAPATKAN JIWA
YANG SEHAT?
• Miliki pola hidup sehat
• Bersikaplah lembut dengan diri sendiri, dan dengan orang-orang di sekitar Anda.
• Tetap tenang.
• Batasi asupan media social terkait COVID-19
• Temukan setidaknya satu hal untuk merasa positif atau bersyukur setiap hari.
• Lakukan yang terbaik untuk mengatasi kecemasan yang dibawa oleh COVID-19.
• Temukan cara untuk membantu orang lain.

 Ketika cemas melanda


• Me time
• Berdialog dengan diri sendiri
• Berdamai dengan keadaan
• Hipnotis lima jari
• Mendengarkan music atau murotal
• Mindfullness
• Meningkatkan self-compassion
• Menulis ekspresif